10 Kebiasaan Sederhana agar Kasur Bebas Bau dan Tetap Segar Setiap Hari

Keringat, debu, dan kelembapan bisa sebabkan kasur bau. Lakukan kebiasaan sederhana seperti cuci sprei rutin, vakum, dan pakai baking soda agar kasur bebas bau.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasur menjadi tempat tubuh beristirahat selama berjam-jam setiap malam. Karena itu, kebiasaan sederhana agar kasur bebas bau penting dilakukan secara rutin, terutama karena keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, debu, dan kelembapan dapat menempel pada permukaan kasur tanpa disadari.

Kasur yang jarang dirawat dapat perlahan mengeluarkan aroma pengap atau apek. Kondisi tersebut biasanya semakin terasa ketika kamar memiliki sirkulasi udara kurang baik atau kasur terkena kelembapan secara terus-menerus.

Menjaga kasur tetap segar sebenarnya tidak selalu membutuhkan pembersihan besar-besaran. Beberapa kebiasaan ringan yang dilakukan setiap hari, setiap minggu, hingga beberapa bulan sekali dapat membantu mengurangi kelembapan, kotoran, dan sumber bau. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (14/8/2025).

1. Buka Selimut Setiap Pagi

Salah satu kebiasaan paling mudah untuk menjaga kasur tetap segar adalah tidak langsung menutupnya dengan selimut setelah bangun tidur. Tarik selimut dan seprai bagian atas ke belakang agar permukaan kasur terkena udara.

Tubuh mengeluarkan panas dan keringat selama tidur. Sebagian kelembapan tersebut dapat tertinggal di seprai dan permukaan kasur. Jika tempat tidur langsung dirapikan dalam keadaan masih hangat dan lembap, kelembapan berpotensi terperangkap di antara lapisan kain.

Biarkan kasur terbuka selama sekitar 20–30 menit sebelum tempat tidur dirapikan. Jika memungkinkan, buka pula jendela atau pintu kamar agar udara segar dapat bersirkulasi.

Kebiasaan kecil ini tidak membutuhkan alat khusus, tetapi membantu memberikan waktu bagi kelembapan setelah tidur untuk menguap.

2. Cuci Seprai dan Sarung Bantal Secara Rutin

Seprai dan sarung bantal bersentuhan langsung dengan kulit sehingga lebih cepat mengumpulkan keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, dan debu. Apabila jarang dicuci, kotoran tersebut dapat menjadi salah satu sumber aroma tidak sedap pada tempat tidur.

Usahakan mencuci seprai dan sarung bantal secara rutin, idealnya sekitar seminggu sekali atau mengikuti kebutuhan rumah tangga. Jika seseorang mudah berkeringat saat tidur, frekuensi pencucian mungkin perlu ditingkatkan.

Selain seprai, jangan lupa membersihkan sarung bantal dan pelindung kasur yang dapat dicuci. Setelah dicuci, pastikan seluruhnya benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Tempat tidur yang bersih tidak hanya terasa lebih nyaman, tetapi juga mengurangi jumlah kotoran yang bersentuhan langsung dengan permukaan kasur.

3. Gunakan Mattress Protector yang Bisa Dicuci

Pelindung kasur atau mattress protector berfungsi sebagai lapisan tambahan antara tubuh dan kasur. Pilih jenis yang dapat dicuci dan memiliki perlindungan terhadap cairan, tetapi tetap memungkinkan sirkulasi udara.

Pelindung ini berguna untuk mengurangi kontak langsung kasur dengan keringat, tumpahan minuman, debu, serta kotoran lain. Ketika terjadi tumpahan, bagian yang terkena dapat lebih mudah dibersihkan tanpa harus langsung membersihkan seluruh kasur.

Pelindung kasur juga perlu dicuci secara berkala. Jangan menganggap penggunaan protector membuat kasur bebas perawatan. Jika protector justru dibiarkan kotor terlalu lama, bau tetap dapat muncul dari lapisan yang berada paling dekat dengan tubuh.

4. Pastikan Kamar Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik

Bau apek pada kasur sering kali berkaitan dengan kelembapan. Karena itu, memperbaiki sirkulasi udara kamar merupakan bagian penting dari perawatan kasur.

Buka jendela pada waktu yang memungkinkan agar udara di dalam kamar berganti. Bila kamar memiliki ventilasi yang baik, udara lembap dapat lebih mudah keluar.

Kondisi kamar yang terlalu lembap juga perlu diperhatikan, terutama setelah hujan atau pada ruangan yang minim paparan udara. Hindari menempelkan kasur terlalu rapat ke dinding yang lembap dan pastikan bagian bawah kasur memiliki ruang untuk mendapatkan sirkulasi udara sesuai konstruksi ranjang.

5. Sedot Debu dari Permukaan Kasur Sebulan Sekali

Kasur bukan hanya mengumpulkan keringat. Debu, serpihan kulit, rambut, dan berbagai partikel kecil juga dapat masuk ke permukaan serta celah jahitannya.

Gunakan vacuum cleaner dengan upholstery attachment untuk membersihkan permukaan kasur. Lakukan secara perlahan dan beri perhatian lebih pada bagian jahitan, tepian, serta area yang sering digunakan.

Pembersihan seperti ini dapat dilakukan sekitar sebulan sekali sebagai bagian dari perawatan rutin. Jika kasur digunakan setiap hari dengan intensitas tinggi atau rumah mudah berdebu, pembersihan bisa dilakukan lebih sering.

Sebelum menggunakan vacuum cleaner, pastikan alat dan kepala penyedot dalam kondisi bersih agar tidak justru memindahkan kotoran ke kasur.

6. Manfaatkan Baking Soda untuk Menyerap Bau

Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu menyegarkan kasur. Bahan ini dapat membantu menyerap kelembapan dan menetralkan aroma yang tertinggal pada permukaan.

Untuk perawatan berkala, lepaskan seluruh seprai dan pelindung kasur. Taburkan baking soda secara tipis dan merata pada permukaan kasur. Diamkan setidaknya sekitar satu jam, atau beberapa jam jika memungkinkan, kemudian sedot seluruh bubuk menggunakan vacuum cleaner.

Tidak perlu menjadikan baking soda sebagai rutinitas harian. Perawatan ini dapat dilakukan setiap beberapa bulan atau ketika kasur mulai terasa kurang segar.

Hal terpenting adalah memastikan seluruh baking soda terangkat setelah proses selesai. Jangan memasang kembali seprai sebelum permukaan kasur benar-benar bersih dan kering.

7. Jangan Menutup Kasur Ketika Masih Lembap

Kebiasaan sederhana agar kasur bebas bau berikutnya adalah memastikan tidak ada kelembapan yang terperangkap sebelum tempat tidur dirapikan.

Misalnya, jika seseorang berkeringat cukup banyak pada malam hari, jangan terburu-buru menutup seluruh permukaan kasur setelah bangun. Berikan waktu untuk mengering dan mendapatkan sirkulasi udara.

Hal yang sama berlaku setelah kasur terkena tumpahan. Jangan langsung menutup area tersebut dengan seprai atau selimut. Tangani cairan sesegera mungkin dengan cara menepuk atau menyerapnya menggunakan kain bersih, bukan menggosoknya.

Kasur yang terlalu basah membutuhkan waktu untuk benar-benar kering. Membiarkannya dalam kondisi lembap dapat membuat aroma tidak sedap bertahan lebih lama.

8. Bersihkan Noda Sedini Mungkin

Noda pada kasur sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Tumpahan minuman, makanan, keringat, atau cairan lain dapat meninggalkan residu yang lama-kelamaan memicu bau.

Ketika terjadi tumpahan, segera serap cairan menggunakan kain bersih. Hindari menggosok terlalu keras karena tindakan tersebut dapat membuat cairan semakin masuk ke dalam bahan kasur.

Gunakan metode pembersihan yang sesuai dengan jenis kasur. Perhatikan pula petunjuk perawatan dari produsen, karena material seperti memory foam umumnya perlu menggunakan cairan sesedikit mungkin.

Setelah membersihkan noda, biarkan area tersebut benar-benar kering sebelum memasang seprai kembali.

9. Putar Kasur Sesuai Petunjuk Produsen

Kasur yang dapat diputar perlu mendapatkan rotasi secara berkala agar penggunaan permukaannya lebih merata. Namun, tidak semua kasur boleh dibalik, sehingga petunjuk produsen tetap menjadi acuan utama.

Untuk beberapa jenis kasur, rotasi kepala-ke-kaki dapat membantu mengurangi keausan yang tidak merata. Sementara itu, kasur dua sisi mungkin dapat dibalik sekaligus diputar.

Jadwal rotasi berbeda-beda. Beberapa panduan perawatan menyarankan rotasi lebih sering pada periode awal penggunaan, kemudian dilanjutkan secara berkala. Karena konstruksi setiap kasur berbeda, jangan memaksakan jadwal yang bertentangan dengan instruksi produsen.

Perawatan ini memang lebih berkaitan dengan daya tahan kasur, tetapi permukaan yang terawat dan tidak mengalami tekanan berlebihan juga membantu menjaga kenyamanan tempat tidur dalam jangka panjang.

10. Hindari Kebiasaan yang Membuat Kasur Cepat Kotor

Menjaga kasur tetap segar tidak hanya tentang membersihkannya, tetapi juga mengurangi sumber kotoran. Salah satunya dengan membatasi kebiasaan makan atau minum di atas tempat tidur.

Tumpahan kecil yang tidak segera terlihat dapat meresap ke dalam lapisan kasur. Sisa makanan juga dapat meninggalkan aroma dan menarik serangga.

Jika memiliki hewan peliharaan, perhatikan pula kebersihan sebelum mereka naik ke tempat tidur. Rambut, kotoran, dan cairan dari hewan dapat menjadi sumber bau jika menumpuk.

Selain itu, hindari berdiri atau melompat di atas kasur. Tekanan terkonsentrasi dapat merusak struktur tertentu pada kasur, terutama pada bagian yang menggunakan lapisan busa atau pegas.

Kenali Penyebab Kasur Berbau

Aroma tidak sedap pada kasur tidak selalu berarti kasur membutuhkan pewangi. Langkah pertama justru mencari sumbernya.

Bau dapat berasal dari keringat yang terakumulasi, tumpahan cairan, seprai yang terlalu lama tidak dicuci, atau kelembapan kamar. Jika ada hewan peliharaan, sumber bau juga bisa berasal dari rambut atau kecelakaan yang terjadi di permukaan kasur.

Bau apek yang disertai tanda kelembapan perlu mendapatkan perhatian lebih. Lingkungan yang lembap dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur atau mildew. Jika terdapat pertumbuhan jamur yang terlihat, bau yang sangat kuat, atau kondisi kasur sulit dikeringkan, jangan hanya menutupinya dengan pewangi.

Dalam situasi tersebut, periksa sumber kelembapan dan pertimbangkan penanganan yang lebih menyeluruh. Kasur yang terus-menerus lembap mungkin membutuhkan evaluasi lebih lanjut, terutama jika masalah berulang meski sudah dibersihkan.

Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Cairan

Kesalahan yang cukup umum saat membersihkan kasur adalah membuat permukaannya terlalu basah. Padahal, cairan yang masuk terlalu dalam bisa sulit menguap dan justru menciptakan masalah baru.

Membersihkan noda sebaiknya dilakukan dengan metode spot cleaning dan menggunakan cairan secukupnya. Tepuk area yang terkena noda dengan kain, bukan menggosoknya secara agresif.

Khusus untuk kasur memory foam, penggunaan air berlebihan perlu dihindari karena bagian dalamnya dapat membutuhkan waktu lama untuk kering. Selalu periksa instruksi perawatan yang diberikan produsen sebelum menggunakan larutan pembersih tertentu.

Kapan Kasur Perlu Dibersihkan Lebih Menyeluruh?

Perawatan harian dan mingguan membantu menjaga kebersihan, tetapi kasur tetap membutuhkan pembersihan berkala. Vacuum dapat digunakan untuk mengangkat debu dan serpihan dari permukaan, sedangkan baking soda dapat digunakan sesekali untuk membantu menyerap kelembapan dan bau.

Jika terdapat noda, tangani secepat mungkin. Jangan menunggu sampai noda mengering dan aromanya semakin kuat.

Kasur juga sebaiknya diperiksa secara berkala. Perhatikan apakah terdapat noda yang terus muncul, bau yang tidak hilang setelah dibersihkan, bagian kasur yang menggumpal, atau permukaan yang sudah terasa tidak nyaman.

Jika bau tetap kuat meski sudah dilakukan pembersihan menyeluruh, terutama apabila disertai tanda jamur atau kelembapan yang menetap, mungkin masalahnya bukan sekadar pada permukaan kasur.

Kebiasaan Kecil Lebih Mudah Dipertahankan

Menjaga kasur tetap bebas bau tidak harus dilakukan dengan rutinitas yang rumit. Membuka selimut setiap pagi, mencuci seprai secara teratur, menggunakan pelindung kasur, menjaga ventilasi kamar, dan menyedot debu secara berkala sudah menjadi langkah dasar yang sangat membantu.

Perawatan tambahan seperti menaburkan baking soda setiap beberapa bulan dapat dilakukan ketika kasur membutuhkan penyegaran. Sementara itu, noda dan tumpahan sebaiknya selalu ditangani sesegera mungkin.

Intinya, kebiasaan sederhana agar kasur bebas bau lebih efektif jika dilakukan konsisten daripada menunggu kasur sudah berbau tajam baru dibersihkan. Dengan memberi kesempatan kasur untuk bernapas, mengurangi kelembapan, dan menjaga lapisan yang bersentuhan dengan tubuh tetap bersih, tempat tidur dapat terasa lebih segar dan nyaman digunakan setiap malam.

Pertanyaan Seputar Kebersihan Kasur

1. Seberapa sering seprai harus dicuci?

Seprai dan sarung bantal dapat dicuci sekitar seminggu sekali hingga setiap satu atau dua minggu, tergantung kondisi dan kebiasaan penggunaan. Jika tubuh mudah berkeringat atau tempat tidur cepat kotor, pencucian mingguan lebih ideal.

2. Apakah baking soda aman digunakan untuk membersihkan kasur?

Baking soda umum digunakan sebagai bahan untuk membantu menyerap kelembapan dan menetralisasi bau pada permukaan kasur. Setelah didiamkan selama beberapa waktu, bubuk harus disedot sampai bersih menggunakan vacuum cleaner. Tetap perhatikan petunjuk perawatan dari produsen kasur.

3. Berapa lama kasur perlu diangin-anginkan setiap pagi?

Kasur dapat dibiarkan terbuka sekitar 20–30 menit setelah bangun tidur. Membuka jendela atau meningkatkan sirkulasi udara kamar dapat membantu proses pelepasan kelembapan dari permukaan tempat tidur.

4. Apakah kasur boleh disemprot parfum agar tidak bau?

Sebaiknya jangan mengandalkan parfum atau pewangi untuk mengatasi sumber bau. Pewangi hanya dapat menutupi aroma sementara, sedangkan sumber masalah seperti keringat, tumpahan, debu, atau kelembapan tetap berada di kasur. Lebih baik cari penyebabnya dan bersihkan sesuai jenis material kasur.

5. Kapan kasur perlu diganti?

Kasur dapat dipertimbangkan untuk diganti jika sudah mengalami kerusakan atau penurunan kenyamanan yang signifikan, seperti permukaan menggumpal, struktur terasa tidak menopang tubuh dengan baik, atau bau yang menetap meski sudah dibersihkan dengan benar. Jika terdapat masalah kelembapan atau jamur yang sulit ditangani, evaluasi kondisi kasur secara menyeluruh juga diperlukan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6