Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa total belanja warga Indonesia di luar negeri telah mencapai US$ 6,7 miliar atau sekitar Rp 118,93 triliun (estimasi kurs Rp 17.751 per dolar AS). Ia menegaskan angka tersebut murni berasal dari transaksi secara langsung (offline), bukan melalui belanja online.
Airlangga menjelaskan, nilai fantastis tersebut mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri dan melakukan transaksi secara fisik. Oleh karena itu, pemerintah kini tergerak mendorong penguatan sektor belanja domestik guna mengurangi potensi kebocoran konsumsi ke luar negeri.
“Ini bukan belanja online, ini belanja offline. Jadi artinya orang Indonesia yang keluar negeri dan belanja,” kata Airlangga dalam konferensi pers Kick Off Road to Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8/2026).
Advertisement
Sebelumnya, Airlangga menilai sektor wisata belanja (shopping tourism) memiliki potensi besar untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Ia mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada semester I 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan, atau tumbuh 5,71% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Kita lihat total kunjungan wisatawan mancanegara sebetulnya naik. Nah, tentu di berbagai negara, tujuan dari wisatawan itu sebagian besarnya adalah kuliner dan belanja,” ujar Airlangga.
Memperkuat Sektor Ritel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323226/original/097377300_1786606111-publikasi_1786605212_6a7d6e9c28b96.jpeg)
Guna menangkap peluang tersebut, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk terus memperkuat sektor ritel. Peningkatan konsumsi dari wisatawan diyakini mampu menggerakkan serta memperkokoh aktivitas ekonomi nasional.
“Kita berharap ini bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru. Bagi pemerintah ini merupakan low-hanging fruit, dan bagi para peritel momentumnya sudah ada,” tambahnya.
Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga dipandang sebagai tumpuan utama pertumbuhan konsumsi dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan wisnus mencapai 630,41 juta perjalanan pada semester I 2026, naik 2,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan mobilitas wisnus ini diharapkan dapat memicu penguatan di sektor ritel, kuliner, hingga seni dan budaya, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berbelanja di dalam negeri.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334046/original/006423000_1787818653-cek_fakta_demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294238/original/000692300_1783825862-publikasi_1783779628_6a52512c477b8.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1299755/original/005358200_1469608319-airlangga-hartarto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416081/original/031653100_1763441471-Wanita_Belanja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282275/original/068498100_1752470545-Gemini_Generated_Image_42f3jo42f3jo42f3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533776/original/081088900_1773774484-_AP_9875-Edit-Edit.jpg)