Apa Itu Revenant? Pengertian, Asal-usul Kata, dan Sosoknya dari Mitologi hingga Film

Apa itu revenant? Simak pengertian, asal-usul kata, ciri-ciri dalam folklor Eropa, hingga sosoknya di film The Revenant dan game Apex Legends.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kata revenant kembali ramai diperbincangkan sejak dipakai sebagai judul film yang dibintangi Leonardo DiCaprio, dan sejak itu banyak orang mencari tahu apa itu revenant. Istilah ini terdengar asing bagi sebagian besar penutur bahasa Indonesia, padahal akarnya sudah sangat tua di Eropa.

Secara sederhana, revenant adalah sosok yang kembali, baik dari kematian maupun dari kepergian yang teramat lama. Sosok ini bermunculan di banyak ruang, mulai dari cerita rakyat, halaman kamus bahasa Inggris, layar bioskop, sampai dunia game.

Dilansir dari Merriam-Webster, revenant berarti sesuatu yang kembali setelah kematian atau setelah absen dalam waktu yang panjang. Memahami apa itu revenant berarti menelusuri makna katanya, ciri-cirinya dalam mitos, hingga alasan namanya dipilih untuk judul film sekaligus karakter game.

Apa Itu Revenant? Pengertian dan Maknanya

Dalam tradisi folklor Eropa, revenant adalah jasad atau roh orang mati yang dipercaya bangkit dari kubur untuk kembali ke tengah orang hidup. Berbeda dari sekadar penampakan, sosok yang satu ini digambarkan memiliki tubuh nyata sehingga bisa berjalan, menyentuh, bahkan meneror penduduk desa. Pertanyaan apa itu revenant sebenarnya paling mudah dijawab dari kata dasarnya sendiri, yakni "yang kembali".

Sebagaimana dikutip dari Etymonline, kata revenant berakar dari bahasa Prancis kuno revenant yang berarti "kembali", dan berkaitan erat dengan kata kerja revenir alias "datang kembali". Kata ini pada gilirannya berasal dari bahasa Latin, yaitu re- ("kembali") dan venire ("datang"). Penggunaan kata revenant dalam bahasa Inggris pertama kali tercatat sekitar dekade 1820-an.

Mengutip Dictionary.com, revenant tidak selalu berkonotasi seram, sebab kata ini juga bisa dipakai untuk siapa saja yang kembali setelah lama menghilang. Kata tersebut bisa berfungsi sebagai kata benda maupun kata sifat, sebagaimana banyak istilah unik lain dalam kata-kata bahasa Inggris. Jadi, memahami apa itu revenant tidak melulu soal makhluk gaib, melainkan juga soal "kepulangan" dalam arti yang luas.

Meski begitu, dalam konteks horor dan mitologi, revenant hampir selalu merujuk pada mayat hidup yang membawa dendam atau urusan yang belum tuntas. Inilah yang membuat revenant berbeda dari hantu biasa yang hanya berupa arwah. Sosok revenant justru hadir dalam wujud raga yang membusuk, lengkap dengan ingatan dan niat dari kehidupan sebelumnya.

Ciri-ciri Revenant dalam Folklor Eropa

Gambaran tentang revenant dalam cerita rakyat Eropa cukup konsisten dari satu kisah ke kisah lain. Merujuk laporan History Today, pemakaman menyimpang atau deviant burial ditemukan di Inggris sejak abad ke-11, dan ada sejumlah catatan detail tentang revenant abad ke-12 di Britania yang jasadnya digali kembali lalu dimutilasi setelah dituding menyerang warga. Berikut ciri-ciri revenant yang paling sering muncul dalam folklor.

  1. Berwujud jasad yang membusuk. Baru bangkit dari kubur, revenant umumnya masih berupa mayat dalam kondisi membusuk, tetapi tetap dapat dikenali oleh orang yang mengenalnya semasa hidup.
  2. Penampilan yang menyeramkan. Ia kerap digambarkan bermata cekung, bergigi rusak, berkuku tajam, dan berbau busuk khas mayat.
  3. Mempertahankan ingatan dan tujuan. Tidak seperti mayat hidup tanpa kesadaran, revenant kerap masih mengingat siapa dirinya dan apa yang menimpanya.
  4. Bangkit demi dendam atau urusan yang belum selesai. Kepulangannya jarang bersifat acak; biasanya ada motif balas dendam kepada mereka yang menzaliminya.
  5. Dikaitkan dengan wabah dan kesialan. Kehadirannya dianggap membawa penyakit dan malapetaka bagi keluarga serta tetangga yang ditinggalkan.
  6. Hanya jasad segar yang bisa berubah. Kepercayaan abad pertengahan menyebut hanya tubuh utuh di antara masa kematian dan pembusukan yang bisa bereanimasi, sementara kerangka tidak bisa.
  7. Serupa dengan vampir. Revenant berbagi banyak ciri dengan vampir folklor, sehingga keduanya kerap dianggap sekerabat.

Perbedaan Revenant dengan Zombie, Vampir, dan Hantu

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah beda revenant dengan zombie. Kunci pembedanya terletak pada kesadaran, karena revenant digambarkan sengaja menghidupkan kembali jasadnya dan menyimpan ingatan. Zombie, sebaliknya, umumnya digambarkan sebagai mayat hidup tanpa kehendak yang hanya bergerak karena dorongan dari luar.

Adapun garis batas antara revenant dan vampir sejak awal memang tipis. Dalam banyak kronik abad pertengahan, keduanya sama-sama dianggap mayat yang bangkit dan memangsa orang hidup, sehingga kisah vampir dan revenant kerap bercampur. Matthew Beresford, penulis buku From Demons to Dracula: The Creation of the Modern Vampire Myth, dikutip dari LiveScience, menyatakan, "Ada yang menyebut, vampir lahir dari ilmu sihir era Mesir Kuno, setan yang dipanggil dari dunia lain."

Berbeda lagi ceritanya jika revenant disandingkan dengan hantu. Hantu dalam pengertian umum adalah arwah yang tembus pandang, sedangkan revenant hadir sebagai raga yang bisa disentuh. Karena itu, dalam kajian mitos dan cerita rakyat, revenant lebih dekat ke kategori mayat hidup ketimbang roh halus.

Sosok mayat yang bangkit ternyata dikenal di banyak kebudayaan dengan nama berbeda. Bangsa Nordik mengenal draugr, sementara masyarakat Tionghoa punya jiangshi, yakni mayat kaku yang meloncat dan menyerap energi kehidupan manusia. Di Indonesia, gagasan serupa kadang dilokalkan menjadi istilah mayit hidup, dan kemiripan lintas budaya ini menegaskan bahwa revenant hanyalah satu dari sekian banyak makhluk mitologi yang lahir dari ketakutan manusia terhadap kematian.

Revenant dalam Sejarah dan Temuan Arkeologi

Kepercayaan terhadap revenant bukan sekadar dongeng, sebab jejaknya terekam dalam catatan sejarah dan temuan arkeologi. Mengacu pada riset yang terbit di jurnal PLOS One, di Eropa Barat abad pertengahan revenant justru lebih sering muncul kepada orang-orang terdekat lewat penglihatan dan mimpi, serta cenderung bersikap lebih ramah dan tidak seganas gambaran di Eropa Timur. Meski demikian, para arkeolog menemukan banyak "kubur revenant" di seantero Eropa, yaitu pemakaman dengan aneka tindakan pencegahan agar si mayat tidak bisa bangkit.

Salah satu temuan paling terkenal berasal dari desa Pien, Polandia. Di sana, kerangka seorang perempuan dikubur dengan sabit melintang di leher dan gembok terpasang di jari kaki, yang diyakini sebagai prosedur anti-vampir. Profesor Dariusz Polinski, arkeolog yang memimpin penggalian, dikutip dari Ancient Origins, menjelaskan, "Cara melindungi diri dari kembalinya orang mati antara lain memenggal kepala atau kaki, menempatkan jenazah dalam posisi tertelungkup agar menggigit tanah, membakarnya, serta menghancurkannya dengan batu."

Tim dari Nicolaus Copernicus University bahkan merekonstruksi wajah perempuan itu, yang oleh warga setempat dijuluki Zosia. Praktik semacam ini menjadi umum di Polandia pada abad ke-17 sebagai respons atas gelombang ketakutan terhadap vampir. Terkait gembok yang ditemukan, Polinski, dikutip dari All That's Interesting, menuturkan, "Gembok di bawah kaki melambangkan penutupan sebuah babak kehidupan dan dimaksudkan untuk melindungi dari kembalinya orang yang telah meninggal, yang kemungkinan besar memang ditakuti."

Praktik serupa juga terekam di Kepulauan Britania. Arkeolog pernah menemukan jasad-jasad yang dimutilasi di sebuah desa abad pertengahan di Wharram Percy, Inggris, dengan tulang yang dipatahkan dan kepala dipisahkan dari tubuh untuk mencegahnya bangkit. Kepercayaan pada masa itu meyakini bahwa hanya jasad segar yang bisa berubah menjadi revenant, sehingga tindakan itu dilakukan sebelum tubuh sepenuhnya membusuk.

Revenant dalam Film The Revenant dan Budaya Populer

Bagi penonton Indonesia, kata revenant paling dikenal lewat film The Revenant (2015) arahan Alejandro Gonzalez Inarritu. Berdasarkan The Vintage News, film ini terinspirasi kisah Hugh Glass, seorang pemburu bulu dan penjelajah Amerika yang beroperasi di sekitar hulu Sungai Missouri pada awal abad ke-19. Leonardo DiCaprio memerankan Glass, dan lewat peran inilah ia akhirnya meraih Piala Oscar pertamanya; kamu bisa menyimak sinopsis The Revenant beserta sejumlah fakta menarik di baliknya.

Judul The Revenant dipilih karena Glass seakan bangkit dari kematian setelah diserang beruang grizzly lalu ditinggalkan sekarat oleh rekan-rekannya. Leonardo DiCaprio, dikutip dari Contactmusic, menuturkan, "Semua dalam film ini diangkat dari kisah nyata. Dia berhasil selamat dari serangan beruang liar antara hidup dan mati." Di sisi lain, sejarawan mengingatkan penonton agar tidak menelan kisah film mentah-mentah, sebagaimana Jon T. Coleman, sejarawan Notre Dame, dikutip dari Collider, yang menilai, "Saya tidak tahu apakah mereka begitu peduli dengan perbedaan antara fakta dan fiksi pada masa itu." Proses syutingnya sendiri menjadi ujian berat bagi DiCaprio, sehingga film ini kerap masuk daftar film survival sekaligus film balas dendam terbaik.

Di luar layar lebar, nama Revenant juga melekat pada dunia game. Seperti yang diberitakan GameSpot, Revenant dalam Apex Legends adalah Kaleb Cross, pembunuh bayaran terhebat yang diubah menjadi simulacrum alias robot berbasis manusia dan menjadi mesin pembunuh selama hampir 300 tahun. Karakter ini sempat mengandalkan kemampuan pamungkas bernama Death Totem sebelum akhirnya dirombak total. Pemain Tanah Air mulai mengenalnya sejak ia hadir di Apex Legends Mobile, versi mobile dari game battle royale populer ini, meski layanannya kemudian resmi dihentikan.

Sosok bernama Revenant juga muncul di banyak judul lain, seperti Guild Wars 2 dan Dragon Age, hingga dunia Vampire: The Masquerade yang memakai istilah ini untuk keluarga ghoul pengonsumsi darah. Dari folklor, kamus, sinema peraih Oscar seperti yang tersua dalam daftar film Leonardo DiCaprio, sampai arena game, benang merahnya tetap sama, yaitu gagasan tentang "yang kembali". Tak heran bila revenant terus dibicarakan lintas generasi, bahkan sampai momen sang aktor kembali tampil di ajang Piala Oscar.

Pada akhirnya, revenant adalah konsep tua yang terus berevolusi mengikuti zaman. Dari kubur-kubur abad pertengahan di Eropa, kata ini melompat ke halaman kamus, layar bioskop, hingga arena game, sambil sesekali beririsan dengan sosok aktor yang dikenal peduli terhadap lingkungan. Memahami apa itu revenant membantu kita melihat bagaimana ketakutan manusia terhadap kematian diolah menjadi kisah yang tak pernah benar-benar mati.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Revenant

Apa arti revenant dalam bahasa Indonesia?

Revenant berarti sosok yang kembali, khususnya yang bangkit dari kematian atau muncul lagi setelah lama menghilang. Dalam konteks mitologi, revenant paling sering diartikan sebagai mayat hidup yang keluar dari kubur untuk menghantui orang-orang yang masih hidup.

Apa perbedaan revenant, zombie, dan vampir?

Ketiganya sama-sama tergolong mayat hidup, tetapi revenant digambarkan masih menyimpan ingatan serta tujuan pribadi, umumnya balas dendam. Zombie cenderung bergerak tanpa kesadaran, sedangkan vampir identik dengan pengisap darah, dan dalam kisah-kisah kuno batas antara vampir dengan revenant memang sering kali kabur.

Mengapa film Leonardo DiCaprio berjudul The Revenant?

Judul itu dipilih karena tokoh utamanya, Hugh Glass, seakan bangkit dari kematian setelah selamat dari serangan beruang dan ditinggalkan sekarat oleh rekan-rekannya. Kata revenant yang berarti "yang kembali" dinilai paling pas menggambarkan perjuangan Glass untuk bertahan hidup dan menuntut balas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6