Kumpulan Doa untuk Calon Pengantin sebelum Melangsungkan Pernikahan dalam Islam

Pernikahan merupakan momen sakral yang tidak hanya menyatukan dua insan

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernikahan merupakan momen sakral yang tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi gerbang menuju kehidupan baru yang penuh tanggung jawab. Oleh sebab itu, bagi yang hendak menikah dianjurkan mengetahui doa untuk calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan.

Doa menjadi salah satu ikhtiar batin yang sangat dianjurkan, agar pernikahan tersebut membawa berkah. Pernikahan merupakan ibadah berjangka panjang dengan keutamaan yang berlimpah.

Nurliana dalam jurnal Hikmatut Tasyri' Pernikahan Perspektif Hukum Islam menegaskan bahwa setiap perintah Allah pasti mengandung hikmah terbaik bagi umat manusia, termasuk perintah menikah yang disyariatkan sebagai benteng keselamatan kehidupan manusia.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam kitab Al-Ilmam Bi Ba'dhi Ayatil Ahkam (Bab Nikah) juga menekankan bahwa pernikahan adalah sunnah para nabi yang harus dijalani dengan penuh kesadaran spiritual.

Lebih dari itu, Nurun Nisaa Baihaqi dalam jurnal Tafsir Ayat-Ayat Pernikahan dalam Al-Qur'an menjelaskan bahwa pernikahan dalam Al-Qur'an bermakna mīsāqan galīẓan, perjanjian yang kokoh antara suami dan istri. Sebelum akad tersebut terucap, seorang muslim dianjurkan untuk memohon petunjuk dan keberkahan kepada Allah SWT. Doa ini merupakan wujud ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta dalam menentukan pasangan hidup.

Kumpulan Doa untuk Calon Pengantin Sebelum Melangsungkan Pernikahan

1. Doa Sebelum Melamar (Khitbah)

Arab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَقْدِرُ وَلآ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلآ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ فَإِنْ رَأَيْتَ لِيْ فِيْ (.......) خَيْرًا فِى دِيْنِيْ وَآخِرَتِيْ فَاقْدِرْهَا لِيْ

Latin: Allahumma innaka taqdiru wa lâ aqdiru wa lâ a'lamu wa anta 'allâmul ghuyûbi. Fa in ra`aita lî fî (.......) khairan fî dînî wa âkhiratî faqdirhâ lî.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Menakdirkan, dan bukanlah aku yang menakdirkan. Dan (Engkau) Maha Mengetahui apa yang tidak kuketahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan (......sebutkan nama calon pasangan bin/binti ayahnya) untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah aku bersamanya."

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (Surabaya: Kharisma, 1998, hal. 283) menjelaskan bahwa doa ini sebaiknya dilafalkan pada malam sebelum prosesi khitbah, setelah terlebih dahulu melaksanakan shalat hajat dan shalat istikharah.

Doa ini mengandung makna pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib. Seorang calon pengantin menyerahkan sepenuhnya kepada Allah dalam memilih pasangan, karena hanya Allah yang mengetahui mana yang terbaik untuk agama dan akhiratnya.

2. Doa Memohon Kebaikan Calon Pasangan Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Latin: Allâhumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ 'alaihi wa a'ûdzu bika min syarrihâ wa syarri mâ jabaltahâ 'alaihi.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikan dari perempuan ini dan kebaikan apa yang telah Engkau watakkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang telah Engkau watakkan kepadanya."

Doa ini diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud (no. 2160) dan dinyatakan sahih. Imam Al-Utsaimin dalam kitab Al-Ilmam Bi Ba'dhi Ayatil Ahkam (Bab Nikah) menjelaskan bahwa doa ini mencerminkan sikap tawakal seorang hamba yang menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi kebaikan dan keburukan.

Dengan berdoa, calon pengantin memohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk selalu melihat dan mengembangkan kebaikan pasangan, serta dilindungi dari potensi keburukan yang mungkin timbul dalam kehidupan rumah tangga.

3. Doa Perlindungan untuk Calon Pasangan dan Keturunan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Latin: Allâhumma innî u'îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy-syaithânir-rajîm.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku meminta perlindungan dirinya dan anak turunnya kepada-Mu dari setan yang terlaknat."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Al-Anas bi Dzikrillah dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi calon pengantin. Ibnul Qayyim dalam kitab Zâdul Ma'âd menjelaskan bahwa doa ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk melindungi keluarga yang akan dibangun dari gangguan setan.

Setan selalu berusaha merusak keharmonisan rumah tangga, sehingga perlindungan Allah menjadi benteng utama yang harus dimohonkan sejak awal.

4. Doa agar Resepsi Pernikahan Berjalan Lancar

Arab: اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Latin: Allahumma lâ sahlâ illâ mâ ja'altahû sahlâ, wa anta taj'alul ḥazna idzâ syi'ta sahlâ.

Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau bisa menjadikan kesulitan itu mudah jika Engkau menghendaki."

Ibnu 'Allan dalam kitab Al-Futuhattur Rabbaniyah 'Alal Adzkar An-Nawawiyah (Beirut: Daru Ihya'it Turats Al-'Arabi, 1971, juz IV, hal. 25) menjelaskan bahwa doa ini diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Hibban.

Doa ini mengajarkan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah, dan kesulitan dapat berubah menjadi kemudahan atas kehendak-Nya. Dalam konteks resepsi pernikahan, doa ini menjadi sarana spiritual agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar sesuai rencana.

Doa setelah Pernikahan

5. Doa Setelah Akad Nikah

Arab: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Latin: Bârakallâhu laka wa bâraka 'alaika wa jama'a bainakumâ fî khairin.

Artinya: "Semoga Allah memberkahimu, memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (hal. 283) menyebutkan bahwa doa ini merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mengucapkan selamat kepada seseorang yang menikah.

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dalam Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan Sunan At-Tirmidzi. Doa ini mengandung tiga permohonan: keberkahan bagi pengantin, keberkahan atas pengantin, dan penyatuan dalam kebaikan. "Kebaikan" di sini bersifat umum, mencakup ketaatan kepada Allah, keluarga yang harmonis, dan keturunan yang saleh.

6. Doa untuk Pengantin Baru agar Diberkahi

Arab: بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

Latin: Bârakallâhu likulli wâhidin minkumâ fî shâhibihi wa jama'a bainakumâ fî khairin.

Artinya: "Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."

Doa ini sebagaimana disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkâr merupakan bentuk doa yang lebih spesifik untuk masing-masing pengantin. Setiap pasangan didoakan agar saling menjadi sumber keberkahan bagi yang lain.

Makna "shâhib" (pasangan) di sini mencakup seluruh dimensi hubungan suami istri — sebagai teman, sahabat, dan pendamping hidup yang saling menguatkan dalam kebaikan.

7. Doa Memohon Keturunan yang Saleh

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a'yunin waj'alnâ lil-muttaqîna imâmâ.

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣbah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan doa komprehensif yang mencakup permohonan untuk mendapatkan pasangan dan keturunan yang menjadi qurrata a'yun (penyenang hati).

Doa ini menggambarkan harapan seorang muslim agar keluarganya menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan, serta menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh calon pengantin sebagai bagian dari persiapan spiritual sebelum melangsungkan pernikahan.

Faidah Doa untuk Calon Pengantin Sebelum Melangsungkan Pernikahan

1. Mendapatkan Petunjuk dalam Memilih Pasangan

Doa sebelum melamar (khitbah) merupakan sarana istikharah yang mengantarkan seorang muslim pada pilihan pasangan yang terbaik. Dengan memohon kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, calon pengantin menyerahkan keputusan kepada Dzat yang paling memahami apa yang baik untuk agama dan akhiratnya.

2. Membentengi Diri dari Gangguan Setan

Doa perlindungan untuk calon pasangan dan keturunannya merupakan benteng spiritual yang sangat penting. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa setan selalu berusaha merusak keharmonisan rumah tangga sejak awal pembentukannya. Dengan membaca doa ini, calon pengantin memohon perlindungan Allah agar keluarga yang akan dibangun senantiasa terjaga dari gangguan setan yang terlaknat.

3. Memperoleh Ketenangan dan Kebahagiaan Hidup

Nurliana dalam jurnalnya menjelaskan bahwa salah satu hikmah disyariatkannya pernikahan adalah untuk memperoleh ketenangan dan kebahagiaan hidup serta kasih sayang. Doa-doa yang dipanjatkan sebelum pernikahan menjadi sarana untuk meraih tujuan tersebut. Dengan berdoa, calon pengantin mempersiapkan hati dan pikiran untuk menyambut kehidupan baru yang penuh dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah.

4. Menyempurnakan Separuh Agama

Rasulullah SAW bersabda bahwa menikah menyempurnakan separuh agama. Nurliana menegaskan bahwa dengan menikah, kehidupan seseorang senantiasa dalam pengabdian kepada Allah SWT. Doa sebelum pernikahan menjadi bagian dari proses penyempurnaan tersebut, karena dengan berdoa, calon pengantin menegaskan niatnya untuk menjalani pernikahan sebagai ibadah, bukan sekadar pemenuhan hawa nafsu.

5. Membangun Fondasi Keluarga yang Kuat

Doa-doa yang dipanjatkan sebelum pernikahan menjadi fondasi spiritual bagi keluarga yang akan dibangun. Al-Utsaimin dalam kitabnya menegaskan bahwa pernikahan adalah bagian dari sunnah Nabi yang harus dijalani dengan penuh kesadaran. Dengan memulai pernikahan dengan doa, pasangan suami istri membangun keluarga di atas dasar ketakwaan dan pengharapan kepada Allah, sehingga rumah tangga yang terbentuk akan menjadi keluarga yang kokoh dan diberkahi.

 

Pertanyaan Seputar Doa Untuk Calon Pengantin

1. Apa doa yang dibaca sebelum akad nikah?

Doa yang dibaca sebelum akad nikah antara lain doa sebelum melamar (khitbah) yang berbunyi Allahumma innaka taqdiru wa lâ aqdiru wa lâ a'lamu wa anta 'allâmul ghuyûbi — "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Menakdirkan, dan bukanlah aku yang menakdirkan..." Doa ini sebaiknya dibaca pada malam sebelum prosesi lamaran setelah shalat hajat dan istikharah.

2. Apakah ada doa khusus untuk calon pengantin sebelum menikah?

Ya, terdapat beberapa doa khusus, di antaranya doa memohon kebaikan calon pasangan (Allâhumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ 'alaihi) dan doa perlindungan untuk calon pasangan serta keturunannya dari gangguan setan.

3. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa calon pengantin?

Waktu yang paling dianjurkan adalah pada malam sebelum prosesi khitbah setelah melaksanakan shalat hajat dan shalat istikharah. Doa juga dapat dibaca saat akad nikah berlangsung dan setelah akad nikah selesai.

4. Apa doa setelah akad nikah yang diajarkan Rasulullah?

Doa setelah akad nikah yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Bârakallâhu laka wa bâraka 'alaika wa jama'a bainakumâ fî khairin — "Semoga Allah memberkahimu, memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan." Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan Sunan At-Tirmidzi.

5. Apakah doa calon pengantin bisa dibaca oleh perempuan?

Ya, doa untuk calon pengantin dapat dibaca oleh laki-laki maupun perempuan. Imam Ath-Thabrani dalam Kitabud Du'a meriwayatkan doa khusus bagi perempuan yang menginginkan jodoh terbaik, sebagaimana doa yang diajarkan untuk laki-laki, dengan menyesuaikan nama calon pasangan.