Asosiasi Bakal Orbitkan Soto hingga Minuman Rempah Ke China

Ketua Umum PPJI, Dini Zainuddin menuturkan, Indonesia memiliki produk kuliner yang dapat dibawa ke China

Diterbitkan 30 September 2026, 08:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) mendorong kuliner Nusantara memperluas pasar ke China dengan mengeksplorasi makanan dan minuman khas dari berbagai daerah, seperti soto.

Ketua Umum PPJI Dini Zainuddin mengatakan Indonesia memiliki banyak produk kuliner yang belum dikenal luas di pasar internasional, meskipun rendang, bakso, dan nasi goreng sudah lebih dahulu populer.

“Kita banyak sekali makanan-makanan yang bisa diekspos ke sana,” kata Dini di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dini mengatakan, PPJI akan mendorong pengembangan minuman rempah seperti bandrek sebagai produk yang dapat dibawa ke China, termasuk melalui kompetisi untuk menentukan produk yang potensial diperkenalkan ke pasar tersebut.

Dini mengatakan kekayaan kuliner Indonesia juga mencakup beragam jenis soto dari berbagai daerah, seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Makassar, Soto Banjar, dan Soto Medan. Selain soto, Dini mengatakan PPJI akan mengeksplorasi produk seperti ikan, bebek, serta olahan bebek sambal ijo dan masakan Padang.

“Kita pelan-pelan akan perkenalkan, terutama di China,” ujar Dini.

Menurut Dini, pameran kuliner juga membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk bertemu pengusaha katering China dan memperkenalkan langsung masakan Nusantara. Dini mengatakan kebutuhan makanan Indonesia di China juga memiliki peluang bisnis karena sebagian pekerja pabrik asal China disebut masih harus mengimpor makanan ketika tidak dapat memperoleh makanan Indonesia.

Dini mengatakan PPJI berencana mengunjungi China pada Januari untuk memperluas hubungan dengan eksibitor dan pelaku usaha setempat.

 

Manfaatkan Teknologi Pangan

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia Vera Umbara mengatakan pelaku usaha Indonesia perlu memanfaatkan teknologi pangan dan teknologi mesin untuk memperluas distribusi makanan Nusantara ke pasar luar negeri.

“Kita punya kekayaan resep dari Sabang sampai Merauke, tapi kita mungkin perlu teknologi untuk reservasi makanannya,” kata Vera.

Vera mengatakan produk seperti soto membutuhkan teknologi kemasan agar dapat dipasarkan ke luar negeri. Ia juga mengatakan penguatan kewirausahaan UMKM diperlukan karena sebagian pelaku usaha masih memiliki skala bisnis yang terbatas untuk membangun usaha berkelanjutan.

General Manager PT Huamo Exhibition Indonesia Carrie Wang mengatakan penyelenggara akan memperbesar pameran tahun depan dengan melibatkan lebih banyak merek lokal dan kategori produk.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6