Kalender Bali Bulan Oktober 2026: Panduan Hari Suci dan Hari Baik

Cek kalender Bali bulan Oktober 2026 untuk mengetahui hari suci, hari baik, dan makna di balik setiap rerahinan.

Diterbitkan 29 September 2026, 14:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kalender Bali bulan Oktober menjadi acuan penting bagi umat Hindu di Bali maupun perantauan untuk mengatur berbagai kegiatan sehari-hari. Setiap tanggal dalam kalender ini menyimpan makna tersendiri yang memengaruhi baik buruknya sebuah pekerjaan, upacara, atau keputusan besar yang hendak diambil.

Bulan ini diwarnai sejumlah hari suci besar, mulai dari Tumpek Wayang hingga Hari Raya Saraswati di penghujung bulan. Setiap rerahinan membawa pesan dan tujuan spiritual yang berbeda, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup, rasa syukur, dan hubungan dengan alam semesta.

Berikut ini adalah informasi mengenai kalender Bali bulan Oktober 2026, mulai dari pengertian dasar sistem penanggalannya, daftar hari suci sepanjang bulan, hingga penjelasan ala ayuning dewasa, yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026). Simak uraian lengkapnya berikut ini.

Sekilas Tentang Kalender Bali

Kalender Bali merupakan sistem penanggalan tradisional yang memadukan perhitungan wewaran dan wuku. Sistem ini berbeda dari kalender Masehi karena mengikuti siklus hari yang berulang dengan pola tertentu, bukan hanya urutan tanggal dan bulan seperti biasa. Pola inilah yang membuat kalender Bali terasa unik dibanding kalender pada umumnya.

Setiap hari dalam kalender Bali memiliki lapisan makna yang disebut wewaran, terdiri dari beberapa siklus seperti Eka Wara sampai Dasa Wara. Kombinasi inilah yang menentukan karakter hari, termasuk cocok tidaknya untuk kegiatan tertentu. Semakin banyak unsur wewaran yang dipahami, semakin detail pula makna sebuah hari bisa dibaca.

Selain wewaran, kalender Bali juga mengenal wuku, yakni siklus tiga puluh minggu yang masing-masing memiliki nama dan penguasa tersendiri. Gabungan wewaran dan wuku inilah yang membentuk dasar perhitungan hari baik dalam tradisi Bali. Perhitungan ini kemudian dipakai untuk menyusun jadwal upacara maupun kegiatan penting lainnya.

Dalam kalender Bali, ada beberapa istilah yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi sebenarnya sangat penting untuk memahami kalender ini. Berikut ini adalah beberapa istilah umum dalam kalender Bali yang perlu diketahui:

- Pasaran (Panca Wara): siklus lima hari yang terdiri dari Umanis, Paing, Pon, Wage, dan Keliwon.

- Saptawara: siklus tujuh hari yang sama dengan hari dalam kalender Masehi, mulai Redite hingga Saniscara.

- Wuku: siklus tiga puluh minggu, masing-masing memiliki nama seperti Ugu, Wayang, atau Kulawu.

- Kajeng Keliwon: pertemuan antara Tri Wara Kajeng dan Panca Wara Keliwon yang dianggap sebagai hari sakral.

- Tumpek: hari yang jatuh setiap Saniscara Keliwon pada wuku tertentu, biasa dikaitkan dengan rasa syukur atas benda, tumbuhan, atau makhluk hidup.

Daftar Rerahinan atau Hari Suci Bulan Oktober 2026

Rerahinan adalah hari suci dalam kalender Bali yang dirayakan dengan persembahyangan atau upacara tertentu. Setiap rerahinan memiliki waktu dan makna berbeda, sehingga penting diketahui agar umat dapat mempersiapkan diri sejak awal. Berikut daftar rerahinan yang jatuh sepanjang bulan Oktober 2026 beserta penjelasan singkatnya.

- 10 Oktober 2026 – Kajeng Keliwon Uwudan: pertemuan Kajeng dan Keliwon yang dianggap membawa energi khusus, sering dimanfaatkan untuk persembahyangan atau introspeksi diri.

- 10 Oktober 2026 – Tumpek Wayang: hari yang dikaitkan dengan kesenian wayang serta penghormatan kepada dalang dan alat kesenian tradisional.

- 11 Oktober 2026 – Tilem Kapat: bulan mati pada sasih keempat, waktu yang biasa digunakan untuk pembersihan diri secara spiritual.

- 14 Oktober 2026 – Buda Wage Kulawu: hari dengan perpaduan wewaran tertentu yang tercatat sebagai bagian dari rerahinan bulan ini.

- 16 Oktober 2026 – Hari Bhatara Sri: hari penghormatan kepada Dewi Sri, simbol kemakmuran dan kesuburan dalam kepercayaan masyarakat Bali.

- 20 Oktober 2026 – Anggar Kasih Dukut: hari yang jatuh pada wuku Dukut, biasa dikaitkan dengan doa keselamatan.

- 25 Oktober 2026 – Purnama Kelima: bulan purnama pada sasih kelima, waktu umum untuk persembahyangan bersama di pura.

- 25 Oktober 2026 – Kajeng Keliwon Pamelastali: dikenal juga sebagai Watugunung Runtuh, menandai berakhirnya siklus wuku Watugunung.

- 27 Oktober 2026 – Paid-Paidan: bagian dari rangkaian menjelang Hari Raya Saraswati, biasa diisi dengan persiapan sarana upacara.

- 28 Oktober 2026 – Hari Urip: hari yang dimaknai sebagai penghormatan atas kehidupan dan segala sumber penghidupan.

- 29 Oktober 2026 – Hari Patetegan: masih dalam rangkaian menuju Saraswati, biasa diisi dengan penataan tempat suci.

- 30 Oktober 2026 – Hari Pangredanaan: hari persiapan terakhir sebelum puncak rangkaian Saraswati keesokan harinya.

- 31 Oktober 2026 – Hari Raya Saraswati: puncak perayaan turunnya ilmu pengetahuan, umumnya diisi dengan persembahyangan di sekolah, kampus, dan tempat menyimpan buku.

Mengenal Ala Ayuning Dewasa di Kalender Bali

Ala ayuning dewasa adalah panduan yang menjelaskan baik atau buruknya sebuah hari untuk melakukan aktivitas tertentu. Panduan ini disusun berdasarkan perpaduan wewaran, wuku, dan berbagai unsur perhitungan lain dalam kalender Bali. Masyarakat memakai panduan ini agar aktivitas yang dijalankan berjalan lancar dan membawa hasil baik.

Setiap tanggal biasanya memiliki lebih dari satu keterangan ala ayuning dewasa, mulai dari yang berkaitan dengan upacara keagamaan, pertanian, perdagangan, hingga pembangunan. Karena itu, satu hari bisa dianggap baik untuk satu kegiatan namun kurang tepat untuk kegiatan lain. Itulah sebabnya membaca keterangan dewasa secara lengkap menjadi langkah penting sebelum bertindak.

Sebelum memulai kegiatan penting seperti membangun rumah, membuka usaha, atau melangsungkan upacara, banyak masyarakat Bali memeriksa terlebih dahulu ala ayuning dewasa pada tanggal yang dipilih. Cara ini membantu menyesuaikan rencana dengan hari yang dianggap paling mendukung. Kebiasaan ini sudah berlangsung turun-temurun dan tetap dijaga hingga sekarang.

Pertanyaan Seputar Kalender Bali Bulan Oktober

Apa saja hari suci penting dalam kalender Bali bulan Oktober 2026?

Bulan ini memuat sejumlah rerahinan, di antaranya Tumpek Wayang, Tilem Kapat, Purnama Kelima, dan puncaknya Hari Raya Saraswati pada 31 Oktober.

Kapan Hari Raya Saraswati tahun 2026 dirayakan?

Hari Raya Saraswati pada kalender Bali 2026 jatuh pada 31 Oktober, bertepatan dengan Saniscara Umanis Watugunung.

Apa itu ala ayuning dewasa dalam kalender Bali?

Ala ayuning dewasa adalah panduan baik buruknya hari untuk melakukan kegiatan tertentu, disusun dari perhitungan wewaran dan wuku.

Apa perbedaan Kajeng Keliwon dan Tumpek?

Kajeng Keliwon muncul setiap lima belas hari sekali sebagai hari sakral, sedangkan Tumpek jatuh setiap Saniscara Keliwon pada wuku tertentu dan biasa dikaitkan dengan rasa syukur.

Bagaimana cara membaca kalender Bali untuk menentukan hari baik?

Hari baik ditentukan dengan melihat perpaduan wewaran, wuku, dan keterangan ala ayuning dewasa pada tanggal yang dituju.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6