Penemuan Makam Tersembunyi Berumur 600 Tahun di Peru

Penemuan makam yang belum terjamah 600 tahun ini bak menemukan harta karun.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lima - Para arkeolog menemukan sebuah pemakaman tersembunyi yang belum tersentuh selama 600 tahun di Peru dan mendapatkan sejumlah artefak, termasuk sisa-sisa kerangka yang dilapisi warna merah.

Dikutip dari People, Sabtu (3/10/2026), Kementerian Kebudayaan negara tersebut mengumumkan pada 8 September lewat X bahwa sebuah tim arkeolog di La Libertad telah menemukan sebuah makam yang masih utuh yang kemungkinan milik tokoh-tokoh terkemuka dari kerajaan Chimu, peradaban yang berkuasa di tahun 900 M hingga 1470 M.

Menurut The New York Times, para arkeolog mengungkapkan bahwa terdapat 38 orang yang terkubur di sana.

Ruang utamanya berisi satu jasad, sementara wilayah lain di dalam makam tersebut berisi senjata, lambang-lambang logam, dan kerangka dari orang-orang lain.

Jejak pigmen merah, kemungkinan sinabar, mineral merah yang terbuat dari sulfida merkuri, juga ditemukan pada beberapa tengkorak di dalam makam tersebut. Menurut kementerian tersebut, bahan kimia ini dianggap sebagai "pigmen suci."

"Pigmen tersebut digunakan pada keramik, mural, pada tubuh para prajurit, dalam ritual pengorbanan, dan pada topeng pemakaman yang menutupi tubuh dan wajah jasad," tutur kepala penelitian Chan Chan Henry Gayoso Rullier kepada surat kabar The Art.

Gayoso Rullier menambahkan bahwa sinabar sangat berkaitan dengan upacara pemakaman kaum elit Chimu.

 

Terdapat Puluhan Potongan Keramik

Selain itu, menurut Kementerian dan Majalah Arkeologi, para ilmuwan menemukan 60 potongan keramik, yang mereka yakini mengikuti gaya arsitektur peradaban Inca (yang muncul setelah budaya Chimu) beserta artefak yang terbuat dari emas, tembaga, dan kerang.

Seorang arkeolog sekaligus kepala Proyek Investasi Kompleks Arkeologi Chan Chan, Jorge Meneses, berkata bahwa makam tersebut memiliki tangga dengan panjang 2,4 meter yang mengarah ke ruang tengah, tempat banyak harta karun ditemukan.

Ia menambahkan bahwa ruang-ruang sampingnya berukuran panjang 7,9 meter dan lebar 1,2 meter.

"Apa yang kami ketahui sebelumnya berasal dari platform-platform yang telah dijarah. Hari ini kami memiliki kesempatan bersejarah untuk mempelajari individu dan artefak dalam kondisi utuh setelah 600 tahun," ujar Meneses dalam pernyataan yang diunggah oleh pejabat terkait di media sosial.

"Ini benar-benar terasa seperti peti harta karun," tutur profesor antropologi di Florida yang tidak ikut dalam penggalian, Dr. Prieto, kepada The Times.

Menurut Smithsonian, beberapa dari tulang tersebut hilang dari makam dan para peneliti menduga bahwa mungkin tulang-tulang tersebut sudah dikuburkan kembali atau diambil kemudian. Smithsonian juga berkata bahwa hal ini bukanlah hal yang jarang terjadi di masyarakat Andes, yang terus berinteraksi dengan orang yang sudah meninggal lewat pemujaan terhadap jasad mereka.

Â