6 Doa Setelah Sholat Safar, Ikhtiar Penyempurna Keselamatan dan Keberkahan Perjalanan

Setelah menyelesaikan sholat sunnah safar dua rakaat, dianjurkan untuk membaca rangkaian doa dan zikir

Diterbitkan 02 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan (safar) dalam Islam bukan sekadar aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan momen yang penuh dengan tantangan sekaligus peluang spiritual. Doa setelah sholat safar menjadi penyempurna ikhtiar supaya perjalanan dilimpahi rahmat Allah SWT.

Sholat safar adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan sebelum berangkat bepergian sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon perlindungan serta keselamatan selama perjalanan. doa setelah sholat safar menjadi pelengkap yang sempurna, momentum untuk memohon kebaikan, kelancaran, dan perlindungan dari segala marabahaya selama perjalanan yang akan ditempuh.

Doa setelah sholat safar sangat dianjurkan. Namun, tak ada lafal khusus yang wajib dibaca dalam momen tersebut. Hanya saja, para ulama mengajarkan berbagai bacaan doa setelah sholat sunnah safar, meneladani Rasulullah SAW dan ijtihad, merujuk Al-Qur’an dan sunnah.

Merujuk ebook Panduan Musafir, Adab dan Hukum Safar, karya Abdullah Haidir, buku Tuntunan Shalat Musafir Plus Panduan Ibadah Musafir Lainnya, karya Aulia Fadhli, dan literatur klasik maupun kontemporer lainnya, berikut ini adalah bacaan doa setelah Sholat Safar, teks Arab, Latin dan artinya.

Bacaan Doa Setelah Sholat Safar

Setelah menyelesaikan sholat sunnah safar dua rakaat, dianjurkan untuk membaca rangkaian doa dan zikir berikut sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT.

1. Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi setelah sholat safar dianjurkan untuk menambah keamanan dan perlindungan selama perjalanan.

Arab: اَللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمٰوٰتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allâhu lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ naum, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardh, man dzalladzî yasyfa'u 'indahû illâ bi-idznih, ya'lamu mâ bayna aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuhîthûna bisyai'in min 'ilmihî illâ bimâ syâ'a, wasi'a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardha wa lâ ya'ûduhû hifzhuhumâ, wa huwal 'aliyyul 'azhîm.

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung." (QS. Al-Baqarah: 255)

2. Surat Quraisy

Setelah Ayat Kursi, dianjurkan membaca surat Quraisy.

Arab: لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ۙ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ ۚ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ ۙ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Latin: Li îlâfi quraisy, îlâfihim rihlatas-syitâ'i was-shaif, fal ya'budû rabba hâdzal-bait, alladzî ath'amahum min jû'iw wa âmanahum min khauf.

Artinya: "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS. Quraisy: 1-4)

3. Doa Safar Utama

Doa ini merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam berbagai hadits.

Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Latin: Allâhumma innâ nas-aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat-taqwâ, wa minal 'amali mâ tardhâ. Allâhumma hawwin 'alainâ safaranâ hâdzâ wathwi 'annâ bu'dahu. Allâhumma antash shâhibu fis-safari, wal-khalîfatu fil-ahli. Allâhumma innî a'ûdzu bika min wa'tsâ-is-safari, wa ka-âbatil-manzhari, wa sû-il-munqalabi fil-mâli wal-ahli.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah baginya kejauhan. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) bagi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya perubahan pada harta dan keluarga."

Doa ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: Doa orang tua (untuk kebaikan anaknya), doa seorang musafir, dan doa orang yang dizalimi.”.

4. Doa Kembali dari Safar

Apabila seseorang kembali dari perjalanan, dianjurkan membaca doa berikut sebagai bentuk syukur dan taubat.

Arab: آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Latin: Âyibûna tâibûna 'âbidûna lirabbinâ hâmidûna

Artinya: "Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah, dan selalu memuji Tuhan Kami."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai doa yang selalu dibaca Rasulullah SAW ketika kembali dari safar.

5. Doa Memohon Kebaikan Perjalanan

Doa ringkas ini dapat dibaca sebagai permohonan kebaikan dalam perjalanan.

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السَّفَرَةِ وَخَيْرَ مَا فِيهَا

Latin: Allahumma inni as'aluka khaira hadzihis safarati wa khaira ma fiha

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dalam perjalanan ini dan kebaikan yang ada di dalamnya."

6. Doa Umum (agar hajat perjalanan diijabah)

Setelah bacaan-bacaan di atas selesai, dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT dengan khusyuk, penuh pengharapan, dan keikhlasan. Tidak ada doa secara khusus yang wajib dibaca setelah pelaksanaan shalat safar. Umat Islam bisa berdoa sesuai keperluan masing-masing, sesuai dengan hajat perjalanan tersebut.

Contoh doa lafal bahasa Indonesia sesuai hajat:

Ya Allah Yang Maha Pengasih, kepada-Mu aku menyerahkan langkah perjalananku. Mudahkanlah perjalananku menuju tempat (menuntut ilmu, bekerja, sekolah, menimba ilmu di pesantren) Limpahkan kesehatan, keselamatan, kemudahan, serta jauhkan aku dari segala bahaya, kesulitan, dan godaan yang dapat menghalangi ibadah serta belajar.

Ya Allah, anugerahkanlah ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan berkah, akhlak yang mulia, serta hati yang ikhlas dalam setiap amal. Jadikan perjalanan ini sebagai jalan meraih ridha-Mu, membahagiakan kedua orang tua, memberi manfaat bagi sesama, dan tutuplah setiap langkahku dengan keberkahan serta husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Landasan Doa setelah Sholat Safar

Anjuran membaca doa setelah sholat safar bersumber dari berbagai hadits Nabi Muhammad SAW:

Hadits Riwayat Ath-Thabrani: "Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya, daripada dua rakaat yang dia kerjakan di tengah (tempat) mereka ketika hendak melakukan perjalanan." (HR Ath-Thabrani)

Hadits Riwayat Al-Baihaqi: "Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat, yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah." (HR Al-Baihaqi)

Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad: "Apabila Rasulullah SAW hendak keluar untuk suatu perjalanan, beliau mengerjakan shalat dua rakaat, lalu berkata: 'Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan takwa serta amal yang Engkau ridhai.'"

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menuliskan doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca ketika akan melakukan perjalanan, yang mencakup permohonan kebaikan, ketakwaan, dan perlindungan dari berbagai keburukan.

Imam An-Nawawi dalam Majmu' Syarhil Muhadzdzab menjelaskan bahwa shalat safar disunnahkan bagi orang-orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan di waktu apa pun, baik malam maupun siang hari.

5 Hikmah Doa Setelah Sholat Safar

1. Bentuk Tawakal dan Ketergantungan kepada Allah

Doa setelah sholat safar merupakan pengakuan bahwa keselamatan dan kelancaran perjalanan sepenuhnya berada di tangan Allah. Seorang musafir menunjukkan bahwa ia tidak menggantungkan diri pada kemampuan dan persiapan semata, melainkan pada pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

2. Penghalang dari Keburukan dan Marabahaya

Sholat safar dan doa setelahnya menjadi benteng spiritual yang melindungi musafir dari keburukan yang mungkin menimpanya selama perjalanan. Rasulullah SAW menjanjikan bahwa dua rakaat shalat safar akan memelihara seseorang dari kejelekan di luar rumah.

3. Permohonan Keberkahan dan Kelancaran

Melalui doa, seorang musafir memohon keberkahan dalam setiap urusan perjalanan. Perjalanan yang diberkahi akan membawa manfaat tidak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang-orang yang ditinggalkan di rumah.

4. Penguatan Niat dan Kesadaran Spiritual

Doa setelah sholat safar menguatkan niat bahwa perjalanan yang ditempuh bukan sekadar mobilitas fisik, tetapi bagian dari ibadah menuju ridha Ilahi. Hal ini mengubah perjalanan yang bersifat mubah menjadi amalan yang bernilai ibadah.

5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang muslim meneladani kebiasaan beliau dalam setiap perjalanan. Ini adalah bentuk kecintaan kepada Nabi yang akan mendatangkan pahala dan keberkahan.

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat Safar

Apakah ada doa khusus yang wajib dibaca setelah sholat safar?

Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca. Setelah sholat safar, dianjurkan membaca Ayat Kursi, surat Quraisy, dan doa safar sesuai tuntunan. Selain itu, seseorang bisa berdoa sesuai kebutuhan dan hajatnya masing-masing.

Kapan waktu terbaik membaca doa setelah sholat safar?

Doa dibaca segera setelah salam dari sholat safar, sebelum beranjak dari tempat sholat. Waktu ini adalah momen mustajab (dikabulkannya doa) karena dilakukan setelah ibadah.

Apakah doa setelah sholat safar sama dengan doa saat di perjalanan?

Berbeda. Doa setelah sholat safar dibaca sebelum berangkat, sebagai permohonan perlindungan dan kelancaran. Sedangkan doa saat di perjalanan dibaca ketika kendaraan mulai bergerak atau saat singgah di suatu tempat.

Bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia setelah sholat safar?

Boleh. Doa adalah komunikasi hamba dengan Allah. Meskipun lebih utama membaca doa dalam bahasa Arab sesuai tuntunan Nabi, berdoa dengan bahasa yang dipahami juga diperbolehkan asalkan dengan khusyuk dan penuh pengharapan.

Apakah doa setelah sholat safar juga dibaca saat kembali dari perjalanan?

Ya. Saat kembali dari safar, dianjurkan membaca doa "Âyibûna tâibûna 'âbidûna lirabbinâ hâmidûna" sebagai bentuk syukur atas keselamatan dan taubat atas segala kesalahan selama perjalanan.