Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 Sebelum Hilang Kontak

Sinyal terakhir KM Virgo Transport 8 tercatat pada pukul 22.33 WIB.

Diterbitkan 13 September 2026, 15:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sinyal KM Virgo Transport 8 hilang di Selat Madura setelah 22.33 WIB.
  • AISITS ITS merekam pergerakan kapal hingga sinyal terputus.
  • Sinyal hilang karena kapal di luar jangkauan atau transponder mati.

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pemantauan Automatic Identification System of ITS (AISITS) merekam pergerakan terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum sinyal kapal berhenti terdeteksi di perairan Selat Madura, Sabtu (12/9).

Pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc mengatakan perjalanan kapal tersebut masih terekam dalam sistem hingga pukul 22.33 WIB.

"Perjalanan KM Virgo terekam melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS sejak kapal bertolak dari Terminal Jamrud Selatan," kata Dhimas di Surabaya, Minggu (13/8/2026). 

Berdasarkan data AISITS, KM Virgo Transport 8 meninggalkan Terminal Jamrud Selatan sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal awalnya bergerak dengan kecepatan 0,3 hingga 3,5 knot saat masih berada di kawasan pelabuhan.

Kapal kemudian memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Setelah keluar dari kawasan pelabuhan, kecepatannya meningkat menjadi sekitar 12 hingga 14 knot.

Sekitar pukul 12.00 WIB, ketika berada di kawasan Karang Jamuang, kapal tercatat melaju dengan kecepatan relatif konstan, yakni 13 hingga 14 knot.

"Melalui server AISITS, perjalanan kapal kemudian melanjut ke arah timur laut menuju Banjarmasin, Kalimantan," katanya.

Dhimas mengatakan sinyal terakhir KM Virgo Transport 8 tercatat pada pukul 22.33 WIB. Saat itu, kapal masih bergerak dengan kecepatan 12,9 knot.

Setelah waktu tersebut, sistem tidak lagi menerima data pergerakan kapal. Menurut Dhimas, kondisi itu dapat terjadi karena kapal telah berada di luar jangkauan pelaporan AISITS.

Kemungkinan lainnya adalah perangkat AIS transponder yang terpasang di kapal tidak lagi mengirimkan data.

"Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data," ujar Dosen Departemen Sistem Perkapalan ITS tersebut.

 

Pentingnya Data AISITS

Dhimas yang juga Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS menjelaskan data historis AISITS dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi berbagai kejadian di laut.

Salah satunya dengan menelusuri kapal yang keluar dari jalur pelayaran atau berhenti di area yang dilarang.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk memantau lalu lintas kapal di sekitar fasilitas vital, termasuk pipa bawah laut dan anjungan lepas pantai.

Selain mendukung investigasi kecelakaan, AISITS memiliki sejumlah fitur untuk menunjang keamanan maritim. Beberapa di antaranya adalah early warning system, ship tracking system, fuel oil monitoring, dan smart buoy monitoring.

Sistem tersebut juga menyediakan fitur predictive maneuvering plan, informasi cuaca, serta peta kepadatan lalu lintas kapal atau heat maps. Peringatan dini dapat dipantau melalui aplikasi maupun command center yang berada di kawasan pesisir.

Menurut Dhimas, kemampuan tersebut memungkinkan pihak terkait memantau kondisi lalu lintas kapal secara cepat dan mengantisipasi potensi gangguan terhadap fasilitas vital.

Pemanfaatan AISITS juga dapat mendukung pengawasan perairan Indonesia melalui pemantauan pergerakan kapal secara real-time serta penyediaan rekam jejak historis yang dapat digunakan dalam proses investigasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6