Liputan6.com, Jakarta - Sebelum membeli sesuatu, sebagian orang tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Mereka biasanya melihat-lihat barang lain terlebih dahulu, mengecek harga, membandingkan beberapa pilihan, hingga akhirnya kembali pada produk yang dirasa paling sesuai.
Kebiasaan ini mungkin terlihat merepotkan bagi orang lain, tetapi dari sudut pandang psikologi sebagaimana melansir dari laman The Economic Times, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan cara seseorang mengendalikan dorongan untuk membeli secara impulsif.
Lantas, apa saja ciri orang yang selalu membandingkan harga sebelum beli barang? Berikut ulasannya sebagaimana dilansir liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (13/9/2026).
Advertisement
1. Penuh Pertimbangan Sebelum Mengambil Keputusan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4760943/original/020218300_1709529096-IMG_1460.jpeg)
Melansir laman Business Google, ciri kepribadian orang yang selalu membandingkan harga sebelum membeli adalah penuh pertimbangan. Dia akan melakukan proses eksplorasi dan evaluasi terhadap produk serta merek sebelum mengambil keputusan membeli atau tidak.
Advertisement
2. Cenderung Memikirkan Konsekuensi dari Setiap Pembelian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3115082/original/089161900_1588135753-clothes-on-sale-2292953.jpg)
Melansir laman The Economic Times, ketika seseorang memiliki anggaran tertentu, membeli barang pertama yang menarik perhatian bisa membuatnya kehilangan kesempatan untuk membeli sesuatu yang lebih penting.
Orang yang terbiasa berkeliling dan membandingkan pilihan memiliki waktu untuk mempertimbangkan konsekuensi tersebut. Mereka dapat memikirkan apakah uang yang dikeluarkan akan mengganggu kebutuhan lain atau justru memberikan manfaat yang sepadan. Pertimbangan seperti ini dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya penyesalan setelah berbelanja.
3. Belum Tentu Berarti Punya Pengendalian Diri yang Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160382/original/050611000_1741796626-nafsu_belanja.jpg)
Meski perilaku tersebut dapat berkaitan dengan upaya menghindari pembelian impulsif, bukan berarti setiap orang yang suka membandingkan harga pasti memiliki pengendalian diri yang tinggi. Ada banyak alasan seseorang berlama-lama di toko. Bisa jadi mereka memang menikmati aktivitas melihat-lihat barang, belum yakin dengan apa yang diinginkan, atau sekadar ingin mengeksplorasi pilihan yang tersedia.
Begitu pula sebaliknya, orang yang langsung membeli barang pertama yang dilihat belum tentu selalu impulsif, mereka mungkin sudah melakukan riset sebelumnya dan telah mengetahui produk yang ingin dibeli. Karena itu, satu kebiasaan belanja saja tidak cukup untuk menentukan karakter atau tingkat pengendalian diri seseorang.
Advertisement
4. Cenderung Menghindari Keputusan yang Dipicu Emosi Sesaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255628/original/049369500_1750191119-two-women-out-city-going-shopping-spree.jpg)
Lingkungan belanja menyediakan banyak hal yang dapat memicu keinginan membeli secara spontan. Penempatan produk, diskon, tampilan barang, maupun suasana toko dapat membuat seseorang merasa ingin segera memiliki sesuatu.
Dengan memilih untuk terus berjalan dan melihat pilihan lain, konsumen menciptakan jeda antara munculnya keinginan dan tindakan membeli. Jeda sederhana tersebut dapat membuat seseorang memiliki kesempatan untuk bertanya, "Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?"
Jika jawabannya iya, mereka tetap dapat kembali dan membelinya. Namun, jika setelah beberapa saat keinginan tersebut menghilang, mereka mungkin memutuskan untuk tidak jadi membeli.
5. Cermat dan Teliti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347273/original/095671500_1789288477-charlesdeluvio-FK81rxilUXg-unsplash.jpg)
Kecenderungan membandingkan harga sebelum membeli barang juga sering kali bukan sikap yang muncul begitu saja. Melansir Jawa Pos, kebiasaan ini biasanya tertanam sejak kecil, misalnya lewat kebiasaan orang tua yang lebih dulu membandingkan harga di beberapa toko atau menunggu momen diskon sebelum membeli sesuatu.
Pola asuh semacam ini membentuk anak menjadi pribadi yang cermat dan teliti soal uang saat dewasa, bukan karena pelit, melainkan karena terbiasa menilai apakah harga suatu barang benar-benar sepadan dengan manfaatnya.
Advertisement
6. Merasa Puas Saat Mendapatkan Penawaran Terbaik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4900923/original/029131300_1721881977-pexels-ketut-subiyanto-4473496.jpg)
Selain faktor kebiasaan, ada juga sisi kepuasan psikologis yang mendorong seseorang terus membandingkan harga. Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan saat berhasil mendapatkan harga yang lebih murah atau penawaran yang menguntungkan.
Bagi sebagian orang, kemampuan berhati-hati dalam mengeluarkan uang bahkan turut memengaruhi cara mereka menilai diri sendiri, semakin cermat dalam berbelanja, semakin mereka merasa bertanggung jawab secara finansial.
7. Memiliki Kesadaran Finansial yang Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
Ciri lain dari orang yang selalu membandingkan harga sebelum membeli barang adalah tingkat kesadaran finansial yang cenderung lebih tinggi. Kebiasaan memperhatikan harga barang dan membandingkannya sebelum membeli bisa menjadi salah satu bentuk financial awareness, bukan semata-mata keengganan mengeluarkan uang.
Kebiasaan ini membuat seseorang merasa lebih nyaman karena tahu persis ke mana uangnya pergi, sehingga ia punya gambaran yang lebih jelas soal kondisi keuangannya sehari-hari. Meski begitu, tingkat kesadaran finansial setiap orang tetap berbeda-beda, sehingga kebiasaan membandingkan harga tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur kedisiplinan finansial seseorang.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Selalu Membandingkan Harga Sebelum Beli Barang
1. Apakah orang yang selalu membandingkan harga sebelum membeli termasuk pelit?
Tidak selalu. Kebiasaan ini lebih berkaitan dengan sikap cermat dan teliti dalam menilai uang, bukan semata-mata keengganan mengeluarkan uang.
2. Apa manfaat kebiasaan membandingkan harga sebelum membeli barang?
Kebiasaan ini dapat membantu seseorang menghindari pembelian impulsif, mengurangi penyesalan setelah berbelanja, dan memastikan uang digunakan sesuai kebutuhan prioritas.
3. Apakah kebiasaan ini berarti seseorang punya pengendalian diri tinggi?
Belum tentu. Ada banyak alasan lain seseorang berlama-lama membandingkan pilihan, seperti menikmati proses belanja atau belum yakin dengan pilihannya.
4. Dari mana kebiasaan membandingkan harga biasanya terbentuk?
Kebiasaan ini sering kali terbentuk sejak kecil, misalnya dari kebiasaan orang tua yang lebih dulu membandingkan harga sebelum membeli sesuatu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458366/original/038352700_1767077924-IMG_20251230_123004_818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333947/original/097160700_1787814864-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_13.48.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340634/original/093823600_1788512939-vitaly-gariev-wkT7ui5fDiU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294238/original/000692300_1783825862-publikasi_1783779628_6a52512c477b8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295373/original/028803000_1783927990-pexels-cottonbro-4622406.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416081/original/031653100_1763441471-Wanita_Belanja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282275/original/068498100_1752470545-Gemini_Generated_Image_42f3jo42f3jo42f3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533776/original/081088900_1773774484-_AP_9875-Edit-Edit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311353/original/037981900_1785400254-The_Grand_Outlet_Karawang_hadirkan_GRAND_Lucky_Draw_5_dengan_hadiah_utama_Volvo_XC60_MHEV_bernilai_lebih_dari_1M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815400/original/052671400_1558764427-Dekorasi-Maroco6.jpg)