Apakah Beras Bisa Kedaluwarsa? Ini Fakta dan Cara Menyimpannya

Apakah beras bisa kedaluwarsa? Simak umur simpan beras putih dan merah, ciri beras rusak, bahayanya, serta cara menyimpan beras agar tetap awet.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 18:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kamu punya stok beras berkarung-karung di rumah dan mulai ragu, apakah beras bisa kedaluwarsa kalau disimpan terlalu lama? Jawaban singkatnya, ya, beras tetap punya batas umur simpan meski terkenal awet.

Mengutip Healthline, beras putih kering bisa bertahan hingga 2 tahun, sementara beras merah hanya sekitar 3-6 bulan sejak tanggal produksinya. Keduanya tergolong shelf-stable sehingga aman disimpan pada suhu ruang selama kondisinya masih baik.

Supaya kamu tidak salah langkah, panduan ini menjawab tuntas pertanyaan apakah beras bisa kedaluwarsa, mulai dari umur simpan hingga cara merawatnya. Kamu juga akan tahu ciri beras rusak sekaligus bahayanya bila tetap dikonsumsi. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (19/8/2026). 

Memahami Apakah Beras Bisa Kedaluwarsa

Beras adalah biji-bijian kering yang tergolong bahan pangan tahan simpan (shelf-stable). Secara teori, beras putih murni yang benar-benar kering sulit "busuk" karena termasuk butiran kering dengan umur simpan nyaris tak terbatas. Jadi, istilah kedaluwarsa pada beras lebih menggambarkan penurunan mutu, bukan pembusukan seperti makanan basah.

Tanggal "best before" pada kemasan beras berkaitan dengan kualitas puncak, bukan keamanan, sehingga hanya menunjukkan sampai kapan rasa dan teksturnya optimal. Beras mentah pun masih layak dikonsumsi jauh setelah tanggal itu asalkan disimpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah kedap udara.

Meski awet, mutu beras tetap menurun seiring waktu. Kualitas beras mulai turun setelah sekitar 6 bulan penyimpanan; rasanya memudar dan butirannya menjadi lebih rapuh. Pada beras merah, kandungan minyak yang lebih tinggi membuat umur simpannya jauh lebih pendek karena lemaknya mudah teroksidasi dan menjadi tengik. Selain itu kondisi penyimpanan sangat menentukan seberapa cepat beras rusak.

Umur Simpan Beras Berdasarkan Jenisnya

Menjawab apakah beras bisa kedaluwarsa tidak bisa lepas dari jenisnya, sebab tiap jenis punya daya tahan yang berbeda-beda. Sebagaimana dilaporkan Spoon University, beras putih, jasmine, basmati, dan wild rice bisa bertahan sangat lama bila terjaga dari kontaminan, sedangkan beras merah paling cepat rusak dan umumnya hanya bertahan 12-18 bulan.

  1. Beras putih. Paling awet karena minim lemak. Beberapa pakar penyimpanan pangan menyebut beras putih yang tersegel bisa aman 4-5 tahun pada suhu ruang, bahkan sampai 25-30 tahun dalam wadah food-grade dengan penyerap oksigen.
  2. Beras merah. Beras merah sebaiknya disimpan tidak lebih dari 3-6 bulan. Umurnya bisa diperpanjang menjadi sekitar 12 bulan di kulkas dan 18 bulan di freezer.
  3. Beras hitam dan beras merah lokal. Beras putih, pratanak (parboiled), wild, merah, dan hitam bisa bertahan bertahun-tahun bila disimpan benar, sementara beras cokelat lebih pendek karena minyak alaminya.
  4. Beras jasmine dan basmati. Beras aromatik ini biasanya tahan 1-2 tahun; menariknya, sebagian basmati sengaja "dituakan" hingga 3 tahun untuk memperkuat aroma dan tekstur.
  5. Beras pratanak dan wild rice. Termasuk kelompok yang tahan bertahun-tahun karena strukturnya relatif lebih stabil saat disimpan.
  6. Nasi matang. Setelah dimasak, nasi hanya bertahan 3-4 hari di kulkas, tetapi bisa dibekukan hingga 8 bulan.

Tips singkat, mendinginkan atau membekukan beras terbukti memperpanjang umur simpannya. Menyimpan beras di kulkas atau freezer dapat memperpanjang daya tahan beras putih maupun merah secara signifikan.

Ciri-Ciri Beras yang Sudah Kedaluwarsa atau Rusak

Untungnya, beras kedaluwarsa cukup mudah dikenali lewat tampilan, aroma, dan teksturnya. Beberapa ciri beras tak layak makan meliputi bau apek, munculnya kutu, perubahan warna butir, hingga tumbuhnya jamur.

  1. Berbau apek, asam, atau tengik. Berbeda dengan beras segar yang nyaris tak berbau, beras kedaluwarsa mengeluarkan bau tak sedap atau aneh, terutama pada beras merah yang bisa berbau tengik dan bertekstur berminyak.
  2. Warna butir berubah. Perubahan warna, tekstur tak wajar, dan munculnya hama menandakan beras sudah rusak.
  3. Ada lubang, kutu, atau kelembapan di kemasan. Periksa kemasan dari tanda kerusakan seperti lubang, serangga, lembap, atau air yang memicu tumbuhnya jamur. Kutu beras atau Sitophilus oryzae adalah serangga kecil yang kerap merusak bulir, jadi waspadai serangan kutu beras pada stok di rumah.
  4. Muncul jamur. Bercak berjamur pada permukaan beras adalah sinyal jelas untuk tidak dikonsumsi.
  5. Khusus nasi matang. Tanda nasi rusak antara lain bau tak sedap, tekstur berlendir, atau ada jamur yang terlihat.

Jika masih ragu, andalkan indramu. Percayai penciuman dan penglihatanmu, lalu periksa tanda kelembapan atau hama pada beras mentah.

Bahaya Mengonsumsi Beras Kedaluwarsa

Mengacu pada penelitian yang terbit di jurnal Food Science and Nutrition (2019), risiko kontaminasi mikotoksin pada beras tergolong tinggi, dan kadar fumonisin, zearalenon, serta aflatoksin diukur pada penyimpanan hari ke-0, 90, dan 180. Beras berjamur inilah yang berpotensi memproduksi racun berbahaya, dan peluangnya makin besar bila disimpan terlalu lama.

Merujuk riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, aflatoksin bersifat toksik dan karsinogenik, dengan aflatoksin B1 sebagai yang paling beracun serta diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Artinya, paparan jangka panjang berkaitan dengan risiko kanker, terutama kanker hati.

Bahaya lain justru datang dari nasi matang yang disimpan sembarangan. Penelitian menunjukkan spora Bacillus cereus pada beras mampu bertahan dari suhu perebusan, berkecambah bila nasi tidak segera didinginkan, lalu menghasilkan racun tahan panas yang tak hilang meski dipanaskan ulang. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, dan diare, sehingga nasi matang sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam. Penurunan mutu yang dibiarkan pada akhirnya membuat beras tak aman disantap.

Cara Menyimpan Beras agar Tidak Cepat Kedaluwarsa

Kabar baiknya, jawaban dari pertanyaan apakah beras bisa kedaluwarsa sangat bergantung pada caramu menyimpannya. Studi dan panduan pangan sepakat bahwa wadah kedap udara di tempat yang sejuk, gelap, dan kering menjadi kunci mencegah tengik, hama, dan jamur.

  1. Simpan dalam wadah kedap udara. Menyimpan beras dalam wadah kedap udara setelah dibuka melindunginya dari serangga dan kelembapan. Gunakan wadah kedap udara yang bersih dan tertutup rapat.
  2. Pilih tempat sejuk, kering, dan gelap. Hindari area lembap karena memicu bau apek; tempat yang kering dan bersih jauh lebih aman.
  3. Manfaatkan kulkas atau freezer. Menyimpan beras di kulkas bisa menggandakan umur simpannya, dan freezer memperpanjangnya lebih lama lagi. Selain itu, membekukan beras membantu membunuh kutu beserta telurnya.
  4. Jaga kadar air tetap rendah. Idealnya kadar air dalam beras adalah 14 persen, jadi jauhkan dari sumber air. Pantau kadar air dalam beras agar tidak menggumpal dan berjamur.
  5. Bagi stok besar ke wadah kecil. Jika membeli beras dalam karung besar, bagi ke beberapa wadah kecil agar tidak seluruh stok rusak akibat sering dibuka-tutup. Trik ini berguna saat menyimpan beras dalam jumlah besar.
  6. Jangan campur beras lama dengan beras baru. Beras lama berpotensi menyimpan telur kutu yang belum menetas dan menulari beras baru dalam satu wadah.
  7. Rawat nasi matang dengan benar. Dinginkan nasi sisa dengan cepat lalu simpan di kulkas atau freezer; pelajari juga cara menyimpan nasi agar tidak basi.

Kemudian saat akan menghangatkan kembali nasi simpanan, pastikan panasnya merata hingga benar-benar mengepul sebelum disantap.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Beras Kedaluwarsa

Apakah beras yang sudah berkutu masih boleh dimakan?

Umumnya beras berkutu masih aman diolah selama belum berjamur, tidak bau apek, dan teksturnya normal; cuci bersih, buang kutunya dengan cara dijemur atau dibekukan, lalu masak seperti biasa. Namun jika bulir sudah keropos, menggumpal, atau berbau tengik, sebaiknya beras dibuang karena gizinya sudah berkurang dan berisiko terkontaminasi jamur.

Berapa lama beras putih bisa disimpan?

Beras putih kering tergolong sangat awet dan bisa bertahan hingga sekitar 2 tahun pada suhu ruang, bahkan lebih lama bila disimpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering. Yang terpenting bukan sekadar tanggalnya, melainkan kondisi fisik beras, karena beras tetap layak selama tidak menunjukkan tanda kerusakan.

Apakah nasi matang juga bisa basi atau kedaluwarsa?

Ya, nasi matang jauh lebih cepat rusak dibanding beras kering; simpan maksimal 3-4 hari di kulkas atau bekukan hingga beberapa bulan. Jangan membiarkan nasi tergeletak di suhu ruang lebih dari dua jam karena bakteri Bacillus cereus dapat berkembang dan menghasilkan racun penyebab keracunan makanan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6