Cara Memasak Cumi agar Tidak Alot: Panduan Lengkap dari Pemilihan hingga Teknik Olah

Kunci memasak cumi empuk ada pada pemilihan bahan segar dan teknik olah yang tepat. Hindari cumi alot dengan durasi masak singkat atau sangat lama.

Diterbitkan 28 September 2026, 20:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cumi adalah hidangan laut favorit banyak orang, namun seringkali tantangan utama saat mengolahnya adalah menghindari tekstur yang alot. Tekstur kenyal seperti karet ini muncul akibat kandungan protein dan kolagen tinggi dalam cumi yang mengeras jika dimasak dengan durasi yang tidak tepat. Untuk mendapatkan cumi yang empuk dan lezat, diperlukan pemahaman mendalam mulai dari pemilihan bahan hingga teknik memasak yang benar.

Memilih cumi segar menjadi langkah awal yang krusial, diikuti dengan persiapan yang cermat sebelum proses memasak dimulai. Proses ini tidak hanya bertujuan membersihkan, tetapi juga membantu melunakkan daging cumi serta menghilangkan aroma amis yang kurang sedap.

Setelah persiapan, metode memasak menjadi penentu utama keempukan cumi. Ada dua cara yang terbukti efektif: memasak dengan sangat cepat atau justru sangat lama, masing-masing dengan karakteristik dan hasil akhir yang berbeda.

Mengenali Ciri Cumi Segar untuk Hidangan Optimal

Kualitas cumi yang akan diolah sangat memengaruhi keempukan akhir hidangan. Cumi segar bisa dikenali dari kulitnya yang licin, mengilap, serta berwarna putih agak transparan atau cerah. Sebaliknya, cumi yang kusam, kering, atau banyak bintik hitam sebaiknya dihindari. Penting juga untuk memastikan tekstur dagingnya kenyal dan padat saat disentuh, bukan lembek atau berlendir berlebihan.

Indikator kesegaran lain dapat dilihat dari bagian mata cumi. Mata cumi yang segar akan tampak bening dan jernih, serta sedikit menonjol. Hindari cumi dengan mata yang terlihat keruh atau cekung, karena ini menandakan cumi sudah tidak lagi segar. Selain itu, cumi yang layak makan memiliki aroma laut yang khas dan segar, bukan bau amis yang menyengat atau busuk.

Perhatikan pula keutuhan cumi dan kondisi tentakelnya. Cumi segar biasanya masih utuh, dengan tentakel yang kuat menempel pada tubuh dan terlihat tidak mudah lepas. Memilih cumi dengan ciri-ciri ini akan menjadi fondasi utama untuk menghasilkan hidangan cumi yang empuk dan lezat.

Persiapan Penting Sebelum Mengolah Cumi

Setelah memilih cumi segar, langkah selanjutnya adalah membersihkannya secara menyeluruh. Buang kantong tinta, bagian keras seperti pena, dan seluruh isi perut cumi. Setelah itu, cuci cumi di bawah air mengalir untuk memastikan tidak ada sisa lendir atau kotoran yang menempel.

Untuk membantu melunakkan tekstur cumi dan menghilangkan bau amis, marinasi dengan bahan asam sangat dianjurkan. Air perasan jeruk nipis atau lemon efektif memecah protein dalam cumi, membuatnya lebih lembut. Proses perendaman ini sebaiknya tidak lebih dari 30 menit agar rasa cumi tidak terlalu terpengaruh oleh asam. Jika ingin pelunakan maksimal, bisa memanfaatkan bahan alami seperti daun pepaya, nanas parut, atau air soda tawar, dengan durasi perendaman sekitar 10-15 menit.

Suhu cumi sebelum dimasak juga berperan penting. Pastikan cumi berada dalam suhu ruangan sebelum diolah, terutama jika baru dikeluarkan dari freezer. Memasak cumi beku secara langsung dapat menyebabkan kematangan yang tidak merata dan tekstur yang alot akibat perubahan suhu yang drastis.

Cara Memasak Cumi Anti Alot

Kunci utama untuk menghindari cumi yang alot adalah mengontrol durasi memasak dengan tepat. Ada dua metode ekstrem yang terbukti efektif: memasak dengan sangat cepat atau dengan sangat lama. Metode memasak cepat melibatkan penggunaan api besar dalam waktu singkat, idealnya sekitar 2-3 menit. Jika cumi dimasak lebih dari 3 menit, teksturnya cenderung menjadi kenyal seperti karet.

Untuk cumi rebus, cukup masak selama satu menit dalam air mendidih, kemudian segera masukkan ke dalam air es agar proses masak cumi-cumi berhenti. Sementara itu, cumi bakar memerlukan waktu panggang sekitar 2-3 menit. Untuk cumi goreng tepung, durasi menggoreng yang disarankan paling lama adalah 2 hingga 2,5 menit.

Apabila cumi terlanjur dimasak terlalu lama dan menjadi alot, metode memasak lama atau slow cooking bisa menjadi solusi. Teruskan memasak cumi dengan api kecil selama 30 hingga 60 menit hingga teksturnya kembali empuk. Proses memasak yang panjang ini akan memecah kolagen dalam daging cumi, menghasilkan tekstur yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna, cocok untuk hidangan berkuah.

Ragam Tips Tambahan untuk Cumi yang Lebih Nikmat

Penting untuk menghindari memasak cumi pada suhu sedang dalam waktu yang lama, karena ini adalah salah satu penyebab utama cumi menjadi alot. Api yang terlalu kecil dapat membuat cairan cumi keluar perlahan dan mengeringkan teksturnya, sementara api yang terlalu besar berisiko membuat permukaannya gosong sebelum matang merata. Kombinasi suhu tinggi dalam waktu singkat atau suhu rendah dalam waktu lama adalah cara terbaik.

Ukuran cumi juga dapat memengaruhi keempukan. Jika berencana memasak dengan metode api kecil dan durasi lama, disarankan untuk memotong cumi sekitar 12 sentimeter. Cumi dengan berat sekitar 285-300 gram umumnya lebih mudah empuk dibandingkan ukuran yang lebih besar.

Untuk cumi asin, ada perlakuan khusus agar tidak alot. Rebus cumi asin selama 20 menit, lalu cuci bersih sebelum diolah. Saat membeli, pilih cumi asin yang kulitnya masih berwarna merah muda dan sedikit empuk, hindari yang sudah kecoklatan dan keras.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Memasak Cumi agar Tidak Alot

1. Bagaimana cara memasak cumi agar tidak alot?

Masak cumi dengan api besar selama 2–3 menit atau dengan api kecil selama 30–60 menit.

2. Kenapa cumi bisa menjadi alot seperti karet?

Karena protein dan kolagennya mengeras akibat durasi memasak yang tidak tepat.

3. Bagaimana cara memilih cumi yang segar?

Pilih cumi dengan kulit licin dan mengilap, mata bening, daging padat, serta aroma laut yang segar.

4. Apakah cumi perlu dimarinasi sebelum dimasak?

Ya. Jeruk nipis atau lemon dapat membantu melunakkan cumi dan mengurangi bau amis. Marinasi maksimal 30 menit.

5. Bagaimana cara mengempukkan cumi yang sudah alot?

Lanjutkan memasak dengan api kecil selama 30–60 menit agar kolagen terurai dan teksturnya kembali empuk.