Liputan6.com, Jakarta - Bau apek pada pakaian sering kali bersumber dari laci lemari tua tempat kita menyimpannya. Aroma tak sedap ini bukanlah sekadar gangguan penciuman biasa, melainkan tanda adanya pertumbuhan jamur ringan (mildew) akibat kelembapan yang terperangkap di dalam serat kayu seiring berjalannya waktu. Dilansir dari Southern Living, LiLi (Rockler) Jackson, seorang pembuat furnitur dan direktur di Rockler Woodworking and Hardware, mengungkapkan bahwa dasar laci lemari antik biasanya terbuat dari kayu mentah (raw wood) tanpa lapisan akhir, sehingga sangat rentan menyerap uap air dari udara sekitar.
Mengatasi masalah ini memerlukan pendekatan yang hati-hati agar keindahan dan nilai sejarah perabot kesayangan Anda tetap terjaga dengan baik. Banyak metode pembersihan konvensional yang justru berisiko merusak lapisan akhir kayu antik yang rapuh karena usia. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai teknik pembersihan yang tepat, mulai dari pengendalian kelembapan hingga penggunaan bahan penyerap alami, sangat krusial untuk mengembalikan kesegaran laci lemari tanpa merusaknya.
Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (16/9/2026).
Advertisement
Â
1. Temukan dan Atasi Sumber Kelembapan Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349829/original/057486200_1789545992-1.jpg)
Langkah paling awal dan mendasar dalam menerapkan cara menghilangkan bau apek pada laci lemari yang sudah tua adalah dengan mencari serta memperbaiki sumber kelembapan di ruangan tersebut. Pakar furnitur LiLi Jackson menegaskan bahwa jika akar permasalahan kelembapan tidak diselesaikan, jamur penyebab bau apek akan terus kembali meskipun perabot telah dibersihkan berulang kali. Anda mungkin memerlukan perangkat penurun kelembapan udara atau dehumidifier untuk menjaga kestabilan tingkat kelembapan ruangan tempat lemari diletakkan.
Setelah kelembapan ruangan terkendali, langkah berikutnya adalah memindahkan perabot keluar rumah ke area yang kering dan terpapar sinar matahari langsung dengan ventilasi yang baik. Sinar matahari alami memiliki efek disinfektan ringan yang membantu mengeringkan pori-pori kayu secara menyeluruh. Kombinasi antara perbaikan lingkungan sekitar dan sirkulasi udara luar ruangan ini terbukti sangat efektif untuk melumpuhkan pertumbuhan jamur penyebab aroma tidak sedap pada furnitur antik.
Advertisement
2. Lakukan Pembersihan Menyeluruh dengan Metode Vakum dan Lap Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349830/original/064445600_1789545992-2.jpg)
Membersihkan permukaan interior laci secara mekanis adalah tahap krusial berikutnya yang tidak boleh dilewatkan. Jackson menyarankan untuk melakukan vakum secara menyeluruh dan mengelap kering seluruh permukaan laci guna mengangkat debu serta spora jamur yang menempel. Proses pembersihan fisik ini, jika dipadukan dengan paparan sinar matahari dan ventilasi yang cukup, ampuh mengusir bau apek tanpa harus merusak struktur kayu.
Untuk meningkatkan daya serap terhadap sisa-sisa aroma tak sedap yang masih tertinggal, Anda dapat meletakkan karbon aktif atau soda kue di dalam sudut-sudut laci atau kompartemen tertutup. Karbon aktif dan baking soda bekerja secara kimiawi untuk menyerap kelembapan berlebih sekaligus menetralkan molekul bau yang mengganggu. Metode kering ini sangat aman bagi perabot tua karena menghindari penggunaan cairan berlebih yang dapat merusak serat kayu bagian dalam.
3. Hindari Penggunaan Produk Basah yang Berisiko Merusak Lapisan Kayu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349831/original/070731700_1789545992-3.jpg)
Ketika mencari solusi di internet, Anda mungkin sering menemukan rekomendasi penggunaan air dan cuka untuk membersihkan furnitur berbau apek. Namun, Jackson memperingatkan agar menghindari produk-produk cair tersebut karena dapat dengan mudah merusak lapisan akhir kayu, terutama pada furnitur antik yang sudah tua dan rapuh. Penggunaan cairan pembersih yang salah justru dapat melunturkan lapisan pelindung asli dan menurunkan nilai estetika perabot Anda.
Jika memang ditemukan pertumbuhan jamur yang cukup parah, Anda disarankan menggunakan produk pembersih antimikroba komersial khusus kayu, meskipun risikonya Anda harus melakukan pengecatan ulang (refinishing) yang dapat menghilangkan tampilan antik aslinya. Oleh karena itu, pencegahan melalui metode kering jauh lebih dianjurkan daripada mengambil risiko menggunakan bahan cair yang keras pada perabot bersejarah.
Advertisement
4. Gunakan Perasan Karbon Aktif atau Soda Kue untuk Menyerap Sisa Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349832/original/076798300_1789545992-4.jpg)
Apabila semua langkah pembersihan awal telah dilakukan namun aroma apek masih sedikit tercium, penggunaan bahan penyerap alami adalah solusi terbaik berikutnya. Karbon aktif dan soda kue bertindak sebagai agen penjernih udara alami yang sangat kuat di ruang tertutup. Letakkan wadah kecil berisi bahan-bahan ini di setiap laci untuk menangkap kelembapan harian dan menghentikan pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.
Menurut pedoman perawatan kayu profesional, menjaga wadah berisi bahan penyerap ini di dalam ruang tertutup secara konsisten dapat mencegah pertumbuhan kembali jamur meskipun Anda belum bisa mengontrol kelembapan ruangan secara penuh. Cara praktis ini memastikan pakaian Anda tetap harum dan bebas dari kontaminasi bau apek setiap kali disimpan di dalam lemari tua.
5. Aplikasikan Lapisan Shellac untuk Menyegel Pori-Pori Kayu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349833/original/084710000_1789545992-5.jpg)
Sebagai langkah lanjutan jangka panjang ketika bau apek terus membandel, menyegel kayu merupakan strategi yang sangat dianjurkan. Jackson menjelaskan bahwa Anda dapat mengecat ulang atau mengaplikasikan satu hingga dua lapis shellac pada bagian kayu yang mentah untuk mencegah kelembapan menembus pori-pori kayu di masa mendatang. Lapisan pelindung ini bertindak sebagai barrier yang efektif menghalangi air masuk ke dalam serat kayu.
Kayu yang tersegel dengan baik tidak akan mudah menyerap uap air dari udara, sehingga siklus pertumbuhan jamur dan jamur ringan dapat diputus secara permanen. Dengan menjaga lingkungan sekitar lemari tetap kering dan menerapkan lapisan pelindung shellac, perabot antik kesayangan Anda akan bebas dari bau apek selama bertahun-tahun ke depan.
Â
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Laci Lemari yang Sudah Tua
Q: Mengapa laci lemari yang sudah tua sangat mudah berbau apek?
A: Bau apek pada laci lemari tua disebabkan oleh pertumbuhan jamur ringan (mildew) akibat kelembapan yang terperangkap pada bagian kayu mentah (raw wood) di dalam laci, terutama karena kurangnya sirkulasi udara dan tingginya tingkat kelembapan ruangan.
Q: Apakah aman membersihkan laci lemari kayu antik menggunakan air dan cuka?
A: Tidak disarankan. Menurut ahli furnitur LiLi Jackson, penggunaan produk basah seperti air, cuka, atau sabun dapat merusak lapisan akhir kayu antik yang sudah rapuh, sehingga metode pembersihan kering jauh lebih dianjurkan.
Q: Bagaimana cara mencegah bau apek agar tidak kembali lagi pada lemari antik?
A: Anda dapat mencegahnya dengan menjaga kelembapan ruangan menggunakan dehumidifier, meletakkan karbon aktif atau soda kue di dalam laci untuk menyerap kelembapan, serta mengaplikasikan lapisan shellac untuk menyegel pori-pori kayu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5701171/original/017326300_1778581567-IMG_3498.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3852275/original/024292600_1640770447-20211229-Stok-Beras-Bulog-Aman-Hingga-Akhir-Tahun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349828/original/049964200_1789545992-Gemini_Generated_Image_my23l3my23l3my23.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339742/original/067297100_1788426979-5254e076-74da-4e21-a1a4-13485624e5e6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339347/original/079813000_1788412806-d97e8163-5e1f-471a-8be2-f31efbcecf16.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3279040/original/085240600_1603765153-centipedes-975248_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337528/original/092245800_1788249014-Gemini_Generated_Image_n65su6n65su6n65s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336689/original/022283900_1788171444-Gemini_Generated_Image_ffo8vzffo8vzffo8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311217/original/041764800_1785393105-9786d4da-2d1f-4662-8b41-195a03ad493a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333268/original/099220500_1787740118-giorgio-trovato-876NP3npUMc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305415/original/087388900_1784793855-HL_ruangan.jpg)