Wisatawan Lokal Masih Jadi Pahlawan Pariwisata Indonesia

Perjalanan wisatawan Nusantara tembus 523 juta dalam lima bulan.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wisatawan Nusantara kembali jadi motor penggerak sektor pariwisata Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global, masyarakat masih menjadikan perjalanan domestik sebagai pilihan untuk berlibur.

Kondisi tersebut ikut menopang pertumbuhan industri pariwisata nasional sepanjang lima bulan pertama 2026, sekaligus memperkuat optimisme pemerintah terhadap kontribusi sektor ini bagi perekonomian. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat perjalanan wisata Nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan selama Januari hingga Mei 2026.

Jumlah tersebut meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Aktivitas wisata masyarakat juga terus menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026 saja, perjalanan wisata domestik tumbuh 8,69 persen secara tahunan. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menilai, wisatawan domestik berperan penting dalam menjaga stabilitas industri pariwisata nasional. "Untuk memastikan dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata sampai ke unit ekonomi terkecil, kami memiliki program desa wisata," ujar Menpar lewat rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 15 Juli 2026.

Program desa wisata menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas manfaat ekonomi dari aktivitas wisata. Kemenpar mendorong peningkatan kualitas dan jumlah desa wisata melalui pendampingan bagi desa potensial, penguatan jejaring antardesa, pemberdayaan masyarakat, sertifikasi desa wisata, sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta pengembangan koperasi desa.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kinerja positif sektor pariwisata tidak hanya terlihat dari pergerakan wisatawan domestik.

Kunjungan Wisman

Indonesia juga menerima 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari-Mei 2026. Jumlah tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan itu menunjukkan daya tarik destinasi wisata Indonesia tetap terjaga meski situasi global masih menghadapi berbagai tantangan.

Widi menyebut, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri pariwisata nasional. "Ini menunjukkan momentum perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global," katanya.

Data Kemenpar juga menunjukkan Indonesia masih mencatat surplus kunjungan wisatawan mancanegara dibandingkan jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Pada Mei 2026, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia lebih tinggi dengan pertumbuhan mencapai 15,48 persen.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, surplus perjalanan wisata nasional terhadap perjalanan ke luar negeri mencapai 2,37 juta perjalanan atau naik 32,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Surplus Wisatawan

Surplus tersebut memperlihatkan semakin besarnya potensi penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Kehadiran wisatawan asing memberi tambahan pemasukan bagi berbagai pelaku usaha, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di destinasi wisata.

Pertumbuhan perjalanan wisata domestik juga memperkuat perputaran ekonomi karena pengeluaran wisatawan tersebar di berbagai daerah. Pemerintah berupaya menjaga tren positif tersebut melalui lima program strategis yang akan menjadi fokus pengembangan pariwisata nasional.

Program pertama menitikberatkan pada peningkatan keselamatan berwisata melalui edukasi keselamatan, pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku pariwisata, penyusunan standar keselamatan destinasi, serta pemetaan kawasan wisata yang memiliki potensi bencana.

Kemenpar juga mengembangkan program Wisata Berkualitas untuk meningkatkan nilai tambah setiap destinasi sekaligus menarik wisatawan dengan tingkat pengeluaran lebih tinggi. Program ini mencakup pengembangan wisata gastronomi, wisata bahari, hingga wellness tourism yang semakin diminati wisatawan.

Program Strategis

Pemerintah turut menjalankan Gerakan Wisata Bersih, kurasi atraksi dan pola perjalanan, Wonderful Indonesia Gastronomy Event, Wonderful Indonesia Wellness Event, serta pendampingan terhadap pusaka pariwisata.

"Program ini merupakan pemanfaatan yang khusus sebagai daya tarik seperti gastronomi, marine, wellness, MICE, organisasi," kata Widiyanti saat menjelaskan arah pengembangan wisata berkualitas.

Kemenpar juga memperkenalkan program Hidden by Indonesia untuk memperkuat identitas pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional. Program tersebut diharapkan mampu memperkenalkan lebih banyak destinasi di luar tujuan wisata yang selama ini telah populer sekaligus memperluas sebaran kunjungan wisatawan ke berbagai daerah.

Transformasi digital turut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata nasional melalui program Tourism 5.0. Pemerintah akan mengembangkan platform Event by Indonesia, membangun satu data pariwisata nasional, menghadirkan situs web yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta memanfaatkan Application Programming Interface (API) untuk mendukung proses verifikasi perizinan secara daring.