Hari Ozon Internasional: Apa Itu Lapisan Ozon dan Mengapa Penting bagi Bumi?

Hari Ozon Internasional 16 September: kenali apa itu lapisan ozon, fungsinya melindungi Bumi, ancaman penipisannya, dan peran Protokol Montreal.

Diterbitkan 15 September 2026, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 16 September, dunia memperingati Hari Ozon Internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya lapisan ozon bagi kehidupan di Bumi. Lapisan ini melindungi manusia dan ekosistem dari radiasi ultraviolet berbahaya yang dipancarkan Matahari.

Lapisan ozon atau ozonosfer adalah bagian atmosfer Bumi yang kaya molekul ozon (O₃), ditemukan tahun 1913 oleh Charles Fabry dan Henri Buisson. Sekitar 90% ozon berada di stratosfer, berperan sebagai perisai alami dari radiasi UV berbahaya Matahari.

Penipisan ozon dipicu bahan kimia seperti CFC dan halon. Untuk mengatasinya, Protokol Montreal ditandatangani 16 September 1987 dan menjadi salah satu perjanjian lingkungan tersukses, berhasil memulihkan lapisan ozon secara bertahap hingga pertengahan abad ini. Berikut ini penjelasan tentang Hari Ozon Internasional, yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).

Apa Itu Lapisan Ozon?

Keberadaan lapisan ozon pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh dua fisikawan asal Prancis, Charles Fabry dan Henri Buisson. Penemuan ini menjadi titik awal penelitian atmosfer modern, yang kemudian berkembang pesat seiring munculnya kekhawatiran ilmiah pada dekade 1970-an dan 1980-an terkait penipisan lapisan ozon akibat aktivitas manusia. Riset lanjutan mengungkap bahwa lubang ozon di atas Antartika semakin melebar, yang akhirnya mendorong lahirnya kesepakatan internasional untuk melindungi lapisan pelindung ini.

Lapisan ozon, atau sering disebut ozonosfer, adalah bagian dari atmosfer Bumi yang memiliki konsentrasi molekul ozon (O₃) jauh lebih tinggi dibandingkan bagian atmosfer lainnya. Molekul ozon merupakan alotrop dari oksigen, artinya tersusun dari tiga atom oksigen, berbeda dengan oksigen yang biasa kita hirup (O₂) yang hanya memiliki dua atom.

Ozon terbentuk secara alami melalui proses fotokimia, yaitu reaksi kimia yang dipicu oleh energi sinar matahari terhadap molekul oksigen di lapisan stratosfer. Meski perannya sangat vital, jika seluruh ozon di atmosfer dikompresi ke tekanan udara permukaan laut, ketebalannya hanya sekitar 3 milimeter saja. Fakta ini menunjukkan betapa "tipisnya" pelindung alami yang selama ini menjaga kehidupan di Bumi dari ancaman radiasi luar angkasa.

Fungsi Lapisan Ozon sebagai Perisai Radiasi UV

Sekitar 90% ozon di atmosfer Bumi terkonsentrasi di lapisan stratosfer, yang membentang pada ketinggian 10 hingga 50 kilometer di atas permukaan bumi. Konsentrasi tertinggi ozon berada pada ketinggian 20 hingga 40 kilometer, dengan kadar berkisar antara 2 hingga 8 bagian per juta.

Fungsi utama lapisan ini adalah menyerap sebagian besar  radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari matahari, termasuk menyerap seluruh radiasi UV-C dan sebagian besar UV-B yang sangat merugikan bagi makhluk hidup. Tanpa perlindungan ini, paparan radiasi UV dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius pada manusia, seperti kanker kulit, katarak, kerusakan mata, mutasi genetik, hingga penurunan sistem kekebalan tubuh.

Ekosistem laut dan pertumbuhan tanaman pun turut terancam. Proses penyerapan sinar UV oleh oksigen dan ozon ini juga menghasilkan panas, yang membuat suhu stratosfer semakin hangat seiring bertambahnya ketinggian.

Perbedaan Ozon Stratosfer dan Troposfer

Ozon kerap digambarkan dengan istilah "baik di atas, buruk di bawah" karena dampaknya sangat bergantung pada posisinya di atmosfer. Ozon stratosfer, yang berada di lapisan atas, berfungsi sebagai pelindung utama dari radiasi UV berbahaya.

Sebaliknya, ozon troposfer yang berada di lapisan atmosfer paling bawah justru terbentuk dari reaksi fotokimia antara polutan seperti nitrogen oksida (NOx) dan senyawa organik volatil (VOC) yang terpapar sinar matahari. Ozon troposfer ini berbahaya bila terhirup karena dapat mengiritasi jaringan paru-paru dan memperburuk kualitas udara di permukaan bumi.

Penyebab dan Dampak Penipisan Lapisan Ozon bagi Kehidupan

Penipisan lapisan ozon sebagian besar disebabkan oleh penggunaan bahan kimia industri yang mengandung klorin dan bromin, yang dikenal sebagai zat perusak ozon atau Ozone-Depleting Substances (ODS). Kelompok zat ini mencakup klorofluorokarbon (CFC), hidroklorofluorokarbon (HCFC), dan halon, yang dahulu banyak digunakan dalam pendingin udara, produk aerosol, pelarut industri, serta sistem pemadam kebakaran.

Meski jumlahnya sangat kecil di atmosfer, senyawa CFC memiliki efek rumah kaca hingga 10.000 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (COâ‚‚) dan dapat bertahan di atmosfer selama 50 hingga 150 tahun, menjadikannya ancaman jangka panjang bagi lapisan ozon.

Dampak penipisan ozon sangat luas dan saling berkaitan. Peningkatan radiasi UV-B yang mencapai permukaan Bumi berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit dan katarak pada manusia. Di sisi lingkungan, penipisan ozon merusak fitoplankton di lautan, padahal fitoplankton merupakan fondasi rantai makanan laut sekaligus penyerap karbon dioksida utama di planet ini.

Selain itu, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan jaringan daun dapat rusak akibat paparan UV berlebih. Penipisan lapisan ozon juga turut memperparah pemanasan global melalui efek rumah kaca yang ditimbulkannya.

Protokol Montreal: Upaya Global Selamatkan Ozon

Untuk mengatasi krisis penipisan ozon, dunia internasional menandatangani Protokol Montreal tentang Zat-Zat yang Mengurangi Lapisan Ozon pada 16 September 1987, dan mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 1989. Perjanjian ini dirancang untuk menghentikan produksi dan penggunaan ODS secara bertahap di seluruh dunia.

Protokol Montreal diakui sebagai salah satu perjanjian lingkungan paling sukses sepanjang sejarah, dengan ratifikasi universal oleh setiap negara anggota PBB dan keberhasilan menghapuskan hingga 99% zat perusak ozon yang dikendalikan. Berkat upaya kolektif ini, lapisan ozon diperkirakan akan pulih ke kondisi sebelum tahun 1980 sekitar pertengahan abad ini.

Tanpa Protokol Montreal, penipisan ozon diperkirakan akan menyebabkan sekitar 2 juta kasus kanker kulit per tahun pada 2030, serta merusak ekosistem yang vital bagi produksi pangan dunia. Protokol ini juga terus diperbarui melalui berbagai amandemen, termasuk Amandemen Kigali pada 2016 yang berfokus pada penghapusan bertahap hidrofluorokarbon (HFC).

Pertanyaan Seputar Hari Ozon Internasional

Kapan Hari Ozon Internasional diperingati?

Hari Ozon Internasional diperingati setiap tanggal 16 September, bertepatan dengan tanggal penandatanganan Protokol Montreal pada tahun 1987.

Apa itu lapisan ozon dan di mana letaknya?

Lapisan ozon adalah bagian atmosfer Bumi dengan konsentrasi molekul ozon (O₃) tinggi, sekitar 90% di antaranya berada di lapisan stratosfer pada ketinggian 10 hingga 50 kilometer.

Mengapa lapisan ozon penting bagi kehidupan di Bumi?

Lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi ultraviolet berbahaya dari matahari, sehingga melindungi manusia dari kanker kulit dan katarak, serta menjaga ekosistem laut dan pertumbuhan tanaman.

Apa penyebab utama penipisan lapisan ozon?

Penipisan ozon terutama disebabkan oleh zat perusak ozon (ODS) seperti CFC, HCFC, dan halon yang dulu banyak digunakan dalam pendingin udara, aerosol, dan pemadam kebakaran.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6