Cara Mengetahui Rumah Menjadi Tempat Bersarang Kelelawar, Kenali Tandanya

Cara mengetahui rumah menjadi tempat bersarang kelelawar melalui tanda-tanda sederhana pada plafon, atap, loteng, hingga area bangunan lain.

Diterbitkan 29 September 2026, 18:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kelelawar sering memilih tempat gelap, tenang dan jarang mendapat gangguan sebagai lokasi berlindung. Bagian atap, loteng, gudang, hingga celah plafon menjadi tempat persembunyian hewan nokturnal tersebut. Cara mengetahui rumah menjadi tempat bersarang kelelawar, dapat dimulai melalui pengamatan terhadap aktivitas di sekitar bangunan.

Kemunculan kelelawar pada sore hari juga bisa menjadi petunjuk awal. Amati bagian luar rumah saat hari mulai gelap, terutama area dekat genteng, ventilasi, atau celah bangunan. Cara mengetahui rumah menjadi tempat bersarang kelelawar turut melibatkan pemeriksaan tanda lain seperti suara dari plafon, bau khas, maupun kotoran pada lokasi tertentu.

Kotoran kelelawar biasanya terkumpul di bawah area tempat hewan tersebut bertengger. Bau urine juga muncul saat aktivitas berlangsung dalam waktu lama. Cara mengetahui rumah menjadi tempat bersarang kelelawar perlu dilakukan secara hati-hati, supaya pemeriksaan tidak mengganggu satwa maupun membahayakan penghuni rumah. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026).

1. Terdengar Suara dari Loteng atau Plafon

Suara kecil dari atas plafon dapat menjadi salah satu petunjuk adanya aktivitas kelelawar. Pada waktu tertentu, Anda mungkin mendengar suara gesekan, gerakan, atau suara mencicit dari area atap.

Perhatikan terutama saat sore menjelang malam. Kelelawar biasanya mulai aktif meninggalkan tempat persembunyian ketika kondisi mulai gelap.

2. Ada Kotoran di Area Tertentu

Kotoran kelelawar atau guano dapat ditemukan di bawah tempat mereka bertengger. Bentuknya biasanya berupa butiran kecil berwarna gelap dan dapat menumpuk jika lokasi tersebut sudah lama digunakan.

Kotoran yang terkonsentrasi pada satu titik, terutama di sekitar celah atap atau bagian bawah plafon, dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas kelelawar.

Jangan menyentuh kotoran secara langsung. Debu atau material yang terkontaminasi dapat menimbulkan risiko kesehatan bila terhirup, sehingga pembersihan sebaiknya dilakukan secara hati-hati menggunakan perlindungan yang sesuai.

3. Muncul Bau Tidak Sedap dari Atap

Penumpukan kotoran dan urine dapat menimbulkan aroma menyengat. Bau biasanya lebih terasa pada ruangan tertutup atau area yang memiliki ventilasi kurang baik.

Jika aroma berasal dari satu bagian plafon atau loteng secara konsisten, lokasi tersebut patut diperiksa dari jarak aman.

4. Kelelawar Terlihat Keluar Saat Senja

Salah satu tanda paling mudah diamati adalah adanya kelelawar yang keluar dari celah tertentu menjelang malam. Amati bagian luar rumah dari jarak aman ketika hari mulai gelap.

Jika beberapa kelelawar terlihat keluar dari celah atap, ventilasi, atau bagian bangunan tertentu secara berulang, area tersebut kemungkinan menjadi tempat berlindung mereka.

5. Terdapat Celah pada Atap atau Dinding

Kelelawar dapat memanfaatkan celah bangunan sebagai akses masuk. Periksa bagian luar rumah untuk mencari celah di bawah genteng, sambungan atap, ventilasi, atau bagian bangunan lain.

Tidak semua celah berarti menjadi sarang. Petunjuk tambahan seperti kotoran, bau, atau aktivitas kelelawar perlu diperhatikan sebelum mengambil kesimpulan.

6. Ada Bekas Kotoran di Dinding atau Bawah Celah

Kotoran yang menempel atau jatuh di sekitar celah tertentu dapat menunjukkan jalur keluar-masuk kelelawar. Semakin sering area tersebut digunakan, semakin mudah terlihat tanda aktivitasnya.

Periksa bagian luar bangunan terlebih dahulu. Pemeriksaan dari luar relatif lebih aman dibandingkan masuk ke ruang sempit atau gelap di dalam plafon.

Di Mana Kelelawar Biasanya Bersembunyi di Rumah?

Kelelawar cenderung mencari tempat berlindung berupa area gelap, tenang, terlindung dari cuaca, dan minim gangguan manusia. Beberapa bagian rumah dapat memenuhi kondisi tersebut, terutama area atap serta ruang kosong di dalam struktur bangunan.

1. Loteng

Loteng menjadi salah satu lokasi potensial bagi kelelawar untuk bertengger. Area ini biasanya jarang digunakan, relatif gelap, dan memiliki akses menuju bagian luar melalui celah atap.

2. Ruang di Balik Plafon

Ruang kosong antara plafon dan atap dapat menjadi tempat kelelawar bersembunyi. Keberadaannya mungkin sulit terlihat dari dalam rumah, tetapi aktivitas dapat diketahui melalui suara, bau, atau kotoran di sekitar plafon.

3. Bawah Genteng

Celah di bawah genteng dapat digunakan sebagai tempat bertengger sekaligus jalur keluar-masuk. Perhatikan bagian atap dari luar rumah, terutama menjelang malam saat kelelawar mulai aktif.

4. Celah pada Atap

Lubang kecil, sambungan atap, atau bagian struktur rumah yang renggang dapat menjadi akses bagi kelelawar. Tidak semua celah digunakan sebagai tempat berlindung, sehingga perlu diperhatikan bersama tanda aktivitas lain.

5. Gudang yang Jarang Digunakan

Gudang gelap dan minim aktivitas juga berpotensi menjadi tempat kelelawar bertengger. Periksa bagian atas ruangan, sudut gelap, rak tinggi, langit-langit, serta area sekitar ventilasi.

6. Ventilasi dan Bukaan Rumah

Ventilasi tertentu dapat menjadi jalur masuk menuju ruang kosong di dalam rumah. Amati apakah terdapat kelelawar keluar dari bukaan sama secara berulang pada waktu senja.

7. Garasi atau Bangunan Tambahan

Garasi, gudang luar, kanopi tertutup, maupun bangunan tambahan dapat menyediakan tempat berlindung. Kondisi sepi dan minim gangguan membuat area tersebut berpotensi digunakan kelelawar.

8. Ruang Sempit di Struktur Bangunan

Kelelawar dapat memanfaatkan celah sempit pada bagian rumah sebagai tempat bertengger. Area seperti sambungan dinding, bagian bawah atap, atau ruang kosong di antara struktur bangunan perlu diperhatikan bila terdapat tanda aktivitas.

Apakah Kelelawar di Rumah Berbahaya?

Kelelawar pada umumnya tidak menyerang manusia tanpa alasan. Hewan ini cenderung menghindari kontak langsung dan lebih aktif pada malam hari. Meski begitu, keberadaan kelelawar di dalam rumah tetap perlu ditangani secara hati-hati, terutama bila hewan berada dekat area tempat tinggal.

Risiko utama muncul saat seseorang mencoba menangkap, memegang, atau mengusir kelelawar secara langsung. Gigitan maupun cakaran mamalia dapat menyebabkan luka dan dalam kondisi tertentu berisiko menularkan penyakit. Kelelawar juga dapat menjadi sumber kontaminasi apabila kotorannya menumpuk di ruang tertutup.

Jika menemukan kelelawar di dalam rumah, hindari menyentuhnya menggunakan tangan kosong. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari lokasi tersebut, lalu berikan kesempatan bagi kelelawar untuk keluar secara aman bila memungkinkan. Jangan mengejar atau memukul hewan tersebut.

Apabila terjadi gigitan, cakaran, atau kontak langsung antara kelelawar dan manusia, segera cuci bagian tubuh terkena kontak memakai sabun dan air mengalir. Setelah itu, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penilaian risiko dan tindakan lanjutan sesuai kondisi.

Untuk keberadaan koloni di plafon, loteng, atau celah atap, penanganan sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Hindari menutup akses keluar secara sembarangan saat kelelawar masih berada di dalam, sebab tindakan tersebut dapat membuat hewan terperangkap.

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengetahui Rumah Menjadi Tempat Bersarang Kelelawar

Apa tanda rumah menjadi tempat bersarang kelelawar?

Beberapa tanda dapat berupa suara dari plafon atau loteng, kotoran menumpuk, bau urine, serta kelelawar keluar dari celah tertentu saat menjelang malam.

Apakah kelelawar sering bersarang di plafon rumah?

Plafon dapat menjadi tempat berlindung bagi kelelawar, terutama bila terdapat ruang kosong antara plafon dan atap. Area tersebut cenderung gelap, tenang, dan jarang tersentuh manusia.

Bagaimana cara mengetahui ada kelelawar di dalam plafon?

Amati suara dari atas plafon pada sore hingga malam hari. Periksa pula keberadaan kotoran atau bau tidak sedap di sekitar area tertentu. Pengamatan dari luar rumah dapat membantu menemukan titik keluar-masuk.

Apakah suara dari plafon bisa menjadi tanda adanya kelelawar?

Bisa. Suara gesekan, gerakan kecil, atau suara mencicit dari area atap dapat menunjukkan aktivitas hewan di dalam ruang tersebut. Akan tetapi, suara saja belum cukup untuk memastikan keberadaan kelelawar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6