10 Tanaman Hias Penyerap Polusi, Bisa Bikin Ruangan Rumah Makin Segar dan Cantik

Simak 10 tanaman hias penyerap polusi yang bisa menjadi pilihan untuk menghias ruangan rumah sekaligus membuat udaranya semakin segar dan bersih untuk keluarga.

Diterbitkan 29 September 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman hias penyerap polusi semakin banyak dipilih untuk menghijaukan rumah, terutama di tengah perhatian terhadap kualitas udara dalam ruangan. Sejumlah jenis tanaman diketahui dapat berinteraksi dengan senyawa organik volatil seperti formaldehida dan benzena dalam kondisi penelitian tertentu. Kehadirannya juga memberi sentuhan alami pada interior sekaligus mempercantik berbagai sudut rumah.

Polusi udara di dalam rumah dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari asap rokok, bahan pembersih, cat, furnitur, hingga aktivitas memasak. Tanaman tidak bekerja seperti penyaring mekanis, tetapi daun, akar, media tanam, dan mikroorganisme di sekitarnya dapat berperan dalam proses penyerapan senyawa tertentu dari udara di lingkungan tertutup.

Berikut ini adalah beberapa pilihan tanaman hias penyerap polusi yang cocok ditanam di rumah Anda yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026). Tanaman hias ini tidak hanya membantu mempercantik ruangan rumah, tetapi juga akan membuat udara di dalam rumah terasa lebih segar dan sehat untuk keluarga.

1. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)

Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang paling sering dibahas ketika berbicara tentang tanaman hias penyerap polusi. Penelitian mengenai tanaman dalam ruang menunjukkan bahwa Sansevieria termasuk jenis yang berpotensi membantu mengurangi senyawa tertentu, termasuk formaldehida. Daunnya yang tegak juga membuat tanaman ini praktis ditempatkan di sudut rumah.

Keunggulan lain lidah mertua terletak pada perawatannya yang sederhana. Tanaman ini mampu bertahan ketika penyiraman tidak terlalu sering dan dapat tumbuh pada cahaya rendah hingga sedang. Untuk mendapatkan kondisi pertumbuhan yang lebih baik, letakkan tanaman di area dengan cahaya tidak langsung dan hindari media yang terus-menerus basah agar akarnya tidak mudah bermasalah.

2. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily memiliki daun hijau lebar dan bunga putih yang membuatnya mudah dikenali. Jenis ini termasuk tanaman yang dikaji dalam penelitian mengenai kualitas udara dan tercatat memiliki potensi membantu mengurangi formaldehida serta beberapa senyawa organik volatil lainnya dalam kondisi tertentu.

Selain berkaitan dengan kualitas udara, lili perdamaian cocok menjadi penghias ruang keluarga, ruang kerja, atau kamar yang memiliki cahaya tidak langsung. Tanaman ini menyukai kelembapan dan membutuhkan penyiraman lebih teratur dibandingkan lidah mertua. Media tanam sebaiknya tetap lembap, tetapi tidak dibiarkan tergenang agar akar tetap sehat dan pertumbuhannya terjaga.

3. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading merupakan tanaman merambat yang mudah ditemui di rumah-rumah Indonesia. Dalam penelitian mengenai tanaman indoor, Epipremnum aureum termasuk jenis yang menunjukkan potensi mengurangi beberapa senyawa organik volatil, terutama formaldehida dan benzena. Kemampuan tersebut membuatnya kerap masuk daftar tanaman untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruang.

Dari sisi perawatan, sirih gading cukup fleksibel dan dapat ditanam di pot, wadah gantung, maupun media air. Cahaya terang tidak langsung membantu mempertahankan pertumbuhan dan corak daun, sedangkan penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media. Hindari membuat akar terlalu lama terendam air jika ditanam menggunakan media tanah agar tanaman tidak mengalami pembusukan akar.

4. Lili Paris (Chlorophytum comosum)

Lili Paris atau spider plant memiliki daun panjang yang melengkung dan biasanya dihiasi garis putih pada bagian tengah atau tepinya. Tanaman ini termasuk yang pernah diteliti dalam kaitannya dengan pengurangan formaldehida dan senyawa tertentu di udara. Sistem akarnya dan media tanam juga dapat berperan dalam proses tersebut pada kondisi penelitian tertentu.

Tanaman ini relatif mudah dirawat sehingga sesuai untuk pemula yang ingin menambah tanaman di dalam rumah. Lili Paris dapat diletakkan di rak, meja, atau pot gantung dengan cahaya terang tidak langsung. Penyiraman dilakukan ketika permukaan media mulai mengering, sementara sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan agar tanaman tidak mudah mengalami masalah akibat kelembapan berlebihan.

5. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata)

Pakis Boston memiliki helaian daun yang rimbun dan menjuntai sehingga memberikan kesan hijau pada ruangan. Jenis ini termasuk dalam daftar tanaman yang pernah dikaji untuk membantu mengurangi formaldehida dan benzena dalam kondisi penelitian. Karakter daunnya yang banyak membuatnya menarik sebagai tanaman hias sekaligus pelengkap ruang.

Namun, pakis Boston membutuhkan perhatian lebih terhadap kelembapan dibandingkan beberapa tanaman lain dalam daftar ini. Tanaman sebaiknya ditempatkan di area dengan cahaya tidak langsung dan media yang tidak cepat kering. Penyiraman teratur diperlukan, tetapi pot tetap harus memiliki drainase yang baik agar akar tidak terendam terlalu lama dan tanaman tetap tumbuh sehat.

6. Karet Kebo (Ficus elastica)

Karet kebo dikenal melalui daunnya yang besar, tebal, dan mengilap. Selain menjadi tanaman dekoratif, Ficus elastica termasuk jenis yang pernah dikaji dalam penelitian mengenai kemampuan tanaman indoor dalam berinteraksi dengan polutan tertentu. Keberadaannya dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman berdaun besar untuk memperkaya tampilan interior.

Tanaman karet membutuhkan ruang yang cukup karena dapat tumbuh lebih besar dibandingkan tanaman meja. Cahaya terang tidak langsung membantu mempertahankan pertumbuhan dan tampilan daunnya. Siram ketika bagian atas media mulai mengering dan pastikan air dapat keluar melalui lubang drainase. Daun juga perlu dibersihkan secara berkala agar debu tidak menumpuk di permukaannya.

7. Lidah Buaya (Aloe vera)

Lidah buaya dikenal luas sebagai tanaman sukulen dengan daun tebal yang menyimpan air. Jenis ini juga pernah muncul dalam penelitian NASA mengenai kemampuan tanaman mengurangi formaldehida dari udara pada kondisi eksperimental. Karena bentuknya ringkas, lidah buaya dapat menjadi pilihan untuk rumah yang memiliki ruang terbatas.

Seperti tanaman sukulen lainnya, lidah buaya membutuhkan penyiraman yang tidak terlalu sering. Tempatkan di dekat jendela atau area yang mendapatkan cahaya terang, tetapi sesuaikan paparan dengan kondisi tanaman. Media tanam yang cepat mengalirkan air penting untuk mencegah akar terlalu basah, terutama jika tanaman ditempatkan di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang terbatas.

8. Dracaena Marginata

Dracaena marginata memiliki batang ramping dan daun panjang yang tumbuh menyerupai pita. Bentuknya membuat tanaman ini cocok diletakkan di sudut ruangan tanpa mengambil terlalu banyak area lantai. Kelompok dracaena termasuk tanaman yang pernah diteliti untuk mengurangi senyawa seperti benzena dan formaldehida dalam kondisi ruang tertutup.

Perawatannya relatif sederhana selama kebutuhan cahaya dan air diperhatikan. Tanaman dapat tumbuh pada cahaya sedang hingga terang tidak langsung, sedangkan penyiraman sebaiknya dilakukan setelah bagian atas media mulai mengering. Hindari penempatan di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama karena dapat membuat daun mengalami kerusakan dan kehilangan penampilan segarnya.

9. Aglaonema 'Silver Queen'

Aglaonema 'Silver Queen' dikenal sebagai tanaman hias daun yang memiliki corak hijau keperakan dan tampilan yang elegan. Selain populer sebagai penghias interior, aglaonema termasuk tanaman yang pernah diteliti dalam kaitannya dengan pengurangan formaldehida pada kondisi tertentu. Kemampuannya beradaptasi di dalam ruangan membuat tanaman ini sering dipilih untuk melengkapi area kerja maupun ruang keluarga.

Salah satu keunggulan aglaonema adalah toleransinya terhadap cahaya rendah hingga sedang. Tanaman ini tidak memerlukan paparan sinar matahari langsung dan cukup disiram ketika media mulai mengering. Agar daun tetap bersih dan berfungsi optimal, permukaan daun sebaiknya dilap secara berkala dari debu yang menempel.

10. English Ivy (Hedera helix)

English ivy merupakan tanaman merambat dengan daun kecil yang tumbuh rimbun dan dapat dijadikan tanaman gantung atau penghias rak. Dalam penelitian mengenai kualitas udara dalam ruangan, English ivy termasuk jenis yang menunjukkan potensi membantu mengurangi beberapa senyawa organik volatil, termasuk formaldehida dan benzena dalam kondisi tertentu.

Selain memiliki nilai dekoratif, English ivy juga mudah dibentuk sesuai kebutuhan penataan ruang. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang tidak terlalu basah. Pemangkasan secara berkala dapat membantu mempertahankan bentuk tanaman tetap rapi, sekaligus mendorong pertumbuhan daun yang lebih lebat.

Tanaman Hias Penyerap Polusi: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman hias benar-benar bisa menyerap polusi udara?

Ya, sejumlah penelitian menunjukkan tanaman dapat membantu mengurangi beberapa polutan, terutama senyawa organik volatil seperti formaldehida, benzena, dan toluena dalam kondisi tertentu. Namun, hasil penelitian dalam ruang tertutup dan terkontrol tidak selalu menggambarkan kondisi rumah sehari-hari. Tanaman sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan satu-satunya cara membersihkan udara.

Tanaman apa yang dikenal dapat membantu mengurangi polusi udara?

Lidah mertua, lili perdamaian, sirih gading, lili Paris, pakis Boston, aglaonema, English ivy, dan beberapa jenis dracaena termasuk tanaman yang pernah dikaji dalam penelitian kualitas udara dalam ruangan. Kemampuan setiap jenis dapat berbeda bergantung pada jenis polutan, luas daun, media tanam, cahaya, kelembapan, dan kondisi ruangan.

Apakah tanaman hias bisa menggantikan air purifier?

Tidak. Tanaman tidak memiliki sistem penyaringan aktif seperti air purifier dengan filter. Kemampuan tanaman dalam mengurangi polutan dapat terlihat dalam kondisi eksperimen, tetapi dampaknya di rumah nyata cenderung lebih terbatas. Air purifier yang sesuai dan ventilasi yang baik tetap memiliki peran penting, terutama ketika terdapat sumber polusi di dalam ruangan.

Apakah tanaman penyerap polusi cocok diletakkan di kamar tidur?

Beberapa tanaman dapat ditempatkan di kamar tidur selama kebutuhan cahaya, air, dan sirkulasi udara terpenuhi. Lidah mertua, aglaonema, dan beberapa tanaman lainnya dapat menjadi pilihan untuk menambah unsur hijau di ruangan. Namun, tanaman tidak perlu ditempatkan dalam jumlah berlebihan karena kualitas udara tetap lebih bergantung pada ventilasi dan pengendalian sumber polusi.

Bagaimana cara memaksimalkan manfaat tanaman penyerap polusi?

Letakkan tanaman pada kondisi cahaya yang sesuai, siram berdasarkan kebutuhan masing-masing jenis, bersihkan debu pada daun, dan gunakan pot dengan drainase yang baik. Pengendalian sumber polusi tetap menjadi langkah utama. Kurangi asap rokok, gunakan produk rumah tangga sesuai petunjuk, serta jaga sirkulasi udara agar kualitas udara dalam ruangan tetap terkontrol.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6