Changpeng Zhao: Dari Jeruji Besi AS Hingga Kembali Jadi Raja Kripto Dunia

Pendiri Binance Changpeng Zhao membuktikan posisinya tak tergoyahkan di industri kripto global dengan total kekayaan mencapai US$ 114 miliar.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri bursa kripto raksasa Binance, Changpeng Zhao (CZ), pernah menghabiskan empat bulan di penjara Serikat (AS) akibat kasus hukum yang menjerat perusahaannya. Namun, usai keluar dari balik jeruji besi, kehidupan konglomerat kripto tersebut tidak banyak berubah.

Mengutip The New York Times, Sabtu (3/10/2026), Changpeng Zhao tetap tercatat sebagai pemegang saham terbesar Binance dengan kekayaan fantastis mencapai US$ 114 miliar atau sekitar Rp 2.033 triliun (estimasi kurs Rp 17.875 per Dolar AS).

Kasus hukum yang menjerat Changpeng Zhao bermula dari sistem kepatuhan Binance yang dinilai terlalu longgar dalam mengenali latar belakang pengguna.

Selama empat tahun pertama berdiri, Binance bahkan mengizinkan pengguna membuka akun tanpa verifikasi identitas dasar atau Know Your Customer (KYC). Padahal, KYC merupakan prosedur wajib bagi lembaga keuangan untuk mencegah tindak pidana pencucian uang.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kejaksaan AS, celah sistem tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak beritikad buruk untuk melakukan transaksi ilegal serta memindahkan dana hasil kejahatan.

Atas temuan tersebut, Changpeng Zhao akhirnya mengaku bersalah karena melanggar Bank Secrecy Act (BSA) atau Undang-Undang Kerahasiaan Bank AS terkait pencegahan kejahatan keuangan.

Ia kemudian mengundurkan diri dari posisi CEO Binance, sementara perusahaannya dijatuhi denda penalti sebesar US$ 4,3 miliar atau sekitar Rp 76,7 triliun.

Pada Juni 2024, Changpeng Zhao divonis empat bulan penjara dan ditempatkan di Lompoc II, sebuah fasilitas tahanan berkeamanan rendah di California.

Pada Agustus 2024, Changpeng Zhao resmi bebas dari penjara dan bertolak ke Abu Dhabi. Kendati sempat menjadi narapidana federal, kekayaannya tetap bergelimang. Ia masih menguasai mayoritas saham Binance dan memegang peran krusial dalam ekosistem aset digital global.

 

Mendapat Pengampunan dari Donald Trump

Kisah perjalanannya memasuki babak baru ketika Presiden AS Donald Trump memberikan pardon atau pengampunan resmi kepada Changpeng Zhao pada Oktober 2025. Pengampunan tersebut diberikan setelah Changpeng Zhao selesai menjalani masa hukuman, sehingga instrumen pardon ini bertujuan menghapus catatan pidana federal yang pernah menjerat dia.

Keputusan pemberian pengampunan tersebut menjadi sorotan publik lantaran Binance diketahui menjalin hubungan bisnis dengan World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan oleh Trump bersama ketiga putranya.

Dalam salah satu transaksi, perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab, MGX, menyuntikkan dana investasi sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 35,6 triliun kepada Binance menggunakan USD1, yakni stablecoin bentukan World Liberty.

Sinergi bisnis ini sempat memicu kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres AS. Meski demikian, Changpeng Zhao secara tegas membantah adanya kesepakatan khusus atau quid pro quo di balik pengampunan yang diberikan Trump.

Kini, di usianya yang menginjak 49 tahun, Changpeng Zhao kembali aktif bertualang ke berbagai negara sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri aset digital untuk berdiskusi dengan para pejabat pemerintah mengenai regulasi kripto global.

Pengampunan Trump

Kisahnya kemudian memasuki babak baru ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan pardon atau pengampunan kepada CZ pada Oktober 2025 lalu. Pengampunan itu diberikan setelah CZ selesai menjalani hukuman, sehingga bukan Trump yang membuatnya keluar dari penjara. Pardon tersebut merupakan pengampunan terhadap perkara pidana federal yang pernah menjeratnya.

Pemberian pardon itu juga terjadi setelah Binance memiliki hubungan bisnis dengan World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan Trump bersama tiga putranya. Dalam salah satu transaksi, perusahaan investasi Uni Emirat Arab MGX menginvestasikan US$2 miliar atau Rp 35,6 triliun kepada Binance. Transaksi tersebut dilakukan menggunakan USD1 yaitu stablecoin yang dibuat World Liberty.

Hubungan bisnis tersebut kemudian mendapat sorotan dari sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres AS. Sementara itu, CZ membantah adanya kesepakatan khusus terkait pemberian pardon tersebut.

Kini, CZ yang berusia 49 tahun tidak lagi berada di balik jeruji. Ia justru kembali berkeliling dunia sebagai salah satu tokoh penting di industri kripto untuk bertemu pejabat pemerintah dan membahas perkembangan regulasi aset digital.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6