Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menguat pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp 1.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengutip laman logammulia.com, harga emas hari ini dibanderol Rp 2.593.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp 2.592.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali emas Antam. Harga buyback hari ini bertambah Rp 1.000 menjadi Rp 2.438.000 per gram.
Advertisement
Harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual emas Antam kepada konsumen.
Dengan demikian, terdapat selisih antara harga jual dan harga buyback sebesar Rp 155.000 per gram.
Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high pada Kamis (29/1/2026), yakni Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.
Harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar.
Berikut rincian harga emas Antam Rabu (16/9/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.346.500
- 1 gram: Rp 2.593.000
- 2 gram: Rp 5.136.000
- 3 gram: Rp 7.686.000
- 5 gram: Rp 12.780.000
- 10 gram: Rp 25.480.000
- 25 gram: Rp 63.535.000
- 50 gram: Rp 126.905.000
- 100 gram: Rp 253.660.000
- 250 gram: Rp 633.840.000
- 500 gram: Rp 1.267.400.000
- 1.000 gram: Rp 2.533.600.000
Sebagai catatan, harga emas Antam dapat mengalami perubahan mengikuti dinamika pasar. Investor dan masyarakat yang ingin membeli emas batangan disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
Sebelumnya, harga emas dunia terpangkas pada perdagangan Selasa, 15 September 2026 (Rabu pagi Jakarta). Harga emas tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS. Hal ini seiring lonjakan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat harapan the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan ini.
Mengutip CNBC, Rabu, (16/9/2026), harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.285,88 per ons, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak 7 Agustus 2026 pada Senin pekan ini. Kontrak berjangka emas AS melemah 0,6% menjadi US$ 4.325,80.
"Harga energi yang lebih tinggi menyebabkan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi yang lebih tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga. Hal itu tidak menguntungkan bagi emas, emas saat ini bergerak dalam kisaran terbatas (range-bound). Harganya bahkan bisa turun lebih dalam jika suku bunga terus naik," ujar Senior Market Strategist di StoneX, Daniel Pavilonis.
Para pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve yang dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu pukul 14.00 waktu EDT (18.00 GMT). Pasar keuangan sangat meyakini para pembuat kebijakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan jangka pendek sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75%-4,00%, serta memberikan sinyal pengetatan kebijakan lebih lanjut di masa mendatang.
"Menurut saya, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga sudah banyak diperhitungkan oleh pasar. Semuanya sangat bergantung pada pernyataan The Fed setelahnya. Apakah mereka akan terus menaikkan suku bunga? Ataukah mereka akan memantau situasi terlebih dahulu? Secara keseluruhan, prospeknya kurang menguntungkan bagi emas," kata Pavilonis.
Â
Â
Advertisement
Dolar AS Menguat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1565978/original/044303200_1492076859-20170413-Dollarnya-Angga-AY2.jpg)
Nilai tukar dolar AS menguat, sehingga membuat harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007.
Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, imbal hasil yang lebih tinggi pada obligasi Treasury yang bebas risiko mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga) tersebut.
"Sebagian besar risiko kebijakan hawkish The Fed tampaknya sudah tercermin dalam harga pasar. Namun, emas bisa tetap rentan jika para pembuat kebijakan memberi sinyal bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," ungkap para analis ING dalam sebuah catatan.
Harga minyak naik tipis setelah serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi menyebabkan Pipa Timur-Barat milik kerajaan tersebut berhenti beroperasi, sehingga memicu kekhawatiran perbaikan kerusakan pada infrastruktur energi dan jalur transportasi akan memakan waktu lebih lama.
Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 63,64, platinum menguat 0,8% menjadi US$ 1.773,13, dan paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.299,76.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496780/original/008517100_1770603779-bpjs.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5106272/original/077387000_1737601756-Bp2mi1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)