Liputan6.com, Jakarta Kalender Bali bulan Juli 2026 beserta jadwal rerainan dan daftar hari pentingnya perlu diketahui umat Hindu, masyarakat Bali, dan wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Bali. Kalender Bali yang berisi daftar hari penting dan jadwal rerainan sangat penting diketahui sebagai pertimbangan sebelum melakukan kunjungan wisata.
Pada Juli 2026, terdapat sejumlah rerainan penting seperti Buda Wage Langkir, Hari Bhatara Sri, Anggar Kasih Medangsia, Kajeng Keliwon Uwudan, dan Tilem. Memahami kalender Bali bulan Juli menjadi langkah penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas spiritual maupun sehari-hari dengan tepat.
Kalender Bali bisa diakses masyarakat umum melalui laman Kalender Bali Digital susunan I Wayan Nuarsa, Universitas Udayana. Kalender Saka Bali merupakan salah satu dari dua kalender yang digunakan di Pulau Bali, berbasis fase bulan dan kurang lebih sepanjang tahun tropis. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (3/7/2026).Â
Advertisement
Pengertian Kalender Bali dan Dua Sistem Penanggalannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457538/original/038165100_1621227090-13092.jpg)
Berbeda dengan kalender Gregorian tunggal, kehidupan masyarakat Bali diatur oleh dua sistem yang berbeda, yaitu kalender Saka yang berbasis lunar dan kalender Pawukon yang bersiklus 210 hari. Keduanya berakar pada tradisi Hindu-Jawa dan bersama-sama menciptakan detak jantung spiritual Pulau Bali. Kalender Bali bukan sekadar penanda waktu, melainkan panduan kehidupan yang mengatur upacara, aktivitas pertanian, dan hubungan sosial masyarakat Hindu.
Penggunaan dua sistem kalender ini memang kompleks dan sering membingungkan, bahkan bagi masyarakat lokal sendiri. Kalender Saka berasal dari kalender Hindu kuno, yang kemudian disesuaikan oleh leluhur Bali berdasarkan kondisi aktual di pulau tersebut. Kalender Saka bersifat lunisolar dengan 12 bulan (sasih), yang masing-masing terdiri dari 30 hari. Namun, karena siklus bulan sedikit lebih pendek, dilakukan penyesuaian agar tetap sinkron
Penyesuaian dilakukan dengan mengalokasikan dua hari lunar ke satu hari surya setiap 9 minggu, dan hari surya ini disebut ngunalatri, bahasa Sanskerta yang berarti "kurang satu malam." Agar tahun Saka tidak menyimpang terlalu jauh dari tahun surya, sebuah bulan kabisat tambahan disisipkan setelah bulan ke-11 (disebut Mala Jiyestha) atau setelah bulan ke-12 (Mala Sadha).
Sementara itu, kalender Pawukon merupakan kalender ritual yang kompleks dan tidak berbasis peristiwa astronomis, melainkan mengatur waktu pelaksanaan hampir setiap ritual dan upacara di pulau tersebut. Satu tahun Pawukon terdiri dari 6 bulan berisi 35 hari, menghasilkan total 210 hari, dan dibagi menurut sistem sepuluh minggu (wara) yang berlangsung dari satu hingga 10 hari. Kalender Bali diketahui telah digunakan di Bali sejak sekitar abad ke-9 Masehi.
Baca juga: Kalender Bali Bulan Juni 2026 dan Rangkaian Hari Suci Umat Hindu
Advertisement
Daftar Lengkap Rerainan dalam Kalender Bali Bulan Juli 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111211/original/034634100_1783063596-kalender_2.jpg)
Berdasarkan Kalender Bali Digital, masyarakat Bali akan merayakan beberapa rerainan selama bulan Juli 2026, yakni hari-hari suci yang diperingati berdasarkan pawukon di Bali. Setiap rerainan memiliki makna spiritual tersendiri dan menuntut pelaksanaan upacara yang berbeda. Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kajian tentang sistem penanggalan Bali, karena kedua sistem ini saling tumpang tindih, upacara keagamaan tersebar sepanjang tahun dan tidak terkonsentrasi pada satu musim perayaan saja.
Berikut jadwal rerainan yang tercatat dalam kalender Bali bulan Juli 2026:
- Rabu, 1 Juli 2026 - Buda Wage Langkir. Pada 1 Juli 2026, terdapat rerainan Buda Wage Langkir. Hari ini merupakan pertemuan hari Buda (Rabu) dengan pasaran Wage pada wuku Langkir, diperingati dengan menghaturkan sesaji dan persembahyangan.
- Jumat, 3 Juli 2026 - Hari Bhatara Sri. Dua hari setelahnya atau 3 Juli 2026, masyarakat Bali memperingati Hari Bhatara Sri. Hari ini didedikasikan untuk menghormati Dewi Sri sebagai dewi kemakmuran dan kesuburan.
- Selasa, 7 Juli 2026 - Anggar Kasih Medangsia. Pada 7 Juli 2026 jatuh Anggar Kasih Medangsia. Hari ini merupakan pertemuan hari Anggara (Selasa) dengan pasaran Keliwon pada wuku Medangsia, momen yang dianggap sakral untuk mempererat hubungan spiritual dengan leluhur.
- Minggu, 12 Juli 2026 - Kajeng Keliwon Uwudan. Pada 12 Juli 2026 jatuh Kajeng Keliwon Uwudan. Rerainan ini merupakan pertemuan Triwara Kajeng dan Pancawara Keliwon yang berlangsung setiap 15 hari sekali.
- Selasa, 14 Juli 2026 - Tilem Sasih Kasa. Pada 14 Juli 2026 jatuh Tilem, yakni Tilem Sasih Kasa atau bulan mati pada bulan pertama dalam penanggalan Saka Bali.
- Rabu, 22 Juli 2026 – Buda Keliwon Pegatuwakan (Pahang). Pada tanggal ini, umat Hindu di Bali memperingati Buda Keliwon Pegatuwakan, yaitu salah satu rerainan dalam siklus Pawukon yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa setelah rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan.
- Senin, 27 Juli 2026 - Kajeng Keliwon Enyitan. Pada 27 Juli 2026 terdapat Kajeng Keliwon Enyitan. Rerainan ini juga merupakan pertemuan Kajeng dan Keliwon namun jatuh pada waktu wuku yang berbeda dari Kajeng Keliwon Uwudan.
- Rabu, 29 Juli 2026 - Purnama Sasih Karo. Pada 29 Juli 2026 jatuh Purnama, yakni Purnama Sasih Karo atau bulan purnama pada bulan kedua dalam kalender Saka Bali.
Baca juga: Rangkaian Acara Hari Raya Galungan di Bali
Makna Purnama dan Tilem bagi Umat Hindu di Bulan Juli 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111212/original/036831300_1783063596-kalender_3.jpg)
Purnama dan Tilem merupakan dua peristiwa lunar yang memiliki kedudukan istimewa dalam sistem penanggalan tradisional Bali. Keduanya hadir setiap bulan dan menjadi penanda penting bagi umat Hindu untuk menghaturkan sesaji serta melaksanakan persembahyangan. Bulan purnama atau "purnama" jatuh di pertengahan setiap bulan sebagai hari suci reguler yang dirayakan masyarakat Bali.
Berdasarkan Lontar Sundarigama yang menjadi pedoman upacara Hindu Bali, Purnama merupakan harinya Dewa Candra beryoga, sedangkan Tilem merupakan harinya Dewa Surya beryoga. Saat Purnama atau sering disebut bulan penuh, umat Hindu menghaturkan sarana daksina atau pejati, canang, banten sodan, segehan, dan beberapa sarana upacara sesuai dengan kebiasaan desa setempat.
Pada bulan Juli 2026, Tilem Sasih Kasa jatuh pada 14 Juli dan Purnama Sasih Karo pada 29 Juli. Kebanyakan pura akan ramai dikunjungi umat yang beribadah, dan beberapa ruas jalan di Bali mungkin ditutup sementara karena upacara purnama. Masyarakat Bali akan mengenakan busana tradisional dan membawa sesaji ke pura, sementara tarian sakral, pertunjukan wayang, dan ritual lainnya biasanya dilaksanakan di pura-pura utama saat bulan purnama.
Kalender Saka dan Pawukon menjadi pedoman masyarakat Bali dalam menandai waktu berdasarkan siklus alam sekaligus menentukan pelaksanaan berbagai ritual keagamaan di pulau tersebut. Oleh karena itu, memahami Purnama dan Tilem penting bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali agar dapat menghormati jalannya upacara yang sedang berlangsung.
Baca juga: Suasana Khidmat Perayaan Galungan di Bali
Advertisement
Ala Ayuning Dewasa: Perhitungan Hari Baik pada Kalender Bali Juli 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939329/original/061137200_1782965102-calender.jpg)
Salah satu fungsi utama kalender Bali yang melampaui sekadar penanda waktu adalah konsep ala ayuning dewasa, yakni perhitungan baik buruknya hari untuk melakukan kegiatan tertentu. Ketika menghadapi kesulitan menemukan tanggal dengan tingkat keberuntungan tinggi untuk upacara seperti pernikahan, potong gigi, kremasi, atau bahkan pemberkatan rumah setelah pembangunan, masyarakat Bali akan berkonsultasi dengan pendeta untuk menemukan "hari baik" (Hari Baik).
Menurut Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sistem Pawukon merupakan penanggalan tradisional Nusantara yang telah digunakan sejak abad ke-9. Dalam praktiknya, Pawukon terdiri atas berbagai siklus hari (wewaran) yang saling bertemu sehingga membentuk karakter hari tertentu. Kombinasi berbagai siklus inilah yang menjadi dasar penentuan hari baik dan hari kurang baik dalam tradisi Bali, sedangkan pengetahuan untuk membaca dan menafsirkannya dikenal sebagai Wariga.
Pada kalender Bali bulan Juli 2026, setiap tanggal memiliki perhitungan ala ayuning dewasa yang spesifik. Misalnya, ada hari-hari yang baik untuk memulai usaha pertanian, hari yang baik untuk upacara Panca Yadnya, namun ada pula hari yang tidak disarankan untuk membangun rumah atau melangsungkan pernikahan. Masyarakat Hindu dapat mengecek perhitungan ini melalui Kalender Bali Digital yang menyediakan rincian lengkap untuk setiap tanggal.
Baca juga: Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Tradisi Umat Hindu Bali
Cara Mengakses dan Membaca Kalender Bali di Era Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3364594/original/002280000_1612143274-debby-hudson-TqKFiMR9O6s-unsplash.jpg)
Jauh sebelum adanya kalender cetak atau digital, masyarakat Bali mengandalkan alat bernama Tika, sebuah kalender kayu kuno yang sering diukir di papan atau ditulis pada daun lontar, dan berfungsi sebagai panduan sakral bagi pendeta untuk membaca tanggal-tanggal penting. Tika menggabungkan elemen kalender Saka dan Pawukon, menampilkan simbol-simbol rumit, angka, dan tanda sakral yang mewakili siklus hari dan wewaran.
Era modern saat ini, tradisi penanggalan kuno ini telah bertransformasi ke bentuk digital. Kalender kertas modern yang berisi gabungan tanggal Gregorian, Pawukon, dan Saka tersedia luas di Bali dan dapat ditemukan tergantung di dinding banyak kantor dan rumah. Pada tahun 2024, banyak masyarakat Bali tidak lagi menggunakan kertas melainkan aplikasi elektronik di ponsel pintar mereka.
Untuk mengakses Kalender Bali bulan Juli 2026 secara lengkap, masyarakat dapat mengunjungi situs Kalender Bali Digital di kalenderbali.org. Situs yang disusun oleh I Wayan Nuarsa dari Universitas Udayana ini telah dipublikasikan secara daring sejak 20 Oktober 2008, sementara hak cipta Kalender Bali Digital tercatat di Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Nomor C00201000668 tertanggal 22 Februari 2010. Situs ini menyediakan informasi komprehensif mulai dari rerainan, piodalan, ala ayuning dewasa, hingga dauh ayu untuk setiap tanggal.
Tersedia pula berbagai aplikasi penanggalan tradisional di Google Play Store yang memungkinkan pengguna mencari tanggal otonan berdasarkan tanggal lahir, mencari tanggal odalan berdasarkan pawukon, dan mengatur pengingat untuk setiap rerainan. Kemudahan akses ini membantu masyarakat Hindu di perantauan tetap terhubung dengan tradisi spiritual mereka meskipun jauh dari Pulau Dewata.
Baca juga: Nyepi 2026: Jadwal Lengkap Libur dan Cuti Bersama
Advertisement
Konteks Kalender Bali Juli 2026 Pasca-Rangkaian Galungan dan Kuningan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111215/original/042240700_1783063596-kalender_6.jpg)
Kalender Bali bulan Juli 2026 memiliki konteks spiritual yang unik karena berada tepat setelah rangkaian besar Galungan dan Kuningan pada Juni 2026. Galungan menandai kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan) - sebuah siklus kosmis yang dirayakan setiap 210 hari menurut kalender Pawukon tradisional Bali. Hari raya ini diselenggarakan setiap 210 hari sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali.
Menariknya, rerainan Buda Keliwon Pegatuwakan pada 22 Juli 2026 secara langsung terkait dengan rangkaian Galungan dan Kuningan tersebut. Buda Keliwon Pegatuwakan merupakan hari menghaturkan sesaji kehadapan Shang Hyang Widi sebagai tanda puji syukur atas kemurahan beliau sehingga hari raya Galungan dan Kuningan berjalan dengan selamat. Rerainan ini menjadi semacam penutup siklus Galungan-Kuningan yang panjang.
Bagi masyarakat Hindu di Bali, kalender Bali menjadi pedoman penting dalam menentukan waktu pelaksanaan hari raya, upacara keagamaan, dan berbagai kegiatan adat. Oleh karena itu, Juli 2026 dapat dipandang sebagai periode untuk kembali menjalankan rutinitas ibadah dan aktivitas keagamaan setelah berakhirnya rangkaian perayaan besar pada bulan sebelumnya.
Karena kedua sistem kalender saling tumpang tindih, upacara tersebar sepanjang tahun dan bukan terkonsentrasi pada satu musim perayaan saja, sehingga pengulangan ini memang disengaja dan keseimbangan serta harmoni dijaga melalui pelaksanaan ibadah yang teratur. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali pada Juli 2026, suasana keagamaan tetap terasa meskipun tidak sepadat Juni. Prosesi kecil, persembahyangan harian, dan sesaji di depan pintu rumah tetap menghiasi setiap sudut pulau sebagai bagian dari ritme kehidupan yang tidak pernah berhenti.
Baca juga: Ucapan Hari Galungan dan Kuningan yang Sarat Makna
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Bali Bulan Juli
Apa saja rerainan utama dalam kalender Bali bulan Juli 2026?
Rerainan utama pada Juli 2026 meliputi Buda Wage Langkir (1 Juli), Hari Bhatara Sri (3 Juli), Anggar Kasih Medangsia (7 Juli), Kajeng Keliwon Uwudan (12 Juli), Tilem Sasih Kasa (14 Juli), Buda Keliwon Pegatuwakan (22 Juli), Kajeng Keliwon Enyitan (27 Juli), dan Purnama Sasih Karo (29 Juli). Setiap rerainan ini memiliki makna spiritual tersendiri dan memerlukan pelaksanaan upacara yang sesuai dengan tradisi masing-masing desa adat.
Apa perbedaan kalender Saka dan Pawukon dalam penanggalan Bali?
Masyarakat Bali mengamati dua kalender yang sepenuhnya berbeda dan tidak tersinkronisasi, yaitu kalender Pawukon yang bersiklus 210 hari dan kalender Saka yang bersifat lunisolar. Kalender Saka berbasis fase bulan dan digunakan untuk menentukan hari raya besar seperti Nyepi, sementara Pawukon menentukan tanggal sebagian besar upacara tradisional seperti Galungan, Kuningan, dan Saraswati.
Bagaimana cara mengakses kalender Bali bulan Juli 2026 secara digital?
Masyarakat dapat mengakses kalender Bali Juli 2026 melalui situs kalenderbali.org yang disusun oleh I Wayan Nuarsa dari Universitas Udayana. Selain itu, tersedia pula berbagai sumber daring dan aplikasi di ponsel pintar yang menyediakan informasi lengkap mengenai rerainan, piodalan, ala ayuning dewasa, serta dauh ayu untuk setiap tanggal dalam kalender Bali.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719465/original/060768000_1782813061-Hr6Zc3jb5drWFyGAZRf5klRJf4WtHH21XGYee8OG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111170/original/035030700_1783062659-52371a48-fca4-4fd1-a4a0-c6da12c2ae8a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111106/original/074886600_1783059387-Desain_Pergola_Belakang_Rumah_Agar_Terasa_Lebih_Sejuk_sebagai_Inspirasi_Gaya_Minimalis_hingga_Tropis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111098/original/068467900_1783059235-cover.jpeg)