DEN Ungkap Peta Jalan Energi RI: Target EBT Tembus 72% di 2060

DEN paparkan roadmap energi bersih RI hingga 2060. Bauran EBT ditargetkan melonjak bertahap mulai 2030.

Diterbitkan 16 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) memaparkan peta jalan (roadmap) ketahanan energi nasional menuju tahun 2060. Paparan ini disampaikan Anggota DEN, Unggul Priyanto, dalam Sosialisasi Kebijakan Energi dan Ketahanan Energi Nasional (KEN) di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Unggul menekankan bahwa Kebijakan Energi Nasional (KEN) memegang peranan krusial sebagai arah pengarah pengelolaan energi di Tanah Air.

"Kebijakan Energi Nasional (KEN) merupakan pedoman fundamental dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berwawasan lingkungan," ujarnya di Makassar, dikutip dari Antara, Selasa (16/9/2026).

Unggul menjelaskan, KEN tidak cuma mengarahkan tata kelola energi, melainkan menjadi panduan utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Selain itu, kebijakan ini turut menyokong perancangan rencana strategis kementerian dan lembaga terkait, mencakup sektor ketenagalistrikan, minyak bumi, gas bumi, batu bara, hingga energi baru terbarukan (EBT).

"Tujuan akhir dari kebijakan ini adalah mendukung pembangunan Ekonomi Hijau dan memenuhi komitmen Indonesia dalam dekarbonisasi sektor energi untuk mencapai ketahanan iklim nasional," katanya.

Unggul menguraikan bahwa inti dari kebijakan ini bertumpu pada definisi ketahanan energi itu sendiri. Ketersediaan energi harus terjamin dengan harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat dalam jangka panjang, tanpa mengabaikan aspek perlindungan lingkungan.

"Konsep ini menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, di mana transisi energi tidak boleh mengorbankan keterjangkauan bagi masyarakat maupun kelestarian alam," katanya.

Target Bauran Energi Bertahap Hingga 2060

Sebagai langkah nyata dari peta jalan tersebut, pemerintah telah menetapkan target penyediaan energi primer yang terukur secara bertahap hingga dekade mendatang:

  • Tahun 2030: Porsi EBT ditargetkan mencapai 19%–23%, dengan total penyediaan energi primer sebesar 368–454 juta Ton Oil Ekuivalen (TOE), satuan yang menggambarkan jumlah energi hasil pembakaran satu ton minyak mentah.
  • Tahun 2040: Kontribusi EBT diproyeksikan melonjak ke angka 36%–40% dengan volume 486–596 juta TOE.
  • Tahun 2050: Bauran EBT kembali meningkat signifikan menjadi 53%–55% dengan kapasitas 595–712 juta TOE.

Transformasi energi nasional ini dirancang mencapai puncaknya pada pertengahan abad ini.

"Puncak dari transformasi ini diharapkan tercapai pada tahun 2060, di mana kontribusi EBT ditargetkan mendominasi bauran energi nasional sebesar 70%-72% dengan total penyediaan energi primer mencapai 665-775 juta TOE, menandai keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan sistem energi yang bersih, mandiri, dan tangguh," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6