Ingin Cumi Hitam yang Gurih dan Tidak Pahit? Ini Bumbu Rahasia dan Cara Masaknya

Pelajari cara memasak cumi hitam yang lezat dan empuk dengan bumbu sederhana. Simak tips memilih cumi segar dan teknik memasaknya agar tidak alot.

Diperbarui 11 Juli 2025, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cumi hitam adalah hidangan laut yang memiliki cita rasa gurih khas dengan tampilan unik dari tinta cuminya. Namun, banyak orang gagal memasaknya dengan baik dan justru menghasilkan rasa pahit atau amis yang mengganggu. Kesalahan umum seperti memasak tinta terlalu lama, tidak membersihkan bagian dalam cumi dengan benar, atau salah urutan bumbu bisa merusak rasa keseluruhan. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, cumi-cumi merupakan komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi dengan produksi mencapai 204.336,212 ton pada tahun 2021. 

Kunci utama dalam memasak cumi hitam yang lezat terletak pada dua hal: komposisi bumbu dan teknik menumis yang singkat namun merata. Menumis terlalu lama justru membuat tinta menjadi getir, sementara bumbu yang kurang kuat tidak mampu menyeimbangkan aroma khas cumi. Beberapa bahan seperti lengkuas, daun salam, atau air asam jawa sering dijadikan “bumbu rahasia” untuk menghilangkan rasa amis sekaligus memperkaya rasa hidangan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara memasak cumi hitam agar gurih, tidak pahit, dan menggugah selera. Mulai dari proses pembersihan, pemilihan bahan, hingga teknik menumis cepat yang mempertahankan rasa alami cumi akan dijelaskan secara praktis. Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa menyajikan cumi hitam yang tidak hanya sedap dilihat, tapi juga mantap di lidah.

Pengertian Cumi Hitam

Cumi hitam adalah hidangan yang terbuat dari cumi-cumi yang dimasak bersama dengan tintanya, sehingga menghasilkan warna hitam pekat pada kuahnya. Tinta cumi tidak hanya memberikan warna hitam yang khas, tetapi juga menambah cita rasa gurih dan umami pada masakan. Hidangan ini umumnya memiliki rasa yang gurih, sedikit manis, dan bisa dibuat pedas sesuai selera.

Cumi hitam memiliki beberapa variasi dalam cara penyajiannya. Ada yang disajikan dengan kuah kental, ada pula yang dimasak hingga kuahnya mengering seperti tumisan. Perbedaan ini tergantung pada preferensi dan tradisi kuliner di masing-masing daerah.

Hidangan ini populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah yang dekat dengan laut. Di Madura, misalnya, cumi hitam dikenal dengan nama "balakutak" dan menjadi salah satu hidangan khas daerah tersebut. Sementara di daerah lain, cumi hitam mungkin dikenal dengan nama yang berbeda namun tetap memiliki karakteristik yang sama yaitu penggunaan tinta cumi dalam proses memasaknya.

Bahan-bahan yang Diperlukan

Untuk membuat cumi hitam yang lezat, Anda memerlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • 500 gram cumi-cumi segar
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 7 siung bawang merah, iris tipis
  • 3 buah cabai merah keriting, iris serong
  • 5 buah cabai rawit (sesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan)
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 1 buah tomat, potong dadu
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok teh garam (sesuaikan dengan selera)
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
  • Air secukupnya

Pastikan untuk memilih cumi-cumi yang masih segar untuk mendapatkan hasil masakan yang optimal. Cumi segar biasanya memiliki tekstur yang kenyal dan tidak berbau amis yang menyengat.

Langkah-langkah Memasak Cumi Hitam

Berikut adalah langkah-langkah detail untuk memasak cumi hitam:

  1. Bersihkan cumi-cumi dengan membuang bagian plastik yang ada di dalamnya, tetapi jangan membuang kantong tintanya. Potong cumi menjadi cincin atau sesuai selera, namun jangan terlalu kecil agar tidak mudah hancur saat dimasak.
  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum dan sedikit kecokelatan.
  3. Masukkan cabai merah keriting, cabai rawit, lengkuas, serai, dan jahe. Tumis hingga aromanya keluar dan bumbu matang.
  4. Tambahkan daun salam dan tomat. Aduk rata dan masak hingga tomat sedikit layu.
  5. Masukkan cumi-cumi yang sudah dipotong beserta tintanya. Aduk rata dengan bumbu yang sudah ditumis.
  6. Tuangkan sedikit air, kecap manis, garam, gula pasir, dan merica bubuk. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
  7. Masak dengan api kecil hingga cumi matang dan kuah sedikit menyusut. Perhatikan waktu memasak, jangan terlalu lama agar cumi tidak menjadi alot.
  8. Koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api dan angkat cumi hitam dari wajan.
  9. Sajikan cumi hitam selagi hangat dengan nasi putih.

Waktu memasak cumi sebaiknya tidak lebih dari 10-15 menit untuk menjaga teksturnya tetap empuk. Jika dimasak terlalu lama, cumi akan menjadi keras dan alot.

Tips Memasak Cumi Hitam yang Empuk

Untuk mendapatkan hasil cumi hitam yang empuk dan lezat, perhatikan tips-tips berikut ini:

  • Pilih cumi yang masih segar. Cumi segar memiliki tekstur yang kenyal dan tidak berbau amis menyengat.
  • Jangan membuang tinta cumi. Tinta ini tidak hanya memberikan warna hitam khas, tetapi juga menambah cita rasa umami pada masakan.
  • Potong cumi dengan ukuran yang tidak terlalu kecil untuk mencegah cumi hancur saat dimasak.
  • Jangan memasak cumi terlalu lama. Waktu memasak yang ideal adalah sekitar 10-15 menit. Memasak terlalu lama akan membuat cumi menjadi alot.
  • Gunakan api kecil saat memasak cumi untuk menjaga teksturnya tetap empuk.
  • Tambahkan sedikit air jeruk nipis atau cuka untuk mengurangi bau amis pada cumi.
  • Jika ingin kuah yang lebih kental, Anda bisa menambahkan sedikit tepung maizena yang dilarutkan dalam air.
  • Untuk menambah aroma segar, Anda bisa menambahkan daun kemangi atau daun bawang di akhir proses memasak.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat memastikan bahwa cumi hitam yang Anda masak akan memiliki tekstur yang empuk dan cita rasa yang lezat.

Variasi Resep Cumi Hitam

Cumi hitam memiliki beberapa variasi resep yang bisa Anda coba, di antaranya:

  1. Cumi Hitam Pedas: Tambahkan lebih banyak cabai rawit atau cabai merah untuk meningkatkan level kepedasan.
  2. Cumi Hitam Kuah: Tambahkan lebih banyak air untuk mendapatkan kuah yang lebih banyak. Cocok disajikan saat cuaca dingin.
  3. Cumi Hitam Kering: Masak hingga kuah mengering dan bumbu meresap sempurna ke dalam daging cumi.
  4. Cumi Hitam Petai: Tambahkan petai untuk aroma dan rasa yang lebih kuat.
  5. Cumi Hitam Kemangi: Tambahkan daun kemangi di akhir proses memasak untuk aroma yang segar.
  6. Cumi Hitam Asam Manis: Tambahkan sedikit air asam jawa dan gula merah untuk rasa asam manis yang unik.
  7. Cumi Hitam Bumbu Bali: Tambahkan bumbu khas Bali seperti terasi dan kemiri untuk cita rasa yang berbeda.

Anda bisa bereksperimen dengan berbagai bumbu dan rempah untuk menciptakan variasi cumi hitam sesuai selera Anda. Jangan ragu untuk menambahkan atau mengurangi bahan tertentu untuk mendapatkan cita rasa yang paling Anda sukai.

Manfaat Mengonsumsi Cumi-cumi

Cumi-cumi tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat mengonsumsi cumi-cumi:

  • Kaya Protein: Cumi-cumi merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
  • Rendah Kalori: Cumi-cumi relatif rendah kalori, membuatnya cocok untuk diet rendah kalori.
  • Sumber Vitamin B12: Cumi-cumi kaya akan vitamin B12 yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf.
  • Mengandung Mineral Penting: Cumi-cumi mengandung mineral seperti seng, selenium, dan fosfor yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.
  • Sumber Asam Lemak Omega-3: Meskipun tidak sebanyak ikan berlemak, cumi-cumi juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.
  • Mengandung Antioksidan: Tinta cumi mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

Meskipun memiliki banyak manfaat, penting untuk mengonsumsi cumi-cumi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang. Orang dengan alergi seafood atau masalah kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi cumi-cumi.

Cara Memilih Cumi Segar

Memilih cumi yang segar adalah kunci utama untuk mendapatkan hasil masakan cumi hitam yang lezat. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih cumi segar:

  • Periksa Tekstur: Cumi segar memiliki tekstur yang kenyal dan elastis. Ketika ditekan, dagingnya akan kembali ke bentuk semula.
  • Perhatikan Warna: Cumi segar memiliki warna yang cerah dan bersih. Hindari cumi yang memiliki warna kekuningan atau kecokelatan.
  • Cek Aroma: Cumi segar memiliki aroma laut yang segar, bukan bau amis yang menyengat.
  • Perhatikan Mata: Mata cumi yang segar terlihat jernih dan menonjol. Hindari cumi dengan mata yang keruh atau cekung.
  • Periksa Kulit: Kulit cumi segar terlihat bersih dan tidak berlendir. Hindari cumi dengan kulit yang rusak atau mengelupas.
  • Perhatikan Tentakel: Tentakel cumi segar masih melekat kuat pada tubuhnya dan tidak mudah lepas.

Jika membeli cumi beku, pastikan kemasannya tidak rusak dan tidak ada tanda-tanda pencairan es di dalamnya. Cumi beku yang baik seharusnya tidak memiliki kristal es yang besar di permukaannya.

Cara Menyimpan Cumi

Menyimpan cumi dengan benar sangat penting untuk menjaga kesegarannya. Berikut adalah beberapa cara menyimpan cumi:

  • Penyimpanan Jangka Pendek: Jika akan digunakan dalam 1-2 hari, simpan cumi dalam wadah tertutup di bagian paling dingin kulkas.
  • Penyimpanan Jangka Panjang: Untuk penyimpanan lebih lama, bersihkan cumi, keringkan, dan simpan dalam freezer dengan suhu -18°C atau lebih rendah.
  • Gunakan Wadah Kedap Udara: Simpan cumi dalam wadah kedap udara atau plastik vacuum sealer untuk mencegah kontaminasi bau dari makanan lain.
  • Pisahkan Bagian-bagiannya: Jika menyimpan dalam jumlah besar, pisahkan cumi menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan memasak.
  • Beri Label: Beri label tanggal penyimpanan pada wadah untuk memudahkan kontrol kualitas.

Cumi segar sebaiknya digunakan dalam waktu 1-2 hari setelah pembelian untuk hasil masakan yang optimal. Jika disimpan dalam freezer, cumi dapat bertahan hingga 3 bulan.

Kandungan Nutrisi Cumi-cumi

Cumi-cumi merupakan sumber nutrisi yang baik dengan kandungan gizi sebagai berikut (per 100 gram cumi-cumi mentah):

  • Kalori: 92 kkal
  • Protein: 15.8 g
  • Lemak: 1.4 g
  • Karbohidrat: 3.1 g
  • Serat: 0 g
  • Gula: 0 g
  • Kalsium: 32 mg
  • Zat Besi: 0.7 mg
  • Magnesium: 33 mg
  • Fosfor: 221 mg
  • Kalium: 246 mg
  • Sodium: 44 mg
  • Zinc: 1.5 mg
  • Vitamin C: 5.3 mg
  • Vitamin B12: 1.3 µg
  • Vitamin A: 11 IU

Cumi-cumi juga mengandung asam lemak omega-3, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan ikan berlemak. Selain itu, cumi-cumi kaya akan mineral seperti selenium dan fosfor yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

FAQ Seputar Memasak Cumi Hitam

  1. Apakah tinta cumi aman dikonsumsi?

    Ya, tinta cumi aman dikonsumsi dan bahkan mengandung antioksidan. Namun, beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap tinta cumi.

  2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak cumi agar tidak alot?

    Waktu memasak cumi yang ideal adalah sekitar 10-15 menit. Memasak terlalu lama akan membuat cumi menjadi alot.

  3. Bagaimana cara menghilangkan bau amis pada cumi?

    Anda bisa menggunakan perasan jeruk nipis atau cuka untuk mengurangi bau amis. Selain itu, penggunaan rempah-rempah seperti jahe dan bawang putih juga dapat membantu menghilangkan bau amis.

  4. Apakah cumi hitam bisa disimpan dan dihangatkan kembali?

    Ya, cumi hitam bisa disimpan di kulkas dan dihangatkan kembali. Namun, kualitas teksturnya mungkin sedikit berubah setelah dipanaskan ulang.

  5. Apakah bisa menggunakan cumi beku untuk membuat cumi hitam?

    Ya, Anda bisa menggunakan cumi beku. Pastikan untuk mencairkannya terlebih dahulu di dalam kulkas sebelum dimasak.