Liputan6.com, Jakarta Berdasarkan data Bank Dunia (World Bank), ekonomi digital kini menyumbang sekitar 15 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dalam nilai nominal, atau setara kurang lebih USD 16 triliun dari total ekonomi global sekitar USD 108 triliun pada 2024. Artinya, hampir seperenam roda perekonomian dunia hari ini digerakkan oleh aktivitas berbasis teknologi.
Setiap kali Anda berbelanja di marketplace, memesan transportasi lewat aplikasi, atau membayar memakai QRIS, sebenarnya Anda sudah menjadi bagian dari ekonomi digital. Lalu, apa itu ekonomi digital sebenarnya, dan bagaimana ia bekerja dalam keseharian?
Istilah ini dipopulerkan oleh Don Tapscott lewat bukunya, The Digital Economy, pada 1995, dan maknanya terus meluas seiring kemajuan teknologi. Di bawah ini Anda akan memahami definisi, ciri, contoh, manfaat, sampai tantangan ekonomi digital secara ringkas dan aplikatif.
Advertisement
Apa Itu Ekonomi Digital?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348385/original/021966600_1789440377-pexels-tima-miroshnichenko-4841691.jpg)
Secara sederhana, ekonomi digital adalah seluruh kegiatan ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi barang dan jasa, yang menjadikan teknologi digital sebagai elemen kuncinya. Teknologi yang dimaksud bukan sekadar internet, melainkan juga mencakup kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, komputasi awan (cloud), media sosial, sampai perangkat mobile.
Sebagaimana disampaikan OECD, digitalisasi telah mengubah ekonomi secara mendasar, baik dari cara orang mengonsumsi barang dan jasa, alat serta input yang dipakai produsen, maupun cara produsen berinteraksi dengan konsumen.
Dampaknya begitu besar sehingga sering kali sulit dipotret utuh oleh indikator tradisional seperti PDB.
Merujuk Bureau of Economic Analysis, ekonomi digital dapat dimaknai sebagai barang dan jasa yang menjadi dasar atau memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta jaringan komputer untuk memudahkan produksi dan konsumsi.
Jika Anda ingin menyegarkan pengertian ekonomi secara umum terlebih dahulu, konsep ini pada dasarnya adalah versi modern dari pola produksi-distribusi-konsumsi yang sudah lama kita kenal, hanya kini ditopang teknologi.
Dalam praktiknya, ekonomi digital bekerja lewat platform yang mempertemukan penjual dan pembeli tanpa batas geografis. Inilah alasan seorang perajin di desa bisa menjual produk ke luar kota bahkan luar negeri, dan mengapa memahami tujuan ekonomi digital seperti efisiensi dan perluasan pasar menjadi penting, sama pentingnya dengan mengenali jenis-jenis ekonomi lainnya.
Advertisement
Ciri-Ciri dan Karakteristik Ekonomi Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3600304/original/000521600_1634040457-Ekonomi_Digital.jpg)
Supaya lebih mudah mengenalinya, ada sejumlah ciri yang membedakan ekonomi digital dari ekonomi konvensional. Ciri-ciri ini membantu Anda menilai apakah sebuah aktivitas benar-benar tergolong digital atau sekadar memakai teknologi sebagai pelengkap.
Dalam buku The Digital Economy, Don Tapscott merumuskan belasan karakteristik yang menandai pergeseran menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Beberapa yang paling relevan dengan kondisi saat ini adalah sebagai berikut.
- Berbasis pengetahuan (knowledge), yaitu nilai tercipta dari data, ide, dan keahlian, bukan hanya barang fisik.
- Serba digital (digitization), karena informasi diubah menjadi format digital yang mudah disimpan dan dipindahkan.
- Serba virtual (virtualization), sehingga toko, kantor, hingga kelas bisa berpindah ke ruang daring.
- Terintegrasi dan saling terhubung (internetworking) lewat jaringan internet yang menyatukan banyak perangkat.
- Tanpa perantara (disintermediation), karena produsen bisa langsung menjangkau konsumen.
- Konvergensi (convergence), yakni komputasi, komunikasi, dan konten menyatu dalam satu perangkat.
- Penuh inovasi (innovation), dengan model bisnis dan produk baru yang muncul cepat.
- Produsen sekaligus konsumen (prosumption), misalnya pengguna yang membuat konten sekaligus menikmatinya.
- Serba seketika (immediacy), transaksi dan layanan berlangsung dalam hitungan detik.
- Mendunia (globalization), sehingga pasar tidak lagi dibatasi wilayah negara.
Karena ciri-ciri inilah ekonomi digital sangat lekat dengan kecepatan, keterhubungan, dan skalabilitas, faktor yang juga menopang fungsi ekonomi dalam pembangunan nasional.
Contoh Penerapan Ekonomi Digital dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7028049/original/071419300_1779802522-092338e9-5ca1-4202-a58f-a7e8f437bd3b.jpeg)
Cara paling cepat memahami sebuah konsep adalah lewat contoh nyata. Kabar baiknya, contoh ekonomi digital ada di sekitar Anda setiap hari dan kemungkinan besar sudah Anda pakai.
- Studi menunjukkan lebih dari 90 persen pembelian online di Indonesia dilakukan melalui smartphone,
- yang menegaskan betapa dekatnya aktivitas digital dengan genggaman tangan kita. Berikut bentuk-bentuk penerapannya yang paling umum.
- E-commerce, seperti Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada untuk jual beli barang secara daring.
- Fintech dan dompet digital, misalnya dompet digital seperti GoPay dan DANA untuk pembayaran nontunai.
- Transportasi online dan layanan on-demand, seperti Gojek dan Grab untuk mobilitas, pengiriman makanan, dan barang.
- Layanan streaming, seperti Netflix, Spotify, dan YouTube untuk hiburan sesuai permintaan.
- Jasa online, mulai dari bersih-bersih rumah, home care, hingga perawatan yang bisa dipesan lewat aplikasi.
- Pendidikan dan bimbingan belajar daring, seperti kelas, kursus, dan bootcamp yang diakses dari mana saja.
- Agar gambarannya lebih rapi, berikut jenis-jenis transaksi yang menjadi tulang punggung ekonomi digital di Indonesia.
          Â
| Jenis Transaksi | Keterangan dan Contoh |
|---|---|
| Mobile dan Internet Banking | Layanan perbankan lewat aplikasi atau situs untuk transfer, pembayaran, dan cek saldo |
| Dompet Digital (E-Wallet) | Menyimpan saldo dan membayar nontunai, seperti GoPay, OVO, dan DANA |
| QRIS | Pembayaran dengan memindai satu kode QR standar nasional |
| Platform E-commerce | Marketplace untuk jual beli barang dan jasa secara daring |
| Investasi Digital | Reksa dana, saham, hingga emas digital lewat aplikasi |
| Payment Gateway | Penghubung merchant dengan sistem perbankan untuk memproses pembayaran |
Untuk pelaku usaha, langkah masuk ke ekonomi digital biasanya dimulai dari menerima pembayaran nontunai. Anda bisa mempelajari cara membuat QRIS lebih dulu, lalu mempertimbangkan kolaborasi dengan e-commerce dan fintech untuk memperluas jangkauan.
Advertisement
Manfaat Ekonomi Digital bagi Masyarakat dan Bisnis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8962771/original/056774500_1782977030-IMG_9298.jpg)
Setelah paham definisi dan contohnya, pertanyaan berikutnya yang wajar muncul, apa manfaat ekonomi digital bagi Anda dan negara? Manfaatnya terasa mulai dari level individu, pelaku usaha, hingga perekonomian nasional.
Sebagaimana dilaporkan International Trade Administration, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada 2025, terutama didorong e-commerce dan fintech, dengan transformasi yang dipimpin Kementerian Komunikasi dan Digital.
Angka sebesar itu menandakan peluang ekonomi yang sangat luas. Berikut manfaat utamanya.
- Kemudahan akses informasi dan layanan, sehingga Anda bisa belajar, bekerja, belanja, hingga berobat secara daring.
- Efisiensi dan penghematan biaya lewat otomatisasi proses dan pengurangan biaya operasional.
- Perluasan pasar tanpa batas geografis, memungkinkan usaha kecil menjangkau pembeli lintas daerah dan negara.
- Munculnya peluang kerja dan profesi baru, seperti content creator, analis data, dan digital marketer.
- Mendorong UMKM naik kelas, karena bisa berjualan tanpa harus punya toko fisik.
- Memperluas inklusi keuangan, sebab masyarakat tanpa akses bank kini bisa bertransaksi lewat dompet digital
Soal inklusi keuangan, dampaknya nyata di lapangan. Sebagaimana diungkapkan Bank Indonesia, QRIS telah menjangkau sekitar 37 juta pengguna dengan mayoritas merchant berasal dari kalangan UMKM.
Kemudahan ini terus meluas, bahkan menuju QRIS lintas negara, sekaligus meningkatkan pembayaran digital bagi UMKM dan kemudahan akses pembayaran digital hingga ke daerah.
Manfaat itu juga terhubung dengan perdagangan global. Mengutip World Trade Organization (WTO), sejak 1998 anggotanya sepakat tidak mengenakan bea masuk atas transmisi elektronik, sebuah kebijakan yang memangkas hambatan bagi pelaku usaha lintas negara. Dalam skala kawasan, potensinya masih terbuka lebar, dan sebagian bersinggungan dengan sektor kreatif seperti yang dibahas dalam ekonomi kreatif.
Untuk konteks kawasan, Asia Tenggara kini memiliki sekitar 440 juta pengguna internet dengan puluhan juta pengguna baru bertambah tiap tahun sejak 2019.
Rohit Sipahimalani, kepala strategi investasi Temasek, dikutip dari situs Temasek menuturkan, "Pandemi telah mendorong adopsi digital yang lebih cepat dan bertahan lama di Asia Tenggara, yang membawa ekonomi internetnya ke tingkat yang baru."
Optimisme itu juga tercermin dari proyeksi jangka panjang. Stephanie Davis, Wakil Presiden Google untuk Asia Tenggara, dikutip dari SEADS Asian Development Bank memproyeksikan, "Untuk pertama kalinya, kami juga membuat proyeksi 2030, memperkirakan ekonomi digital dapat mencapai nilai USD 1 triliun pada akhir dekade ini."
Tantangan dan Peluang Ekonomi Digital
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1393465/original/042191300_1478094585-20161102-Menara-Tower-Jakarta--Angga-Yuniar-07.jpg)
Di balik semua manfaatnya, ekonomi digital tidak bebas dari pekerjaan rumah. Tantangan pertama yang paling sering disorot adalah kesenjangan digital, yakni tidak semua orang punya akses internet stabil dan perangkat yang memadai. Shamika N. Sirimanne, direktur teknologi dan logistik UNCTAD, dikutip dari UNCTAD menyatakan,
"Beberapa negara memiliki keunggulan besar dalam dunia baru perdagangan digital, sementara negara lain masih menghadapi tantangan besar."
Tantangan kedua menyangkut keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Semakin banyak Anda bertransaksi daring, semakin besar pula data yang Anda titipkan ke berbagai platform, sehingga risiko pencurian identitas dan kebocoran data ikut meningkat. Tips praktisnya, aktifkan verifikasi dua langkah, gunakan kata sandi yang berbeda tiap akun, dan waspadai tautan mencurigakan sebelum memasukkan data pribadi.
Tantangan ketiga jarang dibicarakan, yaitu jejak lingkungan dari infrastruktur digital.
Mengacu pada proyeksi International Energy Agency, konsumsi listrik pusat data global pada 2022 setara dengan konsumsi listrik satu negara sebesar Prancis, sekitar 460 terawatt-jam, dan diperkirakan berlipat ganda menjadi 1.000 terawatt-jam pada 2026.
Pertumbuhan ekonomi digital karenanya perlu diimbangi dengan energi yang lebih bersih dan efisien.
Kabar baiknya, tantangan-tantangan ini juga membuka peluang, terutama bila ditopang regulasi yang tepat. Dilansir dari riset Deloitte Access Economics bertajuk Innovation-Enabling Regulation for the Digital Economy,
Indonesia berpeluang memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga sekitar USD 32,7 miliar atau setara Rp 587 triliun pada 2035 jika mampu menerapkan kebijakan digital yang lebih adaptif dan mendukung inovasi.
Karena itu, kesiapan keterampilan tenaga kerja, literasi digital, serta pemahaman atas manfaat dan tantangan platform digital menjadi bekal penting agar peluang itu benar-benar terwujud.
Sebagaimana dikutip dari data Mordor Intelligence, pasar pembayaran mobile Indonesia bahkan diproyeksikan melonjak dari sekitar USD 40,97 miliar menjadi USD 98,87 miliar pada 2031, menandakan ruang tumbuh yang masih sangat besar.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ekonomi Digital
Apa itu ekonomi digital secara singkat?
Ekonomi digital adalah seluruh kegiatan ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi barang dan jasa, yang menjadikan teknologi digital seperti internet, aplikasi, dan data sebagai tulang punggungnya. Contoh paling dekat adalah saat Anda belanja di marketplace atau membayar dengan dompet digital.
Apa saja contoh ekonomi digital di Indonesia?
Contohnya sangat beragam, mulai dari e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, dompet digital dan QRIS seperti GoPay, OVO, dan DANA, transportasi online seperti Gojek dan Grab, layanan streaming, jasa online, hingga bimbingan belajar daring. Semuanya mempertemukan penyedia dan pengguna lewat platform digital.
Apa tantangan terbesar ekonomi digital?
Tantangan utamanya meliputi kesenjangan akses teknologi, keamanan siber dan perlindungan data pribadi, kesiapan keterampilan tenaga kerja, serta kebutuhan regulasi yang adaptif. Karena itu, literasi digital dan sistem keamanan yang kuat menjadi kunci agar manfaatnya bisa dinikmati secara merata.
Pada akhirnya, memahami apa itu ekonomi digital bukan sekadar mengenali istilah, melainkan menyadari bahwa Anda sudah menjadi pelakunya setiap hari. Dengan meningkatkan literasi digital, menjaga keamanan data, dan memilih platform yang tepat, Anda bisa mengambil peluang dari ekonomi digital sekaligus meminimalkan risikonya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489908/original/070071700_1769946135-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-01T182051.705.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260255/original/062425500_1750565237-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3931916/original/067335000_1644645485-BCA1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339858/original/078030200_1788431042-photo_6109495609271193700_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457595/original/076583700_1767006615-CEO_INDODAX_William_Sutanto__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3523373/original/068734600_1627444692-asean-4692563_1280_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053871/original/004001900_1655287332-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306848/original/073924400_1784906974-Univ_Ciputra.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305901/original/043587300_1784807640-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Inovasi_Teknologi_Sektor_Keuangan__Aset_Keuangan_Digital__dan_Aset_Kripto_OJK_Adi_Budiarso-23_Juli_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053873/original/041881700_1655287333-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-4.jpg)