Empat Pasar Rakyat Terdampak Gempa NTT, Ruteng Paling Parah

Menteri Perdagangan Budi Santoso memantau penanganan empat pasar rakyat yang rusak akibat gempa di NTT.

Diterbitkan 17 Agustus 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan ada empat pasar rakyat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya, Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai, untuk sementara tidak dapat digunakan karena kondisi bangunan pascagempa.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau upaya pemulihan pascabencana di NTT, utamanya pada sektor perdagangan dan fasilitas pasar rakyat.

"Berkaitan dengan penanganan bencana di NTT, ini kaitannya dengan pasar. Setelah kita identifikasi, memang ada empat pasar yang mengalami kerusakan," kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Satu pasar di antaranya mengalami kerusakan cukup parah, yakni Pasar Inpres Ruteng. Demi menjaga keselamatan masyarakat, Budi meminta agar kegiatan niaga di pasar tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

"Pasar yang rusak signifikan itu Pasar Inpres Ruteng di Manggarai. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah karena banyak tiangnya yang rusak, jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu," ujarnya.

Secara umum, Budi menyampaikan bahwa aktivitas perdagangan di pasar rakyat NTT belum berjalan optimal pascagempa. Pihaknya juga meminta dinas terkait untuk mengoptimalkan pasar-pasar yang kondisinya masih aman.

"Sekarang memang aktivitasnya belum normal semua karena masih fokus pada penanganan darurat pascabencana. Kami terus berkoordinasi untuk pasar-pasar lain yang kerusakannya ringan agar tetap bisa dipakai. Hanya saja, aktivitasnya memang belum berjalan penuh," jelas Budi.

 

Galang Bantuan Kemanusiaan

Selain memantau infrastruktur pasar, Kementerian Perdagangan juga berhasil menggalang dana bantuan kemanusiaan sekitar Rp 250 juta bagi korban gempa NTT.

"Kami mengumpulkan dana dari tadi pagi sampai siang dan terkumpul Rp 250 juta. Dana tersebut sudah langsung diserahkan kepada Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi NTT yang ada di Jakarta," ujar Budi.

Budi membuka kemungkinan jumlah donasi akan terus bertambah seiring penggalangan dana tahap berikutnya.

"Mudah-mudahan bertambah. Ini baru tahap pertama. Ke depan, kami bersama teman-teman di kementerian akan terus menggalang dana donasi untuk disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6