Liputan6.com, Jakarta - Rumah sederhana bergaya tradisional masih banyak diminati karena menawarkan suasana hangat, dekat dengan alam, dan memiliki karakter yang kuat. Model seperti ini juga bisa diterapkan pada rumah di desa tanpa harus membuat bangunan terlalu besar atau menggunakan banyak ornamen.
Kuncinya adalah mempertahankan ciri khas bentuk rumah tradisional, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga masa kini. Berikut beberapa model rumah sederhana yang cocok diterapkan di lingkungan pedesaan, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (28/9).
1. Rumah Kampung Jawa Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360160/original/037817000_1790593354-8966fa2d-7ff8-47e6-ad25-a084480a03a6.jpeg)
Rumah kampung merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Jawa yang relatif sederhana dan mudah dikenali dari atapnya yang berbentuk pelana. Bentuk bangunannya cenderung sederhana sehingga cocok untuk rumah tinggal di desa dengan kebutuhan ruang yang tidak terlalu banyak.
Bagian depan dapat dibuat sebagai teras kecil untuk tempat bersantai atau menerima tamu. Material seperti kayu pada pintu, jendela, dan tiang dapat dipadukan dengan dinding bata agar tampilannya tetap tradisional tanpa membuat biaya pembangunan terlalu tinggi.
Model ini juga fleksibel untuk dibuat dengan ukuran yang lebih kecil. Tata ruangnya dapat terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi sehingga tetap nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Advertisement
2. Rumah Limasan Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360161/original/083754800_1790593354-e8b31d3a-d4bc-4eb7-9c87-188fbacdc363.jpeg)
Rumah limasan memiliki bentuk atap yang menjadi ciri khas utamanya, dengan bidang atap yang lebih kompleks dibandingkan rumah kampung. Meski begitu, desainnya tetap dapat dibuat sederhana dengan ukuran bangunan yang disesuaikan dengan luas lahan.
Untuk rumah desa, bagian teras bisa dibuat cukup lega dengan beberapa tiang kayu sebagai penyangga. Teras seperti ini tidak hanya memperkuat kesan tradisional, tetapi juga dapat menjadi ruang tambahan untuk duduk santai atau berkumpul bersama keluarga.
Interior rumah limasan tidak harus dipenuhi ukiran atau dekorasi tradisional. Dinding berwarna netral, lantai sederhana, furnitur kayu, dan bukaan jendela yang cukup sudah dapat membuat karakter limasan tetap terasa.
3. Rumah Joglo Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360162/original/013459000_1790593355-abf74b7d-b14b-4091-a45d-2102883028c6.jpeg)
Joglo identik dengan bentuk atap yang khas dan bagian tengah rumah yang memiliki ruang lebih tinggi. Untuk rumah di desa, konsep joglo dapat dibuat dalam versi sederhana dengan ukuran yang lebih kecil sehingga tidak selalu membutuhkan bangunan yang luas.
Bagian pendopo atau teras depan bisa dibuat tanpa banyak sekat untuk menciptakan ruang yang terbuka. Area ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat menerima tamu, bersantai, atau berkumpul saat sore hari.
Agar tetap praktis, bagian dalam rumah dapat menggunakan tata ruang modern yang sederhana. Sentuhan kayu pada kusen, pintu, tiang, dan furnitur sudah cukup untuk mempertahankan nuansa tradisional tanpa membuat rumah terasa terlalu penuh.
Advertisement
4. Rumah Panggung Sunda Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360163/original/080037000_1790593355-c58269ac-c4e2-43e3-a683-422c6fcf89c0.jpeg)
Rumah panggung Sunda dapat menjadi pilihan menarik untuk rumah di desa, terutama jika ingin memiliki bangunan yang terasa ringan dan menyatu dengan lingkungan. Ciri utamanya adalah posisi lantai rumah yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah dengan menggunakan struktur penyangga.
Bagian kolong rumah dapat dibiarkan terbuka dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, misalnya sebagai tempat menyimpan peralatan kebun. Sementara itu, area utama rumah dapat memiliki teras kecil, ruang keluarga, kamar tidur, dan dapur dalam susunan yang sederhana.
Penggunaan material kayu pada bagian tertentu dapat memperkuat karakter tradisionalnya. Supaya lebih mudah dirawat, material tradisional juga bisa dipadukan dengan material modern yang memiliki fungsi serupa tanpa menghilangkan bentuk dasar rumah panggung.
5. Rumah Panggung Melayu Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360164/original/038287100_1790593356-17edc7c6-1f8a-4e7c-97bf-a98fc9cc5970.jpeg)
Rumah panggung Melayu cocok dijadikan inspirasi rumah sederhana di lingkungan pedesaan karena bentuknya menonjolkan ruang yang terbuka dan hubungan dengan lingkungan sekitar. Bangunan dapat dibuat tidak terlalu besar dengan teras di bagian depan sebagai area peralihan antara halaman dan ruang dalam.
Atap pelana atau bentuk atap tradisional yang sederhana dapat digunakan untuk mempertahankan karakter rumah. Dinding kayu atau kombinasi kayu dan material lain juga bisa diterapkan sesuai ketersediaan bahan serta kondisi lingkungan.
Kelebihan lain dari model ini adalah adanya ruang di bawah rumah yang dapat dimanfaatkan secara fungsional. Namun, konstruksi dan ketinggian bangunan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanah serta kebutuhan penghuni agar rumah aman dan nyaman.
Advertisement
6. Rumah Tradisional Sasak yang Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360165/original/088927300_1790593356-34290e69-1146-4cd2-ba16-9c6430df87c8.jpeg)
Rumah tradisional Sasak dapat menjadi inspirasi bagi rumah desa yang ingin menonjolkan bentuk sederhana dengan karakter lokal yang kuat. Bentuk atap yang khas dan penggunaan material alami membuat tampilannya terasa berbeda dari rumah modern pada umumnya.
Untuk versi hunian sederhana, karakter tradisionalnya dapat diterapkan terutama pada bentuk atap, teras, serta penggunaan material kayu dan warna-warna alami. Bagian dalamnya tetap dapat dibuat lebih praktis dengan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Model ini paling menarik jika ditempatkan di lingkungan yang masih memiliki halaman luas dan banyak unsur alam. Tanaman, halaman tanah atau rumput, serta teras sederhana dapat melengkapi tampilan rumah tanpa membutuhkan banyak dekorasi tambahan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Model Rumah Sederhana Bergaya Tradisional di Desa
1. Apa ciri utama rumah sederhana bergaya tradisional?
Ciri utamanya terlihat dari bentuk atap, teras, material, dan elemen bangunan yang terinspirasi dari rumah tradisional. Desainnya tetap sederhana dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
2. Apakah rumah tradisional cocok untuk rumah di desa?
Ya, model rumah tradisional dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan pedesaan. Ukuran bangunan, tata ruang, material, dan bukaan dapat dibuat sesuai kebutuhan serta luas lahan.
3. Apakah rumah bergaya tradisional harus menggunakan banyak kayu?
Tidak harus. Kayu dapat digunakan pada bagian tertentu seperti pintu, jendela, kusen, tiang, atau furnitur, lalu dipadukan dengan bata dan material modern lainnya.
4. Bagaimana membuat rumah tradisional tetap terlihat sederhana?
Gunakan bentuk atap dan beberapa elemen khas sebagai aksen utama tanpa menambahkan terlalu banyak ukiran atau dekorasi. Warna netral, material alami, dan furnitur sederhana juga dapat mempertahankan kesan tradisional.
5. Model rumah tradisional apa yang cocok untuk lahan terbatas?
Rumah kampung, limasan sederhana, atau joglo versi kecil dapat disesuaikan dengan lahan terbatas. Ukuran dan tata ruangnya bisa dibuat lebih ringkas tanpa menghilangkan karakter utama dari bentuk rumah tersebut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290555/original/019424000_1753145219-1000011471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359742/original/014720700_1790573611-HOAX__26_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360159/original/069393400_1790593353-53663df1-6253-4cc2-a3c5-c66e962d6d04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360000/original/072523500_1790586822-aa431f77-7001-4052-a964-32b433d6822b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360106/original/023814300_1790590427-singkong_goreng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360053/original/066841000_1790588704-e749dbf5-4bb8-43c1-aa39-2e2952e5ba01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4390800/original/021868600_1681200535-lanju-fotografie-_R_5e0nwBH8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360033/original/093364100_1790588134-kecil_ventilasi_silang_6a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344321/original/046523300_1788942730-pexels-luisbecerrafotografo-5774006.jpg)