Liputan6.com, Jakarta Aroma bawang putih yang menggoda, saus tiram yang mengilap dan potongan cumi kenyal-empuk membuat resep tumis cumi selalu jadi andalan, saat Anda ingin lauk cepat yang terasa istimewa. Hidangan ini hanya butuh beberapa menit di atas wajan, tetapi banyak orang justru gagal karena cuminya berubah keras seperti karet. Kuncinya bukan pada bumbu mahal, melainkan pada cara memilih, membersihkan dan mengatur waktu memasak cumi dengan tepat.
Cumi adalah bahan laut serbaguna yang sudah lama mengisi meja makan masyarakat pesisir, dari tumisan ala Asia hingga calamari goreng khas Mediterania. Di dapur rumahan Indonesia, cumi paling sering diolah bersama saus tiram, cabai dan rempah sederhana yang membuat rasanya gurih menggugah selera. Panduan ini memadukan teknik dapur klasik dengan catatan dari sumber kuliner tepercaya, supaya tumisan Anda empuk sempurna, bukan alot.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (28/9/2026).
Advertisement
Sekilas tentang Tumis Cumi Selera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350752/original/016948200_1789629647-01M2N7JNCXAZY1AK7GREFKJHB0.jpg)
Tumis cumi adalah teknik mengolah cumi dengan sedikit minyak di atas api sedang hingga besar dalam waktu singkat. Berbeda dari cumi goreng tepung yang renyah berbalut adonan, atau cumi hitam yang memanfaatkan tinta sebagai kuah pekat, tumis cumi mengandalkan bumbu aromatik dan saus yang membalut daging tanpa menutupi tekstur kenyalnya. Versi ini memakai saus tiram gurih-manis yang akrab di lidah keluarga Indonesia.
Cumi tergolong bahan laut paling mudah diolah. "Di antara keluarga kerang, cumi adalah yang paling mudah disiapkan dan jelas paling lezat," dikutip dari La Cucina Italiana. Cumi memang bisa disulap menjadi salad, panggang, tumisan, sampai saus pasta. Bila ingin menjelajah lebih jauh, ada banyak olahan cumi basah dan aneka resep masak cumi lain yang bisa jadi inspirasi menu harian.
Advertisement
Bahan-Bahan Tumis Cumi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331699/original/098276100_1787560032-B.jpg)
Bahan Utama
- 500 gram cumi segar ukuran sedang
- 1 buah jeruk nipis, ambil airnya
- 1 buah bawang bombay, iris tipis
- 3 buah cabai merah besar, iris serong
- 8 buah cabai rawit merah, iris (opsional)
- 1 buah tomat merah, potong menjadi 6 bagian
- 2 batang daun bawang, potong 3 cm
Bumbu dan Saus
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 2 cm jahe, cincang halus
- 3 sdm saus tiram
- 1 sdm kecap manis
- 1 sdm kecap asin
- 1 sdt minyak wijen
- 1/2 sdt lada putih bubuk
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 100 ml air
- 1 sdt tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air
- 2 sdm minyak goreng untuk menumis
Pelengkap
- 1 sdm bawang goreng
- nasi putih hangat secukupnya
Cara Membuat Tumis Cumi Selera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331700/original/003388300_1787560033-C.jpg)
- Bersihkan cumi dengan memisahkan kepala dari badan, lalu tarik keluar jeroan, tulang bening, dan kantung tintanya, kemudian bilas hingga bersih.
- Kerat permukaan badan cumi membentuk pola menyilang, lalu potong menjadi cincin selebar 1,5 cm agar matang merata dan tidak menggulung.
- Lumuri cumi dengan air jeruk nipis dan sedikit garam, diamkan 10 menit, bilas, lalu keringkan dengan tisu dapur hingga benar-benar kering.
- Campur saus tiram, kecap manis, kecap asin, minyak wijen, lada putih, dan gula di dalam mangkuk kecil, aduk rata, lalu sisihkan.
- Panaskan 2 sdm minyak goreng dalam wajan di atas api besar hingga benar-benar panas dan berasap tipis.
- Tumis bawang putih dan jahe cincang hingga harum dan kekuningan, sekitar 30 detik.
- Masukkan bawang bombay, cabai merah besar, dan cabai rawit, tumis hingga bawang bombay layu dan bening.
- Masukkan cumi, aduk cepat dengan api besar selama 1-2 menit hingga daging cumi berubah warna menjadi putih dan mulai menggulung.
- Tuang campuran saus bersama air, aduk rata, lalu tambahkan larutan maizena dan masak hingga saus mengilap serta mengental, sekitar 1 menit.
- Masukkan daun bawang dan tomat, aduk sebentar, koreksi rasa, lalu angkat segera dan taburi bawang goreng sebelum disajikan dengan nasi putih hangat.
Tips agar Cumi Empuk dan Tidak Alot
Keberhasilan tumis cumi ditentukan jauh sebelum wajan dipanaskan. Berikut hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan.
Memilih dan Membersihkan Cumi Segar
- Perhatikan tanda kesegaran. Cumi segar beraroma laut, bukan menyengat seperti amonia, dagingnya kokoh saat ditekan, dan matanya bening.
- Bersihkan secara runtut. Mengutip MasterClass, cara terbaik adalah membeli cumi utuh, mencairkannya sepenuhnya bila beku, lalu memisahkan kepala, jeroan, kantung tinta, dan tulang bening sebelum diolah. Anda bisa menyimak panduan cara membersihkan cumi yang lebih rinci bila masih ragu.
- Kulit tidak selalu harus dibuang. Menurut Saveur, "Kulit cumi bisa dimakan, tidak perlu dibuang. Mengupasnya hanya perlu bila Anda menginginkan tampilan daging yang putih bersih.
- Redakan aroma amis. Perasan jeruk nipis atau rendaman air garam cukup ampuh untuk menghilangkan bau amis tanpa mengubah rasa asli cumi, asalkan tidak didiamkan terlalu lama.
Rahasia Tekstur Empuk
- Keringkan sebelum menumis. Cumi yang masih basah cenderung mengukus alih-alih tersengat panas, sehingga air keluar dan daging mengerut.
- Pakai prinsip cepat atau lambat. Cumi hanya empuk bila dimasak sangat cepat (1-2 menit dengan api besar) atau justru sangat lama (di atas 30 menit dengan api kecil). Rentang di antaranya membuatnya liat, jadi untuk tumisan cukup masak singkat hingga teksturnya kokoh tetapi tidak liat, mirip udang matang.
- Jangan menjejali wajan. Sebagaimana dilaporkan Food Network, cumi menyusut saat terkena panas, jadi masak dalam porsi yang tidak berdesakan agar setiap potongan tersengat panas secara maksimal.
- Manfaatkan keratan dan potongan. Mengerat badan cumi berpola silang dan mengiris melawan serat membantu daging matang merata sekaligus mencegahnya menggulung terlalu rapat.
Untuk pendalaman, telusuri tips memasak cumi lain dan rahasia menghasilkan cumi empuk di berbagai olahan. Prinsip serupa berlaku saat Anda mengolah cumi basah menjadi hidangan berkuah.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Memasak dengan api kecil terlalu lama. Inilah penyebab paling umum cumi mengeras, segera angkat begitu cumi berubah putih dan menggulung.
- Membumbui garam terlalu dini. Menaburi garam jauh sebelum dimasak dapat menarik cairan dan memengaruhi tekstur, jadi bumbui menjelang atau saat memasak.
- Terlalu banyak air. Tumis cumi seharusnya berbumbu pekat; kuah berlebih memaksa cumi terlalu lama di wajan dan berisiko alot.
Untuk referensi teknik menyeluruh, Anda dapat menelusuri cara masak cumi yang lezat mulai dari persiapan hingga penyajian.
Variasi dan Substitusi Tumis Cumi
- Versi pedas cabai hijau. Ganti cabai merah dengan cabai hijau besar dan rawit hijau untuk sensasi pedas yang lebih segar. Racikan seperti ini mirip tumis cumi cabai hijau yang populer sebagai lauk praktis. Tambahkan sedikit tauco bila ingin rasa lebih dalam.
- Versi warna-warni paprika. Masukkan potongan paprika merah, kuning, dan hijau bersama cumi untuk tampilan cerah dan tekstur renyah. Sajian cumi tumis paprika cocok bagi yang tidak suka terlalu pedas. Kurangi saus tiram sedikit agar rasa paprika tetap menonjol.
- Versi tanpa saus tiram. Jika stok saus tiram habis, padukan kecap asin, kaldu jamur, dan sedikit gula sebagai penggantinya. Anda juga bisa menambah petai seperti pada tumis cumi asin dengan petai atau memperkaya gizi lewat tumis cumi dengan sayuran.
Baca juga: beragam variasi tumis cumi sederhana, ide tumis baby cumi untuk sajian sat set, dan kumpulan resep masakan seafood cumi lain untuk melengkapi menu keluarga.
Â
Pertanyaan Seputar Resep Tumis Cum
1. Apa itu Tumis Cumi Selera?
Tumis Cumi adalah hidangan cumi yang dimasak dengan cara ditumis bersama bumbu dan bahan pelengkap hingga menghasilkan cita rasa gurih, lezat, dan menggugah selera.
2. Apa saja bahan utama untuk membuat Tumis Cumi?
Bahan utamanya adalah cumi-cumi segar. Bumbu dapat disesuaikan dengan resep, misalnya bawang putih, bawang merah, cabai, saus tiram, kecap, garam, dan merica.
3. Bagaimana cara membersihkan cumi sebelum dimasak?
Bersihkan cumi dengan membuang bagian dalam, tulang bening, serta kulit ari jika diperlukan. Cuci dengan air mengalir, lalu tiriskan hingga tidak terlalu berair.
4. Bagaimana agar cumi tidak alot?
Masak cumi dengan waktu yang relatif singkat menggunakan api sedang hingga besar. Hindari memasaknya terlalu lama karena cumi dapat menjadi keras dan alot.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331698/original/092282600_1787560032-A.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349348/original/019417900_1789523576-91c0ee50-6d97-40aa-bd42-cc2d3b3ef269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357148/original/030630300_1790235118-pexels-makafood-82669418-8897410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344168/original/068206000_1788938437-01M20WXSGNRBEEZ35P5YRWJ0TR.jpg)