Liputan6.com, Jakarta - Olahraga yang digemari Gen Z kini tidak hanya dipilih karena mampu meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga karena memberikan pengalaman yang menyenangkan, memperluas pergaulan, hingga menjadi bagian dari gaya hidup modern. Kehadiran media sosial ikut mendorong munculnya berbagai tren olahraga baru yang membuat semakin banyak anak muda tertarik mencoba aktivitas fisik yang sebelumnya kurang populer. Tak heran jika lapangan olahraga, studio kebugaran, hingga jalur pendakian kini semakin ramai dipenuhi generasi muda yang ingin menjalani hidup lebih sehat.
Selain menawarkan manfaat kesehatan, berbagai olahraga yang digemari Gen Z juga memberikan kesempatan untuk membangun komunitas, mengembangkan kemampuan baru, dan mengurangi stres akibat rutinitas sehari-hari. Ada yang lebih menyukai olahraga kompetitif, ada pula yang memilih aktivitas santai dengan pemandangan alam sebagai daya tarik utama. Beragam pilihan tersebut membuat setiap orang dapat menemukan jenis olahraga yang sesuai dengan minat, kondisi fisik, maupun tujuan kebugaran yang ingin dicapai.
1. Lari (Running)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704631/original/076475500_1704246546-Ilustrasi_olahraga_lari_di_malam_hari.jpg)
Lari menjadi salah satu olahraga yang mengalami peningkatan popularitas sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas ini tidak membutuhkan peralatan yang rumit karena cukup bermodalkan sepatu yang nyaman dan lokasi yang aman untuk berlari. Banyak anak muda mulai mengikuti komunitas lari yang rutin mengadakan latihan bersama pada pagi atau sore hari sehingga olahraga ini terasa lebih menyenangkan dibanding dilakukan sendirian.
Selain praktis, lari juga menawarkan manfaat kesehatan yang sangat lengkap, mulai dari meningkatkan daya tahan jantung, membakar kalori, hingga membantu menjaga kesehatan mental. Banyak penelitian menunjukkan bahwa berlari secara rutin dapat membantu mengurangi stres sekaligus memperbaiki suasana hati melalui pelepasan hormon endorfin. Inilah alasan mengapa aktivitas ini semakin diminati oleh mereka yang memiliki jadwal padat tetapi tetap ingin menjaga kebugaran.
Tidak sedikit pula peserta yang mulai mengikuti ajang fun run, half marathon, hingga marathon sebagai target pribadi. Berbagai aplikasi pencatat jarak tempuh dan kecepatan membuat perkembangan kemampuan berlari dapat dipantau dengan mudah. Kombinasi antara manfaat kesehatan, biaya yang relatif terjangkau, serta adanya komunitas yang solid menjadikan lari sebagai salah satu pilihan utama bagi generasi muda.
Advertisement
2. Padel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309261/original/028105600_1754620463-side-view-women-playing-paddle-tennis.jpg)
Padel merupakan olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash sehingga menawarkan pengalaman bermain yang unik. Lapangannya lebih kecil dibanding tenis dan dikelilingi dinding kaca yang menjadi bagian dari permainan. Aturan yang relatif mudah dipahami membuat banyak pemula mampu menikmati permainan ini hanya dalam beberapa kali latihan.
Popularitas padel meningkat karena sifatnya yang sangat sosial. Sebagian besar pertandingan dimainkan secara ganda sehingga komunikasi dan kerja sama menjadi bagian penting selama permainan berlangsung. Suasana pertandingan yang santai membuat olahraga ini cocok dimainkan bersama teman, keluarga, maupun rekan kerja sebagai aktivitas akhir pekan.
Selain menyenangkan, padel juga memberikan manfaat kebugaran yang cukup lengkap karena melibatkan banyak gerakan cepat, perubahan arah, dan koordinasi tubuh. Permainan berlangsung dalam tempo yang dinamis sehingga mampu melatih refleks, keseimbangan, serta daya tahan fisik tanpa terasa terlalu melelahkan bagi pemain pemula. Hal inilah yang membuat padel terus menarik perhatian kalangan muda.
3. Pickleball
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519547/original/044244500_1772581423-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_23.34.50.jpeg)
Pickleball menjadi salah satu olahraga raket yang perkembangannya sangat cepat di berbagai negara. Permainan ini menggunakan lapangan yang lebih kecil dibanding tenis dengan raket berbentuk paddle dan bola plastik berlubang. Aturan permainannya sederhana sehingga mudah dipelajari oleh berbagai kelompok usia, termasuk mereka yang baru pertama kali mencoba olahraga raket.
Banyak anak muda memilih pickleball karena intensitas permainannya tidak terlalu berat namun tetap mampu memberikan latihan kardio yang baik. Pergerakan yang lebih ringan dibanding tenis membuat risiko kelelahan maupun cedera relatif lebih rendah, sehingga pemain dapat menikmati pertandingan dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa terbebani secara fisik.
Komunitas pickleball juga terus berkembang di berbagai daerah sehingga semakin mudah menemukan teman bermain maupun mengikuti turnamen rekreasional. Suasana permainan yang santai, kompetitif secara sehat, serta mudah dipelajari menjadikan pickleball sebagai alternatif olahraga yang menarik bagi siapa saja yang ingin mencoba aktivitas baru bersama teman-temannya.
Advertisement
4. Gym atau Strength Training
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445580/original/011201400_1765859820-jcomp.jpg)
Olahraga yang digemari Gen Z berikutnya adalah gym atau strength training yang kini tidak lagi identik dengan atlet maupun binaragawan. Semakin banyak anak muda menjadikan latihan beban sebagai bagian dari rutinitas harian karena manfaatnya sangat beragam, mulai dari meningkatkan kekuatan otot hingga membantu membentuk postur tubuh yang lebih ideal. Kehadiran pusat kebugaran dengan fasilitas lengkap serta pilihan keanggotaan yang fleksibel juga membuat olahraga ini semakin mudah diakses.
Latihan di gym menawarkan variasi program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu. Ada yang berfokus pada pembentukan massa otot, penurunan berat badan, peningkatan kebugaran, hingga rehabilitasi setelah mengalami cedera ringan. Selain menggunakan alat fitness modern, peserta juga dapat mengombinasikan latihan beban dengan kardio, latihan fungsional, maupun sesi bersama personal trainer agar hasil yang diperoleh lebih optimal dan aman.
Popularitas strength training juga didorong oleh banyaknya konten edukasi di media sosial yang membahas teknik latihan, pola makan, serta pentingnya konsistensi. Generasi muda kini semakin memahami bahwa latihan beban bukan hanya soal penampilan fisik, melainkan juga investasi kesehatan jangka panjang karena dapat meningkatkan kepadatan tulang, mempercepat metabolisme, serta membantu menjaga kebugaran hingga usia lanjut.
5. Pilates
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782536/original/038932700_1782890170-pexels-shvetsa-3900798.jpg)
Pilates menjadi pilihan favorit bagi banyak Gen Z yang menginginkan olahraga dengan intensitas sedang tetapi tetap efektif melatih hampir seluruh bagian tubuh. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti, keseimbangan, fleksibilitas, serta kontrol gerakan sehingga setiap sesi dilakukan dengan teknik yang terukur. Meskipun terlihat sederhana, setiap gerakan pilates membutuhkan konsentrasi tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Selain membantu membentuk postur tubuh yang lebih baik, pilates juga banyak dipilih karena mampu mengurangi ketegangan otot akibat terlalu lama duduk bekerja atau belajar. Aktivitas ini sangat sesuai dengan gaya hidup modern yang sering mengharuskan seseorang berada di depan komputer dalam waktu lama. Latihan yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperbaiki keseimbangan tubuh sekaligus mengurangi risiko nyeri pada punggung, leher, maupun bahu.
Studio pilates yang menawarkan suasana nyaman dan kelas berukuran kecil turut meningkatkan daya tarik olahraga ini. Banyak peserta merasa lebih termotivasi karena mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur sehingga teknik yang dilakukan menjadi lebih tepat. Kombinasi antara manfaat kesehatan, suasana latihan yang tenang, dan hasil yang dapat dirasakan secara bertahap membuat pilates terus diminati oleh kalangan muda.
Advertisement
6. Yoga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
Yoga merupakan olahraga yang memadukan gerakan tubuh, teknik pernapasan, serta latihan konsentrasi sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Berbeda dengan olahraga yang berfokus pada kecepatan atau kekuatan, yoga mengajarkan pentingnya keseimbangan, kesadaran terhadap tubuh, serta kemampuan mengendalikan pikiran. Hal tersebut membuat yoga semakin relevan di tengah gaya hidup yang penuh tekanan dan aktivitas padat.
Banyak Gen Z memilih yoga sebagai cara untuk mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan menjaga fleksibilitas tubuh. Berbagai jenis yoga, mulai dari hatha yoga, vinyasa, hingga yin yoga, memungkinkan setiap orang memilih kelas sesuai tingkat kemampuan maupun tujuan latihan. Gerakan yang dilakukan secara perlahan membantu meningkatkan mobilitas sendi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh.
Perkembangan kelas yoga secara luring maupun daring membuat olahraga ini semakin mudah diikuti dari mana saja. Banyak instruktur menyediakan sesi khusus bagi pemula sehingga siapa pun dapat mulai berlatih tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya. Manfaat yang menyentuh aspek fisik sekaligus emosional menjadikan yoga tetap menjadi salah satu aktivitas kebugaran yang terus berkembang di kalangan generasi muda.
7. Bersepeda (Cycling)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453829/original/098774500_1766508550-pexels-nubikini-386024.jpg)
Bersepeda tetap menjadi salah satu olahraga yang digemari Gen Z karena mampu menggabungkan aktivitas fisik dengan rekreasi. Banyak anak muda memanfaatkan akhir pekan untuk bersepeda bersama komunitas sambil menikmati suasana kota maupun kawasan pedesaan. Jalur sepeda yang semakin baik di sejumlah daerah juga ikut mendorong meningkatnya minat terhadap olahraga ini.
Dari sisi kesehatan, bersepeda memberikan manfaat yang sangat baik bagi sistem kardiovaskular, kekuatan otot kaki, serta daya tahan tubuh. Intensitas latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, mulai dari bersepeda santai hingga menempuh rute menanjak yang lebih menantang. Karena memberikan tekanan yang relatif rendah pada persendian, olahraga ini juga cocok dilakukan oleh berbagai kelompok usia.
Komunitas sepeda yang aktif menyelenggarakan gowes bersama menjadi salah satu faktor yang membuat olahraga ini terasa lebih menarik. Selain memperoleh manfaat kebugaran, peserta juga dapat memperluas jaringan pertemanan dan menjelajahi berbagai destinasi baru. Perpaduan antara olahraga, wisata, dan aktivitas sosial membuat bersepeda tetap menjadi pilihan yang sulit tergantikan di kalangan Gen Z.
Advertisement
8. Futsal dan Mini Soccer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111095/original/007021800_1783058953-fa3fd10d-8edc-48b2-bd8b-508221e2d8f5.jpg)
Futsal dan mini soccer menjadi pilihan olahraga yang sangat populer di kalangan anak muda karena menawarkan permainan yang kompetitif sekaligus menyenangkan. Dibandingkan sepak bola dengan lapangan berukuran penuh, kedua olahraga ini lebih mudah diakses karena jumlah pemain lebih sedikit dan durasi pertandingan relatif singkat. Banyak sekolah, kampus, hingga lingkungan perkantoran rutin mengadakan pertandingan persahabatan yang membuat olahraga ini semakin akrab dengan kehidupan sehari-hari.
Selain melatih kemampuan mengolah bola, futsal dan mini soccer juga memberikan manfaat besar bagi kebugaran tubuh. Pemain dituntut bergerak secara aktif, melakukan sprint dalam jarak pendek, mengubah arah dengan cepat, serta menjaga koordinasi dengan rekan satu tim selama pertandingan berlangsung. Aktivitas tersebut membantu meningkatkan daya tahan jantung, kelincahan, kecepatan, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat saat menghadapi situasi permainan yang terus berubah.
Popularitas futsal dan mini soccer juga didukung oleh semakin banyaknya penyedia lapangan dengan sistem pemesanan yang mudah melalui aplikasi digital. Anak muda dapat mengatur jadwal bermain bersama teman tanpa kesulitan mencari tempat yang sesuai. Selain menjadi sarana berolahraga, aktivitas ini juga mempererat hubungan sosial karena setiap pertandingan menuntut komunikasi, kerja sama, dan sportivitas yang baik sehingga pengalaman bermain menjadi lebih berkesan.
9. Calisthenics
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111097/original/095549400_1783059167-ChatGPT_Image_Jul_3__2026__01_11_43_PM.jpg)
Olahraga yang digemari Gen Z berikutnya adalah calisthenics, yaitu latihan yang memanfaatkan berat badan sendiri sebagai beban utama tanpa bergantung pada banyak peralatan. Gerakan seperti push-up, pull-up, dip, squat, plank, hingga muscle-up menjadi latihan dasar yang dapat dikembangkan menjadi berbagai variasi sesuai kemampuan masing-masing. Karena dapat dilakukan di taman, ruang terbuka, maupun halaman rumah, olahraga ini menjadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa harus berlangganan pusat kebugaran.
Salah satu daya tarik terbesar calisthenics adalah proses perkembangan kemampuan yang dapat terlihat secara bertahap. Banyak peserta merasa termotivasi ketika berhasil menguasai gerakan baru yang sebelumnya sulit dilakukan. Selain meningkatkan kekuatan otot, latihan ini juga melatih keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, dan kontrol tubuh secara menyeluruh sehingga menghasilkan kemampuan fungsional yang bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari.
Komunitas calisthenics terus berkembang di berbagai kota dengan kegiatan latihan bersama yang terbuka bagi pemula maupun peserta berpengalaman. Dukungan sesama anggota komunitas membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan memotivasi. Banyak anak muda juga membagikan progres latihan mereka melalui media sosial sehingga semakin banyak orang tertarik mencoba olahraga ini sebagai alternatif latihan yang efektif, hemat biaya, dan dapat dilakukan hampir di mana saja.
Advertisement
10. Hiking dan Trekking
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450714/original/055099900_1766156051-pexels-ozgomz-840667.jpg)
Hiking dan trekking menjadi aktivitas luar ruangan yang semakin diminati karena menawarkan pengalaman berolahraga sambil menikmati keindahan alam. Berjalan menyusuri jalur perbukitan, hutan, atau pegunungan memberikan sensasi berbeda dibandingkan berolahraga di dalam ruangan. Tidak sedikit Gen Z yang menjadikan kegiatan ini sebagai cara melepas penat setelah menjalani rutinitas pekerjaan maupun perkuliahan yang padat sepanjang minggu.
Dari sisi kesehatan, hiking dan trekking mampu melatih kekuatan otot kaki, meningkatkan kapasitas paru-paru, memperbaiki keseimbangan tubuh, serta meningkatkan daya tahan fisik. Medan yang bervariasi membuat tubuh bekerja lebih optimal dibandingkan berjalan di permukaan datar. Selain itu, berada di lingkungan alam terbuka juga terbukti membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan memberikan efek relaksasi yang sulit diperoleh ketika beraktivitas di tengah suasana perkotaan.
Semakin banyak komunitas pendaki yang mengadakan perjalanan rutin ke berbagai destinasi membuat olahraga ini semakin mudah diikuti oleh pemula. Berbekal persiapan fisik yang baik, perlengkapan yang memadai, serta pemahaman mengenai keselamatan di alam terbuka, hiking dan trekking dapat menjadi aktivitas yang aman sekaligus menyenangkan. Tidak mengherankan apabila olahraga yang digemari Gen Z ini terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan favorit bagi mereka yang ingin menggabungkan kebugaran, petualangan, dan pengalaman menikmati keindahan alam.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Olahraga yang Digemari Gen Z
1. Apa olahraga yang paling digemari Gen Z saat ini?
Lari, gym, padel, pilates, dan hiking termasuk olahraga yang paling banyak diminati karena mudah diikuti serta menawarkan manfaat kesehatan dan pengalaman sosial.
2. Mengapa padel dan pickleball semakin populer?
Keduanya memiliki aturan yang mudah dipelajari, cocok dimainkan bersama teman, serta memberikan pengalaman olahraga yang seru tanpa terlalu sulit bagi pemula.
3. Apakah gym cocok untuk pemula?
Ya. Pemula dapat memulai dengan beban ringan, mempelajari teknik yang benar, dan meningkatkan intensitas latihan secara bertahap agar hasilnya optimal.
4. Apa manfaat mengikuti komunitas olahraga?
Komunitas olahraga dapat meningkatkan motivasi, memperluas pertemanan, menjaga konsistensi latihan, serta membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan.
5. Bagaimana memilih olahraga yang sesuai?
Pilih olahraga berdasarkan minat, kondisi fisik, tujuan kebugaran, waktu yang tersedia, dan fasilitas yang mudah dijangkau agar latihan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111093/original/069973500_1783058485-ChatGPT_Image_Jul_3__2026__12_59_48_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511262/original/085360700_1771903081-cropped-432a023f-0a92-4ae4-9008-e35c5a0aba97.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515489/original/096227600_1772177267-cropped-ceea3710-a7ca-4d6b-a692-74decce071c9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457538/original/038165100_1621227090-13092.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1664231/original/099718300_1501494865-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4558919/original/018702500_1693482839-Prajabatan.jpeg)