Timnas Surfing Indonesia Berangkat Lebih Awal ke Aichi, Incar Emas Asian Games 2026

Timnas Surfing RI ke Aichi lebih awal untuk aklimatisasi ombak Tahara. Waspadai taifun usai 25 September, target emas Asian Games 2026 demi tiket Olimpiade 2028.

Diterbitkan 15 September 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuta - Timnas Surfing Indonesia akan bertolak ke Aichi pada Sabtu (19/9/2026) untuk mematangkan persiapan jelang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Keberangkatan lebih awal dipilih demi aklimatisasi cuaca dan adaptasi ombak di Pacific Long Beach, Tahara, sekaligus mengantisipasi potensi taifun yang diprediksi terjadi setelah 25 September.

Karakter ombak di Tahara berbeda dari spot latihan para peselancar Indonesia di Bali. Berdasarkan data PredictWind, ketinggian ombak di Tahara berada di kisaran 0,6 hingga 1,2 meter. Sementara itu, gelombang di Kuta, Canggu, hingga Uluwatu bisa mencapai 1,2 sampai 5 meter.

Untuk merespons perbedaan kondisi tersebut, tim pelatih menyiapkan adaptasi menyeluruh. Setiap atlet membawa sedikitnya lima papan surfing untuk skenario ombak yang beragam dan telah menjalani pengujian papan.

"Hari ini kami board testing untuk mengantisipasi kemungkinan adanya badai topan. Kemungkinan nanti ombaknya bisa besar di sana," ujar Dylan di Pantai Berawa, Kuta Utara, Selasa (15/9/2026).

"Ada physical test untuk persiapan flexibility sama strength. Dan banyak latihan di laut untuk surfing," tutur Kya.

Bidik Emas, Buka Jalan ke Olimpiade

Skuad Indonesia menurunkan empat atlet ke Asian Games 2026: Jasmine Studer, Kya Jo Heuer, I Made Pajar Ariana, dan Bronson Meydi.

Tim pelatih memasang target satu medali emas sebagai sasaran utama.

"Di short board men, kami targetkan bisa mendapatkan emas. Sedangkan di putri, kalau bisa perak atau perunggu. Emas di Asian Games artinya bisa mengamankan satu tempat di Olimpiade 2028," kata Dylan.

Waspadai Surfer Jepang dan China

I Made Pajar Ariana mengungkap telah melakukan persiapan maksimal, termasuk mencoba berbagai papan untuk menyesuaikan diri dengan karakter ombak di Tahara.

"Kami sudah melakukan penyesuaian dengan karakter ombak di Jepang yang cenderung lebih kecil dan kurang bertenaga. Apa yang kami lakukan sekarang juga sebagai antisipasi menghadapi pesaing berat seperti atlet China dan Jepang," ujar Pajar.

Di sisi lain, Jasmine Studer menyatakan antusiasme menyambut debutnya di Asian Games setelah menjalani persiapan intensif selama delapan bulan.

"Waktu persiapan sudah delapan bulan, sekarang Asian Games sudah di depan mata. Tidak terlalu nervous. Saya harus tetap percaya diri karena sebelum Asian Games sudah mengikuti berbagai kejuaraan internasional di Prancis, Peru, Puerto Rico juga," kata Jasmine.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Akuatik Indonesia Lepas 14 Atlet ke Asian Games 2026, Ingin Akhiri Paceklik Medali

Alit Binawan, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan