Cara Membuat Wajik Pandan Gula Pasir yang Legit dan Harum

Resep wajik pandan gula pasir yang legit, pulen, dan harum. Simak bahan serta cara membuat wajik pandan dengan gula pasir yang mudah diikuti.

Diterbitkan 16 September 2026, 16:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wajik pandan gula pasir bisa menjadi pilihan jika ingin membuat jajanan tradisional dengan rasa manis yang lebih ringan dan aroma pandan yang kuat. Berbeda dari wajik klasik yang umumnya menggunakan gula merah, versi ini memakai gula pasir sehingga warna dan rasa wajik dapat dibuat lebih sesuai selera.

Tekstur wajik yang pulen dan sedikit lengket menjadi kunci agar jajanan ini tetap terasa nikmat. Beras ketan perlu dimasak hingga matang, kemudian dicampur dengan santan, gula pasir, dan pandan sampai adonan benar-benar menyatu serta cukup padat untuk dicetak.

Resep ini juga cocok untuk camilan keluarga atau sajian saat ada acara di rumah. Agar hasilnya tidak terlalu lembek, perhatikan jumlah santan dan proses mengaduk ketan saat dimasak bersama larutan gula.

Berikut cara membuat wajik pandan gula pasir, dirangkum Liputan6.com, Rabu (16/9/2026).

Bahan Wajik Pandan Gula Pasir

Bahan untuk membuat wajik pandan gula pasir cukup sederhana dan mudah ditemukan. Perpaduan beras ketan, santan, gula pasir, dan pandan menghasilkan wajik yang pulen, legit, gurih, serta harum:

  • 500 gram beras ketan putih
  • 250 gram gula pasir
  • 250 ml santan kental
  • 150 ml air
  • 5 lembar daun pandan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh pasta pandan, opsional
  • 1 sendok makan minyak atau sedikit daun pisang untuk melapisi cetakan

Cara Membuat Wajik Pandan Gula Pasir

1. Cuci dan rendam beras ketan

Cuci beras ketan hingga air bilasannya cukup jernih. Rendam selama sekitar 2–3 jam agar ketan lebih cepat matang dan teksturnya pulen setelah dikukus.

2. Kukus beras ketan

Tiriskan beras ketan, kemudian kukus selama sekitar 20–25 menit. Setelah itu, siram dengan sekitar 100 ml air panas sambil diaduk perlahan agar kelembapannya merata.

Kukus kembali selama 15–20 menit atau sampai ketan benar-benar matang. Jangan sampai ketan terlalu lembek karena nantinya masih akan dimasak kembali bersama santan dan gula.

3. Masak santan dan gula pasir

Masukkan santan, gula pasir, sisa air, garam, dan daun pandan ke dalam wajan. Masak menggunakan api kecil sambil terus diaduk sampai gula larut dan campuran santan mulai mengental.

Jika ingin warna hijau lebih kuat, tambahkan pasta pandan setelah gula larut. Aduk hingga warnanya tercampur rata.

4. Masukkan ketan

Masukkan ketan yang sudah dikukus ke dalam campuran santan dan gula. Aduk perlahan tetapi terus-menerus agar seluruh ketan terlapisi cairan santan dan gula.

Gunakan api kecil agar bagian bawah adonan tidak cepat gosong. Proses ini membutuhkan kesabaran karena ketan akan semakin berat ketika cairannya mulai menyusut.

5. Masak sampai adonan padat

Lanjutkan mengaduk sampai santan terserap dan adonan wajik menjadi pekat, lengket, serta dapat dikumpulkan menjadi satu. Pada tahap ini, tekstur adonan seharusnya sudah cukup padat dan tidak terlihat berair.

Matikan api setelah adonan mencapai kekentalan yang diinginkan. Buang daun pandan sebelum wajik dicetak.

6. Cetak dan dinginkan

Siapkan loyang atau cetakan yang sudah dialasi daun pisang atau diolesi sedikit minyak. Tuangkan adonan wajik ke dalamnya, lalu tekan dan ratakan menggunakan spatula atau bagian belakang sendok yang sedikit dibasahi.

Biarkan wajik sampai benar-benar dingin dan set. Setelah teksturnya cukup kokoh, potong sesuai selera menggunakan pisau yang diolesi sedikit minyak agar tidak terlalu lengket.

Tips Membuat Wajik Pandan Tidak Lembek

Gunakan Santan Secukupnya

Jangan terlalu banyak menambahkan santan karena cairan berlebih membuat waktu memasak menjadi lebih lama dan wajik berisiko terlalu lembek.

Pastikan Ketan Benar-Benar Matang

Pastikan ketan sudah matang sebelum dicampur dengan santan dan gula. Ketan yang masih keras akan membuat tekstur wajik kurang menyatu.

Masak dengan Api Kecil

Gunakan api kecil saat mencampur ketan dan santan. Api besar dapat membuat bagian bawah adonan cepat gosong sebelum cairannya terserap.

Aduk Sampai Adonan Berat

Aduk terus hingga adonan terasa berat dan tidak mudah mengalir ketika diangkat dengan spatula. Kondisi ini menandakan cairan sudah cukup terserap.

Dinginkan Sebelum Dipotong

Biarkan wajik dingin terlebih dahulu sebelum dipotong. Setelah suhunya turun, tekstur wajik akan lebih padat sehingga lebih mudah dipotong rapi.

Pertanyaan Seputar Wajik Pandan Gula Pasir

Apakah wajik bisa dibuat tanpa pasta pandan?

Bisa. Daun pandan sudah memberikan aroma yang khas. Jika ingin warna hijau alami, gunakan sari daun pandan yang sudah disaring, meskipun warnanya biasanya tidak sekuat pasta pandan.

Apakah gula pasir bisa diganti gula merah?

Bisa, tetapi rasa, warna, dan aroma wajik akan berubah. Gula pasir menghasilkan wajik dengan warna yang lebih terang dan rasa manis yang lebih bersih dibandingkan gula merah.

Kenapa wajik pandan terlalu lembek?

Wajik bisa terlalu lembek karena terlalu banyak cairan, ketan belum cukup matang atau adonan belum dimasak sampai santan benar-benar terserap. Masak kembali dengan api kecil sambil terus diaduk hingga teksturnya lebih padat.

Berapa lama wajik pandan bisa disimpan?

Wajik sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup agar tidak mudah kering. Jika ingin disimpan lebih lama, masukkan ke dalam lemari pendingin dan keluarkan beberapa saat sebelum disajikan agar teksturnya kembali lebih lunak.