Liputan6.com, Jakarta - Aksesori pergelangan tangan seperti arloji telah lama menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Namun, pernahkah Anda memperhatikan karakter orang yang tidak suka memakai jam tangan di sekitar Anda? Pilihan untuk tidak mengenakan aksesori penunjuk waktu ini ternyata bukan sekadar urusan selera fesyen, melainkan bisa mencerminkan sifat dan kepribadian seseorang yang cukup mendalam.
Di era digital saat ini, fungsi utama jam tangan memang perlahan mulai tergantikan oleh kehadiran ponsel pintar (smartphone). Meski demikian, masih banyak orang yang merasa ada yang kurang jika pergelangan tangannya kosong saat bepergian. Sebaliknya, bagi mereka yang secara konsisten menolak memakai jam tangan, pergelangan tangan yang bebas justru memberikan kenyamanan psikologis tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Melansir dari berbagai pandangan psikologi perilaku dan gaya hidup, kebiasaan tampil polos tanpa aksesori waktu ini sering kali dikaitkan dengan pola pikir yang sangat fleksibel hingga cara unik memandang prioritas. Apakah Anda atau orang terdekat termasuk dalam kategori ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (15/9/2026).
Advertisement
1. Sangat Menghargai Kebebasan dan Fleksibilitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345960/original/062257000_1789100670-pexels-shvetsa-12679946.jpg)
Orang yang enggan mengenakan jam tangan umumnya adalah sosok yang berjiwa bebas. Mereka tidak suka merasa terikat oleh aturan waktu yang kaku atau jadwal yang terlalu mendikte ritme keseharian. Bagi mereka, jam tangan yang melingkar di tangan ibarat sebuah "borgol" tak kasatmata yang terus-menerus mengingatkan pada rentetan tenggat waktu dan rutinitas yang membosankan.
Karena sangat menyukai fleksibilitas, mereka lebih suka membiarkan hari berjalan mengalir apa adanya tanpa tekanan. Mereka meyakini bahwa produktivitas maksimal dan kreativitas terbaik justru akan muncul ketika pikiran tidak selalu dikejar-kejar oleh jarum detik yang terus berdetak tanpa henti di pergelangan tangan mereka.
Advertisement
2. Lebih Santai dalam Menghadapi Tekanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4563062/original/057086900_1693832087-icons8-team-CrW-TbykPBQ-unsplash.jpg)
Tidak adanya pengingat waktu yang menempel secara fisik di tubuh membuat mereka cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Karakter ini menjadikan mereka sebagai sosok yang jauh lebih santai (laid-back) saat harus berhadapan dengan tekanan pekerjaan, jadwal yang mepet, atau situasi lingkungan yang serba terburu-buru.
Alih-alih panik dan gelisah saat waktu semakin menipis, mereka biasanya tetap tenang dan fokus menyelesaikan tugas dengan kecepatan ritme mereka sendiri. Ketenangan emosional inilah yang sering kali membuat mereka diandalkan dalam sebuah tim kerja untuk meredakan ketegangan kolektif akibat deadline yang ketat.
3. Praktis dan Tidak Suka Hal yang Ribet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333255/original/045648500_1787739195-beauty-concept-pretty-woman-with-bright-pink-nail-color-manicure-wall.jpg)
Kepraktisan adalah nama tengah dari individu yang memilih untuk secara sadar tidak memakai jam tangan. Mereka enggan menambah rutinitas ekstra di pagi hari, seperti memikirkan jam mana yang cocok dengan pakaian kerja, menyesuaikan ukuran tali, atau sekadar merasa waswas jam tersebut akan tergores dan kemasukan air saat beraktivitas berat.
Pola pikir praktis ini juga tercermin jelas dalam gaya hidup mereka secara keseluruhan. Mereka lebih suka bepergian dengan barang bawaan yang esensial dan mengandalkan satu alat multifungsi, seperti menggunakan gawai yang sudah mencakup seluruh fitur penunjuk waktu, kalender, catatan, dan alarm sekaligus dalam satu genggaman.
Advertisement
4. Memiliki Fokus yang Tinggi (Mindful)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458310/original/058533800_1767076615-wayhomestudio.jpg)
Memakai jam tangan sering kali membuat seseorang secara refleks melirik pergelangan tangannya berulang kali, yang secara tak sadar bisa mengalihkan perhatian dari momen yang sedang berlangsung. Sebaliknya, mereka yang tidak memakainya cenderung lebih "hadir" secara penuh atau mempraktikkan mindfulness dalam setiap kegiatan maupun percakapan yang dilakukan.
Saat sedang makan siang bersama teman atau berdiskusi memecahkan sebuah masalah, perhatian mereka tidak mudah terdistraksi oleh angka waktu yang berlalu. Hal ini membuat mereka menjadi sosok pendengar yang baik dan rekan diskusi yang sangat dihargai, karena fokus dan kontak mata mereka sepenuhnya tertuju pada masa sekarang.
5. Percaya Diri dengan Gaya Penampilan Minimalis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423202/original/096199400_1780200496-medium-shot-woman-working-home_1_.jpg)
Dalam industri fesyen dan pergaulan, jam tangan sering kali dianggap sebagai simbol status sosial atau elemen kunci untuk menyempurnakan penampilan visual. Namun, mereka yang konsisten absen memakai jam tangan justru menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi terhadap prinsip gaya minimalis dan bersahaja yang mereka usung.
Mereka tidak pernah merasa perlu untuk membuktikan kedudukan sosial atau menarik perhatian publik melalui barang-barang bermerek yang melekat di tubuh. Bagi karakter ini, karisma sejati berasal dari kualitas kepribadian, cara berkomunikasi yang cerdas, serta bagaimana mereka memperlakukan orang lain, bukan dari mahalnya aksesori yang dikenakan.
Advertisement
6. Sangat Adaptif terhadap Perubahan Teknologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337440/original/038192700_1788245804-7.jpg)
Keengganan memakai jam tangan konvensional menunjukkan bahwa individu tersebut sangat adaptif terhadap ekosistem teknologi modern. Mereka menyadari betul bahwa fungsi dasar penunjuk waktu kini telah diintegrasikan dengan sangat sempurna ke dalam berbagai perangkat yang selalu mengelilingi mereka, mulai dari layar komputer hingga layar ponsel.
Ketergantungan yang efisien pada layar digital membuat mereka merasa bahwa membawa jam tangan fisik adalah sebuah redundansi atau pengulangan fungsi yang sia-sia. Karakter yang adaptif ini biasanya juga berimbas pada kecepatan mereka dalam menyesuaikan diri dengan tren aplikasi terbaru di berbagai aspek kehidupan profesional maupun personal.
7. Cenderung Mengutamakan Kenyamanan Fisik Sensorik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189871/original/029158500_1744805944-people-emotions-young-woman-holds-hands-heart-smiles-camera-stands-against-studio-background-isolated-white_176420-47979.jpg)
Faktor sensorik pada kulit acap kali menjadi alasan utama dan paling logis di balik penolakan terhadap jam tangan. Banyak orang memiliki kulit yang sensitif terhadap material tertentu, seperti tali berbahan kulit asli yang memicu keringat berlebih, tali karet silikon yang lengket, atau bahkan material stainless steel yang menimbulkan reaksi alergi kemerahan saat digeser.
Karakter yang sangat peka dan mengutamakan kenyamanan fisik ini membuat mereka menolak tegas berkompromi hanya demi sekadar tampil modis.
Mereka memegang prinsip kuat bahwa apa pun yang dikenakan dan bersentuhan dengan tubuh tidak boleh sedikit pun membatasi ruang gerak atau menimbulkan sensasi tidak nyaman sepanjang hari.
Advertisement
8. Tidak Suka Menjadi Pusat Perhatian (Introver)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918883/original/056012700_1723701425-happy-people-young-smiling-asian-woman-dancing-city-raising-hands-up-city-triumphing-celebrati.jpg)
Beberapa jenis arloji, terutama yang berukuran sangat besar (oversized), berwarna cerah, atau berdesain kelewat mencolok, sering kali bertindak sebagai topik pembicaraan (conversation starter). Orang yang tidak suka mengenakan aksesori semacam ini umumnya adalah pribadi yang tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian dan cenderung lebih tertutup (introver).
Mereka lebih senang berbaur (blend in) dengan tenang dan menjaga profil rendah hati di lingkungan sosial yang ramai. Menghindari pemakaian aksesori pergelangan tangan yang berpotensi mengundang tatapan mata atau komentar penasaran adalah cara elegan mereka untuk menjaga batas ruang privasi agar tetap aman dan tidak dicampuri orang asing.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Karakter Orang yang Tidak Suka Memakai Jam Tangan
1. Apakah orang yang tidak memakai jam tangan berarti mereka sering terlambat?
Sama sekali tidak. Tidak memakai jam tangan tidak ada kaitannya dengan ketidakdisiplinan. Mereka tetap bisa sangat tepat waktu dengan mengandalkan manajemen waktu dari alarm ponsel atau jam dinding yang ada di sekitar mereka.
2. Apa alasan paling umum seseorang akhirnya berhenti memakai jam tangan?
Alasan utamanya adalah kepraktisan teknologi di mana smartphone dinilai lebih akurat, serta alasan kenyamanan fisik, karena sering kali pergelangan tangan terasa pegal atau berkeringat saat memakainya seharian.
3. Apakah karakter di atas berlaku juga untuk mereka yang menolak memakai smartwatch?
Ya, sebagian besar karakter ini sangat relevan. Mereka yang menolak memakai smartwatch biasanya ingin membebaskan diri dari distraksi getaran dan notifikasi pesan yang terus-menerus mengganggu konsentrasi mereka.
4. Hadiah apa yang paling cocok untuk tipe orang dengan karakter seperti ini?
Hindari menghadiahkan perhiasan tangan. Lebih baik berikan barang-barang fungsional yang minim perawatan, seperti dompet kulit berkualitas, parfum beraroma segar, atau hadiah berupa pengalaman seperti voucher makan malam.
5. Bisakah kebiasaan tidak memakai jam tangan ini berubah seiring berjalannya waktu?
Tentu saja bisa. Adanya perubahan rutinitas profesional, tuntutan kode etik profesi baru, atau pergeseran selera gaya hidup pada usia tertentu dapat membuat seseorang mulai mengenakan jam tangan kembali di kemudian hari.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348864/original/095264800_1789460894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T152532.773.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5097763/original/007875500_1737103639-Foto_tersenyum_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4802675/original/053429400_1713242265-Ilustrasi_diam__melamun__merenung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347964/original/092098900_1789376857-pexels-cottonbro-6551697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348071/original/079097500_1789380666-15e5e33d-96e7-477b-97ed-fa3cf9bc7e5c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346633/original/066317100_1789187017-jonas-leupe-wK-elt11pF0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347943/original/021232700_1789376047-cded3454-7561-4b4d-ba88-d9dd5b2b7809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340395/original/036189700_1788504646-kZoRfusKEFCvcaRnRp2w5mIQDYpa7XOi59LDqSDc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347197/original/075655300_1789282884-Gemini_Generated_Image_gnmx8ugnmx8ugnmx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166852/original/052987100_1742287945-stressed-woman-office-checking-phone_23-2148326957.jpg)