Trailer KUASA GELAP: Perjanjian Darah Ungkap Rephaim, Iblis Kuno Terkuat

KUASA GELAP: Perjanjian Darah merilis trailer terbaru yang menampilkan Rephaim, entitas kuno yang mengancam banyak nyawa dalam ritual eksorsisme.

Diterbitkan 12 September 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Trailer "KUASA GELAP: Perjanjian Darah" rilis, perkenalkan entitas kuno Rephaim.
  • Film ini angkat pesan spiritual tentang pengampunan Tuhan dan konsekuensi pilihan masa lalu.
  • Ancaman meluas, tidak hanya satu keluarga, serta pentingnya persiapan spiritual imam.

Liputan6.com, Jakarta - KUASA GELAP: Perjanjian Darah resmi merilis trailer terbaru. Film horor eksorsisme produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini untuk pertama kalinya memperlihatkan sosok Rephaim, entitas kuno yang menjadi ancaman baru bagi para tokoh utamanya.

Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali memerankan Romo Rendra dan Romo Thomas, dua imam yang kali ini harus menjalankan ritual eksorsisme melawan Rephaim, entitas yang bersekutu dengan Fallen Angels untuk mencari pengikut manusia dengan imbalan nyawa. Sosok Daniel yang diperankan Venly Arauna pun tampil sebagai teror utama setelah tubuhnya dirasuki iblis purba yang sangat berbahaya.

Rephaim, Ancaman Kuno di Balik Perjanjian Darah

Karakter Rephaim sendiri didesain oleh produser Robert Ronny dengan inspirasi dari sineas sekaligus sahabatnya, Monty Tiwa. Di balik sosok menyeramkan tersebut, Robert menyisipkan pesan spiritual yang ingin diangkat lewat keseluruhan cerita film ini.

"Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya," ujar produser Robert Ronny.

Skala Ancaman Meluas ke Seluruh Wilayah

Tak hanya soal kegelapan yang nyata, film ini juga mengangkat konsekuensi dari pilihan masa lalu yang harus ditanggung generasi berikutnya. Produser eksekutif Andi Boediman menyebut keberanian mengangkat tema tersebut menjadi salah satu keunikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

"Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya," ujar Andi Boediman.

Skala cerita pada sekuel ini juga digarap jauh lebih besar dibandingkan film sebelumnya. Sutradara Rizal Mantovani menegaskan ancaman kali ini tidak lagi berpusat pada satu keluarga saja, melainkan meluas hingga mengancam banyak nyawa sekaligus.

"Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak," ujar Rizal Mantovani.

Persiapan Spiritual Sang Imam Eksorsis

Dalam menjalankan perannya, Lukman Sardi turut menjelaskan pentingnya kesiapan batin seorang imam eksorsis sebelum menghadapi kekuatan kegelapan. Menurutnya, kesucian hidup sang imam menjadi kunci penting selain kuasa yang berasal dari Kristus.

"Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa). Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting. Keterbukaan dan kebersihan jiwa sang imam menjadi sarana yang baik untuk efektivitas tindakan eksorsis," ujar Lukman Sardi.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah turut dibintangi Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal. Film ini juga tercatat sebagai film Indonesia kelima yang tayang dalam format IMAX, serta hadir di Magnify 8 Cinepolis yang menghadirkan sensasi getaran kursi selaras dengan audio film.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Cerita Bastian Steel Ditegur Saat Syuting Bareng Oki Rengga, Satu Scene Molor Jadi 2 Jam

Febi Anindya KiranaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan