Hari Kesembilan Pencarian, Belasan Kapal dan Sederet Alat Canggih Dikerahkan Tim SAR

Hingga kini belum ada tanda kuat perihal keberadaan delapan orang hilang kontak tersebut.

Diterbitkan 16 September 2026, 10:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pencarian 8 orang hilang (5 jurnalis, 3 awak kapal) di GAK terus berlanjut.
  • Tim SAR gabungan kerahkan 22 alutsista air di hari ke-9 pencarian.
  • Area pencarian dibagi 8 sektor laut, didukung drone dan pemantauan pesisir.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 22 alutsista dikerahkan Tim SAR gabungan di pencarian hari ke 9 lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK). Delapan orang itu hilang kontak sejak 7 September 2026 lalu.

"Pada hari kesembilan ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan 22 alut air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Rabu, (16/09/2026).

Puluhan kekuatan yang dikerahkan tim SAR dengan harapan memaksimalkan pencarian.

"Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan delapan korban. Seluruh unsur diminta melaksanakan pencarian secara maksimal," terangnya.

 

Area Pencarian

Puluhan peralatan SAR itu akan disebar ke berbagai titik pencarian. Di sektor A dengan luas 511 mil laut persegi akan disisir oleh KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya. Sektor B seluas 539 mil laut persegi melibatkan KN SAR Basudewa. Selanjutnya, sektor C dengan luas 585 mil laut persegi akan dilakukan oleh KRI Leuser.

Pada sektor D seluas 319 mil laut persegi, pencarian melibatkan KN SAR Antasena dan KRI Lepu. Sektor E dengan luas 271 mil laut persegi akan disisir oleh RIB 02 Lampung dan KAL Pahowang. Sementara itu, sektor F seluas 265 mil laut persegi melibatkan sejumlah kapal KP Polairud.

Sektor G dengan luas 282 mil laut persegi akan dilakukan oleh KAL Anyer, RBB Pulau Peucang, dan RIB 02 Banten. Sedangkan sektor H dengan luas 667 mil laut persegi melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, dan KN Damaru.

"Pencarian juga didukung oleh dua unit drone thermal Basarnas serta pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu melalui pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6