Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi kutu beras yang paling cepat adalah memisahkan beras yang terserang, lalu menjemur atau membekukannya sampai hama mati. Beras kemudian disimpan kembali di wadah kering dan tertutup rapat supaya kutu tidak datang lagi.
Rempah dapur beraroma tajam seperti daun salam, bawang putih, dan cengkeh juga efektif mengusir serangga ini secara alami. Menerapkan cara mengatasi kutu beras sejak awal membuat stok beras tetap bersih, wangi, dan layak dikonsumsi.
Secara ilmiah, kutu beras dikenal sebagai Sitophilus oryzae, kumbang bermoncong panjang yang menyerang biji-bijian seperti beras, gandum, dan jagung. Dilansir dari Wikipedia, tubuh kutu beras berwarna cokelat kehitaman dengan empat bercak oranye kemerahan di sayapnya, dan serangga dewasanya mampu terbang sehingga mudah menyebarkan infestasi.
Advertisement
Baca juga: 9 Cara Hilangkan Kutu Beras dengan Mudah dan Alami di Rumah
Cara Mengatasi Kutu Beras dengan Bahan Alami Beraroma Kuat
Cara mengatasi kutu beras yang paling ramah dan murah adalah memanfaatkan rempah dapur beraroma kuat. Aroma menyengat dari bahan-bahan berikut tidak disukai kutu sehingga mereka enggan bertelur dan bersarang di antara butiran beras.
Mengacu pada penelitian yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI), minyak atsiri cengkeh menunjukkan daya usir sekaligus daya bunuh yang tinggi terhadap kutu beras berkat kandungan eugenol di dalamnya.
-
Daun Salam: Letakkan beberapa lembar daun salam kering ke dalam wadah beras. Aromanya yang khas tidak disukai kutu sekaligus menjaga beras tetap harum; selain untuk dapur, tanaman ini punya banyak manfaat daun salam lain yang menarik.
-
Bawang Putih: Senyawa belerang (allicin) pada bawang putih beraroma tajam dan tidak disukai kutu. Cukup taruh beberapa siung utuh yang sudah dikupas di sudut wadah; langkah ini menjadi inti cara menghilangkan kutu beras pakai bawang putih.
-
Cengkeh: Taburkan cengkeh utuh di antara beras atau simpan dalam wadah kecil terpisah. Kandungan eugenolnya efektif mengusir hama, meski sebaiknya tidak dicampur langsung agar rasa beras tidak berubah.
-
Lada Hitam atau Merica: Bungkus lada hitam dengan kain kecil lalu gantung di sekat wadah beras. Piperine pada merica bersifat mengusir kutu tanpa mengubah rasa selama tidak ditaburkan langsung.
-
Kayu Manis: Selipkan beberapa potong kulit kayu manis ke dalam tempat beras dan diamkan semalaman. Aroma kuatnya membuat kutu tidak betah berlama-lama di dalam wadah.
-
Daun Pandan dan Daun Jeruk: Daun pandan dan daun jeruk purut mengeluarkan wangi segar yang tidak disukai kutu. Selain mengusir hama, keduanya sering dipakai sebagai penambah aroma saat memasak nasi agar pulen.
-
Cabai Merah Kering: Masukkan beberapa cabai merah kering ke dalam wadah dan tunggu semalaman hingga kutu keluar. Aroma pedasnya cukup ampuh, dan trik memakai bahan dapur tanpa perlu menjemur juga layak dicoba.
Baca juga: 14 Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan, Kenali Pula Efek Sampingnya
Advertisement
Cara Mengatasi Kutu Beras Lewat Suhu Panas dan Dingin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6201293/original/096459900_1779080337-Kutu_beras_1.jpg)
Suhu ekstrem menjadi senjata ampuh berikutnya. Baik panas maupun dingin, cara mengatasi kutu beras dengan suhu terbukti mampu membunuh kutu dewasa sekaligus telur dan larvanya tanpa mengubah rasa beras.
Berdasarkan laporan University of Maryland Extension, banyak bahan pangan kering dapat diselamatkan dari serangan kutu dengan cara dibekukan, sebab telur maupun larva serangga tidak mampu bertahan pada suhu sangat rendah.
-
Menjemur Beras: Tebarkan beras di nampan lebar lalu jemur di bawah terik matahari selama 15-30 menit. Panas memaksa kutu keluar dari tumpukan karena mereka menyukai tempat lembap dan gelap, seperti diulas dalam 10 cara menghilangkan kutu beras dengan cepat.
-
Membekukan di Freezer: Masukkan beras ke kantong kedap udara, lalu simpan di freezer 2-4 hari. Suhu beku mematikan kutu dewasa, larva, dan telur; inilah dasar cara membersihkan kutu beras dengan freezer.
-
Menyimpan di Kulkas: Jika freezer penuh, simpan beras dalam kulkas 3-4 hari hingga seminggu. Suhu dingin menghambat sekaligus membunuh serangga yang bersembunyi di sela butiran beras.
-
Memanaskan Beras: Panaskan beras dalam oven bersuhu sekitar 60 derajat Celsius selama 1-2 jam. Cara ini membasmi kutu pada beras, kacang, maupun biji-bijian kering lainnya.
-
Menutup dengan Kain Basah: Tutup permukaan wadah dengan kain lembap sekitar 30 menit sampai kutu menempel. Karena kutu tidak suka area basah, mereka akan naik ke kain; teknik ini banyak dibagikan dalam cara menghilangkan kutu beras secara alami.
Cara Mengatasi Kutu Beras yang Terlanjur Menyebar di Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4999417/original/008223200_1731300399-close-up-weevil-destroy-rice_44527-57.jpg)
Ketika kutu sudah keluar dari wadah dan menyebar ke rak atau bahan makanan lain, dibutuhkan pembersihan menyeluruh. Pada tahap inilah cara mengatasi kutu beras berfokus pada pemutusan siklus hidup hama agar tidak berkembang biak kembali.
Sebagaimana dilaporkan University of Florida, kutu beras tergolong salah satu hama biji-bijian terpenting di dunia dan mampu terbang sehingga bisa berpindah cukup jauh dari sumber makanannya. Molly Keck, entomolog dari Texas A&M AgriLife Extension, dikutip dari Texas A&M AgriLife menyatakan, "Hama dapur hanyalah serangga yang memakan produk atau bahan makanan yang disimpan."
-
Buang Beras yang Terinfestasi Berat: Jika kutu sangat banyak dan butiran beras sudah berlubang, buang beras tersebut ke tempat sampah di luar rumah. Membuangnya jauh dari dapur mencegah kutu menyebar ke stok lain. Dr. Grant Bolton, pakar entomologi (PhD), dikutip dari Pestie menyatakan, "Kutu beras tidak membawa penyakit, tetapi membuang makanan yang terkontaminasi selalu merupakan praktik yang aman."
-
Kosongkan dan Cuci Wadah: Keluarkan seluruh isi wadah, cuci dengan air panas dan sabun, lalu keringkan sempurna. Periksa juga sela-sela dan tutupnya agar tidak ada telur yang tertinggal.
-
Sedot Debu Rak dan Celah Dapur: Gunakan penyedot debu untuk membersihkan celah rak, sudut lemari, dan retakan tempat kutu bersembunyi. Segera buang kantong atau isi vacuum ke luar rumah agar kutu tidak kembali.
-
Pindahkan ke Wadah Kedap Udara: Simpan beras dan bahan kering lain di wadah kaca atau logam yang rapat, karena kutu mampu menggerek kardus dan plastik tipis. Wadah kedap udara memutus siklus hidup mereka; simak pula cara mengusir kutu beras tanpa bahan kimia.
-
Periksa Bahan Makanan Sekitar: Cek tepung, pasta, kacang, dan sereal di dekat beras. Jauhkan atau buang yang sudah terinfestasi supaya kutu tidak berpindah, terutama pada penyimpanan dalam karung beras.
Advertisement
Kebiasaan Menyimpan Beras agar Tidak Mudah Berkutu
Membasmi kutu saja tidak cukup; kebiasaan menyimpan yang benar adalah kunci agar hama tidak kembali. Beberapa langkah sederhana berikut membantu menjaga beras tetap kering, bersih, dan bebas kutu dalam jangka panjang.
Merujuk University of Minnesota Extension, hama dapur tidak menggigit atau menyengat manusia, tetapi mereka mencemari lebih banyak makanan daripada yang dimakan, sehingga membeli bahan kering secukupnya untuk dihabiskan dalam dua hingga empat bulan sangat dianjurkan.
-
Gunakan wadah kedap udara: Pindahkan beras dari karung ke stoples kaca, wadah plastik tebal, atau kaleng bertutup rapat agar udara lembap dan serangga tidak dapat masuk.
-
Simpan di tempat sejuk dan kering: Letakkan wadah di area bersuhu sekitar 20-25 derajat Celsius, jauh dari kompor, wastafel, atau sinar matahari langsung yang memicu kelembapan.
-
Jaga kebersihan wadah: Cuci dan keringkan wadah setiap kali beras habis, dan jangan mencampur beras lama dengan beras baru karena sisa lama bisa menyimpan telur kutu. Pelajari juga cara menyimpan beras agar awet dan bebas kutu.
-
Beli beras secukupnya: Sesuaikan pembelian dengan kebutuhan bulanan supaya beras tidak tersimpan terlalu lama, sebab stok lama lebih rentan berkutu. Ketahui pula penyebab beras cepat berkutu.
-
Bekukan beras baru lebih dulu: Simpan beras di freezer selama beberapa hari sesaat setelah membeli untuk memastikan telur atau larva mati sebelum disimpan permanen.
-
Selipkan bahan alami pengusir: Tambahkan daun salam, daun pandan, atau bawang putih ke dalam wadah sebagai penangkal alami; ini melengkapi cara mencegah kutu beras yang efektif.
-
Perhatikan cuaca lembap: Di iklim tropis yang panas dan lembap, gunakan penyerap kelembapan seperti silica gel dan pastikan ventilasi baik; simak cara menyimpan beras di cuaca panas dan lembap.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kutu Beras
Apakah beras berkutu masih aman untuk dimasak dan dikonsumsi?
Jika jumlah kutu sedikit, beras umumnya masih aman asalkan dicuci berkali-kali dan dimasak sampai matang, karena kutu beras tidak menggigit maupun membawa penyakit. Don Schaffner, ahli mikrobiologi pangan dari Universitas Rutgers, dikutip dari EatOrToss menyatakan, "Serangga itu kemungkinan tidak akan menambah beban mikroba pada beras secara signifikan melebihi yang sudah ada."Â Namun, bila beras berbau apek, berjamur, atau kutunya sangat banyak, sebaiknya dibuang.
Apa penyebab beras cepat berkutu meski baru dibeli?
Kutu beras kerap berasal dari telur yang sudah menempel sejak beras masih berupa padi di sawah atau selama penyimpanan di gudang. Telur berukuran sangat kecil ini menetas saat kondisi hangat dan lembap, ditambah wadah yang kurang bersih serta beras yang disimpan terlalu lama.
Apakah kutu beras bisa hilang hanya dengan dijemur?
Menjemur beras memang membuat kutu dewasa keluar karena mereka tidak tahan panas, tetapi cara ini belum tentu mematikan seluruh telur dan larva yang tersembunyi di dalam butiran. Agar tuntas, kombinasikan penjemuran dengan pembekuan di freezer dan penyimpanan dalam wadah kedap udara.
Dengan memadukan bahan alami, perlakuan suhu, pembersihan dapur, serta penyimpanan yang tepat, kutu beras dapat diatasi sekaligus dicegah datang lagi. Sisihkan waktu memeriksa stok beras secara berkala agar hama tidak sempat berkembang, sehingga nasi yang tersaji selalu bersih dan pulen. Sebagai catatan tambahan, daun pengusir kutu seperti daun salam ternyata juga menyimpan khasiat air rebusan daun salam bagi kesehatan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4691763/original/031604000_1702982141-Serangan_macan_tutul_melukai_tiga_orang_di_Guwahati-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298603/original/082269600_1784175792-gsafss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295277/original/090821700_1783923038-FNwnS5DzTBTh0EiTPXsr91gxU4wfSMoVfWnx2UMP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146649/original/096455900_1740841259-Kurang_Tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299050/original/094211300_1784191485-Menu_Penderita_Diabetes.jpeg)