11 Cara Membersihkan Talenan Kayu yang Menghitam dan Bau agar Kembali Bersih dan Higienis

Simak cara membersihkan talenan kayu yang menghitam dan bau dengan garam, lemon, baking soda, cuka, serta tips perawatan agar tidak berjamur lagi di rumah.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 17:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Talenan kayu yang menghitam dan berbau kerap membuat dapur terasa kurang bersih, padahal alat ini dipakai hampir setiap hari. Karena itu, banyak orang mencari cara membersihkan talenan kayu yang menghitam dan bau dengan bahan sederhana yang tersedia di rumah.

Melansir dari laman Food Safety and Inspection Service Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA FSIS), talenan kayu maupun plastik boleh digunakan dan sama-sama dapat disanitasi, asalkan dicuci dengan air panas dan sabun setiap selesai dipakai. Kementerian Kesehatan RI melalui laman resminya juga mengimbau agar talenan untuk daging mentah dibedakan dari talenan untuk sayuran atau makanan siap santap.

Studi berjudul Cutting Boards of Plastic and Wood Contaminated Experimentally with Bacteria (1994) karya Ak, Cliver, dan Kaspar di Journal of Food Protection bahkan menyimpulkan bahwa anggapan talenan plastik lebih higienis daripada kayu tidak didukung hasil penelitian. Berikut adalah cara membersihkan talenan kayu yang menghitam dan bau dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).

1. Kenali Penyebab Talenan Kayu Menghitam dan Bau

Sebelum mulai membersihkan, ada baiknya Anda memahami mengapa talenan kayu bisa berubah warna. Pakar dari IPB University menjelaskan bahwa warna hitam pada talenan kemungkinan besar berasal dari pertumbuhan mikroba seperti jamur atau bakteri yang bercampur dengan sisa makanan. Kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap air dan sisa makanan, sehingga permukaannya menjadi lembap dan cocok bagi mikroba untuk berkembang.

Menurut pakar IPB tersebut, sebagian jenis jamur juga menghasilkan pigmen atau spora berwarna hitam. Inilah yang membuat permukaan talenan tampak bernoda gelap, terutama pada bagian yang sering terkena air dan jarang dikeringkan dengan baik.

Sementara itu, bau tidak sedap umumnya muncul dari sisa bahan makanan beraroma kuat yang meresap ke serat kayu. Melansir dari Bob Vila, situs panduan perawatan rumah asal Amerika Serikat, bau menyengat dari ikan, bawang putih, dan bawang bombai termasuk yang paling sering menempel pada talenan.

2. Siapkan Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan

Langkah berikutnya adalah menyiapkan bahan yang diperlukan. Sebagian besar bahan ini mudah ditemukan di dapur, sehingga Anda tidak perlu membeli pembersih khusus. Menurut Bob Vila, bahan yang umum dipakai untuk membersihkan talenan kayu antara lain:

  • Cuka putih.
  • Hidrogen peroksida dengan kadar 3 persen.
  • Garam kasar atau baking soda.
  • Satu buah lemon.
  • Minyak mineral untuk perawatan.

Selain itu, siapkan pula sabun cuci piring, sikat atau spons, serta lap bersih. Pemutih klorin cair tanpa pewangi hanya perlu disiapkan bila Anda ingin melakukan sanitasi tambahan, misalnya setelah talenan dipakai untuk memotong daging mentah.

3. Cuci Talenan dengan Air Panas dan Sabun Cuci Piring

Langkah ketiga adalah mencuci talenan secara menyeluruh. Buang dahulu sisa makanan yang menempel, lalu gosok seluruh permukaan menggunakan sikat atau spons, sabun cuci piring, dan air panas. Cara ini sejalan dengan anjuran USDA FSIS, yaitu mencuci talenan dengan air panas dan sabun setiap selesai dipakai, kemudian membilasnya dengan air bersih.

Setelah dibilas, keringkan talenan dengan cara diangin-anginkan atau ditepuk menggunakan tisu dapur yang bersih. Jangan lupa membersihkan bagian sisi dan bagian belakang talenan, karena area ini sering luput dari perhatian padahal ikut terpapar air.

Meski penting, mencuci dengan sabun saja belum tentu cukup untuk menghilangkan noda hitam dan bau yang sudah meresap. Karena itu, lanjutkan ke langkah berikutnya untuk membersihkan lebih dalam.

 

4. Gosok dengan Garam Kasar dan Lemon

Untuk noda ringan dan bau yang menempel, kombinasi garam kasar dan lemon bisa menjadi pilihan. Melansir dari Bob Vila, taburkan beberapa sendok makan garam laut kasar di seluruh permukaan talenan. Gosok perlahan menggunakan potongan lemon, sambil memeras air jeruk agar garam bercampur dengan asam sitrat.

Garam berperan sebagai bahan penggosok, sedangkan keasaman lemon membantu mengangkat noda. Panduan perawatan talenan dari situs Curbly menyebutkan bahwa perpaduan keduanya efektif untuk menghilangkan noda ringan pada talenan kayu.

Setelah digosok, diamkan campuran tersebut selama lima hingga sepuluh menit, kemudian lap dengan kain basah yang bersih. Bilas talenan dengan air hangat hingga tidak ada sisa garam atau air jeruk yang tertinggal.

5. Gunakan Baking Soda untuk Noda Membandel dan Bau

Jika bercak hitam masih terlihat atau bau belum hilang, gunakan baking soda. Melansir dari The Home Depot, taburkan baking soda atau garam kasar secara merata pada bagian yang bernoda, lalu gosok dengan potongan lemon untuk menambah daya bersih.

Untuk noda yang lebih membandel, situs Curbly menyarankan membuat pasta dari baking soda dan hidrogen peroksida hingga kental. Oleskan pasta pada area yang menghitam, gosok perlahan dengan spons, lalu bilas dengan air panas sampai tidak ada sisa pasta.

Pilihan lain datang dari panduan perawatan talenan Purple Fig Cleaning. Setelah talenan diberi cuka, taburkan baking soda pada bagian yang bermasalah dan biarkan berbusa selama satu hingga dua menit sebelum dibilas. Jangan menggosok terlalu keras agar permukaan kayu tidak tergores, karena goresan justru membuat talenan lebih sulit dibersihkan.

6. Semprot Cuka Putih lalu Basahi dengan Hidrogen Peroksida

Cuka putih dan hidrogen peroksida membantu membersihkan sekaligus mengurangi bakteri pada talenan. Menurut Bob Vila, semprotkan cuka putih hingga seluruh permukaan talenan basah. Cara ini cukup untuk perawatan rutin.

Bila talenan sering dipakai untuk memotong ikan, ayam, atau daging mentah, Bob Vila menyarankan tambahan langkah berupa hidrogen peroksida. Tuangkan hidrogen peroksida 3 persen hingga permukaan talenan terendam tipis, diamkan lima sampai sepuluh menit, lalu bilas dengan air dan tepuk hingga kering.

Situs Hunker menjelaskan bahwa pasangan cuka dan hidrogen peroksida aman digunakan di sekitar makanan serta lebih lembut bagi permukaan kayu dibandingkan pemutih. Simpan hidrogen peroksida dalam wadah gelap karena bahan ini mudah rusak bila terkena cahaya.

7. Bilas dengan Larutan Pemutih bila Diperlukan

Langkah ini tidak wajib, tetapi bisa dilakukan untuk menambah keamanan. Melansir dari USDA FSIS, talenan kayu dan plastik dapat disanitasi dengan larutan satu sendok makan pemutih klorin cair tanpa pewangi untuk setiap satu galon air. Satu galon setara sekitar 3,8 liter.

Siramkan larutan hingga seluruh permukaan talenan terendam, lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan dengan cara diangin-anginkan atau ditepuk menggunakan tisu dapur yang bersih.

Gunakan pemutih dengan hati-hati dan hanya bila perlu. Jangan mencampurnya dengan cuka atau bahan pembersih lain, serta pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik saat Anda mengerjakannya.

8. Bilas dan Keringkan Sampai Benar-Benar Kering

Proses pengeringan sering dianggap sepele, padahal inilah penentu apakah talenan akan kembali menghitam. Pakar IPB University menegaskan bahwa talenan harus selalu dijaga agar bersih dan kering, karena pori-pori kayu yang lembap menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan mikroba.

Melansir dari House Digest, kesalahan yang sering terjadi adalah meletakkan talenan basah dalam posisi datar di atas meja dapur. Kelembapan terperangkap di antara talenan dan permukaan meja karena tidak ada sirkulasi udara di bawahnya, sehingga bisa memicu bercak gelap akibat jamur.

Sebagai solusinya, berdirikan talenan pada salah satu sisinya agar udara dapat mengalir ke seluruh permukaan hingga benar-benar kering. Hindari pula menjemur talenan di bawah terik matahari atau dekat sumber panas, karena menurut Curbly hal itu dapat membuat kayu kering dan retak.

9. Oles Minyak Mineral Food Grade secara Berkala

Setelah talenan bersih dan kering sempurna, oleskan minyak mineral yang aman untuk makanan. Melansir dari The Home Depot, perawatan bulanan dengan minyak mineral dan lilin lebah membentuk lapisan pelindung kelembapan pada kayu. Situs Hunker menyebutkan bahwa lapisan ini mengisi celah alami pada kayu.

Oleskan lapisan tipis dan merata menggunakan kain bersih yang tidak berbulu, searah serat kayu. Diamkan beberapa jam atau semalaman, lalu lap sisa minyak yang belum terserap. Hindari minyak zaitun atau minyak sayur karena bisa menjadi tengik.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa melansir dari Discover Magazine, sebuah studi tahun 2023 melaporkan bahwa talenan yang diolesi minyak mineral atau minyak biji rami menyerap bakteri tidak sebaik talenan tanpa minyak selama 24 jam, sehingga lebih banyak bakteri tertinggal di permukaan. Karena itu, pencucian dan sanitasi rutin tetap tidak boleh dilewatkan.

10. Kenali Tanda Talenan Harus Diganti

Tidak semua talenan bisa diselamatkan. Menurut USDA FSIS, talenan kayu maupun plastik akan aus seiring waktu, dan talenan yang terlalu aus atau memiliki alur yang sulit dibersihkan sebaiknya dibuang. Alur atau bekas sayatan pisau dapat menjadi tempat menempelnya kuman.

Pakar IPB University juga menyarankan agar talenan segera diganti bila permukaannya rusak dan sulit dibersihkan. Laman asthma.net menyebutkan bahwa jamur pada talenan biasanya berwarna hitam, meski dapat pula berwarna hijau atau cokelat, dan menganjurkan agar talenan yang berjamur atau memiliki noda dan bau yang tidak bisa dihilangkan dibuang.

Bila ingin membeli talenan baru, USDA FSIS menyebutkan bahwa talenan bambu lebih keras dan kurang berpori dibanding kayu keras. Michigan State University Extension menyarankan memilih talenan kayu yang terbuat dari satu potongan kayu utuh.

11. Biasakan Perawatan agar Talenan Tidak Menghitam Lagi

Setelah talenan kembali bersih, jaga dengan kebiasaan yang tepat. Kemenkes menyarankan penggunaan talenan yang berbeda untuk daging mentah dan untuk sayuran atau makanan siap santap. Alasannya, bakteri pada talenan yang baru dipakai memotong bahan mentah bisa berpindah ke makanan matang yang dipotong setelahnya.

Pakar IPB University menambahkan bahwa pembedaan talenan dapat dibantu dengan bentuk atau warna yang berbeda agar mudah diingat. Michigan State University Extension menegaskan bahwa talenan perlu dicuci, dibilas, dan disanitasi dengan benar agar tidak menjadi sumber kontaminasi pada makanan.

Terakhir, cuci talenan setiap selesai dipakai, keringkan dengan sirkulasi udara yang baik, dan lakukan perawatan dengan minyak secara berkala. Dengan kebiasaan sederhana ini, talenan kayu di rumah dapat tetap bersih, tidak berbau, dan lebih awet digunakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membersihkan Talenan Kayu 

1. Apakah talenan kayu yang menghitam masih aman dipakai?

Selama noda hitam hilang setelah dibersihkan dan permukaan talenan tidak rusak, talenan masih bisa dipakai. Bila noda atau bau tidak hilang, ada jamur, atau alurnya sulit dibersihkan, sebaiknya talenan diganti.

2. Bolehkah memakai pemutih untuk membersihkan talenan kayu?

Boleh bila perlu. Menurut USDA FSIS, talenan kayu dapat disanitasi dengan larutan satu sendok makan pemutih klorin cair tanpa pewangi per satu galon air, didiamkan beberapa menit, lalu dibilas bersih.

3. Berapa lama hidrogen peroksida didiamkan di talenan kayu?

Menurut Bob Vila, hidrogen peroksida 3 persen didiamkan lima hingga sepuluh menit, lalu dibilas dengan air dan dikeringkan.

4. Seberapa sering talenan kayu perlu diolesi minyak mineral?

Perawatan bulanan dengan minyak mineral food grade dianjurkan, sebagaimana disebut The Home Depot dan Hunker. Pastikan talenan sudah bersih dan benar-benar kering sebelum diolesi.

5. Apakah talenan kayu lebih berbahaya daripada talenan plastik?

Belum tentu. Studi Ak, Cliver, dan Kaspar (1994) menyimpulkan anggapan talenan plastik lebih higienis tidak didukung hasil penelitian, dan USDA FSIS membolehkan keduanya asalkan dibersihkan dengan benar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6