Amalan-Amalan setelah Sholat Subuh agar Rezeki Lancar, Lengkap Doanya

Rasulullah SAW dalam mengisi waktu setelah subuh, di mana beliau tak beranjak hingga tiba waktu Dhuha.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholat Subuh adalah waktu yang penuh dengan keberkahan, dan amalan yang dilakukan setelahnya diyakini memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran rezeki seseorang. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memahami amalan- amalan setelah sholat subuh agar rezeki lancar.

Waktu Subuh hingga terbit matahari adalah waktu penuh keberkahan yang seharusnya diisi dengan dzikir, doa, dan aktivitas produktif. Hal ini dicontoh Rasulullah SAW dalam mengisi waktu setelah subuh, di mana beliau tak beranjak hingga tiba waktu Dhuha.

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu (terjemahan dari kitab Hisnul Muslim) menyusun berbagai dzikir dan doa pagi yang dapat diamalkan setelah shalat Subuh.

Para ulama juga mengingatkan pentingnya dzikir dan doa di waktu pagi sebagai amalan yang membawa keberkahan. Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah amalan-amalan setelah sholat Subuh yang dapat membuka pintu rezeki.

Amalan Setelah Sholat Subuh agar Rezeki Lancar

Berikut adalah amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setelah menunaikan shalat Subuh sebagai ikhtiar membuka pintu rezeki dan meraih keberkahan.

1. Tidak Tidur Setelah Subuh hingga Terbit Matahari

Amalan pertama dan paling fundamental adalah tidak tidur setelah shalat Subuh hingga matahari terbit (waktu syuruq). Waktu ini adalah waktu yang sangat berpengaruh terhadap rezeki seseorang. Waktu antara Subuh dan terbit matahari adalah waktu yang diisi oleh para malaikat dan menjadi saksi atas amal-amal kebaikan hamba.

Jika waktu Subuh hingga terbit matahari dihabiskan dengan dzikir, doa, membaca Al-Qur'an, dan aktivitas positif, maka pintu rezeki akan terbuka dan doa-doa akan lebih cepat dikabulkan.

Menghidupkan waktu antara Subuh dan terbit matahari dengan amal saleh akan mendatangkan rezeki yang melimpah dan keberkahan yang berlipat ganda.

2. Membaca Doa Setelah Sholat Subuh: "Allahumma Inni As'aluka 'Ilman Nafi'an..."

Doa ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan dibaca setelah shalat Subuh. Doa ini mengandung tiga permohonan utama: ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan

Arti: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."

Doa ini diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah (no. 925) dan HR. Thabrani. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga menganjurkan doa ini sebagai bagian dari dzikir pagi.

Doa ini mencerminkan pemahaman bahwa rezeki yang baik tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kehalalan dan keberkahan. Ilmu yang bermanfaat akan mengantarkan pada rezeki yang halal, dan amal yang diterima adalah buah dari keduanya.

3. Membaca Dzikir "La Ilaha Illallah Al-Malikul Haqqul Mubin" (100 Kali)

Dzikir ini adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Subuh sebagai pembuka pintu rezeki.

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ

Latin: Lā ilāha illallāh, al-malikul haqqul mubīn

Arti: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Raja Yang Maha Benar lagi Maha Jelas."

Jika kesempatan membacanya di antara shalat sunnah Subuh dan shalat Subuh luput, maka bacalah setelah Subuh hingga sebelum fajar menyingsing.

Dzikir ini merupakan pengakuan bahwa hanya Allah-lah Raja yang sebenarnya dan sumber segala rezeki. Dengan mengulanginya 100 kali, seorang hamba meneguhkan tauhid dan membuka pintu-pintu keberkahan dari Allah SWT.

4. Membaca "Subhanallah Wa Bihamdihi, Subhanallahil 'Adzim, Astaghfirullah"

Dzikir ini merupakan gabungan tasbih, tahmid, dan istighfar yang diajarkan sebagai amalan pagi pembuka rezeki.

Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Subhānallāhi wa biḥamdih, subhānallāhil 'aẓīm, astaghfirullāh

Arti: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memohon ampun kepada Allah."

Tasbih dan tahmid membersihkan hati dan mendatangkan ketenangan, sementara istighfar membuka pintu rezeki sebagaimana firman Allah: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu." (QS. Nuh: 10-11).

5. Membaca Doa Perlindungan: "Allahumma La Mani'a Lima A'thaita..."

Doa ini adalah doa perlindungan yang juga berisi pengakuan bahwa tidak ada yang dapat memberi atau mencegah rezeki selain Allah.

Arab: اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Latin: Allāhumma lā māni'a limā a'taita, wa lā mu'tiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u dzal-jaddi minka al-jaddu

Arti: "Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (azab)-Mu."

Doa ini tercantum dalam Hisnul Muslim dan diriwayatkan oleh HR. Muslim. Doa ini mengajarkan bahwa rezeki sepenuhnya berada di tangan Allah. Tidak ada kekuatan manusia yang dapat menahan rezeki jika Allah telah menetapkannya, dan tidak ada yang dapat memberikannya jika Allah menahannya.

6. Membaca Doa Memohon Rezeki Halal dan Luas

Doa ini berisi permohonan rezeki yang halal, luas, baik, dan tanpa kesulitan.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allāhumma innī as'aluka an tarzuqanī rizqan ḥalālan wāsi'an thayyiban min ghairi ta'abin wa lā masyaqqatin wa lā ḍairin wa lā naṣabin, innaka 'alā kulli syai-in qadīr

Arti: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas, baik tanpa keletihan, tanpa kesulitan, tanpa bahaya, dan tanpa penderitaan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Doa ini mencakup permohonan rezeki yang sempurna—halal dari segi zat dan cara memperolehnya, luas untuk memenuhi kebutuhan, baik untuk tubuh dan jiwa, serta didapat tanpa kesulitan yang memberatkan.

7. Membaca Doa Kecukupan dengan yang Halal

Arab: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allāhumma ikfinī biḥalālika 'an ḥarāmika wa aghninī bifaḍlika 'amman siwāka

Arti: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dari (ketergantungan pada) yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."

Doa ini tercantum dalam berbagai kitab doa dan dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Subuh.

8. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (Masing-masing 3 Kali)

Membaca tiga surat pendek ini setelah shalat Subuh adalah bagian dari dzikir pagi yang diajarkan Rasulullah SAW.

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang menyusun rangkaian dzikir pagi yang mencakup bacaan tiga surat ini.

Ketiga surat ini adalah benteng perlindungan dari berbagai kejahatan dan gangguan yang dapat menghalangi rezeki.

9. Membaca Doa Pagi Hari — "Ashbahnaa Wa Ashbahal Mulkulillah..."

Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ

Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillāh, walhamdulillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku walahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Rabbi as'aluka khaira mā fī hādhal yaumi wa khaira mā ba'dahū, wa a'ūdzu bika min syarri mā fī hādhal yaumi wa syarri mā ba'dahū

Arti: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya."

Doa ini tercantum dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI.

10. Bersedekah Setelah Subuh

Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah shalat Subuh untuk membuka pintu rezeki dan mempercepat dikabulkannya doa. Sedekah di waktu pagi memiliki keutamaan khusus karena malaikat mendoakan orang yang bersedekah di pagi hari.

Sedekah adalah kunci pembuka rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." Sedekah di pagi hari akan mendatangkan keberkahan sepanjang hari.

Fadhilah Amalan Setelah Sholat Subuh

Pertama, rezeki menjadi lancar dan berkah. Habib Abdullah Al-Muhdhar menyatakan bahwa tidak tidur setelah Subuh hingga waktu syuruq adalah kunci rezeki yang melimpah dan berkah. Dzikir dan doa yang dibaca setelah Subuh juga menjadi sebab dibukanya pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Kedua, doa cepat dikabulkan. Waktu setelah Subuh adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Syekh Ali Jaber menyatakan bahwa amalan setelah Subuh, termasuk sedekah dan dzikir, dapat mempercepat dikabulkannya doa.

Ketiga, hati menjadi tenang dan pikiran jernih. Dzikir di pagi hari membersihkan hati dari kegelisahan dan memberikan ketenangan jiwa. Ketenangan ini akan mempengaruhi produktivitas dan kreativitas dalam mencari rezeki.

Keempat, mendapatkan perlindungan sepanjang hari. Dzikir pagi yang dibaca setelah Subuh menjadi benteng perlindungan dari berbagai gangguan dan marabahaya sepanjang hari.

Kelima, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW selalu mengisi waktu antara Subuh dan terbit matahari dengan dzikir dan doa. Mengikuti sunnah ini akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.

Pertanyaan Seputar Amalan Subuh

1. Amalan apa yang paling utama setelah sholat Subuh untuk rezeki?

Amalan paling utama setelah sholat Subuh adalah tidak tidur hingga matahari terbit, memperbanyak dzikir dan doa, serta bersedekah. Habib Abdullah Al-Muhdhar menyatakan bahwa waktu antara Subuh hingga syuruq sangat berpengaruh terhadap rezeki. Syekh Ali Jaber juga menekankan pentingnya sedekah setelah Subuh.

2. Doa apa yang dibaca setelah sholat Subuh agar rezeki lancar?

Doa yang dianjurkan adalah "Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan" (Ya Allah, aku memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima). Doa ini dibaca Rasulullah SAW setiap selesai shalat Subuh.

3. Berapa kali membaca dzikir "La ilaha illallah Al-Malikul Haqqul Mubin" setelah Subuh?

Dzikir ini dianjurkan dibaca sebanyak 100 kali setelah shalat Subuh. Amalan ini diriwayatkan oleh NU Online sebagai dzikir pembuka rezeki yang diajarkan oleh para guru besar.

4. Apakah tidur setelah Subuh bisa menghambat rezeki?

Ya, menurut pendapat Habib Abdullah Al-Muhdhar, tidur setelah Subuh hingga waktu syuruq dapat menyebabkan rezeki sulit dan keberkahannya berkurang. Sebaliknya, jika waktu tersebut digunakan untuk beraktivitas dan beribadah, rezeki akan melimpah dan berkah.

5. Apa saja rangkaian dzikir pagi pembuka rezeki menurut Syaikh Sa'id al-Qahthani?

Rangkaian dzikir pagi dari Hisnul Muslim mencakup: Ta'awudz, Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas 3 kali, Surat Al-Falaq 3 kali, Surat An-Naas 3 kali, doa pagi hari, serta dzikir-dzikir perlindungan lainnya.