Cara Buat Comboran Kambing agar Cepat Gemuk, Begini Racikan dan Cara Memberikannya

Cara buat comboran kambing untuk penggemukan, lengkap dengan bahan, racikan, jadwal pemberian, dan tips agar tetap aman.

Diterbitkan 15 September 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kambing yang terlihat kurus tidak selalu membutuhkan pakan sebanyak-banyaknya dalam satu waktu. Agar bobot tubuhnya meningkat dengan baik, pakan perlu menyediakan energi, protein, serat, mineral, dan air dalam jumlah yang seimbang. Salah satu cara yang banyak digunakan peternak adalah memberikan comboran, yaitu campuran beberapa bahan pakan yang dibuat agak lembap agar lebih mudah dikonsumsi dan bahan konsentrat tidak terlalu berdebu. Oleh sebab itu informasi cara buat comboran kambing perlu disimak oleh peternak pemula.

Meski demikian, comboran kambing agar cepat gemuk sebaiknya tidak dibuat seperti bubur yang sangat encer atau digunakan untuk menggantikan seluruh hijauan. Kambing tetap membutuhkan serat dari rumput, daun-daunan, atau sumber hijauan lain untuk menjaga aktivitas rumen. Racikan comboran juga perlu diperkenalkan sedikit demi sedikit karena perubahan pakan secara mendadak justru dapat membuat nafsu makan menurun, kotoran menjadi encer, hingga menyebabkan gangguan pencernaan. Berikut cara membuat comboran kambing yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/9).

Apa Itu Comboran Kambing?

Comboran pada dasarnya merupakan campuran beberapa bahan pakan yang biasanya dibasahi dengan air sebelum diberikan kepada ternak. Bahan yang digunakan dapat berbeda-beda tergantung ketersediaan di daerah masing-masing, mulai dari dedak, pollard, jagung giling, bungkil, ampas tahu, hingga bahan konsentrat jadi. Air ditambahkan secukupnya untuk melembapkan campuran, bukan untuk menjadikannya minuman.

Dalam program penggemukan, comboran berfungsi terutama sebagai pakan tambahan yang membantu meningkatkan asupan energi dan protein. Hijauan tetap diberikan karena bagian tersebut merupakan sumber serat yang penting bagi kambing sebagai hewan ruminansia. Jika konsentrat diberikan terlalu banyak sementara seratnya sangat sedikit, kondisi rumen dapat terganggu.

Karena itu, istilah "cepat gemuk" sebaiknya dipahami sebagai peningkatan bobot yang berlangsung secara bertahap dan sehat. Kecepatannya bisa berbeda pada setiap kambing karena dipengaruhi umur, jenis kelamin, genetik, kesehatan, kualitas pakan, kondisi kandang, hingga kemampuan ternak mencerna ransum yang diberikan.

Bahan Comboran Kambing untuk Penggemukan

Tidak harus menggunakan banyak bahan untuk membuat comboran. Kombinasi sederhana yang memiliki sumber energi, protein, serta mineral sudah dapat digunakan sebagai pakan tambahan apabila kualitas dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan ternak.

Beberapa bahan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Dedak padi atau pollard, sebagai salah satu sumber energi dalam campuran.
  • Jagung giling, untuk meningkatkan kandungan energi ransum.
  • Bungkil kedelai, bungkil kelapa, atau sumber protein pakan lainnya, sebagai tambahan protein.
  • Ampas tahu segar, jika tersedia dalam kondisi baik dan belum berbau asam atau busuk.
  • Molases atau tetes tebu, sebagai bahan tambahan dalam jumlah terbatas untuk meningkatkan palatabilitas.
  • Mineral khusus ternak, digunakan mengikuti petunjuk pemakaian produk.
  • Air bersih, hanya untuk membuat tekstur campuran menjadi lembap.

Pemilihan bahan sebaiknya juga mempertimbangkan kebersihan. Jangan menggunakan dedak berjamur, jagung yang berbau tengik, ampas tahu yang sudah berlendir atau masam, maupun bahan yang tercampur benda asing. Harga bahan murah tidak akan menguntungkan apabila kualitasnya buruk dan menyebabkan kambing kehilangan nafsu makan.

Hijauan seperti rumput, daun leguminosa, atau bahan berserat lainnya tidak harus selalu dicampurkan ke dalam comboran. Hijauan justru dapat diberikan secara terpisah sehingga kambing tetap memiliki kesempatan mengunyah pakan berserat dengan baik.

Racikan Comboran Kambing Sederhana

Racikan tidak harus dibuat menggunakan ukuran yang rumit. Salah satu pendekatan yang lebih mudah adalah menggunakan sistem bagian sehingga jumlahnya dapat disesuaikan dengan banyaknya kambing.

Sebagai contoh, campuran konsentrat dapat dibuat dari:

  • 4 bagian dedak padi atau pollard
  • 3 bagian jagung giling
  • 2 bagian sumber protein seperti bungkil kedelai atau bungkil kelapa
  • Mineral ternak sesuai petunjuk pada kemasan
  • Air bersih secukupnya

Jika tersedia, sebagian bahan dapat disesuaikan dengan pakan lokal yang lebih ekonomis. Namun, penggantian sebaiknya tidak dilakukan sembarangan apabila belum mengetahui karakteristik bahan tersebut. Beberapa limbah pertanian membutuhkan pengolahan terlebih dahulu sebelum aman diberikan kepada ternak.

Molases dapat digunakan sebagai bahan tambahan, tetapi tidak perlu dibuat menjadi komponen utama. Tujuannya cukup untuk membantu meningkatkan aroma dan rasa campuran. Jika konsentrat komersial sudah digunakan, periksa terlebih dahulu komposisinya agar tidak menambahkan mineral atau bahan tertentu secara berlebihan.

Cara Membuat Comboran Kambing agar Cepat Gemuk

Pembuatan comboran sebenarnya sederhana, tetapi tekstur dan kebersihannya perlu diperhatikan. Campuran yang terlalu banyak air akan lebih cepat rusak dan dapat membuat kambing terlalu cepat kenyang karena volume airnya besar.

Berikut langkah yang dapat dilakukan:

  1. Siapkan bahan pakan dalam kondisi baik Pastikan dedak, jagung, bungkil, atau bahan lainnya tidak berjamur dan tidak memiliki bau yang mencurigakan.
  2. Campurkan seluruh bahan kering Aduk dedak, jagung giling, serta sumber protein sampai merata sehingga kambing tidak hanya memilih satu jenis bahan.
  3. Masukkan mineral sesuai petunjuk Jangan menuangkan mineral dengan perkiraan berlebihan. Ikuti dosis penggunaan produk karena setiap produk dapat memiliki formulasi berbeda.
  4. Tambahkan air sedikit demi sedikit Tuangkan air sambil terus mengaduk. Campuran idealnya lembap dan mudah menggumpal ketika diremas, tetapi tidak mengeluarkan banyak air.
  5. Tambahkan bahan basah bila digunakan Ampas tahu atau bahan segar lainnya dapat dimasukkan setelah bahan kering tercampur rata. Pastikan bahan tersebut masih segar.
  6. Berikan dalam keadaan baru dibuat Sebaiknya comboran basah dibuat mendekati waktu pemberian pakan dan tidak disimpan lama, terutama pada cuaca panas.

Air dalam comboran tidak menggantikan kebutuhan air minum. Air bersih tetap harus tersedia sehingga kambing dapat minum sesuai kebutuhannya sepanjang hari.

Jangan Membuat Comboran Terlalu Encer

Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah menambahkan air terlalu banyak hingga comboran menyerupai kuah. Cara ini memang membuat volume pakan terlihat lebih banyak, tetapi tidak otomatis memberikan nutrisi lebih tinggi karena sebagian besar volumenya hanya berasal dari air.

Comboran yang sangat basah juga lebih mudah mengalami perubahan aroma dan fermentasi yang tidak diinginkan apabila dibiarkan terlalu lama. Kondisi tersebut semakin mudah terjadi pada suhu lingkungan yang hangat. Sisa comboran yang sudah bercampur air dan terkena air liur ternak sebaiknya tidak digunakan kembali pada waktu pemberian berikutnya.

Tekstur lembap sudah cukup untuk mengurangi debu dari dedak sekaligus membantu bahan tercampur. Jika kambing menyukai konsentrat dalam kondisi kering dan tidak menimbulkan masalah, pemberian air sebenarnya bukan syarat wajib selama ternak tetap mendapatkan air minum yang cukup.

Berikan Comboran Secara Bertahap

Kambing yang sebelumnya hanya mendapat rumput tidak sebaiknya langsung diberi konsentrat dalam jumlah besar. Mikroorganisme di dalam rumen memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan jenis dan kandungan pakan.

Pada beberapa hari pertama, berikan campuran dalam porsi kecil terlebih dahulu. Jumlahnya kemudian dapat dinaikkan secara bertahap apabila kambing tetap lahap, aktif mengunyah kembali, dan kotorannya tidak menjadi terlalu encer. Proses adaptasi selama sekitar satu hingga dua minggu biasanya lebih aman dibanding mengganti ransum secara mendadak.

Jika menggunakan racikan baru, ubah satu komponen pada satu waktu jika memungkinkan. Dengan cara ini, lebih mudah mengetahui bahan mana yang kurang cocok apabila muncul penurunan nafsu makan atau gangguan pencernaan.

Tetap Berikan Hijauan yang Cukup

Comboran bukan pengganti total rumput atau hijauan. Kambing memerlukan pakan berserat untuk mendukung proses fermentasi dalam rumen dan merangsang aktivitas mengunyah kembali. Karena itu, program penggemukan yang hanya mengandalkan dedak atau jagung dalam jumlah banyak bukan pilihan yang baik.

Hijauan dapat berupa rumput yang berkualitas maupun daun-daunan yang aman untuk kambing. Variasi hijauan dapat membantu menyediakan nutrisi yang lebih beragam, tetapi jenis tanaman yang belum diketahui keamanannya sebaiknya tidak langsung diberikan dalam jumlah banyak.

Pada sistem penggemukan, konsentrat berperan sebagai pelengkap untuk meningkatkan kepadatan nutrisi ransum. Kombinasi antara hijauan yang baik dan konsentrat yang sesuai biasanya lebih masuk akal dibanding mencoba mengejar kenaikan berat badan dengan memperbanyak satu jenis bahan saja.

Atur Waktu Pemberian Pakan

Membagi pakan menjadi beberapa kali pemberian lebih baik daripada memberikan seluruh konsentrat dalam satu porsi besar. Pola pemberian yang teratur juga membantu peternak memantau apakah kambing benar-benar menghabiskan pakan atau mulai mengalami penurunan nafsu makan.

Hijauan dapat diberikan sebelum atau bersama rangkaian pemberian konsentrat sehingga kambing tidak mengonsumsi bahan berenergi tinggi dalam jumlah besar ketika rumennya kosong. Konsentrat kemudian dapat dibagi ke dalam dua atau beberapa waktu pemberian sesuai sistem pemeliharaan.

Usahakan jadwalnya relatif tetap dari hari ke hari. Kambing terbiasa dengan pola pemberian pakan, sehingga perubahan jadwal maupun komposisi yang terlalu sering dapat mengganggu konsumsi.

Kesalahan saat Membuat Comboran Kambing

Comboran yang bernutrisi dapat berubah menjadi masalah ketika cara pemberiannya keliru. Beberapa kesalahan justru sering terjadi karena peternak ingin mempercepat proses penggemukan.

Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:

  • Menambahkan dedak atau jagung terlalu banyak secara mendadak.
  • Menghilangkan hijauan karena dianggap membuat kambing lama gemuk.
  • Membuat comboran sangat encer.
  • Membiarkan comboran basah tersisa terlalu lama.
  • Menggunakan bahan berjamur atau berbau tengik.
  • Mengganti komposisi pakan hampir setiap hari.
  • Memberikan bahan limbah pertanian yang belum diketahui keamanannya.
  • Menambahkan garam atau mineral secara berlebihan.
  • Tidak menyediakan air minum karena comboran sudah mengandung air.
  • Mengabaikan kambing yang terus kurus meskipun konsumsi pakannya banyak.

Jika setelah perubahan ransum kambing mengalami diare berat, perut membesar secara tidak biasa, tidak mau makan, terlihat sangat lemas, sulit berdiri, atau menunjukkan gangguan lain yang mencolok, hentikan perubahan pakan dan segera mintakan pemeriksaan tenaga kesehatan hewan.

Cara Membuat Program Penggemukan Lebih Efektif

Penggemukan sebaiknya dimulai dari kambing yang kondisinya cukup sehat. Sebelum meningkatkan konsentrat, periksa terlebih dahulu apakah kambing memiliki nafsu makan normal, mampu mengunyah dengan baik, dan tidak menunjukkan gejala penyakit.

Selanjutnya, tentukan bahan yang dapat diperoleh secara rutin. Racikan sederhana tetapi konsisten biasanya lebih mudah dikelola dibanding formula yang terdiri dari banyak bahan namun sulit ditemukan setiap minggu. Jika satu bahan tiba-tiba habis, perubahan besar pada ransum dapat membuat adaptasi harus dilakukan kembali.

Catat pakan yang digunakan dan perkembangan kambing. Catatan sederhana mengenai jumlah ternak, bahan yang diberikan, perubahan bobot, konsumsi pakan, dan kondisi kesehatan dapat membantu menentukan apakah racikan yang digunakan benar-benar efektif atau justru terlalu boros.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Buat Comboran Kambing

1. Apakah dedak bisa digunakan untuk menggemukkan kambing?

Bisa digunakan sebagai salah satu bahan pakan tambahan, tetapi sebaiknya dikombinasikan dengan sumber nutrisi lain dan tetap disertai hijauan.

2. Apakah comboran harus dicampur air?

Tidak selalu. Air dapat ditambahkan secukupnya untuk melembapkan dan mengurangi debu, tetapi air minum bersih tetap harus tersedia terpisah.

3. Berapa kali sehari comboran diberikan?

Konsentrat sebaiknya dibagi menjadi beberapa waktu pemberian daripada diberikan sekaligus dalam jumlah besar, terutama ketika kambing masih beradaptasi.

4. Apakah ampas tahu bagus untuk comboran kambing?

Ampas tahu dapat menjadi salah satu bahan pakan apabila masih segar dan diberikan sebagai bagian dari ransum yang seimbang. Jangan menggunakan ampas tahu yang sudah busuk, berlendir, atau berbau tidak normal.

5. Mengapa kambing tetap kurus meski banyak makan?

Penyebabnya dapat berkaitan dengan kualitas ransum, kesehatan, parasit, masalah gigi, stres, atau persaingan mendapatkan pakan. Kambing yang terus kehilangan kondisi tubuh sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6