Bacaan Niat Salat Qobliyah Lengkap Tata Caranya, Simak Panduan Waktunya

Di antara fadhilahnya adalah menyempurnakan ibadah sholat fardhu.

Diterbitkan 16 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat rawatib, sebelum dan sesudah sholat fardhu. Di antara fadhilahnya adalah menyempurnakan ibadah sholat fardhu. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami niat salat qobliyah dan ba’diyah yang benar agar ibadah lebih khusyuk.

Kali ini kita akan membicarakan sholat qobliyah. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga salat sunnah qobliyah dan salat witir lebih dari salat-salat sunnah lainnya ketika dalam perjalanan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya salat qobliyah dalam kehidupan spiritual seorang muslim.

Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim dari Ummu Habibah RA menjanjikan bagi siapa yang mengerjakan dua belas rakaat salat sunnah dalam sehari semalam akan dibangunkan rumah di surga. Salat qobliyah terbagi menjadi dua kategori hukum: sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakkad.

Agar memperoleh fadhilahnya yang luar biasa, umat Islam perlu memahami niat sholat qobliyah beserta tata caranya.

Niat Salat Qobliyah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Niat merupakan ruh dari setiap ibadah. Dalam salat qobliyah, niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut adalah bacaan niat salat qobliyah untuk setiap waktu secara lengkap.

1. Niat Salat Qobliyah Subuh (2 Rakaat)

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatas shubhi rak'ataini qabliyyatan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat shalat sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Niat salat qobliyah subuh ini juga dapat dibaca dengan tambahan kalimat "mustaqbilal qiblati adā'an" (menghadap kiblat) dan tetap sah. Salat ini juga dikenal dengan sebutan salat fajar, dengan niat:

Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لٰى

Latin: Usholli sunnatal fajri rak'ataini lillahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat shalat fajar dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Niat Salat Qobliyah Dzuhur (2 atau 4 Rakaat)

Untuk salat qobliyah dzuhur, jumlah rakaat dapat dikerjakan 2 rakaat atau 4 rakaat dengan dua kali salam.

Arab: أُصَلَّى سُنَّةَ الظهرِ رَكْعَتَيْنِ (أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ) قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadzh dzhuhri rak'ataini (arba'a raka'aatin) qobliyatan lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku niat mengerjakan shalat sunnah dua rakaat (atau empat rakaat) sebelum Dzuhur karena Allah Ta'ala."

3. Niat Salat Qobliyah Ashar (4 Rakaat)

Arab: أُصَلَّى سُنَّةَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatal 'ashri arba'a rakaatin qabliyatan lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku niat mengerjakan shalat sunnah empat rakaat sebelum Ashar karena Allah Ta'ala."

4. Niat Salat Qobliyah Maghrib (2 Rakaat)

Arab: أُصَلَّى سُنَّةَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatal maghribi rak'ataini qabliyatan lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku niat mengerjakan shalat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib karena Allah Ta'ala."

5. Niat Salat Qobliyah Isya' (2 Rakaat)

Arab: أُصَلَّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْن قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatal isyaa'i rak'ataini qabliyatan lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku niat mengerjakan shalat sunnah dua rakaat sebelum Isya' karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Salat Qobliyah Lengkap dengan Bacaannya

Tata cara pelaksanaan salat qobliyah pada dasarnya sama dengan shalat fardhu, hanya berbeda pada niat dan jumlah rakaat. Berikut langkah-langkah lengkapnya:

1. Niat

Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat yang tepat adalah sesuai dengan salat qobliyah yang akan dikerjakan, sebagaimana telah diuraikan di atas.

2. Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar" . Ini menandai dimulainya salat.

3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

Setelah takbir, disunnahkan membaca doa iftitah sebelum memulai bacaan Al-Fatihah.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca surat Al-Fatihah dengan tartil dan khusyuk pada setiap rakaat.

5. Membaca Surat Pendek

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek. Rasulullah SAW menganjurkan bacaan khusus untuk salat qobliyah subuh dan maghrib:

• Rakaat pertama: Surat Al-Kafirun (QS. 109)

• Rakaat kedua: Surat Al-Ikhlas (QS. 112)

6. Rukuk

Membungkukkan badan dengan tuma'ninah sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ (3 kali)

"Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya."

7. I'tidal

Berdiri tegak kembali setelah rukuk dengan tuma'ninah, membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

"Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Lalu dilanjutkan dengan:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

"Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."

8. Sujud Pertama

Meletakkan dahi ke lantai dengan tuma'ninah sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3 kali)

"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya."

9. Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk sejenak dengan tuma'ninah sambil membaca doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

"Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku, dan ampunilah aku."

10. Sujud Kedua

Melakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.

11. Rakaat Kedua

Mengulangi langkah yang sama dari Al-Fatihah hingga sujud kedua.

12. Tasyahud Akhir

Duduk tahiyat akhir dengan membaca tasyahud, shalawat kepada Nabi, dan doa penutup.

13. Salam

Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

"Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."

Catatan:

• Salat qobliyah dzuhur 4 rakaat dikerjakan dengan dua salam (2 rakaat + 2 rakaat), bukan satu salam

• Salat qobliyah dikerjakan dengan ringan dan tidak dipanjangkan

• Dianjurkan dikerjakan di rumah, karena Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib" (HR. Bukhari dan Ahmad)

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Qobliyah

Waktu salat qobliyah dimulai sejak masuknya waktu shalat fardhu hingga sebelum iqamah dikumandangkan. Qobliyah Subuh dan Dzuhur termasuk sunnah muakad (sangat dianjurkan).

Sementara, salat qobliyah ashar, maghrib, dan isya' termasuk dalam kategori ghairu muakkad (tidak ditekankan), namun tetap dianjurkan untuk dikerjakan. Khusus untuk qobliyah maghrib, para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya; sebagian ulama berpendapat bahwa ini bukan sunnah muakkad.

Berikut rincian waktu untuk setiap salat qobliyah:

1. Qobliyah Subuh

• Dimulai sejak terbit fajar shadiq (masuk waktu Subuh)

• Berakhir ketika iqamah untuk shalat Subuh dikumandangkan

2. Qobliyah Dzuhur

• Dimulai sejak matahari tergelincir (masuk waktu Dzuhur)

• Berakhir ketika iqamah shalat Dzuhur

3. Qobliyah Ashar

• Dimulai sejak masuk waktu Ashar

• Berakhir ketika iqamah shalat Ashar

4. Qobliyah Maghrib

• Dimulai sejak masuk waktu Maghrib (matahari terbenam)

• Berakhir ketika iqamah shalat Maghrib

5. Qobliyah Isya'

• Dimulai sejak masuk waktu Isya'

• Berakhir ketika iqamah shalat Isya'

Hikmah Salat Qobliyah

Salat qobliyah bukan sekadar rutinitas tambahan, melainkan ibadah yang sarat dengan hikmah dan keutamaan. Berikut beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya:

1. Lebih Baik dari Dunia dan Isinya

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim: "Dua rakaat shalat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya."

2. Penutup Kekurangan dalam Shalat Fardhu

Salat qobliyah berfungsi sebagai penyempurna shalat fardhu. Jika terdapat kekurangan dalam shalat wajib, maka salat sunnah rawatib akan melengkapinya.

3. Diganjar Rumah di Surga

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan shalat sunnah dalam sehari semalam sebanyak dua belas rakaat, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga." (HR. Muslim)

4. Diharamkan dari Api Neraka

Bagi yang menjaga salat empat rakaat sebelum dan sesudah dzuhur, Allah akan mengharamkannya dari api neraka.

5. Melatih Kedisiplinan dan Kekhusyukan

Salat qobliyah melatih seorang muslim untuk mempersiapkan diri sebelum menghadap Allah dalam shalat fardhu, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya waktu, serta melatih kejernihan emosi dan ketenangan hati.

6. Menambah Pahala dan Mengangkat Derajat

Salat sunnah rawatib menjadi amalan yang menambah kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.

Pertanyaan Seputar Salat Qobliyah

1. Apa perbedaan shalat qobliyah dan ba'diyah?

Salat qobliyah adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu, sedangkan salat ba'diyah dikerjakan sesudah shalat fardhu. Keduanya termasuk dalam kategori shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat lima waktu.

2. Berapa rakaat shalat qobliyah dzuhur?

Salat qobliyah dzuhur dapat dikerjakan sebanyak 2 rakaat atau 4 rakaat dengan dua kali salam. Menurut pendapat Hanafiyah, qobliyah dzuhur adalah 4 rakaat, sementara menurut Syafi'iyah dan Hanabilah adalah 2 rakaat.

3. Apakah shalat qobliyah ashar termasuk sunnah muakkad?

Tidak. Salat qobliyah ashar termasuk dalam kategori sunnah ghairu muakkad (tidak ditekankan). Rasulullah SAW tidak selalu mengerjakannya secara rutin, namun tetap dianjurkan.

4. Bolehkah shalat qobliyah dikerjakan di rumah?

Boleh dan bahkan lebih utama. Rasulullah SAW menganjurkan salat sunnah dikerjakan di rumah. Beliau bersabda: "Sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib" (HR. Bukhari dan Ahmad).

5. Apa surat yang dianjurkan dibaca dalam shalat qobliyah subuh?

Dalam shalat qobliyah subuh, Rasulullah SAW menganjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar RA.