6 Cara Hilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu Tanpa Ribet

Ketahui cara hilangkan bau bawang pada talenan kayu, mudah dilakukan dengan bahan sederhana yang tersedia di rumah.

Diterbitkan 17 September 2026, 15:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Talenan kayu sering menjadi pilihan untuk memotong berbagai bahan makanan karena permukaannya nyaman digunakan dan tidak terlalu keras untuk pisau. Namun, setelah digunakan untuk mengiris bawang, talenan terkadang masih menyisakan aroma tajam meski sudah dicuci.

Bau tersebut bisa bertahan karena cairan dan senyawa aroma dari bawang masuk ke serat serta pori-pori kayu. Jika tidak segera dibersihkan dan dikeringkan dengan benar, aroma bawang bahkan dapat bertahan lebih lama pada bagian yang memiliki banyak bekas sayatan pisau.

Karena itu, simak cara hilangkan bau bawang pada talenan kayu yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (17/9).

Kenapa Talenan Kayu Bisa Bau Bawang?

Bau tajam pada bawang muncul ketika bahan tersebut dipotong atau dihancurkan. Proses ini membuat sel bawang pecah dan melepaskan senyawa sulfur yang mudah menguap. Itu sebabnya aroma bawang yang sudah dipotong biasanya terasa lebih kuat dibandingkan saat masih utuh.

Ketika bawang dipotong di atas talenan, cairan yang membawa senyawa aromanya akan mengenai permukaan kayu. Tidak seperti kaca atau logam yang cenderung memiliki permukaan lebih rapat, kayu mempunyai serat dan pori-pori yang dapat menyerap air, minyak, noda, serta aroma dari makanan.

Cairan bawang juga dapat masuk ke celah serat dan goresan yang terbentuk akibat penggunaan pisau. Aroma yang tertahan di bagian tersebut kemudian dapat keluar secara perlahan sehingga bau bawang masih tercium walaupun talenan sudah dibilas.

1. Cuci Talenan hingga Bersih

Cara menghilangkan bau bawang pada talenan kayu sebaiknya dimulai dengan mencucinya sesegera mungkin setelah selesai digunakan. Jangan membiarkan sisa bawang terlalu lama menempel karena residu dapat semakin melekat pada permukaan talenan.

Singkirkan terlebih dahulu potongan bawang yang masih tersisa. Setelah itu, cuci kedua sisi talenan menggunakan air dan sabun pencuci piring. Gunakan spons untuk membersihkan seluruh permukaan, terutama bagian yang memiliki banyak bekas potongan pisau.

Bilas sampai tidak ada busa atau sisa sabun yang tertinggal. Hindari merendam talenan kayu di dalam air, termasuk membiarkannya terendam semalaman. Paparan air dalam waktu lama dapat membuat kayu menyerap terlalu banyak air sehingga berisiko mengembang, melengkung, atau mengalami kerusakan.

2. Keringkan Talenan sebelum Disimpan

Setelah dicuci, talenan sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke lemari dapur. Permukaan yang sudah tidak meneteskan air belum tentu benar-benar kering, terutama pada bagian yang memiliki serat dan celah.

Lap kedua sisi talenan menggunakan kain bersih. Kemudian, letakkan dalam posisi berdiri atau sedikit miring di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Cara ini membuat udara dapat menjangkau kedua sisi sehingga proses pengeringan berlangsung lebih merata.

Hindari menumpuk talenan yang masih lembap atau meletakkannya dalam posisi mendatar untuk waktu lama. Bagian yang tertutup meja atau talenan lain akan lebih sulit mendapatkan udara. Kondisi lembap juga dapat memicu munculnya jamur dan bau apek.

3. Pisahkan Talenan Berdasarkan Penggunaannya

Jika talenan sering dipakai untuk berbagai bahan makanan, pertimbangkan untuk memisahkannya berdasarkan fungsi. Salah satunya dengan menyediakan talenan khusus untuk bawang dan bahan makanan lain yang memiliki aroma kuat.

Talenan berbeda dapat digunakan untuk buah, roti, atau makanan yang siap disantap. Kebiasaan ini membantu mencegah aroma bawang berpindah ke bahan makanan lain. Pemisahan juga dapat diterapkan pada talenan yang digunakan untuk bahan mentah dan makanan siap makan.

Talenan untuk daging, unggas, dan makanan laut mentah sebaiknya tidak digunakan untuk memotong buah atau sayuran yang akan langsung dikonsumsi. Cara tersebut membantu mengurangi risiko kontaminasi silang. Tidak perlu menyediakan terlalu banyak talenan, dua atau tiga buah dengan fungsi yang jelas sudah dapat membantu menjaga kebersihan dapur.

4. Gunakan Garam untuk Membantu Mengangkat Residu

Jika aroma bawang masih tertinggal setelah talenan dicuci, garam dapat digunakan sebagai pembersih tambahan. Basahi sedikit permukaan talenan, lalu taburkan garam secara merata pada bagian yang berbau.

Gosok permukaan secara perlahan menggunakan spons atau kain lembap. Butiran garam dapat membantu mengangkat residu yang masih tertinggal di permukaan maupun pada bagian bekas sayatan pisau.

Setelah selesai, bilas talenan menggunakan air bersih dan segera keringkan. Hindari menggosok terlalu kuat atau menggunakan cara ini terlalu sering karena tekstur garam yang abrasif dapat membuat permukaan kayu menjadi lebih kasar jika terus-menerus digosok. Metode garam juga dapat dipadukan dengan lemon untuk membantu mengurangi aroma bawang yang tersisa.

5. Gunakan Lemon untuk Membantu Mengurangi Aroma

Lemon bisa menjadi pilihan tambahan ketika bau bawang masih terasa setelah talenan dibersihkan. Setelah talenan dicuci, potong lemon menjadi dua bagian, kemudian gunakan bagian dalam buah untuk menggosok permukaan talenan secara perlahan.

Untuk membantu proses pembersihan, lemon juga dapat digunakan bersama garam. Taburkan garam secukupnya pada permukaan talenan, lalu gosok menggunakan potongan lemon selama beberapa menit. Cara tersebut membantu mengangkat sisa residu sekaligus mengurangi aroma bawang yang menempel.

Setelah selesai, bilas talenan menggunakan air bersih dan lap hingga kering. Jangan membiarkan talenan dalam keadaan basah lebih lama hanya karena menggunakan lemon sebagai bagian dari proses pembersihan. Talenan tetap perlu dikeringkan dengan baik setelah dibersihkan.

6. Lakukan Pembersihan Mendalam untuk Bau Bawang yang Membandel

Jika aroma bawang putih masih tercium setelah dibersihkan dengan garam dan lemon, melansir laman Deer & Oak, pembersihan lebih mendalam dapat dilakukan menggunakan pasta soda kue dan semprotan cuka. Kedua tahap ini sebaiknya dilakukan secara terpisah, bukan mencampurkan bahan-bahannya sekaligus.

Pasta soda kue: Campurkan 1 sendok makan atau sekitar 15 gram soda kue dengan 1 sendok makan air hingga membentuk pasta. Oleskan tipis pada area talenan yang masih berbau, kemudian diamkan selama sekitar 10 menit. Gosok perlahan menggunakan spons atau sikat lembut, lalu bilas dengan air bersih.

Semprotan cuka: Masukkan cuka putih ke dalam botol semprot kecil, kemudian semprotkan sedikit pada permukaan talenan. Diamkan sekitar 2 menit sebelum dibilas kembali menggunakan air bersih. Setelah itu, keringkan talenan secara menyeluruh.

Hindari merendam talenan dalam cuka atau membiarkannya terkena cuka terlalu lama. Penggunaan cuka secara berlebihan dapat membuat kayu menjadi lebih kering akibat sifat asamnya. Pembersihan mendalam seperti ini juga sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering; sumber Deer & Oak menyarankannya sekitar sebulan sekali untuk membantu mengendalikan penumpukan aroma bawang putih.

Jangan Lupakan Cara Menyimpan Talenan

Menghilangkan bau bawang bukan hanya soal membersihkan permukaannya. Cara menyimpan talenan setelah dicuci juga berpengaruh terhadap kondisi dan aroma yang tertinggal.

Pastikan talenan sudah benar-benar kering sebelum disimpan. Letakkan dalam posisi berdiri agar udara dapat mengalir di kedua sisinya, kemudian simpan di tempat yang kering dan tidak lembap.

Dengan mencuci talenan segera setelah digunakan, menghindari perendaman, menggunakan bahan pembersih tambahan bila diperlukan, serta mengeringkannya dengan benar, aroma bawang yang tertinggal dapat lebih mudah dikurangi. Kebiasaan tersebut sekaligus membantu menjaga talenan kayu tetap bersih dan lebih awet digunakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Hilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu

1. Mengapa talenan kayu bisa menyimpan bau bawang?

Bawang yang dipotong melepaskan senyawa sulfur dan cairan beraroma. Senyawa tersebut dapat terserap ke dalam serat, pori-pori, serta goresan pada permukaan talenan kayu.

2. Apakah talenan kayu boleh direndam untuk menghilangkan bau bawang?

Sebaiknya tidak. Merendam talenan kayu terlalu lama dapat membuat kayu menyerap banyak air sehingga berisiko mengembang, melengkung, atau rusak.

3. Apakah garam bisa digunakan untuk menghilangkan bau bawang pada talenan?

Bisa sebagai pembersih tambahan. Garam dapat membantu mengangkat residu pada permukaan dan bekas sayatan, tetapi jangan digosok terlalu kuat atau terlalu sering karena sifatnya abrasif.

4. Bagaimana cara menggunakan lemon untuk mengurangi bau bawang pada talenan kayu

Setelah talenan dicuci, gosok permukaannya secara perlahan menggunakan potongan lemon. Lemon juga dapat digunakan bersama garam, kemudian talenan perlu dibilas dan dikeringkan.

5. Apa yang dilakukan jika bau bawang putih masih membandel?

Kamu dapat melakukan pembersihan mendalam dengan pasta soda kue, kemudian semprotan cuka putih secara terpisah. Hindari merendam talenan dalam cuka dan pastikan talenan segera dibilas serta dikeringkan setelahnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6