Perusahaan Modal Ventura Milik Josh Kushner Genggam Saham Amazon

Perusahaan modal ventura milik miliarder Joshua Kushner juga memiliki saham di Figma, Oscar Health hingga SpaceX.

Diterbitkan 17 Agustus 2026, 17:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan modal ventura, Thrive Capital milik Joshua Kushner memegang saham Amazon sekitar US$ 215 juta atau Rp 3,82 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.790). Hal itu terungkap dalam dokumen pelaporan resmi pada Jumat, 14 Agustus 2026 yang menambah daftar investasi perusahaan itu di sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mengutip Channel News Asia, Senin, (17/8/2026), dikenal karena investasi awal di perusahaan-perusahaan yang kemudian mendominasi sektor masing-masing  antara lain OpenAI, SpaceX, dan Stripe, perusahaan modal ventura ini terus mencari peluang pada perusahaan teknologi besar untuk memperluas portofolio kepemilikan sahamnya di publik.

Adapun pada dokumen keterbukaan itu menunjukkan per 30 Juni, Thrive memegang 904.038 saham Amazon senilai US$ 215,5 juta.

Nilai pasar Amazon sempat melampaui US$ 3 triliun untuk pertama kali pada awal bulan ini. Hal itu didorong lonjakan harga saham menyusul laporan kinerja keuangan yang kuat serta ada indikasi investasi AI perusahaan tersebut memicu permintaan baru terhadap layanan komputasi awan.

Laporan itu menunjukkan Thrive tetap mempertahankan kepemilikan saham di Figma, Oscar Health dan Shopify. Sementara itu, nilai kepemilikan saham di SpaceX tercatat US 3,23 miliar atau Rp 57,47 triliun pada akhir Juni.

Awal tahun ini, Thrive menggalang dana lebih dari US$ 10 miliar atau 177,93 triliun untuk dana terbarunya yang berfokus pada investasi teknologi tahap awal dan tahap pertumbuhan. Kushner mendirikan Thrive pada 2009. Saudaranya, Jared, adalah menantu Presiden AS Donald Trump. Mantan CEO Disney, Bob Iger, kembali ke Thrive Capital dengan peran sebagai penasihat pada April.

Miliarder Jeff Bezos Raup Rp 73,67 Triliun Usai Lepas Saham Amazon

Sebelumnya, miliarder Jeff Bezos mengajukan rencana menjual sekitar 15 juta saham Amazon senilai US$ 4,1 miliar atau Rp 73,67 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.970). Langkah ini dilakukan setelah kinerja keuangan platform e-commerce raksasa itu yang melampaui harapan mendorong harga saham ke rekor tertinggi dan mengangkat nilai pasar melampaui US$ 3 triliun atau Rp 53.907 triliun.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (5/8/2026), saham Amazon turun lebih dari 2% pada Selasa pekan ini menyusul pengajuan dokumen tersebut, yang mengungkapkan rencana perdagangan Rule 10b5-1 yang diadopsi pada 14 November 2025. Menurut dokumen tersebut, penjualan dilakukan pada Senin pekan ini, melalui Morgan Stanley.

Pengajuan ini dilakukan setelah saham Amazon mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin, melanjutkan kenaikan yang dipicu oleh laporan kinerja kuartalan pekan lalu.

Penyedia layanan web tersebut melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua yang kuat, didorong oleh pertumbuhan bisnis komputasi awan yang melampaui perkiraan, sehingga memperkuat keyakinan investor investasi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI) mulai menghasilkan peningkatan permintaan yang pesat.

 

Saham Amazon

Saham Amazon telah mencatat kenaikan sekitar 20% tahun ini, jauh melampaui kenaikan 12% pada indeks S&P 500.

Dokumen Form 144 yang diajukan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) menunjukkan Bezos berniat menjual 15 juta saham biasa dengan total nilai pasar sekitar US$ 4,07 miliar atau Rp , berdasarkan harga penutupan hari Senin. Dokumen tersebut mencatat saham-saham itu diperoleh sebagai saham pendiri pada 1994.

Bezos secara rutin menjual saham Amazon dalam beberapa tahun terakhir, sering kali melalui rencana perdagangan yang telah diatur sebelumnya, sembari tetap menjadi salah satu pemegang saham terbesar perusahaan.

Dokumen tersebut juga mencatat bahwa ia menyumbangkan 220.200 saham kepada organisasi nirlaba pada Mei; organisasi-organisasi tersebut mungkin telah menjual saham-saham itu dalam kurun waktu tiga bulan sebelumnya.

Â