9 Jenis Tanaman yang Cocok untuk Halaman dengan Tanah Kurang Subur, Minim Perawatan

Halaman bertanah kurang subur tetap bisa hijau. Berikut jenis tanaman yang cocok untuk halaman dengan tanah kurang subur yang tahan kering dan mudah dirawat.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki halaman dengan tanah kurang subur kerap membuat pemilik rumah ragu untuk menanam. Padahal, ada jenis tanaman yang cocok untuk halaman dengan tanah kurang subur dan tetap tumbuh baik tanpa perawatan yang rumit.

Melansir dari Royal Horticultural Society (RHS), bahan organik seperti kompos membantu memperbaiki struktur tanah, menahan air, dan menjaga unsur hara agar tidak mudah hanyut. Dalam jurnal berjudul Optimizing Plant Spacing to Improve Growth and Yield of Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) under Low Soil Fertility Conditions (2026) karya Muzna Ardin Abdul Gafur, Zulkarnain Sangadji, dan Desi Ratna Sari, pengaturan jarak tanam disebut efektif meningkatkan hasil ubi jalar pada tanah kurang subur.

Pilihan tanaman yang tepat dan perawatan sederhana dapat mengubah lahan tandus menjadi halaman yang hijau dan bermanfaat. Berikut adalah jenis tanaman yang cocok untuk halaman dengan tanah kurang subur dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).

1. Lidah Mertua

Lidah mertua (Dracaena trifasciata), yang dahulu dikenal sebagai Sansevieria trifasciata, adalah tanaman berdaun tegak seperti pedang dengan corak garis kehijauan. Melansir dari NC State Extension, tanaman ini tergolong awet, mudah ditanam, dan sulit mati. Sifat tersebut membuatnya cocok untuk sudut halaman yang tanahnya tandus.

Syarat utamanya hanya satu, yaitu tanah yang mudah meloloskan air. Menurut NParks Singapura, lidah mertua tumbuh baik di tanah gembur atau berpasir dengan kedalaman minimal 10 sentimeter. Siram setelah tanah mengering karena genangan air membuat akarnya mudah busuk.

NC State Extension menyebut tanaman ini menerima sinar matahari langsung sekitar dua hingga enam jam sehari dan masih toleran terhadap cahaya yang sangat redup. Karena itu, lidah mertua dapat diletakkan di bawah teritisan atau area halaman yang teduh sebagian. Tanaman ini juga dapat ditanam di pot besar agar mudah dipindahkan.

2. Bunga Kertas

Bunga kertas (Bougainvillea) memberi warna cerah pada halaman tanpa menuntut tanah yang subur. Menurut Clemson Cooperative Extension di Amerika Serikat, tanaman ini sangat tahan kekeringan dan dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah, asalkan tidak terus-menerus basah. Bagian berwarna merah muda, ungu, atau jingga yang tampak seperti kelopak sebenarnya adalah daun yang berubah bentuk, sedangkan bunga aslinya kecil dan berwarna putih.

NC State Extension menyarankan penanaman di tempat yang terkena sinar matahari penuh dengan tanah berpasir atau gembur yang drainasenya baik. Tanaman ini juga tahan panas dan garam. Bunga kertas dapat dirambatkan pada pagar, tiang, atau pergola.

Menurut NC State Extension, tanaman ini diperbanyak dari stek batang dan berbunga pada tunas baru. Dengan demikian, pemangkasan ringan secara berkala membantu memunculkan tunas dan bunga baru. Pemberian kompos tipis pada awal penanaman juga dapat membantu bila tanahnya sangat miskin.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya (Aloe vera) dikenal sebagai tanaman sukulen yang mudah dirawat. Melansir dari UF/IFAS Gardening Solutions, University of Florida, tanaman ini tumbuh baik di tanah miskin dan hanya butuh sedikit air. Penyiraman cukup dilakukan saat bagian atas tanah terasa kering.

NParks Singapura menyarankan tanah berpasir yang diberi bahan anorganik agar drainasenya lancar, serta sinar matahari langsung sedikitnya enam jam sehari. Tanah yang tergenang dapat memicu busuk akar. Selain sebagai tanaman hias, daunnya yang berdaging juga dikenal dapat dimakan.

Kebutuhan pupuknya pun sedikit. NParks Singapura menyarankan pemupukan secukupnya, paling banyak sebulan sekali dengan dosis setengah dari anjuran. Lidah buaya mudah diperbanyak dengan memisahkan anakan yang tumbuh di sekitar induknya.

4. Singkong

Singkong adalah tanaman pangan yang terbukti mampu bertahan di lahan miskin hara. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebut singkong tahan kekeringan dan rendahnya kesuburan tanah sehingga banyak ditanam di lahan marginal. Tanaman ini tumbuh paling baik di tanah gembur dan berdrainase baik.

FAO juga mengingatkan bahwa singkong kurang cocok di tanah yang sering tergenang, berkerikil, bergaram tinggi, atau memiliki lapisan keras di bawahnya. Hasil panen tetap lebih baik bila tanah diberi pupuk kandang atau pupuk lain. Perlu diingat, singkong mengandung senyawa sianida alami sehingga harus diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.

FAO menjelaskan bahwa akar singkong bersimbiosis dengan jamur mikoriza yang membantu menyerap fosfor, bahkan dari tanah yang kandungan fosfornya sangat rendah. Tanaman ini juga tahan terhadap tanah masam dan dapat bertahan pada daerah dengan curah hujan rendah. Sifat tersebut menjadikannya pilihan yang hemat perawatan.

5. Ubi Jalar

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) cocok untuk halaman yang luas dan terkena sinar matahari. Penelitian Gafur dan kawan-kawan (2026) menyebut ubi jalar sebagai tanaman pangan penting di wilayah tropis, tetapi hasilnya masih rendah pada tanah kurang subur akibat praktik budidaya yang kurang tepat, termasuk jarak tanam. Pengaturan jarak tanam yang sesuai dinilai sebagai langkah praktis untuk meningkatkan hasil umbi.

Penelitian lain dalam Jurnal Lahan Suboptimal (2019) berjudul Pemberian Biochar Jengkok Tembakau untuk Meningkatkan Hasil Ubijalar pada Lahan Kering Sub-Optimal karya Edyson Indawan, Sri Umi Lestari, dan Nurita Thiasari menyebut biochar sebagai bahan pembenah tanah yang dapat memperbaiki kesuburan dan meningkatkan hasil tanaman. Ubi jalar umumnya ditanam dengan stek batang sehingga mudah diperbanyak sendiri di rumah.

6. Kacang Tanah

Kacang tanah termasuk polong-polongan (legum) yang justru ikut menyuburkan tanah. Dalam artikel ilmiah berjudul Contribution, Utilization, and Improvement of Legumes-Driven Biological Nitrogen Fixation in Agricultural Systems (2021) karya E. Kebede, dijelaskan bahwa legum bekerja sama dengan bakteri rhizobia di akar untuk mengikat nitrogen dari udara. Nitrogen itu kemudian tersedia bagi tanaman inang dan tanaman lain di sekitarnya.

Menurut artikel yang sama, kacang tunggak, kacang tanah, kacang fava, dan kedelai dapat mengikat nitrogen hingga sekitar 113 kilogram per hektare. Karena itu, kacang tanah dapat ditanam bergiliran dengan sayuran atau jagung agar tanah lebih siap. Sisa tanaman kacang juga dapat dikembalikan ke tanah sebagai bahan organik.

7. Rosemary dan Lavender

Rosemary dan lavender termasuk tanaman Mediterania yang terbiasa dengan tanah kering dan miskin. Melansir dari Gardening Know How, lavender tumbuh baik di tanah kurang subur serta tahan kekeringan maupun kelembapan. Majalah Scotland Grows menyebut keduanya mampu bertahan di tanah miskin karena daunnya kecil dan berlapis lilin sehingga penguapan air berkurang.

Tanam keduanya di tempat yang terang dengan tanah berdrainase baik. Di daerah yang sering hujan, gunakan pot atau bedengan agar air tidak menggenang. Selain beraroma wangi, keduanya menarik serangga penyerbuk dan rosemary dapat dipakai sebagai bumbu masak.

8. Tanaman Penutup Tanah

Tanaman penutup tanah (cover crop) membantu menjaga tanah agar tidak mudah kering. Majalah Scotland Grows menyarankan lapisan dedaunan penutup tanah untuk menahan kelembapan di lahan yang sulit. Pilih tanaman rendah yang menyebar di permukaan tanah dan tahan kering.

Laporan praktik kerja lapangan mahasiswa Politeknik Negeri Jember di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang, Jawa Timur, tahun 2023 memaparkan upaya konservasi tanah pada lahan kurang subur. Upaya itu meliputi pengolahan lahan, penanaman tanaman penutup tanah, pemberian pembenah tanah seperti pupuk hayati, EM4, dan humus, serta pembalikan tanah.

 

9. Perbaiki Tanah agar Tanaman Lebih Subur

Memilih jenis tanaman yang cocok untuk halaman dengan tanah kurang subur akan lebih optimal bila tanah juga diperbaiki secara bertahap. Melansir dari RHS, bahan organik mengikat butiran tanah menjadi gumpalan yang mudah ditembus akar dan mampu menahan air. Bahan itu juga menahan unsur hara agar tidak terbawa hujan, lalu melepasnya perlahan saat terurai.

RHS menyebut lapisan tebal bahan organik sebagai mulsa dapat meningkatkan daya simpan air pada tanah berpasir yang cepat kering dan melindungi akar dari suhu ekstrem. Sisakan lingkaran sekitar 10 sentimeter di sekitar batang berkayu agar tidak tertutup mulsa. Di Indonesia, pengelolaan tanah merujuk antara lain pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pembenah Tanah, sebagaimana disampaikan penyuluh Balai Standardisasi dan Instrumen Pertanian (BSIP) Kepulauan Riau, unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian.

Bahan Perbaikan Tanah Manfaat Cara Memakai
Kompos Menambah hara dan memperbaiki struktur tanah Campurkan ke lubang tanam atau taburkan di permukaan tanah
Mulsa daun kering atau jerami Menahan air dan melindungi akar dari suhu ekstrem Hamparkan tebal di sekitar tanaman dan sisakan jarak dari batang
Pupuk kandang matang Menambah bahan organik dan hara Gunakan yang sudah matang dan campurkan ke tanah
Pembenah tanah (pupuk hayati, humus) Membantu memperbaiki sifat tanah Pakai sesuai petunjuk kemasan

Pertanyaan dan Jawaban Tanaman yang Cocok di Tanah Kurang Subur

1. Apa jenis tanaman yang cocok untuk halaman dengan tanah kurang subur?

Beberapa pilihannya adalah lidah mertua, bunga kertas, lidah buaya, singkong, ubi jalar, kacang tanah, serta rosemary dan lavender. Semuanya dikenal tahan kering atau mampu tumbuh di tanah miskin hara.

2. Apakah tanah kurang subur harus diperbaiki sebelum menanam?

Tidak selalu, tetapi perbaikan tanah membuat tanaman tumbuh lebih baik. Menambahkan kompos atau mulsa dapat memperbaiki struktur tanah dan menahan air.

3. Seberapa sering tanaman di tanah kurang subur perlu disiram?

Tidak ada jadwal baku. Siram ketika bagian atas tanah terasa kering dan hindari genangan, terutama untuk lidah mertua dan lidah buaya.

4. Apakah singkong dan ubi jalar bisa ditanam tanpa pupuk?

Keduanya bisa tumbuh di tanah kurang subur, tetapi hasil panen biasanya lebih baik bila diberi pupuk organik. Jarak tanam yang tepat juga membantu meningkatkan hasil.

5. Mengapa kacang tanah baik untuk tanah kurang subur?

Kacang tanah bekerja sama dengan bakteri rhizobia di akar untuk mengikat nitrogen dari udara. Nitrogen tersebut dapat membantu menyuburkan tanah dan tanaman di sekitarnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6