Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan meninjau langsung kondisi Kabupaten Nagekeo pada Senin, 16 Agustus 2026.
Dody meninjau lokasi pengungsian dan sejumlah bangunan terdampak gempa untuk memastikan penanganan infrastruktur berjalan cepat dan tepat.
“Kami hadir pada setiap bencana karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama dan secepatnya kita harus bangkit,” kata Dody dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Advertisement
Dody meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mengirimkan data sementara dan titik kerusakan agar Kementerian PU dapat mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.
Dody menyampaikan permintaan tersebut saat berkoordinasi dengan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas.
“Kami mohon diberikan data lengkap dan titik-titiknya sehingga kami bisa menurunkan tim segera, berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, mengecek satu per satu, dan langsung bekerja,” ujar Dody.
Dody menegaskan, Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis dan menangani infrastruktur berdasarkan prioritas yang ditetapkan pemerintah daerah.
"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan dan kita yang mulai kerjakan,” tuturnya.
Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores berdampak pada sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di NTT.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah mengerahkan personel dan peralatan untuk memulihkan akses yang terdampak longsor dan kerusakan badan jalan.
Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor akibat Gempa NTT
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324890/original/078343100_1786776768-nt3.jpg)
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan nasional di beberapa wilayah.
Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody di Jakarta, Sabtu.
Dody juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan laporan BMKG, gempa berkekuatan sekitar M7,7 berpusat di pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga, Kementerian PU melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur secara bertahap karena masih terdapat potensi gempa susulan.
Advertisement
Ruas Terdampak Longsor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325569/original/028392500_1786878539-rmh3.jpg)
Hasil pemantauan awal menunjukkan sejumlah longsoran tebing menutup badan jalan nasional. Ruas terdampak antara lain Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Bts Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Bts Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.
Untuk menjaga konektivitas, Kementerian PU mengerahkan alat berat ke sejumlah titik.
Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader bergerak menuju lokasi terdampak. Sementara di PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan untuk menangani material longsoran.
Adapun di wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Ende.
Peralatan tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material yang menutup atau mengganggu badan jalan. Langkah ini dilakukan agar akses masyarakat tetap terjaga sekaligus mendukung mobilitas dalam proses penanganan bencana.
Kepala BPJN NTT Janto mengatakan tim di lapangan untuk sementara memprioritaskan pembersihan material longsoran dari badan jalan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326468/original/099669000_1787024744-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T104326.425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253180/original/035425600_1750031361-1000008225.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325567/original/075156400_1786878538-rmh1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324623/original/039652300_1786753562-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_06.31.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326548/original/003199700_1787026384-309779.jpg)