Helikopter dan 4 Kapal Dikerahkan Cari Ratusan Korban KM Virgo Transport 8

Berdasarkan laporan tersebut, kecelakaan KM Virgo Transport 8 diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.

Diterbitkan 13 September 2026, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Basarnas kerahkan alut SAR cari korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
  • Kapal hilang kontak akibat cuaca buruk, membawa 243 orang penumpang.
  • 103 orang dievakuasi, 1 meninggal; pencarian korban lain terus berlanjut.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan satu helikopter dan empat kapal untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan sejumlah alat utama (alut) SAR dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi.

"Dalam operasi ini, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan berbagai alat utama (alut) SAR, di antaranya alut udara helikopter HR-3601, KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, dan KN Kunyit," kata Putu dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa setelah menghadapi cuaca buruk. Kantor SAR Banjarmasin menerima informasi mengenai hilangnya kontak kapal pada pukul 04.10 Wita dari pihak terkait.

Berdasarkan laporan tersebut, kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.

Basarnas mencatat terdapat 243 orang yang berada di kapal tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang dievakuasi ke tugboat (TB) Mauhaw IX. Sebanyak 15 orang dinyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Kemudian, 38 orang berhasil dievakuasi ke TB TCP dalam kondisi selamat. Sementara itu, 49 orang lainnya dievakuasi ke MV Haida. Seluruhnya dilaporkan selamat.

 

Area Pencarian Diperluas

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI AL, instansi terkait, serta berbagai potensi SAR.

Putu memastikan seluruh sumber daya yang tersedia akan terus dioptimalkan untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian.

"Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6