10 Sayuran Berdaun yang Bisa Tumbuh Kembali Setelah Dipanen, Cocok untuk Kebun Rumah

Kenali sayuran berdaun yang bisa tumbuh kembali setelah dipanen. Cocok ditanam di rumah karena dapat dipanen berkali-kali tanpa menanam dari awal.

Diterbitkan 14 September 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memanen sayuran tidak selalu berarti tanaman harus dicabut dan diganti dengan bibit baru. Beberapa jenis sayuran berdaun dapat kembali menghasilkan daun atau tunas setelah bagian yang sudah siap dikonsumsi dipotong.

Kemampuan tumbuh kembali ini membuat sejumlah sayuran lebih praktis ditanam di rumah. Selama bagian pangkal, akar, atau titik tumbuhnya masih terjaga, tanaman dapat melanjutkan pertumbuhan dan menghasilkan daun baru.

Menanam sayuran yang dapat dipanen berulang juga bisa menjadi pilihan bagi pemilik kebun kecil karena tidak perlu selalu memulai penanaman dari awal. Berikut beberapa jenis sayuran berdaun yang dapat tumbuh kembali setelah dipanen.

Berikut 10 sayuran berdaun hijau yang bisa tumbuh kembali setelah dipanen, Senin (14/9/2026).

Kangkung dan Bayam yang Mudah Dipanen Bertahap

1. Kangkung

Kangkung termasuk sayuran yang dapat tumbuh kembali setelah dipanen selama bagian batang dan titik tumbuhnya masih tersisa. Alih-alih mencabut seluruh tanaman, batang dapat dipotong dan menyisakan bagian bawahnya agar tanaman kembali menghasilkan tunas.

Panen dengan cara tersebut memungkinkan kangkung menghasilkan pertumbuhan baru. Tanaman juga dapat ditanam di lahan maupun wadah sehingga cukup praktis untuk kebun rumah.

2. Bayam

Bayam dapat dipanen dengan mengambil daun dan batang mudanya tanpa harus selalu mencabut seluruh tanaman. Bagian tanaman yang masih hidup dapat melanjutkan pertumbuhan apabila kondisi air, cahaya, dan media tanam mendukung.

Namun, kemampuan tumbuh kembali bayam tidak selalu sama dengan tanaman seperti kangkung. Karena itu, panen sebaiknya dilakukan dengan mempertahankan bagian tanaman yang masih aktif tumbuh.

Sawi dan Pakcoy untuk Panen Daun Secara Bertahap

3. Sawi

Sawi dapat dipanen secara bertahap dengan mengambil daun yang sudah cukup besar dan mempertahankan bagian pangkal serta titik tumbuhnya. Daun muda di bagian tengah dapat dibiarkan berkembang untuk panen berikutnya.

Cara ini membuat tanaman tidak langsung kehilangan seluruh bagian daunnya. Sawi juga dapat ditanam dalam pot atau wadah sehingga cocok untuk pekarangan dengan lahan terbatas.

4. Pakcoy

Pakcoy dapat dipanen dengan mengambil daun bagian luar dan membiarkan bagian tengah tanaman tetap tumbuh. Bagian pusat pertumbuhan yang tidak rusak masih dapat menghasilkan daun baru.

Teknik panen seperti ini lebih sesuai jika pakcoy ingin dimanfaatkan secara bertahap. Sebaliknya, mencabut seluruh tanaman akan mengakhiri pertumbuhannya sehingga tidak dapat dipanen kembali dari tanaman yang sama.

Kailan dan Daun Singkong yang Dapat Menghasilkan Tunas Baru

5. Kailan

Kailan dapat dipanen dengan memotong bagian tanaman yang sudah cukup besar sambil mempertahankan bagian batang yang masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan tunas. Setelah bagian tertentu dipanen, tunas samping dapat berkembang.

Pemanenan dengan menyisakan bagian tanaman yang aktif juga dapat membuat masa produktif kailan lebih panjang dibandingkan mencabut seluruh tanaman sekaligus.

6.Daun Singkong

Daun singkong dapat dipanen berulang dengan mengambil bagian pucuk dan daun muda tanpa mencabut tanaman dari tanah. Setelah pucuk dipetik, tanaman yang masih memiliki batang dan akar dapat kembali menghasilkan tunas serta daun baru.

Agar tanaman tetap produktif, jangan mengambil terlalu banyak pucuk dalam satu waktu. Sisakan cukup daun dan cabang yang sehat supaya tanaman tetap dapat berfotosintesis dan melanjutkan pertumbuhannya.

Seledri dan Daun Bawang yang Bisa Tumbuh dari Pangkal

7. Seledri

Seledri dapat dimanfaatkan kembali dari bagian pangkal yang masih memiliki jaringan hidup. Setelah daun dan batang digunakan, pangkal seledri dapat dipertahankan dan ditanam kembali agar menghasilkan pertumbuhan baru.

Bagian pangkal yang memiliki akar biasanya lebih mudah dilanjutkan pertumbuhannya. Setelah muncul daun baru, tanaman dapat dipelihara dalam media tanam yang memiliki drainase baik.

8. Daun Bawang

Daun bawang termasuk tanaman yang praktis untuk dipanen berulang. Bagian pangkal yang memiliki akar dapat disisakan ketika bagian daun dipotong untuk digunakan sebagai bahan masakan.

Jika akar dan pangkalnya masih sehat, daun baru dapat kembali tumbuh. Karena itu, daun bawang dapat menjadi pilihan untuk ditanam dalam pot kecil atau wadah bekas yang memiliki lubang drainase.

Selada dan Daun Mint untuk Kebun Rumah

9. Selada

Selada dapat dipanen dengan mengambil daun bagian luar dan mempertahankan bagian tengah tanaman. Daun yang masih muda di bagian pusat kemudian dapat terus berkembang selama tanaman mendapatkan kondisi tumbuh yang sesuai.

Jika ingin mempertahankan tanaman untuk panen berikutnya, hindari memotong bagian pusat pertumbuhan. Daun yang sudah cukup besar dapat dipetik satu per satu sesuai kebutuhan.

10. Daun Mint

Daun mint dapat dipanen berulang karena tanaman mampu menghasilkan pertumbuhan baru dari batang dan bagian tanaman yang tersisa. Pucuk dapat dipotong untuk digunakan, sedangkan batang bagian bawah tetap dibiarkan tumbuh.

Mint juga dapat diperbanyak melalui stek batang. Pertumbuhannya yang cukup cepat membuat tanaman ini lebih baik ditanam dalam wadah tersendiri agar tidak mengambil terlalu banyak ruang dari tanaman lain.

Cara Memanen agar Sayuran Bisa Tumbuh Kembali

Sebelum memanen, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sayuran tetap dapat menghasilkan daun atau tunas baru. Cara memotong, bagian tanaman yang disisakan, hingga perawatan setelah panen dapat memengaruhi pertumbuhan berikutnya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memanen sayuran agar tetap produktif:

  • Hindari mencabut seluruh tanaman jika ingin mendapatkan panen berikutnya.
  • Sisakan bagian pangkal, akar, atau titik tumbuh sesuai karakter tanaman.
  • Petik atau potong daun yang sudah cukup besar terlebih dahulu.
  • Gunakan alat potong yang bersih untuk mengurangi risiko kerusakan pada bagian tanaman.
  • Jangan mengambil seluruh daun sekaligus agar tanaman tetap memiliki bagian yang dapat melakukan fotosintesis.
  • Pastikan tanaman mendapatkan air, cahaya, dan nutrisi yang cukup setelah dipanen.

Pertanyaan Seputar Sayuran yang Bisa Tumbuh Kembali

Apakah semua sayuran berdaun bisa tumbuh kembali setelah dipanen?

Tidak. Kemampuan tumbuh kembali bergantung pada jenis tanaman dan bagian yang tersisa setelah panen. Tanaman yang masih memiliki titik tumbuh, pangkal, akar, atau tunas dapat memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan baru.

Bagian tanaman apa yang harus disisakan saat panen?

Bagian yang perlu disisakan berbeda-beda. Pada beberapa sayuran, pangkal dan akar perlu dipertahankan, sedangkan pada jenis lain bagian tengah atau tunas samping perlu dibiarkan agar tanaman dapat melanjutkan pertumbuhan.

Apakah sayuran yang tumbuh kembali perlu diberi pupuk?

Pupuk dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, terutama setelah beberapa kali panen. Namun, pertumbuhan juga dipengaruhi oleh kualitas media tanam, air, cahaya, dan kondisi tanaman secara keseluruhan.

Apakah sayuran yang tumbuh kembali bisa dipanen terus-menerus?

Tidak selalu. Setiap tanaman memiliki batas produktivitas dan kondisi pertumbuhan yang berbeda. Seiring waktu, tanaman dapat mengalami penurunan pertumbuhan sehingga akhirnya perlu diganti dengan tanaman baru.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6