Liputan6.com, Jakarta - Tanaman hias indoor penyerap polusi dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan suasana hijau sekaligus mendukung kualitas udara di dalam hunian. Selain mempercantik interior, beberapa jenis tanaman memiliki kemampuan menyerap senyawa tertentu yang terdapat di lingkungan sekitar.
Kehadiran tanaman hias indoor penyerap polusi semakin menarik karena sumber pencemar dapat berasal dari berbagai benda yang digunakan sehari-hari. Furnitur, kain pelapis, produk pembersih, hingga material bangunan tertentu dapat melepaskan senyawa organik volatil atau VOCs ke udara dalam ruangan.
Memilih tanaman hias indoor penyerap polusi juga dapat disesuaikan dengan kondisi tempat tinggal, mulai dari tingkat pencahayaan hingga luas ruangan. Ada tanaman yang mampu beradaptasi pada area minim cahaya, sementara jenis lainnya membutuhkan tempat terang agar tumbuh dengan baik.
Advertisement
Berikut Liputan.com merangkum dari Bunnings Warehouse tentang tanaman hias indoor penyerap polusi, Rabu (30/9/2026).
1. Palem Bambu (Chamaedorea seifrizii)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361566/original/034569100_1790738260-Palem_Bambu.jpg)
Palem bambu memiliki banyak batang dan dapat tumbuh sekitar 2–3 meter. Bentuknya yang tinggi dan rimbun cocok menjadi dekorasi ruang keluarga atau area indoor yang luas. Tanaman ini menyukai cahaya terang, tetapi sebaiknya terhindar dari sinar matahari langsung agar daunnya tidak terbakar. Gunakan media tanam dengan drainase baik untuk menjaga kesehatan akar.
2. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata 'Bostoniensis')
Pakis Boston memiliki daun panjang melengkung yang tumbuh rimbun dan memberikan kesan segar pada ruangan. Tanaman ini dapat ditanam dalam pot maupun pot gantung dengan cahaya sedang hingga terang. Jaga media tetap lembap dan tingkatkan kelembapan udara agar daunnya tidak mudah mengering.
Advertisement
3. Peace Lily (Spathiphyllum sp.)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361567/original/028222100_1790738261-Peace_Lily__Spathiphyllum_sp._.jpg)
Peace lily memiliki daun lebar dan bunga putih yang menarik sebagai dekorasi ruangan. Tanaman ini dapat beradaptasi pada pencahayaan rendah sehingga cocok ditempatkan di area yang minim sinar matahari langsung. Meski begitu, cahaya yang cukup tetap diperlukan agar pertumbuhan dan pembungaannya optimal. Gunakan media dengan drainase baik dan hindari kondisi terlalu becek.
4. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata 'Laurentii')
Lidah mertua memiliki daun tegak memanjang dengan warna hijau keabu-abuan dan tepian kuning. Tanaman ini relatif mudah dirawat serta dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi pencahayaan. Penyiramannya tidak perlu terlalu sering, sehingga biarkan sebagian permukaan media mengering sebelum kembali diberi air.
5. Krisan (Chrysanthemum morifolium)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361568/original/013846900_1790738262-Krisan__Chrysanthemum_morifolium_.jpg)
Krisan merupakan tanaman berbunga yang turut disebut dalam penelitian mengenai tanaman indoor dan penyaringan senyawa tertentu dari udara. Daunnya berlekuk dengan bunga menyerupai daisy dalam warna kuning, putih, hingga merah muda. Tanaman ini membutuhkan cahaya cukup terang dan dapat menjadi aksen warna yang menarik di dalam ruangan.
6. Dracaena 'Massangeana' (Dracaena fragrans 'Massangeana')
Dracaena 'Massangeana' memiliki daun panjang berwarna hijau dengan corak kekuningan yang tumbuh dari batang kokoh. Bentuknya cocok menjadi aksen dekoratif di ruang keluarga, ruang kerja, atau area dekat jendela. Tanaman ini dapat tumbuh pada cahaya sedang hingga rendah, tetapi sebaiknya terhindar dari paparan matahari langsung dalam waktu lama.
Advertisement
7. English Ivy (Hedera helix)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361569/original/013612500_1790738263-English_Ivy__Hedera_helix_.jpg)
English ivy merupakan tanaman merambat dengan daun kecil berwarna hijau atau variegata. Pertumbuhannya yang menjuntai membuatnya menarik jika diletakkan dalam pot gantung atau rak. Tanaman ini menyukai media yang cukup lembap dan cahaya sedang hingga terang, sehingga cocok untuk mempercantik sudut ruangan.
8. Spider Plant (Chlorophytum comosum)
Spider plant memiliki daun panjang dan ramping yang menjuntai, sehingga cocok ditempatkan pada pot gantung atau rak. Tanaman ini dapat menghasilkan anakan kecil di ujung batang dan memiliki akar berbentuk umbi yang membuatnya relatif tahan terhadap kondisi lebih kering. Tempatkan di area terang tanpa paparan matahari langsung yang terlalu kuat.
9. Beringin Dolar atau Weeping Fig (Ficus benjamina)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361570/original/098881400_1790738263-Beringin_Dolar_atau_Weeping_Fig.jpg)
Ficus benjamina memiliki daun hijau mengilap dengan cabang yang tumbuh menjuntai. Tanaman ini dapat mencapai sekitar 3–4 meter atau lebih ketika tumbuh di dalam ruangan, sehingga lebih sesuai untuk area yang luas. Ficus dapat ditempatkan di area cerah maupun teduh sebagian, dengan penyiraman yang disesuaikan berdasarkan kondisi media dan musim.
10. Sri Rejeki atau Chinese Evergreen (Aglaonema modestum)
Aglaonema memiliki daun rimbun dengan warna dan corak yang beragam, termasuk hijau, keperakan, merah muda, atau kuning pada varietas tertentu. Tanaman ini dapat beradaptasi pada pencahayaan rendah sehingga cocok untuk ruangan yang tidak terlalu terang. Aglaonema juga tidak menyukai media terlalu basah, jadi pastikan pot memiliki drainase baik dan siram ketika media mulai mengering.
Advertisement
11. Philodendron (Philodendron sp.)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361571/original/001731400_1790738265-Philodendron__Philodendron_sp._.jpg)
Philodendron merupakan tanaman tropis dengan bentuk daun yang beragam, mulai dari lebar hingga berlekuk. Warnanya umumnya hijau mengilap, meski beberapa jenis memiliki nuansa merah atau burgundy. Tanaman ini cocok ditempatkan di ruang kerja atau ruang keluarga dengan pencahayaan terang yang tersaring dan terhindar dari sinar matahari langsung.
12. Gerbera (Gerbera jamesonii)
Gerbera memiliki daun yang tumbuh dari pangkal dan bunga besar menyerupai daisy dengan warna merah, merah muda, kuning, atau putih. Tanaman ini membutuhkan pencahayaan terang agar dapat tumbuh baik di dalam ruangan. Bunganya yang berwarna-warni juga dapat menjadi aksen dekoratif yang membuat interior terasa lebih hidup.
Manfaat Tanaman Hias Indoor bagi Kualitas Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3150983/original/060060700_1591947483-kara-eads-nvo7jmzDDew-unsplash.jpg)
Kondisi udara di dalam rumah atau kantor dapat dipengaruhi oleh berbagai sumber, seperti furnitur, bahan pelapis, produk pembersih, dan material bangunan. Benda-benda tersebut dapat melepaskan senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOCs) ke udara.
Sejumlah penelitian mengenai tanaman indoor menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman mampu menyerap atau membantu mengurangi senyawa tertentu, termasuk formaldehida, benzena, dan trikloroetilena. Penelitian lain juga mengamati kemampuan tanaman dalam menyerap senyawa seperti xilena, toluena, dan amonia.
Studi mengenai kemampuan tanaman dalam membantu menyaring polutan udara pernah dilakukan oleh NASA dan Associated Landscape Contractors of America pada 1989. Penelitian tersebut menguji sejumlah tanaman indoor dalam kondisi tertentu dan menemukan adanya kemampuan beberapa tanaman dalam menyerap senyawa pencemar. Penelitian lanjutan juga menyoroti peran mikroorganisme yang terdapat di media tanam dalam membantu mengurangi polutan tertentu.
Meski demikian, kemampuan tersebut tidak berarti tanaman hias dapat menggantikan ventilasi yang baik atau alat pemurni udara. Menempatkan tanaman di dalam ruangan tetap lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan hunian yang nyaman.
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Hias Indoor Penyerap Polusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361572/original/001264700_1790738266-garbera.jpg)
Gunakan media tanam berkualitas yang dikhususkan untuk tanaman indoor dan memiliki drainase baik. Saat menanam atau mengganti pot, pupuk pelepas lambat dapat digunakan sesuai kebutuhan tanaman. Pada musim yang lebih hangat, pupuk larut air dapat diberikan secara berkala dengan mengikuti dosis pada kemasan.
Selain pemupukan, perhatikan pencahayaan dan kelembapan media karena setiap jenis memiliki kebutuhan yang berbeda. Hindari penyiraman berlebihan dan pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang.
Menempatkan beberapa tanaman hias di dalam ruangan dapat menjadi salah satu cara mempercantik hunian sekaligus mendukung lingkungan yang lebih nyaman. Namun, sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan agar kualitas udara di dalam rumah terjaga dengan baik.
Pertanyaan Seputar Tanaman Hias Indoor Penyerap Polusi
Apa manfaat utama tanaman hias indoor penyerap polusi?
Tanaman ini dapat membantu mengurangi sejumlah polutan udara dalam ruangan dengan menyerap senyawa tertentu yang berasal dari furnitur, produk pembersih, pelapis, dan bahan bangunan.
Apa dampak polusi udara dalam ruangan bagi kesehatan?
Polusi udara, termasuk senyawa organik volatil (VOC), dapat dikaitkan dengan keluhan seperti sakit kepala, mual, alergi, iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Bagaimana penelitian mendukung kemampuan tanaman dalam menyaring udara?
Studi NASA pada 1989 menunjukkan beberapa tanaman indoor mampu menyerap VOC seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilena. Penelitian lain juga mengamati kemampuan tanaman terhadap xilena, toluena, dan amonia.
Berapa banyak tanaman yang dibutuhkan untuk membersihkan udara?
Sumber tersebut menyebutkan sekitar 1–2 tanaman dalam pot berukuran 200–255 mm per 9,3 meter persegi. Namun, hasil penelitian dalam kondisi tertentu tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk semua hunian.
Apa saja contoh tanaman hias indoor penyerap polusi?
Contohnya yaitu palem bambu, pakis Boston, peace lily, lidah mertua, krisan, dracaena, English ivy, spider plant, ficus, aglaonema, philodendron, dan gerbera.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539434/original/056891000_1774600557-SPPI_koperasi_desa_merah_putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361565/original/022894000_1790738256-HL_Pakis_Boston.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327428/original/003039500_1787108731-sumonzia-haworthia-10234681_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353869/original/052580800_1789981296-phiJaptY5VvVYjOh8YyrHj5xcxfU4xJNENpfD4cR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358017/original/064603500_1790319501-bottom_watering_3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358050/original/031022600_1790320715-Gemini_Generated_Image_rhj4o6rhj4o6rhj4__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357967/original/007261700_1790316109-2d67b08f-c0b0-4301-bd39-90610e471499.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264187/original/003081500_1782098023-h.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356966/original/031273300_1790227830-Gemini_Generated_Image_o8h3yqo8h3yqo8h3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357076/original/070601800_1790232900-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346063/original/044533400_1789107942-sabut_kelapa.jpeg)