9 Bumbu Dapur Pengusir Tikus yang Bisa Dicoba di Rumah, Mudah dan Praktis

Beberapa bumbu dapur pengusir tikus dipercaya membuat tikus merasa tidak nyaman sehingga menjauh dari area tertentu.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 20:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tikus sering muncul di rumah saat menemukan sumber makanan, air, atau tempat berlindung. Kehadirannya membuat penghuni merasa tidak nyaman, apalagi jika hewan pengerat tersebut mulai masuk ke dapur, gudang, hingga area penyimpanan bahan pangan. Kondisi ini membuat sebagian orang mencari cara sederhana, untuk menjaga lingkungan rumah tetap bersih dari gangguan tikus, termasuk memanfaatkan bumbu dapur pengusir tikus.

Pemakaian bahan dapur saja belum tentu mampu menyelesaikan masalah tikus secara menyeluruh. Kebersihan ruangan, penyimpanan makanan, kondisi tempat sampah dan keberadaan celah pada bangunan juga perlu mendapat perhatian. Dalam konteks ini, bumbu dapur pengusir tikus dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga area tertentu, agar kurang menarik bagi hewan pengerat.

Setiap bahan mempunyai karakter berbeda, mulai dari aroma rempah hingga sensasi pedas. Cara penempatan pun bisa disesuaikan menurut lokasi aktivitas tikus, misalnya sudut dapur, belakang lemari, gudang, atau dekat celah masuk. Sebelum mencoba bumbu dapur pengusir tikus, penting pula memperhatikan keamanan anak kecil, hewan peliharaan, makanan dan penghuni rumah.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026).

1. Cengkih

Cengkih memiliki aroma rempah yang sangat khas dan relatif kuat. Aroma tersebut berasal dari berbagai komponen minyak atsiri, termasuk eugenol, sehingga cengkih sering dimanfaatkan dalam produk pewangi, pengharum, dan berbagai metode berbasis aroma. Dalam konteks rumah tangga, cengkih juga kerap digunakan sebagai salah satu bahan untuk membantu membuat area tertentu kurang menarik bagi tikus.

Cengkih utuh dapat ditempatkan di dalam wadah kecil kemudian diletakkan pada lokasi yang sering menjadi jalur tikus. Cara ini cukup praktis sebab cengkih tidak mudah berantakan dan dapat diambil kembali ketika sudah tidak diperlukan. Bubuk cengkih juga dapat digunakan, tetapi bentuk tersebut lebih mudah tercecer dan membutuhkan perhatian lebih dalam penempatannya.

Beberapa lokasi yang dapat dipertimbangkan antara lain sudut dapur, gudang, belakang lemari, dekat celah, atau tempat penyimpanan tertentu. Cengkih dapat diganti ketika aromanya mulai melemah agar penggunaannya tetap praktis. Hindari meletakkannya secara langsung di atas makanan dan pilih lokasi aman dari jangkauan anak maupun hewan peliharaan.

2. Bawang Putih

Bawang putih mempunyai aroma khas yang cukup kuat, terutama setelah kulitnya dikupas, diiris, atau dimemarkan. Karakter aroma tersebut berkaitan dengan senyawa sulfur yang dilepaskan ketika jaringan bawang mengalami kerusakan. Tidak mengherankan jika bawang putih sering digunakan dalam berbagai metode rumahan berbasis aroma untuk membantu mengurangi kehadiran hewan tertentu, termasuk tikus.

Cara penggunaannya relatif mudah dilakukan di rumah. Beberapa siung bawang putih dapat dikupas kemudian diiris, dibelah, atau dimemarkan supaya aroma alaminya lebih mudah keluar. Potongan bawang tersebut dapat ditempatkan pada lokasi yang sering dilalui tikus, seperti dekat celah masuk, belakang perabot, sudut dapur, area sekitar tempat sampah, atau bagian rumah lain yang memperlihatkan tanda-tanda aktivitas hewan pengerat.

Bawang putih sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama, terutama pada tempat terbuka yang lembap. Ketika mulai mengering, berlendir, atau membusuk, bahan tersebut perlu segera diganti dan dibersihkan. Bawang yang membusuk dapat menghasilkan bau tidak sedap, menarik serangga, serta menciptakan persoalan kebersihan baru sehingga penggunaannya perlu tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

3. Kayu Manis

Kayu manis dikenal sebagai rempah beraroma khas yang banyak digunakan dalam makanan dan minuman. Aroma tersebut berkaitan dengan kandungan minyak atsiri di dalamnya, termasuk senyawa aromatik seperti cinnamaldehyde. Karakter aromanya membuat kayu manis sering digunakan dalam berbagai metode rumahan berbasis aroma untuk membantu mengganggu kehadiran hewan tertentu.

Potongan kayu manis dalam bentuk batang dapat ditempatkan pada beberapa titik yang sering didatangi tikus. Bentuk batang relatif praktis sebab tidak mudah tercecer, lebih mudah diambil kembali, dan tidak menghasilkan banyak residu seperti bubuk. Beberapa batang dapat diletakkan dalam wadah kecil pada lokasi yang aman dan tidak bersentuhan langsung dengan bahan makanan.

Meski mempunyai aroma khas, kayu manis sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk menangani masalah tikus. Jika tikus sudah membuat sarang, jumlahnya semakin banyak, atau aktivitasnya terus muncul setiap hari, diperlukan langkah pengendalian yang lebih menyeluruh. Menutup akses masuk, menghilangkan sumber makanan, menjaga kebersihan, dan menggunakan perangkap yang sesuai dapat menjadi bagian penting dalam penanganannya.

4. Cabai

Cabai merupakan salah satu bahan dapur yang mempunyai karakter aroma cukup tajam, rasa pedas khas, dan kandungan capsaicin sebagai senyawa utama pemberi sensasi panas. Karakteristik tersebut membuat cabai kerap disebut dalam berbagai cara rumahan untuk membantu membuat lingkungan tertentu terasa kurang nyaman bagi hewan pengerat seperti tikus. Meski demikian, pemanfaatannya lebih tepat diposisikan sebagai langkah tambahan dalam menjaga area tertentu, bukan sebagai metode utama untuk mengendalikan populasi tikus secara menyeluruh.

Untuk membuat larutan semprot sederhana, beberapa buah cabai dapat dihaluskan terlebih dahulu sampai teksturnya cukup lembut, kemudian dicampurkan ke dalam air. Campuran tersebut dapat diaduk hingga merata sebelum dimasukkan ke dalam botol semprot yang bersih. Larutan kemudian dapat digunakan pada area tertentu, seperti sudut ruangan, celah kecil, bagian belakang perabot, atau jalur yang berdasarkan pengamatan sering dilalui tikus. Penggunaan sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.

Larutan cabai tidak dianjurkan untuk disemprotkan langsung ke tubuh tikus ataupun digunakan pada tempat yang mudah terkena mata dan kulit manusia. Hindari pula penyemprotan di sekitar makanan, peralatan makan, anak-anak, serta hewan peliharaan. Jika digunakan di dalam ruangan, pastikan sirkulasi udara cukup baik agar partikel atau aroma pedas tidak mengganggu penghuni rumah.

5. Ampas Teh

Ampas teh merupakan sisa bahan minuman yang sering kali langsung dibuang setelah proses penyeduhan selesai. Padahal, bahan tersebut masih mempunyai aroma khas sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan rumah tangga. Salah satu pemanfaatannya adalah menempatkan ampas teh pada area tertentu sebagai bagian dari upaya sederhana untuk membantu mengurangi gangguan tikus.

Ampas teh yang sudah digunakan sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu agar kadar airnya berkurang. Setelah cukup kering, masukkan ke dalam wadah kecil lalu letakkan pada area yang sering dilewati tikus. Cara tersebut juga dapat menjadi bentuk pemanfaatan kembali sisa bahan rumah tangga sehingga tidak langsung berakhir sebagai sampah.

Kondisi ampas perlu diperiksa secara berkala. Jangan membiarkannya terlalu basah atau berada di tempat lembap dalam waktu lama sebab kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan menimbulkan bau tidak sedap. Jika sudah berubah warna, berjamur, atau mengeluarkan aroma tidak biasa, segera buang dan bersihkan wadahnya.

6. Daun Salam

Daun salam merupakan salah satu bumbu dapur populer dalam masakan Indonesia. Aromanya khas, cukup lembut ketika digunakan dalam masakan, tetapi dapat terasa lebih kuat ketika daun berada dalam kondisi kering atau diremas. Selain digunakan untuk memberikan cita rasa pada makanan, daun salam juga kerap dimanfaatkan dalam berbagai cara tradisional untuk membantu membuat area tertentu kurang menarik bagi tikus.

Daun salam kering dapat ditempatkan pada beberapa lokasi yang menunjukkan tanda aktivitas tikus, seperti sudut dapur, bagian belakang lemari, sekitar tempat penyimpanan bahan makanan, dekat celah dinding, atau area lain yang jarang tersentuh manusia tetapi sering dilewati hewan pengerat. Penempatan bahan beraroma seperti ini bertujuan menghadirkan aroma khas pada titik tertentu sehingga dapat menjadi bagian dari strategi tambahan untuk mengurangi aktivitas tikus.

Penggunaannya cukup sederhana. Beberapa lembar daun salam kering dapat dimasukkan ke dalam wadah kecil atau diletakkan langsung pada area sasaran, selama lokasinya tetap aman dan tidak mudah terkena air. Periksa kondisinya secara berkala dan ganti apabila daun sudah kehilangan aroma, terlalu lembap, berjamur, atau mulai rusak. Langkah tersebut penting agar penggunaan daun salam tidak justru menimbulkan persoalan kebersihan baru.

7. Soda Kue

Soda kue atau baking soda sering disebut dalam berbagai metode rumahan untuk mengendalikan tikus, terutama melalui pembuatan umpan. Salah satu cara yang banyak beredar di masyarakat adalah mencampurkan soda kue bersama bahan pangan tertentu yang memiliki aroma atau rasa menarik bagi tikus. Metode tersebut biasanya dimaksudkan agar tikus mendatangi lokasi umpan.

Meski cukup populer dalam berbagai tips rumah tangga, soda kue tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti produk pengendalian hama yang telah dirancang khusus untuk menangani tikus. Efektivitasnya dalam mengendalikan populasi tikus tidak dapat disamakan begitu saja bersama produk resmi, sedangkan penggunaan umpan yang dapat dimakan juga mempunyai risiko apabila tertelan oleh hewan peliharaan, anak-anak, atau satwa lain.

Jika tujuan utama adalah mengusir tikus, pendekatan nonracun lebih layak diprioritaskan. Tutup celah masuk, rapikan area penyimpanan, amankan bahan makanan, bersihkan sisa makanan, dan kurangi tempat persembunyian. Apabila populasi tikus sudah sulit dikendalikan atau terdapat sarang di lokasi yang sulit dijangkau, gunakan metode pengendalian hama yang sesuai petunjuk penggunaan atau pertimbangkan bantuan tenaga profesional.

8. Bawang Merah

Bawang merah juga dapat menjadi pilihan bahan dapur bagi orang yang ingin mencoba pendekatan berbasis aroma untuk mengurangi aktivitas tikus. Bumbu ini sangat mudah ditemukan di berbagai rumah tangga Indonesia dan memiliki aroma khas yang semakin kuat ketika lapisan umbinya dipotong. Karakter tersebut membuat bawang merah sering dimanfaatkan dalam berbagai cara sederhana untuk membantu menjaga area tertentu.

Untuk menggunakannya, bawang merah dapat dikupas kemudian diiris, dibelah, atau dipotong menjadi beberapa bagian. Potongan tersebut selanjutnya dapat diletakkan pada lokasi yang berdasarkan pengamatan sering menjadi jalur tikus, misalnya sudut ruangan, belakang lemari, dekat celah, atau area penyimpanan tertentu. Penggunaan sebaiknya tetap memperhatikan kebersihan agar potongan bawang tidak menjadi sumber masalah baru.

Perlu dipahami bahwa bahan beraroma tidak selalu memberikan hasil sama pada setiap rumah. Kondisi lingkungan, jumlah tikus, keberadaan sumber makanan, dan akses masuk dapat memengaruhi hasilnya. Oleh sebab itu, penggunaan bawang merah sebaiknya dilakukan bersama langkah pencegahan utama, seperti membersihkan sisa makanan, menutup tempat sampah secara rapat, menyimpan bahan pangan dalam wadah tertutup, dan menutup celah yang dapat menjadi jalan masuk tikus.

9. Lada Hitam

Lada hitam mempunyai aroma rempah yang kuat dan sensasi pedas khas berkat kandungan piperine. Karakter tersebut membuat lada hitam kerap disebut sebagai salah satu bumbu dapur yang dapat dimanfaatkan untuk membuat lokasi tertentu terasa kurang nyaman bagi tikus. Aromanya dapat menjadi bagian dari pendekatan berbasis bahan alami, terutama ketika digunakan pada titik yang menunjukkan aktivitas hewan pengerat.

Bubuk lada hitam dapat ditempatkan secukupnya pada sudut ruangan, belakang lemari, dekat celah, atau jalur tertentu yang sering dilewati tikus. Apabila ingin menjaga area tetap mudah dibersihkan, bubuk lada dapat dimasukkan terlebih dahulu ke dalam wadah kecil atau kantong berpori sehingga tidak mudah tercecer ke lantai maupun permukaan perabot.

Penggunaan bubuk lada perlu dilakukan secara hati-hati. Hindari menempatkannya di dekat makanan, peralatan makan, atau lokasi yang mudah dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Partikel lada yang beterbangan juga dapat mengiritasi hidung, mata, dan saluran pernapasan, sehingga penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan dan ditempatkan pada lokasi yang aman.

 

 

Pertanyaan Seputar Bumbu Dapur Pengusir Tikus 

Apa saja bumbu dapur pengusir tikus yang bisa digunakan di rumah?

Beberapa bahan dapur beraroma kuat sering digunakan sebagai cara tambahan untuk membuat area kurang menarik bagi tikus. Contohnya cabai, bawang putih, bawang merah, lada hitam, cengkih, kayu manis, dan daun salam.

Apakah cabai bisa digunakan untuk mengusir tikus?

Cabai memiliki aroma tajam dan kandungan capsaicin, sehingga sering dimanfaatkan dalam larutan semprot untuk mengganggu aktivitas tikus. Penggunaannya sebaiknya pada area tertentu, bukan diarahkan langsung ke hewan.

Bagaimana cara menggunakan bawang putih untuk mengusir tikus?

Bawang putih dapat dikupas lalu dimemarkan atau diiris agar aromanya lebih keluar. Potongan tersebut bisa diletakkan pada titik aktivitas tikus, seperti sudut dapur, belakang lemari, atau dekat celah.

Apakah bawang merah juga bisa dimanfaatkan?

Bawang merah memiliki aroma khas cukup kuat dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan rumahan. Irisan bawang dapat ditempatkan pada area tertentu, lalu diganti ketika sudah mengering atau aromanya berkurang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6