Liputan6.com, Jakarta - Cara mengusir kutu beras dengan cabai bisa menjadi salah satu cara sederhana yang dicoba di rumah. Cabai, terutama dalam bentuk kering, diketahui memiliki senyawa dan aroma yang berpotensi mengganggu aktivitas beberapa jenis serangga penyimpan bahan pangan.
Kutu beras biasanya muncul ketika beras disimpan cukup lama dalam wadah yang kurang tertutup rapat. Serangga kecil ini dapat berkembang biak di dalam beras sehingga jumlahnya semakin banyak jika tidak segera ditangani.
Salah satu cara rumahan yang sering digunakan adalah memanfaatkan cabai kering. Namun, perlu dipahami bahwa cabai lebih tepat digunakan sebagai bahan untuk membantu mengusir atau mengurangi aktivitas kutu, bukan sebagai pembasmi yang dijamin dapat menghilangkan seluruh kutu beras.
Advertisement
Cara Mengusir Kutu Beras dengan Cabai Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360846/original/086205300_1790667153-2.jpg)
Untuk mencoba cara mengusir kutu beras dengan cabai, bahan yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu cabai kering utuh dan wadah penyimpanan beras yang bersih serta tertutup.
Berikut langkah yang bisa dicoba:
1. Siapkan beberapa cabai kering utuh
Pilih cabai yang benar-benar kering dan tidak berjamur. Sebaiknya gunakan cabai utuh daripada cabai yang sudah dihaluskan agar tidak bercampur langsung dengan beras.
Jumlahnya dapat disesuaikan dengan banyaknya beras dan ukuran wadah penyimpanan.
2. Letakkan cabai kering di dalam wadah beras
Masukkan beberapa cabai kering utuh ke dalam wadah penyimpanan beras. Letakkan di bagian atas atau di beberapa titik dalam wadah jika ukurannya cukup besar.
Hindari menghancurkan cabai dan mencampurkannya secara langsung dengan beras yang akan dimasak.
3. Tutup wadah dengan rapat
Setelah cabai dimasukkan, pastikan wadah ditutup rapat. Wadah yang kedap atau memiliki tutup dengan penutup yang baik dapat membantu mencegah kutu dan serangga lain masuk dari luar.
Langkah ini penting karena penggunaan cabai saja tidak cukup jika beras terus terpapar serangga dari lingkungan sekitar.
4. Periksa kondisi beras secara berkala
Jangan hanya mengandalkan cabai. Periksa beras secara rutin untuk melihat apakah masih terdapat kutu, telur, atau serangga dewasa.
Jika kutu sudah sangat banyak, sebaiknya pisahkan beras tersebut dan lakukan penanganan lebih menyeluruh daripada sekadar menambahkan cabai kering.
Advertisement
Mengapa Cabai Bisa Digunakan untuk Mengusir Kutu Beras?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6201293/original/096459900_1779080337-Kutu_beras_1.jpg)
Cabai mengandung berbagai senyawa aktif yang dapat memengaruhi serangga. Sejumlah penelitian telah menguji efek cabai atau senyawa dari cabai terhadap serangga hama penyimpanan.
Pada penelitian V. Rakesh, dkk yang diterbitkan Journal of Stored Products Research, Volume 106, Mei 2024 menemukan potensi cabai sebagai pengusir kutu beras.
Pada penelitian tersebut menemukan bahwa beberapa formulasi cabai memiliki efek repellent (mengusir), yaitu bahan yang membuat serangga Sitophilus oryzae (kutu beras) cenderung menghindari area tertentu.
Namun, hasil penelitian tidak berarti cabai kering pasti mampu membunuh semua kutu beras. Efeknya dapat dipengaruhi oleh jenis cabai, bentuk bahan yang digunakan, konsentrasi senyawa aktif, lama paparan, serta kondisi penyimpanan.
Karena itu, penggunaan cabai kering di rumah lebih tepat dianggap sebagai cara tambahan untuk membantu mengusir kutu beras, bukan pengganti kebersihan tempat penyimpanan.
Jangan Langsung Mencampurkan Bubuk Cabai dengan Beras
Meski terdengar lebih praktis, sebaiknya jangan menaburkan bubuk cabai secara langsung ke beras yang akan dikonsumsi.
Bubuk cabai dapat bercampur dengan beras dan membuat proses pencucian menjadi kurang praktis. Selain itu, penelitian mengenai efek cabai terhadap serangga tidak otomatis membuktikan bahwa mencampurkan bubuk cabai ke bahan pangan merupakan metode penyimpanan yang aman dan efektif.
Jika ingin mencoba cara mengusir kutu beras dengan cabai, gunakan cabai kering utuh dan letakkan di dalam wadah sebagai bahan tambahan, bukan mencampurkannya ke dalam beras.
Cara Mencegah Kutu Beras Datang Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6102451/original/093618000_1778988284-Cara_Efektif_Menyimpan_Beras_25_Kg_Agar_Tidak_Berkutu_1.jpg)
Selain menggunakan cabai kering, beberapa kebiasaan penyimpanan dapat membantu mengurangi risiko kutu beras.
Gunakan wadah yang bersih
Sebelum memasukkan beras baru, bersihkan wadah terlebih dahulu. Jangan langsung menambahkan beras baru ke sisa beras lama tanpa memeriksa kondisi wadah.
Sisa beras atau kotoran di sudut wadah dapat menjadi tempat telur atau serangga bertahan.
Simpan beras dalam wadah tertutup
Gunakan wadah dengan tutup yang rapat. Penyimpanan dalam wadah terbuka membuat beras lebih mudah terkena serangga dari lingkungan.
Jangan menyimpan beras terlalu lama
Membeli beras sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi waktu penyimpanan. Semakin lama beras disimpan, semakin besar kesempatan hama penyimpanan berkembang jika kondisi lingkungan mendukung.
Periksa beras sebelum disimpan
Ketika membeli beras, perhatikan apakah sudah terdapat serangga kecil, lubang pada butiran, atau tanda-tanda kerusakan. Beras yang sudah terinfestasi dapat menjadi sumber kutu bagi bahan pangan lain yang disimpan di dekatnya.
Pertanyaan Seputar Cara Mengusir Kutu Beras dengan Cabai
Apakah cabai kering bisa mengusir kutu beras?
Cabai memiliki potensi sebagai bahan pengusir serangga berdasarkan sejumlah penelitian, tetapi efektivitas cabai kering terhadap kutu beras dalam penyimpanan rumah tangga dapat berbeda. Karena itu, cabai sebaiknya digunakan sebagai langkah tambahan, bukan satu-satunya cara mengatasi kutu.
Berapa banyak cabai kering untuk mengusir kutu beras?
Tidak ada takaran rumah tangga yang dapat dianggap sebagai dosis pasti dan terbukti efektif untuk semua kondisi. Jumlah cabai dapat disesuaikan dengan ukuran wadah, tetapi jangan menganggap semakin banyak cabai berarti semakin efektif.
Apakah bubuk cabai boleh dicampur dengan beras?
Sebaiknya tidak. Jika ingin mencoba cabai sebagai bahan pengusir, gunakan cabai kering utuh dan hindari mencampurkan bubuk cabai langsung dengan beras yang akan dikonsumsi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4999417/original/008223200_1731300399-close-up-weevil-destroy-rice_44527-57.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295277/original/090821700_1783923038-FNwnS5DzTBTh0EiTPXsr91gxU4wfSMoVfWnx2UMP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6201293/original/096459900_1779080337-Kutu_beras_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6187862/original/072095400_1779067929-Gemini_Generated_Image_m29nqkm29nqkm29n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328040/original/036392100_1756196486-emma-miller-Y0SeiGEl2L4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505649/original/078469000_1771392664-Baun_pepaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6192327/original/047662900_1779072117-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683174/original/041489100_1702364645-white-rice-bag-with-copy-space_23-2148685802.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4999417/original/008223200_1731300399-close-up-weevil-destroy-rice_44527-57.jpg)