10 Ciri Orang yang Tidak Enakan, Sering Sulit Menolak hingga Takut Mengecewakan Orang Lain

Ciri orang yang tidak enakan biasanya sulit menolak dan takut mengecewakan orang lain.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda merasa tidak tega menolak permintaan orang lain meski sebenarnya sedang sibuk atau tidak mampu membantu? Jika sering mengalaminya, bisa jadi Anda memiliki kecenderungan tidak enakan.

Sikap tidak enakan sebenarnya tidak selalu buruk. Memiliki empati dan mempertimbangkan perasaan orang lain merupakan hal yang positif. Namun, jika dilakukan terus-menerus sampai mengabaikan kebutuhan diri sendiri, kebiasaan ini justru dapat membuat seseorang merasa lelah, tertekan, atau kesulitan menentukan batasan.

Lantas, seperti apa ciri orang yang tidak enakan dalam kehidupan sehari-hari? Berikut beberapa tanda yang cukup sering terlihat, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (15/8/2026). 

1. Sulit Mengatakan "Tidak"

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah kesulitan menolak permintaan orang lain. Bahkan ketika sedang sibuk, lelah, atau sebenarnya tidak ingin melakukannya, orang yang tidak enakan sering tetap mengatakan iya.

Bukan karena selalu bersedia, tetapi karena muncul kekhawatiran akan dianggap tidak peduli, egois, atau mengecewakan orang lain.

2. Terlalu Sering Memikirkan Perasaan Orang Lain

Orang yang tidak enakan biasanya sangat mempertimbangkan bagaimana perkataan atau tindakannya akan diterima orang lain.

Sebelum menolak ajakan atau menyampaikan pendapat, misalnya, ia bisa berulang kali memikirkan apakah orang tersebut akan tersinggung. Akibatnya, keputusan sederhana pun terkadang menjadi terasa sulit.

3. Sering Minta Maaf meski Tidak Melakukan Kesalahan

Kebiasaan mengatakan "maaf" dalam berbagai situasi juga bisa menjadi tanda seseorang terlalu khawatir mengganggu atau merepotkan orang lain.

Misalnya, meminta maaf karena bertanya, terlambat membalas pesan beberapa menit, atau merasa bersalah ketika harus meminta bantuan. Padahal, situasi tersebut belum tentu merupakan kesalahan yang perlu dimintai maaf.

4. Lebih Memilih Mengalah agar Tidak Terjadi Konflik

Ketika terjadi perbedaan pendapat, orang yang tidak enakan cenderung memilih diam atau mengalah meski sebenarnya memiliki pandangan berbeda.

Ia mungkin berpikir bahwa mempertahankan pendapat hanya akan membuat suasana menjadi tidak nyaman. Karena itu, menjaga hubungan tetap tenang sering dianggap lebih penting daripada menyampaikan apa yang sebenarnya dirasakan.

5. Takut Mengecewakan Orang Lain

Keinginan untuk membuat orang lain senang dapat menjadi sangat kuat pada orang yang tidak enakan.

Ketika tidak bisa memenuhi harapan seseorang, ia bisa merasa bersalah atau terus memikirkan apakah dirinya telah mengecewakan orang tersebut. Padahal, setiap orang memiliki batas kemampuan dan tidak mungkin selalu memenuhi keinginan semua orang.

6. Sering Mengiyakan Permintaan meski Sedang Lelah

"Ya" yang terlalu sering diucapkan juga menjadi salah satu tanda yang cukup jelas.

Misalnya, menerima pekerjaan tambahan ketika tugas pribadi belum selesai, membantu teman meski tubuh sedang membutuhkan istirahat, atau tetap menghadiri acara ketika sebenarnya membutuhkan waktu untuk diri sendiri.

Jika kebiasaan tersebut terus berlangsung, waktu dan energi pribadi bisa semakin terkuras.

7. Sulit Mengungkapkan Keinginan Sendiri

Orang yang tidak enakan terkadang lebih mudah mengetahui apa yang diinginkan orang lain daripada menyampaikan keinginannya sendiri.

Saat ditanya ingin makan apa, pergi ke mana, atau memilih kegiatan apa, jawabannya mungkin sering berupa "terserah". Bukan berarti tidak memiliki pilihan, tetapi ia khawatir pilihannya akan merepotkan atau tidak disukai orang lain.

8. Sering Kepikiran Setelah Berbicara dengan Orang Lain

Setelah mengobrol, orang yang tidak enakan bisa terus memikirkan percakapan yang baru saja terjadi.

Ia mungkin bertanya-tanya apakah perkataannya terlalu keras, apakah ekspresinya membuat orang lain tersinggung, atau apakah seharusnya ia mengatakan sesuatu dengan cara berbeda.

Kebiasaan terlalu memikirkan percakapan seperti ini dapat membuat hal sederhana terasa lebih berat.

9. Merasa Bersalah ketika Memprioritaskan Diri Sendiri

Beristirahat, menikmati waktu sendiri, atau menolak permintaan orang lain seharusnya bukan sesuatu yang perlu selalu disertai rasa bersalah.

Namun, bagi orang yang terbiasa mendahulukan orang lain, melakukan hal tersebut terkadang justru membuatnya merasa egois. Padahal, menjaga kebutuhan diri sendiri merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup.

10. Sering Membantu meski Tidak Diminta

Orang yang tidak enakan biasanya mudah menawarkan bantuan karena tidak ingin melihat orang lain kesulitan.

Sikap ini tentu dapat menjadi hal positif. Namun, jika selalu merasa harus turun tangan meski sedang tidak punya waktu atau tenaga, kebiasaan tersebut justru dapat membuat diri sendiri kewalahan.

Tidak Enakan Bukan Berarti Harus Selalu Mengalah

Menjadi orang yang peduli terhadap perasaan orang lain adalah hal yang baik. Masalahnya muncul ketika kepedulian tersebut membuat seseorang terus mengabaikan batasan dirinya sendiri.

Anda tetap boleh mengatakan tidak. Anda juga boleh menolak permintaan yang tidak dapat dipenuhi, mengambil waktu untuk beristirahat, atau menyampaikan pendapat yang berbeda.

Menjaga perasaan orang lain tidak harus dilakukan dengan mengorbankan diri sendiri setiap saat.

Cara Mulai Mengurangi Sikap Tidak Enakan

Jika merasa memiliki beberapa ciri di atas, perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Mulailah dari hal kecil.

Anda bisa mencoba tidak langsung menjawab ketika mendapatkan permintaan. Beri diri sendiri waktu untuk mempertimbangkan apakah Anda memang mampu dan bersedia membantu.

Gunakan kalimat sederhana seperti, "Saya cek dulu, ya," atau "Maaf, kali ini saya belum bisa membantu." Dengan begitu, Anda dapat belajar menetapkan batasan tanpa harus bersikap kasar.

Yang tidak kalah penting, pahami bahwa menolak satu permintaan bukan berarti Anda menjadi orang yang jahat atau tidak peduli.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sikap Tidak Enakan

Apa yang dimaksud dengan orang tidak enakan?

Orang tidak enakan adalah sebutan umum untuk seseorang yang cenderung sulit menolak, terlalu mempertimbangkan perasaan orang lain, atau merasa bersalah ketika tidak dapat memenuhi harapan orang lain.

Apakah menjadi orang tidak enakan selalu buruk?

Tidak. Empati, kepedulian, dan keinginan membantu orang lain merupakan sifat positif. Sikap tersebut baru bisa menjadi masalah ketika dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kebutuhan dan batasan diri sendiri.

Mengapa orang tidak enakan sulit berkata tidak?

Salah satu penyebab yang mungkin adalah kekhawatiran akan mengecewakan, menyinggung, atau ditolak oleh orang lain. Setiap orang tentu memiliki alasan dan pengalaman yang berbeda.

Bagaimana cara belajar mengatakan tidak?

Mulailah dari situasi sederhana. Anda tidak harus memberikan penjelasan panjang ketika menolak. Kalimat seperti "Maaf, kali ini saya belum bisa" sudah cukup untuk menyampaikan batasan dengan sopan.

Apakah orang yang tidak enakan berarti tidak percaya diri?

Belum tentu. Sikap tidak enakan bisa muncul karena berbagai faktor dan tidak otomatis menunjukkan tingkat kepercayaan diri seseorang. Yang lebih penting adalah melihat apakah kebiasaan tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Kapan sikap tidak enakan perlu diperhatikan lebih serius?

Jika kebiasaan selalu mengutamakan orang lain membuat Anda terus-menerus merasa terbebani, kesulitan menjalani aktivitas, atau mengalami tekanan yang mengganggu keseharian, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional yang sesuai.