12 Jenis-jenis Olahraga Atletik, Lengkap Manfaat dan Latihan Dasarnya

Jenis-jenis olahraga atletik mencakup berbagai disiplin yang menguji kecepatan, kekuatan, dan daya tahan.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jenis-jenis olahraga atletik menjadi bagian penting dalam dunia olahraga karena menguji kemampuan dasar tubuh seperti kecepatan, kekuatan, kelincahan, dan daya tahan. Berbagai cabang dalam atletik dirancang untuk melatih kemampuan fisik tertentu, mulai dari gerakan berlari hingga teknik menggunakan alat.

Dalam perkembangannya, jenis-jenis olahraga atletik terbagi menjadi beberapa kategori utama, seperti nomor lari, lompat, dan lempar. Setiap kategori memiliki aturan serta teknik berbeda yang membutuhkan latihan khusus agar atlet dapat mencapai hasil maksimal.

Mempelajari jenis-jenis olahraga atletik dapat membantu memahami beragam kemampuan yang diperlukan dalam setiap cabang. Selain mengandalkan kekuatan fisik, olahraga ini juga membutuhkan strategi, konsentrasi, serta penguasaan teknik seperti mengatur ritme, menjaga keseimbangan, dan mengoptimalkan gerakan tubuh.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang jenis-jenis olahraga atletik, Rabu (1/7/2026).

1. Lari Jarak Pendek (Sprint)

Lari jarak pendek atau sprint merupakan salah satu cabang atletik yang berfokus pada kemampuan mencapai kecepatan maksimal dalam waktu singkat. Nomor ini biasanya terdiri dari jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter, sehingga atlet harus memiliki kekuatan otot kaki, reaksi start yang cepat, serta kemampuan mempertahankan kecepatan hingga garis akhir.

Dalam perlombaan sprint, setiap detik sangat berharga. Atlet perlu memperhatikan teknik berlari, posisi tubuh, panjang langkah, hingga cara melakukan start agar mampu mencatatkan waktu terbaik.

2. Lari Jarak Menengah

Lari jarak menengah merupakan cabang atletik yang menggabungkan unsur kecepatan dan daya tahan tubuh. Nomor yang termasuk dalam kategori ini antara lain lari 800 meter, 1.500 meter, hingga 3.000 meter.

Berbeda dengan sprint yang membutuhkan tenaga besar sejak awal, pelari jarak menengah harus mampu mengatur ritme berlari. Kemampuan mengontrol napas, menjaga kecepatan, dan menentukan strategi saat melewati lawan menjadi faktor penting dalam perlombaan.

3. Lari Jarak Jauh

Lari jarak jauh menguji kemampuan tubuh dalam mempertahankan performa selama menempuh lintasan yang panjang. Beberapa nomor yang termasuk di dalamnya adalah lari 5.000 meter, 10.000 meter, hingga maraton dengan jarak 42,195 kilometer.

Cabang ini sangat mengandalkan daya tahan tubuh, kekuatan mental, serta kemampuan mengatur energi. Atlet harus mampu menjaga ritme agar tidak cepat kehabisan tenaga sebelum mencapai garis finis.

4. Lari Estafet

Lari estafet merupakan olahraga atletik yang dilakukan secara beregu dengan sistem pergantian pelari menggunakan tongkat estafet. Setiap anggota tim memiliki tugas untuk menyelesaikan bagian lintasan tertentu sebelum menyerahkan tongkat kepada rekan berikutnya.

Nomor yang sering dipertandingkan yaitu 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter. Selain kecepatan, koordinasi antaranggota tim juga sangat penting karena kesalahan saat pergantian tongkat dapat memengaruhi hasil perlombaan.

5. Jalan Cepat

Jalan cepat adalah cabang atletik yang memiliki aturan khusus, yaitu atlet harus bergerak cepat tanpa melakukan gerakan berlari. Salah satu kaki harus selalu menyentuh permukaan tanah, sedangkan kaki yang melangkah harus dalam posisi lurus saat menyentuh tanah.

Cabang ini membutuhkan teknik langkah yang tepat, keseimbangan tubuh, serta kemampuan menjaga kecepatan dalam jarak tertentu. Meskipun terlihat sederhana, jalan cepat membutuhkan latihan fisik yang cukup berat.

6. Lompat Tinggi

Lompat tinggi merupakan cabang atletik yang menguji kemampuan atlet dalam melewati mistar horizontal pada ketinggian tertentu. Atlet harus melakukan awalan, tolakan, dan gerakan tubuh di udara agar dapat melewati mistar tanpa menjatuhkannya.

Keberhasilan dalam lompat tinggi dipengaruhi oleh kekuatan kaki, kelenturan tubuh, kecepatan awalan, serta teknik saat melewati mistar. Atlet juga harus memiliki koordinasi tubuh yang baik untuk mendapatkan hasil lompatan maksimal.

7. Lompat Jauh

Lompat jauh merupakan nomor atletik yang bertujuan mencapai jarak lompatan sejauh mungkin. Atlet melakukan awalan dengan berlari untuk mendapatkan momentum, kemudian melakukan tolakan dari papan pijakan sebelum mendarat di bak pasir.

Cabang ini membutuhkan perpaduan antara kecepatan, kekuatan otot kaki, dan teknik melayang di udara. Kesalahan kecil saat melakukan tolakan dapat memengaruhi jarak lompatan yang diperoleh.

8. Lompat Galah

Lompat galah merupakan cabang atletik yang menggunakan alat bantu berupa galah panjang dan fleksibel untuk membantu atlet melewati mistar. Galah tersebut digunakan untuk memberikan dorongan tambahan saat atlet melakukan lompatan.

Olahraga ini membutuhkan keberanian, kekuatan tubuh, serta koordinasi gerakan yang baik. Atlet harus mampu mengatur waktu ketika menancapkan galah, mengangkat tubuh, dan melewati mistar pada ketinggian tertentu.

9. Lompat Jangkit

Lompat jangkit atau triple jump adalah cabang atletik yang dilakukan dengan tiga rangkaian lompatan, yaitu hop, step, dan jump. Atlet harus melakukan ketiga gerakan tersebut secara berurutan sebelum mendarat di bak pasir.

Nomor ini membutuhkan keseimbangan, kekuatan kaki, dan kemampuan mengatur ritme gerakan. Teknik yang tepat sangat diperlukan agar setiap tahapan lompatan dapat menghasilkan jarak yang maksimal.

10. Tolak Peluru

Tolak peluru merupakan cabang atletik yang mengandalkan kekuatan tubuh untuk mendorong bola logam berat sejauh mungkin. Dalam olahraga ini, atlet tidak melempar peluru, melainkan melakukan gerakan menolak dari area bahu menggunakan tenaga tubuh.

Selain kekuatan otot lengan, teknik posisi tubuh, putaran badan, dan cara melakukan tolakan juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Atlet perlu memiliki kombinasi antara tenaga dan teknik agar mampu menghasilkan jarak terbaik.

11. Lempar Cakram

Lempar cakram adalah nomor atletik yang mengharuskan atlet melempar cakram berbentuk piringan sejauh mungkin ke area yang sudah ditentukan. Cabang ini tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga membutuhkan keseimbangan dan teknik gerakan.

Atlet harus memahami cara memegang cakram, melakukan putaran tubuh, menjaga posisi kaki, hingga menentukan waktu pelepasan yang tepat. Teknik yang baik dapat membantu cakram melaju lebih jauh.

12. Lempar Lembing

Lempar lembing merupakan cabang atletik yang menggunakan alat berbentuk tombak ringan dengan ujung logam. Tujuan olahraga ini adalah melempar lembing sejauh mungkin menggunakan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan teknik.

Sebelum melakukan lemparan, atlet biasanya melakukan awalan dengan berlari untuk mendapatkan tenaga tambahan. Sudut pelepasan, posisi tubuh, serta kekuatan lengan menjadi faktor penting yang menentukan jarak lemparan.

Manfaat Olahraga Atletik bagi Tubuh

1. Meningkatkan Kekuatan dan Kebugaran Fisik

Olahraga atletik melibatkan berbagai gerakan dasar seperti berlari, melompat, dan melempar yang dapat melatih banyak kelompok otot tubuh. Aktivitas ini membantu meningkatkan kekuatan otot kaki, lengan, serta bagian tubuh lainnya sehingga kondisi fisik menjadi lebih prima.

Selain membangun kekuatan, latihan atletik juga dapat meningkatkan kebugaran secara keseluruhan karena tubuh terbiasa melakukan aktivitas dengan intensitas yang beragam.

2. Melatih Daya Tahan Tubuh

Berbagai cabang atletik, terutama lari jarak menengah dan jarak jauh, dapat membantu meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh. Latihan secara rutin membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih optimal dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Dengan daya tahan yang lebih baik, tubuh tidak mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan fisik lainnya.

3. Meningkatkan Kecepatan, Kelincahan, dan Koordinasi

Olahraga atletik membutuhkan gerakan yang cepat dan terarah sehingga dapat membantu melatih kemampuan koordinasi tubuh. Cabang seperti sprint, lompat, dan lempar mengajarkan tubuh untuk bergerak lebih responsif serta menjaga keseimbangan.

Kemampuan mengatur gerakan antara mata, tangan, dan kaki juga dapat berkembang sehingga tubuh menjadi lebih lincah dalam melakukan berbagai aktivitas.

4. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Aktivitas dalam olahraga atletik dapat membakar banyak kalori karena melibatkan gerakan tubuh secara aktif. Latihan rutin membantu meningkatkan metabolisme dan mendukung proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Dengan pola latihan yang teratur serta pola makan seimbang, olahraga atletik dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga berat badan tetap ideal.

5. Meningkatkan Kesehatan Mental

Tidak hanya bermanfaat bagi fisik, olahraga atletik juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Selain itu, latihan atletik juga dapat melatih rasa percaya diri, kedisiplinan, serta kemampuan mengendalikan emosi melalui proses latihan dan pencapaian target.

6. Melatih Disiplin dan Sikap Sportif

Olahraga atletik membutuhkan latihan rutin, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang. Kebiasaan tersebut dapat membentuk sikap disiplin serta tanggung jawab dalam mencapai tujuan.

Selain itu, mengikuti pertandingan atletik juga mengajarkan nilai sportivitas, seperti menghargai lawan, menerima hasil pertandingan, dan tetap berusaha memberikan kemampuan terbaik.

Alat Pendukung Olahraga Atletik

1. Sepatu Atletik

Sepatu atletik menjadi perlengkapan penting untuk menunjang kenyamanan dan performa saat berolahraga. Desain khusus pada sepatu ini membantu memberikan cengkeraman yang baik, menjaga kestabilan, serta mengurangi risiko cedera saat berlari atau melakukan gerakan atletik lainnya.

2. Tongkat Estafet

Tongkat estafet digunakan dalam cabang lari estafet sebagai alat yang dipindahkan dari satu pelari ke pelari berikutnya. Teknik pergantian tongkat yang tepat sangat penting karena dapat memengaruhi kecepatan dan hasil perlombaan.

3. Stopwatch

Stopwatch berfungsi untuk mengukur waktu tempuh atlet saat latihan maupun pertandingan. Alat ini membantu mengetahui perkembangan kecepatan dan menjadi acuan dalam meningkatkan performa, terutama pada nomor lari.

4. Lembing

Lembing merupakan alat yang digunakan dalam cabang lempar lembing. Atlet harus menguasai teknik memegang dan melempar agar lembing dapat meluncur dengan jarak sejauh mungkin.

5. Cakram

Cakram adalah alat berbentuk piringan yang digunakan pada nomor lempar cakram. Penggunaannya membutuhkan kombinasi kekuatan, keseimbangan, dan teknik putaran agar menghasilkan lemparan yang maksimal.

6. Galah Lompat

Galah lompat digunakan dalam cabang lompat galah untuk membantu atlet melewati mistar dengan ketinggian tertentu. Alat ini membutuhkan teknik penggunaan yang tepat agar atlet dapat melakukan tolakan dan pendaratan dengan baik.

Jenis Latihan untuk Atletik

1. Latihan Kecepatan (Speed Training)

Latihan kecepatan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atlet dalam bergerak cepat, terutama pada cabang lari seperti sprint. Latihan ini dapat dilakukan dengan lari jarak pendek berulang kali, latihan akselerasi, atau sprint dengan intensitas tinggi.

Selain meningkatkan kecepatan, latihan ini juga membantu tubuh lebih responsif dan melatih kemampuan atlet dalam mempertahankan laju lari saat bertanding.

2. Latihan Kekuatan (Strength Training)

Latihan kekuatan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan otot dalam menghasilkan tenaga. Dalam olahraga atletik, kekuatan sangat dibutuhkan terutama pada nomor lompat dan lempar.

Beberapa latihan yang dapat dilakukan yaitu squat, push up, angkat beban ringan, atau latihan menggunakan berat tubuh sendiri. Otot yang kuat membantu atlet menghasilkan gerakan lebih maksimal dan mengurangi risiko cedera.

3. Latihan Daya Tahan (Endurance Training)

Latihan daya tahan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik dalam waktu lama. Latihan ini sangat penting bagi atlet lari jarak menengah dan jarak jauh.

Contohnya yaitu jogging, lari jarak jauh, atau latihan interval. Dengan daya tahan yang baik, atlet dapat menjaga performa dan tidak mudah mengalami kelelahan saat bertanding.

4. Latihan Kelincahan (Agility Training)

Latihan kelincahan membantu atlet mengontrol gerakan tubuh dengan cepat dan tepat. Kemampuan ini penting agar atlet dapat melakukan perubahan arah, menjaga keseimbangan, dan mengatur koordinasi tubuh.

Latihan kelincahan dapat dilakukan dengan lari zig-zag, shuttle run, atau gerakan berpindah arah dalam waktu singkat.

5. Latihan Kelenturan (Flexibility Training)

Kelenturan membantu tubuh bergerak lebih bebas dan mengurangi risiko cedera saat melakukan aktivitas atletik. Latihan ini biasanya dilakukan melalui peregangan sebelum maupun setelah olahraga.

Tubuh yang lebih fleksibel dapat membantu atlet melakukan gerakan seperti lompatan, ayunan tangan, dan langkah panjang dengan lebih optimal.

6. Latihan Teknik Dasar Atletik

Selain melatih fisik, atlet juga perlu menguasai teknik dasar sesuai cabang yang ditekuni. Latihan ini meliputi teknik start, teknik berlari, teknik melompat, teknik mendarat, hingga teknik melempar.

Penguasaan teknik yang baik dapat membantu atlet menggunakan tenaga secara lebih efektif dan meningkatkan hasil saat latihan maupun pertandingan.

Pertanyaan Seputar Jenis-jenis Olahraga Atletik

Apa saja kategori utama dalam olahraga atletik?

Olahraga atletik secara garis besar terbagi menjadi tiga kategori utama: nomor lari, nomor lompat, dan nomor lempar, ditambah dengan jalan cepat.

Apa perbedaan lari jarak pendek dan lari jarak jauh?

Lari jarak pendek (sprint) mengandalkan kecepatan maksimal untuk jarak seperti 100m, 200m, dan 400m. Lari jarak jauh, seperti maraton, lebih mengandalkan daya tahan dan sistem aerobik.

Apa saja jenis nomor lompat dalam atletik?

Nomor lompat meliputi lompat tinggi, lompat jauh, lompat galah, dan lompat jangkit (lompat tiga).

Bagaimana tolak peluru berbeda dari lempar cakram atau lembing?

Dalam tolak peluru, atlet "menolak" atau mendorong bola logam berat dari pangkal bahu, bukan melemparnya dengan ayunan tangan seperti pada lempar cakram atau lembing.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6