Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak digunakan untuk membantu menerjemahkan bahasa. Teks dalam bahasa asing kini bisa dialihbahasakan dalam waktu singkat melalui berbagai layanan digital, sehingga masyarakat semakin mudah memahami informasi dalam bahasa yang berbeda.
Kemampuan tersebut ikut membawa perubahan pada pekerjaan penerjemah. Di tengah penggunaan AI yang semakin luas, penerjemah manusia perlu menghadapi perubahan cara kerja sekaligus menangani bagian-bagian dalam bahasa yang membutuhkan pemahaman terhadap konteks, makna, dan tujuan suatu teks.
Perubahan ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibahas menjelang Hari Penerjemahan Internasional yang diperingati setiap 30 September. Bagaimana sejarah peringatan tersebut dan seperti apa pengaruh AI terhadap pekerjaan penerjemah? Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Selasa (29/9).
Advertisement
Hari Penerjemahan Internasional Diperingati Setiap 30 September
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360829/original/065857400_1790666437-andibreit-luther-1821759.jpg)
Merujuk lbifib.ui.ac.id, hari Penerjemahan Internasional atau International Translation Day diperingati setiap 30 September sebagai momentum untuk menghargai peran para profesional bahasa. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari wafat St. Jerome, cendekiawan dan penerjemah Alkitab yang secara tradisional dikenal sebagai pelindung para penerjemah.
St. Jerome hidup sekitar abad ke-4 hingga awal abad ke-5 Masehi dan menguasai sejumlah bahasa, termasuk Latin, Yunani, dan Ibrani. Ia dikenal karena merevisi berbagai terjemahan Latin Alkitab serta menerjemahkan bagian-bagian Perjanjian Lama berdasarkan teks Ibrani. Kumpulan hasil revisi dan terjemahannya kemudian dikenal sebagai Vulgata. St. Jerome wafat pada 30 September 420 M di Betlehem sehingga tanggal tersebut kemudian berkaitan erat dengan komunitas penerjemah.
Perjalanan 30 September menjadi peringatan internasional berlangsung dalam waktu panjang. Fédération Internationale des Traducteurs (FIT) yang berdiri pada 1953 ikut mendorong peringatan tersebut dan pada 1991 menetapkan 30 September sebagai International Translation Day. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian mengadopsi Resolusi 71/288 pada 24 Mei 2017 dan secara resmi menetapkan 30 September sebagai Hari Penerjemahan Internasional.
Advertisement
AI Mulai Mengubah Cara Kerja Penerjemah
Perjalanan panjang profesi penerjemah kini memasuki tahap baru seiring berkembangnya AI. Teknologi memungkinkan pengguna memasukkan teks dan memperoleh hasil dalam bahasa lain dalam waktu singkat. Kemampuan tersebut membuat penerjemahan otomatis semakin mudah digunakan untuk percakapan, dokumen, materi digital, dan berbagai kebutuhan komunikasi sehari-hari.
Perubahan ini membuat sebagian pekerjaan penerjemahan bisa dilakukan dengan pola yang berbeda. Penerjemah tidak selalu harus memulai setiap kalimat dari awal karena hasil terjemahan mesin dapat menjadi bahan awal yang kemudian diperiksa dan diperbaiki. Proses ini menempatkan teknologi sebagai alat yang bisa membantu mempercepat bagian tertentu dalam pekerjaan penerjemahan.
Namun, perkembangan AI juga memperlihatkan persoalan mengenai kesenjangan antarbahasa. Kemajuan AI telah memperluas komunikasi multibahasa, tetapi pada saat bersamaan memperlihatkan perbedaan antara bahasa yang memiliki banyak sumber data dan bahasa yang sumber dayanya lebih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan profesional bahasa tetap memiliki peran dalam menjaga kualitas, etika, dan inklusi.
Apakah AI Bisa Menggantikan Profesi Penerjemah?
Kemampuan AI menerjemahkan teks dalam waktu singkat memunculkan pertanyaan mengenai masa depan penerjemah manusia. Untuk kebutuhan tertentu, teknologi memang bisa membantu pengguna memahami gambaran umum teks berbahasa asing tanpa harus menunggu proses penerjemahan manual. Akan tetapi, kecepatan bukan satu-satunya unsur yang menentukan hasil penerjemahan sesuai dengan tujuan pengguna.
Bahasa membawa konteks, budaya, pilihan istilah, gaya komunikasi, dan maksud yang tidak selalu cukup dipahami melalui padanan kata. Kalimat yang sama bisa memiliki makna berbeda bergantung pada siapa yang berbicara, situasi ketika kalimat digunakan, serta pembaca yang dituju. Dalam dokumen hukum, kesehatan, pendidikan, diplomasi, sastra, maupun komunikasi publik, ketepatan konteks menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
FIT menegaskan bahwa profesional bahasa manusia tetap diperlukan untuk menjaga kualitas, etika, dan inklusi dalam komunikasi lintas bahasa. PBB juga menempatkan penerjemahan, penjurubahasaan, dan terminologi sebagai bagian yang mendukung komunikasi antarbangsa, dialog, pemahaman, kerja sama, pembangunan, serta perdamaian.
Dengan demikian, perkembangan AI lebih tepat dilihat sebagai perubahan terhadap proses kerja penerjemahan, sementara kebutuhan terhadap penilaian manusia tetap muncul pada pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab dan pemahaman konteks.
Advertisement
Peran Penerjemah Manusia Bergeser di Era AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360828/original/097370700_1790666408-computer-8490390_1280.jpg)
Hadirnya AI membuat pekerjaan penerjemah berpotensi semakin banyak bersinggungan dengan proses pemeriksaan dan penyuntingan. Hasil yang dibuat mesin perlu diperiksa kembali ketika digunakan untuk kebutuhan yang menuntut ketepatan. Penerjemah dapat menilai apakah istilah yang dipilih sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, serta makna teks sumber tetap tersampaikan kepada pembaca dalam bahasa sasaran.
Perubahan tersebut membuat kemampuan memahami dua bahasa tetap menjadi dasar, tetapi pekerjaan penerjemah tidak berhenti pada pencarian padanan kata. Pemahaman terhadap budaya, bidang yang sedang diterjemahkan, karakter pembaca, serta tujuan suatu dokumen menjadi bagian dari proses. Penerjemah juga perlu mengenali bagian yang berisiko berubah makna ketika dialihkan dari satu bahasa ke bahasa lain.
Tema Hari Penerjemahan Internasional 2026, “Linguistic Diversity and Language Rights”, turut menempatkan pekerjaan profesional bahasa dalam konteks yang lebih luas. FIT menyebut penerjemahan, penjurubahasaan, dan terminologi berperan dalam inklusi bahasa serta membantu masyarakat memperoleh akses terhadap informasi, pendidikan, layanan kesehatan, keadilan, dan pelayanan publik dalam bahasa yang mereka pahami.
Keterampilan yang Dibutuhkan Penerjemah agar Tetap Relevan
Perubahan teknologi membuat penerjemah perlu mengembangkan keterampilan yang berjalan berdampingan dengan kemampuan bahasa. Penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran tetap menjadi dasar karena penerjemah harus memahami isi teks sebelum menentukan cara menyampaikannya kembali. Pemahaman budaya juga diperlukan agar makna tidak berubah ketika sebuah ungkapan digunakan dalam lingkungan bahasa yang berbeda.
Kemampuan menyunting dan memeriksa hasil terjemahan menjadi semakin penting ketika AI digunakan dalam proses kerja. Penerjemah perlu mengenali kesalahan istilah, perubahan konteks, kalimat yang terasa tidak sesuai, hingga informasi yang mungkin diterjemahkan secara keliru. Pengetahuan khusus dalam bidang seperti hukum, kesehatan, bisnis, teknologi, sastra, atau akademik juga bisa membantu ketika berhadapan dengan istilah yang mempunyai arti tertentu.
Di sisi lain, literasi teknologi membuat penerjemah bisa memahami cara menggunakan perangkat penerjemahan sebagai alat bantu sekaligus mengetahui batasannya. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan profesi penerjemah di era AI tidak semata-mata berkaitan dengan persaingan manusia dan mesin, melainkan bagaimana kemampuan bahasa, pemahaman konteks, tanggung jawab profesional, dan teknologi digunakan dalam proses yang sama.
Hari Penerjemahan Internasional 2026 membawa pesan yang berkaitan dengan perubahan tersebut. Melalui tema Linguistic Diversity and Language Rights, FIT menyoroti penerjemahan sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman bahasa dan memastikan masyarakat bisa mengakses informasi dalam bahasa yang mereka pahami. Di tengah perkembangan AI, posisi profesional bahasa pun bergerak mengikuti teknologi tanpa melepaskan unsur manusia yang diperlukan untuk memahami makna di balik bahasa.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering
1. Kapan Hari Penerjemahan Internasional diperingati?
Hari Penerjemahan Internasional diperingati setiap 30 September.
2. Mengapa Hari Penerjemahan Internasional diperingati pada 30 September?
Tanggal tersebut bertepatan dengan hari wafat St. Jerome pada 30 September 420 M. Ia dikenal sebagai penerjemah Alkitab dan secara tradisional dianggap sebagai pelindung penerjemah.
3. Apa tema Hari Penerjemahan Internasional 2026?
FIT mengangkat tema “Linguistic Diversity and Language Rights” yang menyoroti keberagaman bahasa dan hak bahasa.
4. Apakah AI bisa menggantikan penerjemah manusia?
AI bisa membantu mempercepat penerjemahan, tetapi pekerjaan yang membutuhkan pemahaman konteks, budaya, terminologi, pemeriksaan kualitas, dan tanggung jawab profesional masih memerlukan keterlibatan manusia.
5. Apa keterampilan yang dibutuhkan penerjemah di era AI?
Penerjemah perlu menguasai bahasa, memahami konteks dan budaya, memiliki kemampuan menyunting, menguasai bidang tertentu, serta mampu menggunakan dan memeriksa hasil teknologi penerjemahan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360827/original/036992100_1790666360-geralt-globe-110775_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455574/original/012498100_1766717374-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783490/original/017319600_1711352573-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360792/original/081995400_1790665228-mtsjrdl--RIHgVIKjYI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360702/original/060046100_1790662049-pexels-mrasyadindra-37051566.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360666/original/093124200_1790660414-mister_pho.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5201748/original/078283100_1745832544-medium-shot-woman-eating-asian-food.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360493/original/009265000_1790649108-3f29fcee-7934-497f-85c1-b4a117beca4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)