Polisi Larang Jakmania Konvoi Usai Persija Menang atas Persib

Sejumlah petasan dan flare ditemukan saat penonton datang ke stadion.

Diterbitkan 12 September 2026, 20:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda imbau suporter tidak konvoi usai laga Persija-Persib cegah macet dan gangguan.
  • Laga Persija-Persib aman, namun ketertiban suporter pasca-pertandingan tetap krusial.
  • Petasan/flare diamankan humanis tanpa penangkapan, jadi catatan positif Persija di GBK.

Liputan6.com, Jakarta - Jakmania dan seluruh suporter diimbau tidak melakukan konvoi setelah pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026).

Imbauan ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Hal ini untuk mencegah kemacetan dan gangguan keamanan setelah pertandingan.

Apalagi, laga tersebut digelar pada akhir pekan ketika aktivitas masyarakat di jalan raya masih berlangsung.

Budi meminta para suporter tidak bergerak secara berkelompok setelah meninggalkan stadion.

“Kita juga mengimbau kepada teman-teman Jakmania, para pendukung dan suporter untuk kalau bisa tidak melaksanakan konvoi karena ini mengingat juga weekend, aktivitas masyarakat,” ujar Budi, Sabtu (12/9/2026).

Budi mengatakan, penonton diminta mengikuti arahan petugas. Selain itu, tidak keluar secara bersamaan dari kawasan GBK. Suporter juga diharapkan langsung pulang dengan tertib hingga tiba di rumah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan pertandingan Persija kontra Persib tidak hanya diukur dari situasi di dalam stadion. Ketertiban setelah pertandingan juga menjadi perhatian penting kepolisian.

“Termasuk pada para pendukung, Jakmania, untuk bisa tertib bukan hanya di stadion, tetapi setelah keluar dari stadion sampai di rumah,” katanya.

 

Pertandingan Aman, Sejumlah Petasan dan Flare Diamankan

Budi menyebut laga Persija melawan Persib berjalan aman, tertib, dan damai. Ia mengapresiasi panitia pelaksana, Jakmania, PSSI, LIB, TNI, Pemprov DKI, steward, serta seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan.

Dalam pertandingan tersebut, Persija menang 2-1 atas Persib. Berdasarkan data ticketing, jumlah penonton mencapai sekitar 58.478 orang, termasuk Jakmania, tamu undangan, dan penonton umum.

Polisi juga mengamankan sejumlah petasan dan flare yang ditemukan saat penonton datang ke stadion. Namun, tidak ada suporter yang ditangkap karena petugas mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif.

“Pada saat datang sudah ada beberapa petasan ataupun flare yang diamankan. Tetapi bagi penonton ataupun suporter yang sudah memiliki tiket, kita persilakan untuk masuk. Tetapi barang tersebut menjadi barang yang kita amankan,” jelas Budi.

Ia menilai situasi aman dan tertib dalam laga ini menjadi catatan positif bagi peluang Persija kembali menggunakan GBK sebagai kandang.

Sebab, rekomendasi Polda Metro Jaya dan perizinan Mabes Polri untuk pertandingan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Persija.

“Rekomendasi oleh Polda Metro Jaya dan perizinan oleh Mabes Polri ini merupakan suatu penghormatan, penghargaan kepada Persija untuk bisa bermain di kandang sendiri,” ujarnya.

Budi berharap seluruh pihak terus menjaga keamanan, termasuk saat perjalanan pulang. Pemain Persib pun masih mendapat pengawalan polisi hingga meninggalkan kawasan GBK.

“Masih dikawal dan sudah meninggalkan wilayah GBK. Kita berharap bersama-sama semua, baik itu pemain Persija, pemain Persib, dan semua pendukung sampai di rumah tertib, aman, dan damai,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6